<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609</id><updated>2012-01-25T10:35:03.090+07:00</updated><category term='tentang Teladan'/><category term='tulisan teman'/><category term='Arsip artikel lama'/><category term='Puisi hari ini'/><category term='Rekomendasi Buku'/><category term='Kata Bijak Hari Ini'/><category term='artikel lain'/><category term='Etis'/><category term='Warta Hari Ini'/><category term='tulisan hari ini'/><category term='catatan hari ini'/><title type='text'>S E L A - L U A N G</title><subtitle type='html'>sahabat sepi pengisi hari</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>103</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-8875904067584388321</id><published>2011-02-14T18:36:00.005+07:00</published><updated>2011-12-22T11:15:51.318+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tulisan hari ini'/><title type='text'>Surat Untuk Ibrahim</title><content type='html'>Melbourne, 14 Februari 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim tersayang,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tulis surat ini untukmu, walau mungkin saat ini kau belum bisa membacanya. Tapi tak apa, suruh Ibumu membacakannya untukmu. Tahukah kau, Ibumu itu penggemar setia Ayahmu ini, dia mengidolakan setiap tulisan Ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa, besok, 15 Februari 2011, tepat dua bulan usiamu sekaligus bertepatan dengan minggu ke-tujuh aku meninggalkanmu bersama Ibumu. Apakabarmu, nak? Seberapa keras tangismu? Konon kata Ibumu kau punya tangisan yang kuat. Hebat, nak. Menangislah yang lantang, sekeras-keras yang kau mampu, agar nanti kau terbiasa untuk berkata TIDAK dengan lantang ketika melihat kesewenang-wenangan di hadapanmu. Jadilah lelaki pemberani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat olehku di hari kelahiranmu, betapa haru hati kami semua menyaksikanmu lahir dengan sehat dan selamat, walau ibumu harus berjuang di meja operasi itu. Semua perawat di lorong rumah sakit senang mendengar suara tangismu yang keras itu, semakin syahdu saat ku adzankan engkau di telinga kananmu, kau tiba-tiba terdiam seolah-olah mendengarkan dan menghayati kumandang adzan itu. Luar biasa kau, nak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah bisa apa saja kau sekarang, nak? Konon kata ibumu, hobimu sekarang adalah menendang-nendang, memukul-mukul, serta memiring-miringkan badanmu. Bagus, nak. Latihan terus ya. Anak laki harus jago menendang dan memukul, biar nanti kau bisa memukul musuhmu yang nakal, tapi selalu menyayangi dan mengasihi teman-temanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim, kau harus tahu bahwa aku masih berada di tempat yang jauh dan meninggalkanmu untuk beberapa lama, menjalankan apa yang dapat aku perjuangkan melawan musuh-musuh kita. Bukan sesuatu hal luar biasa, namun aku sedang berbuat sesuatu, dan kupikir kau akan senantiasa bangga pada ayahmu ini, sebagaimana aku padamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duniamu nanti akan pasti jauh berbeda dengan dunia kami sekarang, pastinya hidup akan menjadi makin sulit apalagi di negaramu yang dikuasai oleh para maling berpangkat itu. Sementara ini, kau harus mempersiapkan dirimu, jadilah revolusioner sejati. Minum air susu ibumu itu sebanyak-banyaknya, karena di situlah gizi terbaik daripada susu-susu sapi di supermarket-supermarket yang harganya selangit itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di usiamu kini tugasmu hanyalah bermain sebanyak-banyaknya, sesuka hatimu. Bahagiakan masa kecilmu. Nanti ada saatmu untuk belajar, sebanyak-banyaknya, dan senantiasalah siap mendukung keadilan dan kebenaran. Juga, patuhlah pada ibumu dan janganlah kau berpikir hendak mengetahui segalanya terlalu dini. Saatnya kan datang padamu. Nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, Pangeranku. Sekali lagi kuharap di usiamu yang ke dua bulan ini, kau berbahagia walau tanpa aku di sampingmu. Bermainlah yang riang dan menangislah sekeras-kerasnya. Cium sayang ayah untukmu, dan peluk erat untuk Ibumu itu. Aku tahu dia begitu rindu padaku, tapi dia adalah wanita kuat dan pemberani. Aku mencintaimu sampai akhir hayatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormatku untukmu sang revolusioner muda,&lt;br /&gt;Ayahmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melbourne, 14 Februari 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-8875904067584388321?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/8875904067584388321/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2011/02/surat-untuk-ibrahim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/8875904067584388321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/8875904067584388321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2011/02/surat-untuk-ibrahim.html' title='Surat Untuk Ibrahim'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-298507920093165486</id><published>2010-12-12T16:44:00.003+07:00</published><updated>2010-12-12T16:50:34.714+07:00</updated><title type='text'>Balada negeri korupsi</title><content type='html'>Sebuah sajak anti-korupsi lainnya hadiah dari Bang Heri Latief dalam rangka memperingati Hari Anti-Korupsi Sedunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih, bang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang nafas, sehabis tenaga, Korupsi akan tetap dilawan.&lt;br /&gt;Sehat selalu di Negeri sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;Bang Jenggot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=================================================&lt;br /&gt;by Heri Latief on Saturday, December 11, 2010 at 7:35pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/TQSaqSs8dXI/AAAAAAAAAU0/VVZ4_FDtMDk/s1600/heri%2Blatief.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 151px; height: 269px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/TQSaqSs8dXI/AAAAAAAAAU0/VVZ4_FDtMDk/s400/heri%2Blatief.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5549730692192826738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;: Abang Jenggot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;negara democrazy bukan basa basi&lt;br /&gt;koruptor dan jaringan mafia berkoalisi&lt;br /&gt;kenikmaan setan di lingkaran peraturan&lt;br /&gt;semua dijamin U U D alias ujung ujungnya duit &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cobalah dulu demokratisasi pemikiran&lt;br /&gt;egaliterisme dalam segala macam persoalan&lt;br /&gt;baru setelah itu revolusi kebudayaan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;siapa yang curang harus digepang*&lt;br /&gt;siapa yang jujur maju ke depan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari penjara jatah diatur ke rekening maling&lt;br /&gt;di negeri bandit korupsi menjelma jadi hobby&lt;br /&gt;bisakah kita merubah kebiasaan yang salah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amsterdam, 10/12/2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* digepang = digep = dipegang = ditangkap&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-298507920093165486?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/298507920093165486/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/12/balada-negeri-korupsi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/298507920093165486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/298507920093165486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/12/balada-negeri-korupsi.html' title='Balada negeri korupsi'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/TQSaqSs8dXI/AAAAAAAAAU0/VVZ4_FDtMDk/s72-c/heri%2Blatief.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-8173139869361773813</id><published>2010-11-18T11:53:00.002+07:00</published><updated>2010-11-18T11:58:05.620+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>Jalan Sagan No 9 Jogja</title><content type='html'>Ketika kebetulan lalu&lt;br /&gt;aku mampir ke kamar kita yang dulu&lt;br /&gt;Sekarang belum lagi disewa&lt;br /&gt;Kamar kita berdua&lt;br /&gt;Dengan bunga pada meja&lt;br /&gt;tempat kita saling memandang&lt;br /&gt;berhawa kasih sayang&lt;br /&gt;memasuki kamar ini&lt;br /&gt;tembok dan lantai kembali bicara&lt;br /&gt;dan hidupku terasa lebih berharga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kukenang kembali&lt;br /&gt;bagaimana kau dulu kujamah rambutmu&lt;br /&gt;sementara kau bertanya&lt;br /&gt;berapa jumlah pacarku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu di lantai yang sejuk&lt;br /&gt;dan juga bersih karena kau sapu&lt;br /&gt;kita akan bertiarap atau berbaringan&lt;br /&gt;sambil menggambar dengan kapur&lt;br /&gt;semua gambar yang lucu-lucu&lt;br /&gt;atau rumah yang kita angankan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah pula kau gambar dua orang berdampingan&lt;br /&gt;Sambil kau tunjuk mereka:&lt;br /&gt;“Ini kau. Ini aku”&lt;br /&gt;Lalu saya gambar selusin orang di kanan kirinya&lt;br /&gt;Kau merenggut dan bertanya:&lt;br /&gt;“Siapa mereka?”&lt;br /&gt;aku menjawabmu: “Anak-anak kita”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kau tertawa&lt;br /&gt;tergerailah rambut-rambut halusmu&lt;br /&gt;ke pipi dan ke dahimu&lt;br /&gt;Waktu itu aku gemar memandang matamu&lt;br /&gt;Dan melihat diriku terkaca di dalamnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekasihku,&lt;br /&gt;ada saat-saat kita tak berdaya bukan oleh duka&lt;br /&gt;tetapi karna terharu semata&lt;br /&gt;Mengharukan dan menyenangkan&lt;br /&gt;bahwa sementara kita tempuh hari-hari yang keras&lt;br /&gt;sesuatu yang indah masih berada&lt;br /&gt;tertinggal pada kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat mendebarkan&lt;br /&gt;menemukan satu bunga&lt;br /&gt;yang dulu . . . telah lama&lt;br /&gt;Kitalah penanamnya.&lt;br /&gt;(WS Rendra)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih untuk istriku tercinta yg telah mengirimkan puisi indah ini. Akan selalu kita kenang masa-masa susah ini kelak. Tetap ceria menjalani hidup ini. Kita berdua; Kau dan Aku.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-8173139869361773813?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/8173139869361773813/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/11/jalan-sagan-no-9-jogja.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/8173139869361773813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/8173139869361773813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/11/jalan-sagan-no-9-jogja.html' title='Jalan Sagan No 9 Jogja'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-2102736144333809942</id><published>2010-05-12T17:56:00.003+07:00</published><updated>2010-05-12T18:01:00.198+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>Renungan Senja</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;aku letih menghardik dalam kelam&lt;br /&gt;menyumpah pada sampah &lt;br /&gt;atau melempar tanya pada sang serakah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku ingin diam sejenak&lt;br /&gt;lari dari temaram senja&lt;br /&gt;berkeluh kesah pada Sang Maha Bijak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berdua saja&lt;br /&gt;hanya kami berdua&lt;br /&gt;aku dan DIA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Jenggot, &lt;br /&gt;Batavia Darusysyaitan, 12 Mei 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-2102736144333809942?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/2102736144333809942/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/05/renungan-senja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/2102736144333809942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/2102736144333809942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/05/renungan-senja.html' title='Renungan Senja'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-6372928460692033601</id><published>2010-04-22T16:27:00.006+07:00</published><updated>2010-04-26T07:43:30.145+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>satu pesan (2)</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;dari kelam ke kelam lagi&lt;br /&gt;dalam hari kita terkekang&lt;br /&gt;penjara dunia tak berkesudah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jangan bermurung&lt;br /&gt;jangan berandai&lt;br /&gt;ini hidangan hidup mesti disantap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dilakoni dalam sabar&lt;br /&gt;tak muluk &lt;br /&gt;biasa saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pelihara senyum dan tawa itu&lt;br /&gt;jaga ia selalu&lt;br /&gt;di dalam gubuk kecil kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sepanjang waktu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Jenggot&lt;br /&gt;Batavia Darusysyaitan, 22 April 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-6372928460692033601?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/6372928460692033601/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/04/satu-pesan-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/6372928460692033601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/6372928460692033601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/04/satu-pesan-2.html' title='satu pesan (2)'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-446269495607939656</id><published>2010-03-15T19:10:00.005+07:00</published><updated>2010-06-21T00:22:53.274+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tulisan hari ini'/><title type='text'>Selamat Hari Lahir, Commandante!</title><content type='html'>&lt;em&gt;kusapa angin pagi ini dengan mendengar suara rendahmu&lt;br /&gt;nada khas penuh kearifan dan kematangan terdengar di seberang sana&lt;br /&gt;lewat udara kau sambut aku dengan ucapan salam hangatmu&lt;br /&gt;senangnya hati ini, segan yang teramat dan penuh hormat saat itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hampir sepuluh tahun sudah kita hidup terpisah&lt;br /&gt;egoku akan masa depan membuatku memilih jauh darimu&lt;br /&gt;namun bagaimanapun, kau selalu dekat&lt;br /&gt;karena kau selalu di hatiku, begitupun di hati Putri kesayanganmu itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;segala keteladanan yang minim nasihat itu &lt;br /&gt;telah membentengi diri kami&lt;br /&gt;dinding itu semakin meninggi dan kokoh&lt;br /&gt;insyaAllah, sampai mati akan kami pertahankan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wahai Ayahanda kami tercinta&lt;br /&gt;aku merindukan jabatan tangan dan peluk erat itu&lt;br /&gt;dia pembakar semangat hidupku&lt;br /&gt;dia sumber inspirasiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ijinkan aku tetap menjadi murid setiamu&lt;br /&gt;tetap ajari aku dan adikku&lt;br /&gt;janganlah kau pernah letih dan menua&lt;br /&gt;karena kau begitu kuat dan selalu muda yang kutahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat hari lahir, Ayah&lt;br /&gt;berkah Allah senantiasa selalu di sisa umurmu&lt;br /&gt;doa kami takkan pernah putus untukmu&lt;br /&gt;sampai akhir hayat kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;insyaAllah. Amin.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;hormat dan peluk eratku untukmu, Commandante!&lt;br /&gt;terima kasih sudah mengajarkanku menjadi seorang lelaki&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam ta'zim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Jenggot, &lt;br /&gt;Batavia Darusysyaitan, 15 Maret 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-446269495607939656?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/446269495607939656/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/03/selamat-hari-lahir-commandante.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/446269495607939656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/446269495607939656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/03/selamat-hari-lahir-commandante.html' title='Selamat Hari Lahir, Commandante!'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-1222278468769479508</id><published>2010-03-08T19:11:00.007+07:00</published><updated>2010-07-02T11:22:49.426+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tulisan hari ini'/><title type='text'>terima kasih untuk Sajak Putih itu</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;terima kasih, kawan muda&lt;br /&gt;aku panggil kau kawan muda, karena kau tak sempat tua. kau tak pernah tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;puisi-puisimu telah menemaniku mengisi hari&lt;br /&gt;setiap kata-kata itu sarat makna&lt;br /&gt;begitu dalam&lt;br /&gt;begitu berarti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan sedikit larikmu&lt;br /&gt;kau bawa aku ke dalam masamu&lt;br /&gt;jauh menelisik hatimu&lt;br /&gt;terbakar aku bersama gelora semangatmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam sekelumit kisahmu&lt;br /&gt;kau lambungkan aku pada indahnya kasih&lt;br /&gt;sederhananya cinta&lt;br /&gt;dan arti kesetiaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hai kau yang tak pernah tua&lt;br /&gt;ijinkan aku menghadirkanmu kembali&lt;br /&gt;di hari perjanjianku&lt;br /&gt;pada pernikahan kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terima kasih, Bung!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;ini dia puisimu untuk Mirat, tunanganmu itu. kuhadiahi dia untuk calon istriku juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/S5W6ndj1e_I/AAAAAAAAAUA/AX_K0ua6nKM/s1600-h/puisi.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 354px; height: 381px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/S5W6ndj1e_I/AAAAAAAAAUA/AX_K0ua6nKM/s400/puisi.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446464511487081458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-1222278468769479508?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/1222278468769479508/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/03/terima-kasih-untuk-sajak-putih-itu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/1222278468769479508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/1222278468769479508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/03/terima-kasih-untuk-sajak-putih-itu.html' title='terima kasih untuk Sajak Putih itu'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/S5W6ndj1e_I/AAAAAAAAAUA/AX_K0ua6nKM/s72-c/puisi.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-2290345582493031306</id><published>2010-03-06T08:59:00.002+07:00</published><updated>2010-03-06T09:54:54.108+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tulisan hari ini'/><title type='text'>mencari A S A L</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Matahari itu akan tetap ada di sana&lt;br /&gt;Tanpa kau tanpa aku dia memang akan semakin menghunjamkan panasnya lebih terik dari masa ke masa.&lt;br /&gt;Bintang bersinar itu bahkan hidup dan berarti lebih lama dibanding usahamu meski ia telah padam di masa nenek moyangmu masih belajar berlayar ke tanah yang kau yakini sebagai rumahmu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(RM)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terima kasih untuk potongan puisi di atas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kenyataan itu memang sempat mengguncang jiwaku. sebuah kebenaran yang tak pernah kuduga sebelumnya datang dari kerabat dekat yang jauh. kebanggaan atas ragam etnis dan budaya yang seumur hidup kupegang teguh luntur seketika. aku tak menyalahkan Ibu, tidak juga kerabat lainnya, aku yakin semua dilakukan untuk kebaikanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kebenaran itu datang menjelang hari perjanjianku, hari dimana setelahnya aku akan melanjutkan garis darah. aku bukanlah seperti yang kuduga selama ini. dari pesisir timur jauh itu, nenek moyangku telah berlayar dan berlabuh di tanah yang selama ini kuyakini sebagai rumahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku terlanjur mencintai tanah itu lengkap dengan segala budaya yang telah membentuk pribadiku. sejarah perjalanan hidupku telah tenggelam dalam euforia kesukuan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apapun kebenaran itu, tidak akan mengubah diriku. aku tetaplah orang Minang seperti yang kalian ketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(mencintai etnis bukan berarti primordial, hanya sekedar bentuk pengakuan atas sebuah identitas diri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Jenggot,&lt;br /&gt;Batavia Darusysyaitan, 06 Maret 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-2290345582493031306?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/2290345582493031306/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/03/mencari-s-l.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/2290345582493031306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/2290345582493031306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/03/mencari-s-l.html' title='mencari A S A L'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-5769003526089138424</id><published>2010-03-06T00:33:00.002+07:00</published><updated>2010-03-06T00:47:04.852+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tulisan hari ini'/><title type='text'>belajar L U P A</title><content type='html'>Suatu hari Ayahku pernah mengingatkan:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“biarlah rahasia itu tetap menjadi misteri, karena hatimu tak kan sanggup menerima semua kebenaran yang ada”.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perenungan malam ini aku semakin tersadar, semua benar adanya. Semakin banyak yang kutahu, semakin resah hatiku. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Andai aku bisa belajar LUPA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Jenggot,&lt;br /&gt;Batavia Darusysyaitan, dini hari, 06 Maret 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-5769003526089138424?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/5769003526089138424/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/03/belajar-l-u-p.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/5769003526089138424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/5769003526089138424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/03/belajar-l-u-p.html' title='belajar L U P A'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-2985398881822675981</id><published>2010-03-01T20:15:00.005+07:00</published><updated>2010-03-01T20:22:35.710+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>satu pesan</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;yang ku ingin hanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;: suatu hari setelah sekarang&lt;br /&gt;saat malam menjelang&lt;br /&gt;aku pulang&lt;br /&gt;kau sambut dalam senyum riang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di rumah sederhana kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Jenggot,&lt;br /&gt;Batavia Darusysyaitan, 01 Maret 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-2985398881822675981?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/2985398881822675981/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/03/yang-ku-ingin-hanya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/2985398881822675981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/2985398881822675981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/03/yang-ku-ingin-hanya.html' title='satu pesan'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-4477448191857407708</id><published>2010-02-19T22:51:00.012+07:00</published><updated>2010-02-21T11:14:16.178+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tulisan hari ini'/><title type='text'>Untuk Haidar</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aris Saputra ben Arman / Pak De Oshama / Haidar:&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Malam ini aku teringat akan banyak hal tentang kau, ketika pertama kali kita bertemu sembilan tahun yang lalu di sebuah rumah sederhana di lereng kali itu - kali code. Ketika banyak hal telah kita lalui bersama di saat gelora masa muda membakar jiwa kita. Saat mimpi-mimpi tentang masa depan melecut kita melakukan banyak hal yang tak dilakukan anak muda lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesekali ketegangan-ketegangan itu menghampiri kita dan menguji nyali kita, dan kemungkinan nyata dari fakta itu berusaha memukul mundur segala cita kita. Banyak pergolakan batin, banyak rasa sedih saat sebuah tembok besar menghantam muka kita, namun akhirnya kita tahu pasti bahwa segala doa itu jauh lebih dahsyat menyerang balik mereka semua. Kita tetap bertahan, masih merokok dan menyeduh secangkir kopi hitam sembari berdiskusi sampai pagi. (namun sekarang, lambungku sudah tak sanggup lagi berkompromi dengan kafein).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu, banyak sudah kawan dan pendahulu yang berjatuhan sepanjang jalan yang kita retas ini. Ketika tuntutan hidup dan pesona harta membelokkan kemudi keimanan. Kita memang harus tetap waspada, namun bagiku itu tetap bukan suatu persoalan besar yang harus ditakutkan selama kau dan aku masih saling menyapa, itu akan saling mengingatkan kita. Aku selalu yakin itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini segala sesuatunya tidak lagi terlalu dramatis, karena kita sedikit lebih matang. Tidak ada lagi prestasi-prestasi yang gagah berani, semua hanya sekedar rute perjalanan hidup yang mesti dilalui dengan sederhana dan biasa saja. Namun bagiku, dalam kesederhanaan itu kita telah menggapai kemegahan jiwa yang hanya bisa dinikmati sedikit manusia. Pikiran kita yang menciptakannya, dia telah mengatur ritme hati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini aku teringat akan banyak hal tentang kau dan kehebatan diri yang kau ajarkan padaku. Sebuah kabar begitu membahagiakan datang di minggu ini, di saat diriku mencoba mengurai kusutnya masalah klasik republik ini di sebuah sudut negeri. Suara khasmu menyiratkan sebuah kemenangan telah kau raih hari itu. Kemenangan besar yang hampir dua belas tahun kau tunggu di kota itu. Akhirnya kau seberangi jembatan itu. Aku tahu, sebenarnya itu hal mudah bagimu, namun seperti biasa, kau selalu memilih jalan yang sulit untuk menempa dirimu. Aku tetap bangga padamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar baik ini melengkapi kebahagian hatiku di awal tahun ini. Terima kasih, Tuhan. Setelah hujaman badai besar menerpa diriku berkali-kali di tahun lalu, di dua bulan tahun yang baru ini kau kirimkan hujan berkah untukku. Alhamdulillah, aku bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin rasanya aku datang ke sana, menyapamu dengan sapaan khasku, menyuduhkan secangkir kopi hitam dan menyulutkan sebatang tembakau untukmu. Namun badan terikat pada kewajiban yang telah kutetapkan sebagai ranah pengabdianku. Sudilah kiranya kau maafkan aku atas kondisi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang telah ku kabarkan padamu, bulan depan adalah hari paling bersejarah dalam hidupku. Kuharap kau ada di situ, saksikan kami memadu janji sehidup semati. Karena tak dapat kupungkiri, segala pesan dan nasihatmu jua lah yang memudahkanku untuk mengambil pilihan terbaik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini, diantara godaan genit bantal seksi yang tak letih merayu penat badan ini, telah kutuliskan semua isi hati akan ingatanku padamu dan kuputuskan untuk mengabarkannya kepada dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabat dan peluk eratku untukmu, kamerad!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Jenggot,&lt;br /&gt;Batavia Darusysyaitan, 19 Februari 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-4477448191857407708?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/4477448191857407708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/02/untuk-haidar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/4477448191857407708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/4477448191857407708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/02/untuk-haidar.html' title='Untuk Haidar'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-2354289731712262451</id><published>2010-02-12T11:04:00.000+07:00</published><updated>2010-02-12T11:12:13.419+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>Biar Mati Badanku Kini</title><content type='html'>&lt;em&gt;Biar mati badanku kini&lt;br /&gt;Payah benar menempuh hidup&lt;br /&gt;Hanya khayal sepanjang hidup&lt;br /&gt;Biar muram pusaraku sunyi&lt;br /&gt;Cucuk kerah pudingnya redup&lt;br /&gt;Lebih nyaman tidur di kubur&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Hamka, 1945)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-2354289731712262451?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/2354289731712262451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/02/biar-mati-badanku-kini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/2354289731712262451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/2354289731712262451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/02/biar-mati-badanku-kini.html' title='Biar Mati Badanku Kini'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-8600007335927956396</id><published>2010-02-10T19:31:00.000+07:00</published><updated>2010-02-10T19:37:11.281+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>Radja Naik Mahkota Ketjil</title><content type='html'>(DN Aidit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Udara pagi ini tjerah benar&lt;br /&gt;pemuda njanji nasakom bersatu&lt;br /&gt;gelak ketawa gadis remadja&lt;br /&gt;mendengar silalim naik tachta,&lt;br /&gt;tapi konon mahkotanja ketjil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buruh dipabrik tani diladang&lt;br /&gt;ibuibu menjusui anak&lt;br /&gt;tibatiba nafas terlepas lega&lt;br /&gt;mendengar siradja naik tachta,&lt;br /&gt;tapi konon mahkotanja ketjil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini pertanda zaman kita&lt;br /&gt;jang lapuk terpaksa turun&lt;br /&gt;jang baru terus membaru&lt;br /&gt;bagi jang lama sudah magrib&lt;br /&gt;baik jang baru mentari naik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajo, madju terus kawan-kawan&lt;br /&gt;halau dia kedjaring dan djerat&lt;br /&gt;tangkap dia dan ikat erat&lt;br /&gt;hadapkan dia kemahkamah Rakjat!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djakarta, 23 Djuni 1962.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-8600007335927956396?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/8600007335927956396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/02/radja-naik-mahkota-ketjil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/8600007335927956396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/8600007335927956396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/02/radja-naik-mahkota-ketjil.html' title='Radja Naik Mahkota Ketjil'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-7758801546562942106</id><published>2010-02-09T19:38:00.007+07:00</published><updated>2010-02-09T20:09:28.853+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>izinkan aku bicara kali ini</title><content type='html'>&lt;em&gt;izinkan aku bicara kali ini, Tuan&lt;br /&gt;atas segala gelisah yang meresahkan hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apalah guna setumpuk kebenaran?&lt;br /&gt;jikalau hanya kau timbun di sisi meja kerjamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apalah guna ratusan pasukan dan senjata terbaikmu?&lt;br /&gt;jikalau hanya disandarkan di depot mewah itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apalah guna segala macam jargon-jargon dan publikasi itu?&lt;br /&gt;jikalau hanya untuk memuaskan rasa ingin tahu yang sesaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak ada guna itu semua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;marilah kembali berlari kencang&lt;br /&gt;kita beri yang terbaik, biarlah mereka menilai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sangkur-sangkur ini sudah haus darah&lt;br /&gt;kita butuh berjuta kemenangan lagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tugasmu hanya dua&lt;br /&gt;tunjukkan arah dan sedikit bicara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan seperti yang selalu kubilang&lt;br /&gt;: aku selalu siap!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Jenggot,&lt;br /&gt;Batavia Darusysyaitan, 09 Februari 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-7758801546562942106?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/7758801546562942106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/02/izinkan-aku-bicara-kali-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/7758801546562942106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/7758801546562942106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/02/izinkan-aku-bicara-kali-ini.html' title='izinkan aku bicara kali ini'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-3698543542741167234</id><published>2010-02-02T17:25:00.012+07:00</published><updated>2010-02-03T12:53:06.051+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>sesosok makhluk dari masa lalu</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;kau, sahabat dari masa lalu&lt;br /&gt;menyeruak dalam tabir sendu&lt;br /&gt;sinar matamu penuh haru&lt;br /&gt;menyentuh lembut dinding jiwaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sepuluh tahun berlalu&lt;br /&gt;banyak kembang tumbuh dan layu&lt;br /&gt;tanpa kusadar ternyata kau masih di situ &lt;br /&gt;tetap bertahan dan menunggu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kucoba ingat kala itu&lt;br /&gt;ketika aku dan kau masih lugu&lt;br /&gt;bergetar hati ini melihat matamu&lt;br /&gt;bukan takut, tetapi malu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;andai kau tahu&lt;br /&gt;sekeranjang suratmu dulu&lt;br /&gt;masih tersimpan rapi di rak buku&lt;br /&gt;ia akan tetap di situ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kini, di awal tahun yang baru&lt;br /&gt;hapus segala sakit dan galau itu&lt;br /&gt;tersenyumlah dan bangkit untukku&lt;br /&gt;hilangkan segala sangsi dan ragu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari dulu, kau tahu siapa aku&lt;br /&gt;tak banyak yang kumampu&lt;br /&gt;jangankan kapal, perahu tiada aku&lt;br /&gt;pasukanku hanya nyali dan semangat menggebu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau yang anggun dalam kerudung biru&lt;br /&gt;tegakkan kepalamu &lt;br /&gt;tataplah lekat padaku&lt;br /&gt;melangkah yakin disampingku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;temani dan redam aku&lt;br /&gt;atas segala mimpi dan egoku&lt;br /&gt;dengan teduh tutur dan lakumu&lt;br /&gt;dalam merdu lantunan ayat sucimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ijinkan kali ini aku yang memohon padamu&lt;br /&gt;jadilah ibu untuk anakku&lt;br /&gt;hingga ringkih tubuhku&lt;br /&gt;sampai Izrail menjemputku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Jenggot,&lt;br /&gt;Batavia Darusysyaitan, 02 Februari 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;: terima kasih sudah mengenalkan dan mengajarkan puisi padaku. tahukah kau, pialamu 10 tahun yang lalu itu yang menginspirasiku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi tetap, aku tak sehebat dirimu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-3698543542741167234?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/3698543542741167234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/02/sahabat-dari-masa-lalu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/3698543542741167234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/3698543542741167234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/02/sahabat-dari-masa-lalu.html' title='sesosok makhluk dari masa lalu'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-3550790159633500833</id><published>2010-02-01T13:40:00.008+07:00</published><updated>2010-02-02T20:22:38.947+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>bangsa benalu</title><content type='html'>&lt;em&gt;ini cerita tentang suatu negeri rumpun melayu&lt;br /&gt;hidup resah di dalamnya para babu&lt;br /&gt;berpesta pora penguasa di sisi yang satu&lt;br /&gt;kuberi nama ia bangsa benalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di sini manusia tak kenal kata malu&lt;br /&gt;amanah artinya peluang untuk menipu&lt;br /&gt;di tengah penderitaan dia malah tersipu&lt;br /&gt;dengan pongah terbahak di dalam mobil baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kerajaan ini sudah sangat mengganggu&lt;br /&gt;pengaruhnya menjalar liar ke seluruh penjuru&lt;br /&gt;tumbuh subur dia di taman bunga ibu&lt;br /&gt;bergerombol dia punya style gaya saru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bangsa benalu punya kepala suku&lt;br /&gt;di layar kaca dia punya muka seribu&lt;br /&gt;slogannya cukup tersohor, "bersama kita bisa ragu!"&lt;br /&gt;menghisap darah dan menindas dia punya laku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oh, benalu..&lt;br /&gt;kau sudah terlalu&lt;br /&gt;janganlah begitu&lt;br /&gt;berhenti kotori rumahku&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Jenggot&lt;br /&gt;Batavia Darusysyaitan, 01 Februari 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-3550790159633500833?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/3550790159633500833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/02/bangsa-benalu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/3550790159633500833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/3550790159633500833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/02/bangsa-benalu.html' title='bangsa benalu'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-8841204641453781342</id><published>2010-01-29T16:07:00.002+07:00</published><updated>2010-01-29T16:12:29.709+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>P E R I N G A T A N</title><content type='html'>&lt;em&gt;(Wiji Thukul)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika rakyat pergi ketika penguasa pidato&lt;br /&gt;kita harus hatihati&lt;br /&gt;barangkali mereka putus asa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau rakyat sembunyi dan berbisikbisik&lt;br /&gt;ketika membicarakan masalahnya sendiri&lt;br /&gt;penguasa harus waspada dan belajar mendengar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bila rakyat tidak berani mengeluh&lt;br /&gt;itu artinya sudah gawat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan bila omongan penguasa&lt;br /&gt;tidak boleh dibantah&lt;br /&gt;kebenaran pasti terancam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apabila usul ditolak tanpa ditimbang,&lt;br /&gt;suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan&lt;br /&gt;dituduh subversif dan mengganggu keamanan&lt;br /&gt;maka hanya ada satu kata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lawan!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solo, 1986&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-8841204641453781342?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/8841204641453781342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/01/p-e-r-i-n-g-t-n.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/8841204641453781342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/8841204641453781342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/01/p-e-r-i-n-g-t-n.html' title='P E R I N G A T A N'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-4230220438798897888</id><published>2010-01-28T18:58:00.002+07:00</published><updated>2010-01-28T19:07:39.162+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>s e r a t u s</title><content type='html'>&lt;em&gt;seratus kebohongan&lt;br /&gt;seratus rekayasa&lt;br /&gt;seratus tipu-tipu&lt;br /&gt;seratus konspirasi&lt;br /&gt;seratus topeng&lt;br /&gt;seratus sandiwara&lt;br /&gt;seratus kemuakan&lt;br /&gt;seratus anarkisme&lt;br /&gt;seratus bantahan&lt;br /&gt;seratus ketakutan&lt;br /&gt;seratus kegagalan&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Jenggot,&lt;br /&gt;Batavia Darusysyaitan, 28 Januari 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-4230220438798897888?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/4230220438798897888/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/01/s-e-r-t-u-s.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/4230220438798897888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/4230220438798897888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/01/s-e-r-t-u-s.html' title='s e r a t u s'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-2115188277401703725</id><published>2010-01-27T17:23:00.004+07:00</published><updated>2010-01-28T11:29:17.236+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>murkaku untukmu</title><content type='html'>&lt;em&gt;berkali kubilang&lt;br /&gt;tak perlu kau bohong&lt;br /&gt;kalau hanya untuk dipuji&lt;br /&gt;apalagi kalau hanya untuk diaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berkali kubilang&lt;br /&gt;tak perlu kau belajar sulap&lt;br /&gt;magic itu palsu&lt;br /&gt;dia tipu daya belaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berkali kubilang&lt;br /&gt;tak perlu kau terus tersenyum&lt;br /&gt;menjadi baik itu tak penting&lt;br /&gt;yang tepat itu menjadi benar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berkali kubilang&lt;br /&gt;tak perlu kau takut jatuh&lt;br /&gt;atas dan bawah itu niscaya&lt;br /&gt;masa itu pasti datang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berkali kubilang&lt;br /&gt;tak perlu kau menghiba&lt;br /&gt;simpati itu naluri&lt;br /&gt;dia datang dari hati nurani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oh.. bebalnya kau&lt;br /&gt;kau buat aku muak dengan tingkahmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudah berkali kubilang&lt;br /&gt;kau tak sadar juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maafkan aku harus menyumpah&lt;br /&gt;disambar petir rumahmu!&lt;br /&gt;disergap buaya kepalamu!&lt;br /&gt;disapu air bah segala hartamu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wahai kau yang buta-tuli&lt;br /&gt;kau sudah cukup membuat marah&lt;br /&gt;izinkan aku murka hari ini&lt;br /&gt;semoga Tuhan menyentil kupingmu!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Jenggot,&lt;br /&gt;Batavia Darusysyaitan, 27 Januari 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-2115188277401703725?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/2115188277401703725/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/01/bohong-lagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/2115188277401703725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/2115188277401703725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/01/bohong-lagi.html' title='murkaku untukmu'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-4823814342893996620</id><published>2010-01-26T14:13:00.001+07:00</published><updated>2010-01-26T14:45:11.677+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>D E L I S H A</title><content type='html'>&lt;em&gt;sebuah nama dalam novel sederhana&lt;br /&gt;berkalang kisah penuh pilu&lt;br /&gt;tentang dahsyatnya bencana alam&lt;br /&gt;yang hentakkan dunia di penghujung tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau, gadis kecil penghafal ayat shalat&lt;br /&gt;sebelah kakimu guru ketabahan&lt;br /&gt;kerlingan biru matamu penarik hati&lt;br /&gt;tawa riangmu inspirasi hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namamu warnai kisah kami&lt;br /&gt;dari balik dingin malam, kau hadir&lt;br /&gt;sebagai cerita penghantar tidur &lt;br /&gt;tentang mimpi-mimpi indah hidup kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dimanakah engkau kini?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Jenggot,&lt;br /&gt;Batavia Darusysyaitan, 26 Januari 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-4823814342893996620?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/4823814342893996620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/01/d-e-l-i-s-h.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/4823814342893996620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/4823814342893996620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/01/d-e-l-i-s-h.html' title='D E L I S H A'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-797333994089525105</id><published>2010-01-25T17:05:00.003+07:00</published><updated>2010-01-25T18:55:48.978+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>saat melangkah</title><content type='html'>&lt;em&gt;waktu yang merangkak&lt;br /&gt;mengurai kisah demi kisah&lt;br /&gt;pada tertawa&lt;br /&gt;atau air mata&lt;br /&gt;sehangat jemari berpaut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;biarkan saja hari menyepi&lt;br /&gt;tafakur pada diam&lt;br /&gt;seperti angin mengacuhkannya&lt;br /&gt;membuang muka pada tanya&lt;br /&gt;membunuh segala ragu dan takut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kini, saat menatap ke depan&lt;br /&gt;dan melangkah penuh harap&lt;br /&gt;tanpa berpaling lagi&lt;br /&gt;ke belakang&lt;br /&gt;sedikitpun&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Jenggot,&lt;br /&gt;Batavia Darusysyaitan, 25 Januari 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:untuk Kawan Ike. tak satu ranah berjuang. selamat melangkah dan melanjutkan hidup, kawan!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-797333994089525105?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/797333994089525105/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/01/saat-melangkah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/797333994089525105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/797333994089525105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/01/saat-melangkah.html' title='saat melangkah'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-2406340558613495736</id><published>2010-01-21T18:31:00.002+07:00</published><updated>2010-01-22T13:06:19.585+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>sudahlah, kawan</title><content type='html'>&lt;em&gt;hai kawan&lt;br /&gt;berhentilah kau membantah&lt;br /&gt;tiada guna itu semua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau seharusnya tau&lt;br /&gt;kebenaran itu berdiri sendiri&lt;br /&gt;dia tidak bergantung&lt;br /&gt;tak butuh penjelasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau juga seharusnya tau&lt;br /&gt;keadilan itu mutlak adanya&lt;br /&gt;dia tidak memihak&lt;br /&gt;tak butuh penegasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau semestinya harus tau&lt;br /&gt;kejujuran itu hakiki&lt;br /&gt;dia bersarang dalam hati nurani&lt;br /&gt;tak butuh janji-janji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau juga semestinya harus tau&lt;br /&gt;kekuasaan itu titipan&lt;br /&gt;dia sebentar saja singgah&lt;br /&gt;tak butuh kau pagari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudahlah, kawan&lt;br /&gt;berhentilah kau membantah&lt;br /&gt;tiada guna semua itu&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Jenggot,&lt;br /&gt;Batavia Darusysyaitan, 21 Januari 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-2406340558613495736?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/2406340558613495736/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/01/sudahlah-kawan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/2406340558613495736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/2406340558613495736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/01/sudahlah-kawan.html' title='sudahlah, kawan'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-7938559233335209179</id><published>2010-01-19T11:33:00.010+07:00</published><updated>2010-01-21T15:37:11.714+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>Ha(i)ti kami untukmu</title><content type='html'>:untukmu kawan di Karibia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;satu minggu lalu&lt;br /&gt;petaka itu datang menyapa&lt;br /&gt;mata seisi dunia tertuju padamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;indahnya kota pantaimu&lt;br /&gt;seketika menjelma kontras&lt;br /&gt;tertinggal hanya hamparan dan puing kehancuran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;belum kering airmata&lt;br /&gt;saat tanah menghentak dan memecah belah bumimu&lt;br /&gt;terhempas engkau dan seisi kota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;layar kaca menyampaikan kabar&lt;br /&gt;dari balik serpihan gedung, sanak saudaramu tertimbun mati&lt;br /&gt;dan kini engkau lapar, engkau menangis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hitam kulitmu, legam pula nasibmu&lt;br /&gt;tak banyak yang dapat kuberi selain beribu doa untukmu&lt;br /&gt;segeralah terbangun dari mimpi buruk ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kawan, negeriku dan negerimu tak berbeda jauh&lt;br /&gt;tangis dan darah sahabat karib kita&lt;br /&gt;tapi aku selalu yakin Tuhan Maha Penolong dan tak pernah tidur&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Jenggot,&lt;br /&gt;Batavia Darusysyaitan, 19 Januari 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-7938559233335209179?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/7938559233335209179/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/01/haiti-kami-untukmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/7938559233335209179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/7938559233335209179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/01/haiti-kami-untukmu.html' title='Ha(i)ti kami untukmu'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-8233821253289569087</id><published>2010-01-18T18:22:00.005+07:00</published><updated>2010-01-18T18:27:29.102+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>sahabatku dari lereng kali</title><content type='html'>(camar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;ada tanya terbersit &lt;br /&gt;dari rumpunan galau hati&lt;br /&gt;kemana jawab dicari?&lt;br /&gt;bukankah pada diam&lt;br /&gt;yang menggeliat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;merona mentari &lt;br /&gt;merentas dini&lt;br /&gt;harapan yang terbit&lt;br /&gt;kembang hidup hari ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat pagi dunia&lt;br /&gt;perjalananmu hari ini&lt;br /&gt;adalah tanya yang tersingkap&lt;br /&gt;meski aku buta&lt;br /&gt;bukankah lebih baik&lt;br /&gt;membiarkan masa &lt;br /&gt;menempuh perjalanannya sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terima kasih sahabat&lt;br /&gt;sembari meniti waktu hari ini&lt;br /&gt;dari tepian tarian bocah Kali Code&lt;br /&gt;kuhantar rindu &lt;br /&gt;temaram lalu kian memesona&lt;br /&gt;apa kabar mu hari ini?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;: apakabarmu, kawan? &lt;br /&gt;rindu hati ini untuk sekedar merokok, berdiskusi dan shalat berjamaah di rumah itu, di lereng kali itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-8233821253289569087?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/8233821253289569087/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/01/sahabatku-dari-lereng-kali.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/8233821253289569087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/8233821253289569087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/01/sahabatku-dari-lereng-kali.html' title='sahabatku dari lereng kali'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-4485982087876339407</id><published>2010-01-15T19:18:00.007+07:00</published><updated>2010-01-18T17:53:46.655+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>i k h l a s</title><content type='html'>&lt;em&gt;karena apa?&lt;br /&gt;karena semua titipan&lt;br /&gt;karena itu fana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apalah cita&lt;br /&gt;apalah mimpi&lt;br /&gt;apalah dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;senang sekedar&lt;br /&gt;sakit sekedar&lt;br /&gt;sederhana biasa saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan lepaskanlah semua&lt;br /&gt;ikhlas bebas rasa&lt;br /&gt;puas penghabisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;satu kunci&lt;br /&gt;satu rumusan ajaran&lt;br /&gt;ia pembuka lapang hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;innalillahi wa inna ilaihi rajiun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terang lalu gelap&lt;br /&gt;datang lalu pergi&lt;br /&gt;hidup lalu mati&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Jenggot,&lt;br /&gt;Batavia Darusysyaitan, 15 Januari 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-4485982087876339407?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/4485982087876339407/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/01/i-k-h-l-s.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/4485982087876339407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/4485982087876339407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/01/i-k-h-l-s.html' title='i k h l a s'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-7356038611011803799</id><published>2010-01-14T19:24:00.007+07:00</published><updated>2010-06-14T11:00:21.240+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>G O D - o - A n g</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/S08RY9gUvtI/AAAAAAAAASs/Ia6J4_4_Sis/s1600-h/borgol2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/S08RY9gUvtI/AAAAAAAAASs/Ia6J4_4_Sis/s320/borgol2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426575196529409746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;huj&lt;strong&gt;a&lt;/strong&gt;n, petir, angin dingin &lt;br /&gt;pera&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;n&lt;/strong&gt;g&lt;/strong&gt; terus berkecamuk&lt;br /&gt;musuh semakin lihai dan licik&lt;br /&gt;barisan mesti dirapatkan lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;awan hitam masih saja menggumpal&lt;br /&gt;semangat harus dijaga&lt;br /&gt;kepercayaan kunci utama&lt;br /&gt;integritas senjata pamungkas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;harta sekedar hiasan dunia&lt;br /&gt;ingat, jangan ter-&lt;strong&gt;god&lt;/strong&gt;a&lt;br /&gt;harga diri diatas segala&lt;br /&gt;jangan tergadai, jangan diumbar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini hari m&lt;strong&gt;o&lt;/strong&gt;mentum besar&lt;br /&gt;saat kembali berlari kencang&lt;br /&gt;berj&lt;strong&gt;u&lt;/strong&gt;ta harapa&lt;strong&gt;n&lt;/strong&gt; rakyat semesta&lt;br /&gt;bersama &lt;strong&gt;tu&lt;/strong&gt;han &lt;strong&gt;k&lt;/strong&gt;ita menyerbu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetaplah menyala lilin kecil&lt;br /&gt;terangi &lt;strong&gt;INDONESIA&lt;/strong&gt; kami!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Jenggot,&lt;br /&gt;Batavia Darusysyaitan, 14 Januari 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-7356038611011803799?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/7356038611011803799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/01/g-o-d-o-n-g.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/7356038611011803799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/7356038611011803799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/01/g-o-d-o-n-g.html' title='G O D - o - A n g'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/S08RY9gUvtI/AAAAAAAAASs/Ia6J4_4_Sis/s72-c/borgol2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-8180261531903769045</id><published>2010-01-12T18:54:00.010+07:00</published><updated>2010-01-13T11:03:05.156+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tentang Teladan'/><title type='text'>Bung Hatta, Aku dan Sepatu Bally</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/S0xl4s2MIoI/AAAAAAAAASk/ambhEYiw8Bc/s1600-h/bally.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/S0xl4s2MIoI/AAAAAAAAASk/ambhEYiw8Bc/s320/bally.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425823675860132482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1950-an, Bally adalah sebuah merek sepatu yang bermutu tinggi dan tentu tidak murah. Bung Hatta, Wakil Presiden pertama RI, berminat pada sepatu Bally. Ia kemudian menyimpan guntingan iklan yang memuat alamat penjualnya, lalu berusaha menabung agar bisa membeli sepatu idaman tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, uang tabungan tampaknya tidak pernah mencukupi karena selalu terambil untuk keperluan rumah tangga atau untuk membantu kerabat dan handai taulan yang datang kepadanya untuk meminta pertolongan. Hingga akhir hayatnya, sepatu Bally idaman Bung Hatta tidak pernah terbeli karena tabungannya tak pernah mencukupi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sangat mengharukan dari cerita ini, guntingan iklan sepatu Bally itu hingga Bung Hatta wafat masih tersimpan dan menjadi saksi keinginan sederhana dari seorang Hatta. Jika ingin memanfaatkan posisinya waktu itu, sebenarnya sangatlah mudah bagi Bung Hatta untuk memperoleh sepatu Bally. Misalnya, dengan meminta tolong para duta besar atau pengusaha yang menjadi kenalan Bung Hatta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Namun, di sinilah letak keistimewaan Bung Hatta. Ia tidak mau meminta sesuatu untuk kepentingan sendiri dari orang lain. Bung Hatta memilih jalan sukar dan lama, yang ternyata gagal karena ia lebih mendahulukan orang lain daripada kepentingannya sendiri", &lt;/em&gt;kata Adi Sasono, Ketua Pelaksana Peringatan Satu Abad Bung Hatta. Pendeknya, itulah keteladanan Bung Hatta, apalagi di tengah carut-marut zaman ini, dengan dana bantuan presiden, dana Badan Urusan Logistik, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bung Hatta meninggalkan teladan besar, yaitu sikap mendahulukan orang lain, sikap menahan diri dari meminta hibah, bersahaja, dan membatasi konsumsi pada kemampuan yang ada. Kalau belum mampu, harus berdisiplin dengan tidak berutang atau bergantung pada orang lain. Seandainya bangsa Indonesia dapat meneladani karakter mulia proklamator kemerdekaan ini, seandainya para pemimpin tidak maling, tidak mungkin bangsa dengan sumber alam yang melimpah ini menjadi bangsa terbelakang, melarat, dan nista karena tradisi berutang dan meminta sedekah dari orang asing. (*)&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait cerita diatas, lebih setahun yang lalu, Bapak membelikanku sebuah sepatu Bally. Peristiwa ini adalah kejadian langka dalam hidupku, karena selain sekedar menunaikan kewajibannya memberi "jatah" bulananku semenjak kecil hingga kuliah dulu, bisa dihitung dengan jari ada kejadian beliau membelikanku sebuah hadiah. Beliau tahu aku begitu mengagumi Bung Hatta sejak zaman sekolah dulu dan yakin aku pastinya akan sangat senang sekali menerima hadiah itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya beliaulah yang menginspirasiku untuk mencari tahu lebih banyak tentang sosok Bung Hatta karena Bapak juga seorang pengagum Bung Hatta semenjak mudanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, menurut cerita Ibu, Bapak sengaja menabungkan sedikit uang gajinya setiap bulan karena ingin suatu saat membelikan sepatu itu untukku dan melihatku memakai sepatu itu. Jujur, aku sangat senang. Sepatu itu memang sangat bagus dan aku belum pernah memiliki sepatu semacam itu. Memang, untuk jaman sekarang sepatu Bally bukan barang mewah lagi, ada banyak sepatu yang lebih mahal dari itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang sepatu itu masih rapi di dalam kotaknya dan tersimpan di lemari kamarku di kampung, belum pernah kupakai. ia masih begitu indah bagiku untuk memakainya. Mungkin suatu saat, pada hari spesial, aku kan memakainya. Sebagai bentuk hormatku untuk Bung Hatta, dan tentunya juga, demi menyenangkan hati dan penghargaan untuk Bapak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untukmu Bung,&lt;br /&gt;:&lt;em&gt;"Aku malu padamu, Bung. Sampai akhir hayatmu, kau belum sempat memiliki sepatu itu. &lt;strong&gt;Aku ingin belajar soal yang satu itu, KESEDERHANAAN&lt;/strong&gt;".&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teruntuk Bapakku tercinta, &lt;br /&gt;:&lt;em&gt;"Terima kasih, Pak. Ini sebuah hadiah yang sangat berarti".&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Jenggot,&lt;br /&gt;Batavia Darusysyaitan, 12 Januari 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(*) dari sebuah email yang dikirimkan seorang kawan.&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-8180261531903769045?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/8180261531903769045/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/01/bung-hatta-aku-dan-sepatu-bally.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/8180261531903769045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/8180261531903769045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/01/bung-hatta-aku-dan-sepatu-bally.html' title='Bung Hatta, Aku dan Sepatu Bally'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/S0xl4s2MIoI/AAAAAAAAASk/ambhEYiw8Bc/s72-c/bally.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-1812019263329902077</id><published>2010-01-11T12:34:00.010+07:00</published><updated>2010-01-11T18:06:03.814+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tulisan hari ini'/><title type='text'>Publisitas dan Sebuah Pelajaran Berharga dari Tan</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/S0rJnX70_lI/AAAAAAAAASM/9WPZkaAFNNA/s1600-h/TAN%2520MALAKA.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 246px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/S0rJnX70_lI/AAAAAAAAASM/9WPZkaAFNNA/s320/TAN%2520MALAKA.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425370379398217298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang berpikir menjadi terkenal dan dikenal itu adalah tujuan hidup banyak orang. Mereka berpikir adalah suatu kebanggaan ketika hasil karya maupun perbuatannya diakui dan diketahui oleh semua orang. Bahkan mungkin hanya lewat sekedar sensasi atau berita miring, manusia rela membuka dirinya untuk umum. Tidak ada yang salah dalam hal itu. Dan akupun maklum dan menerima pendapat seperti itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah sebuah diskusi tak penting di sela-sela waktu menunggu adzan magrib dengan seorang kawan beberapa hari yang menginspirasiku untuk menuliskan hal ini. Sang kawan tiba-tiba bertanya tentang apa pentingnya publisitas? dan mengapa semua orang ingin terkenal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak unik memang pertanyaan ini, atau mungkin terkesan sangat retoris. Aku yakin dia sudah punya jawaban sendiri tentang hal ini. Namun sebagai lawan bicara yang baik dan menghargai, kucoba meladeni diskusi ini. Bagiku, publisitas itu bisa menjadi penting, bisa menjadi tidak penting. Tergantung pada konteksnya. Norma-norma dan ajaran agama sudah banyak mengajarkan tentang hal ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampaknya sang kawan mulai terangsang mendengar sedikit jawabanku, sang kawan terlihat sedikit penasaran, lalu bertanya lebih jauh. &lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Coba jelaskan apa maksudnya tergantung konteks?"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan santai, akupun mencoba menjelaskan lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Iya. menurutku, segala publisitas itu sah-sah saja selama segala informasi itu benar dan dengan tujuan baik untuk kemaslahatan. Agama kita mengajarkan bahwa sampaikanlah kebenarannya itu walau cuma satu ayat. Namun tetap diperhatikan, informasi dan segala publisitas itu bukanlah sebuah fitnah atau kebohongan yang akan menyesatkan banyak pihak".&lt;/em&gt; (gaya bicaraku mulai tidak benar, sok intelek)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Hmm... iya, bro. Aku sependapat. Memang semestinya begitu. Namun apa yang kita lihat sekarang? Segala informasi berseliweran di media, semua saling tumpah tindih sampai-sampai si pembuat beritapun bingung sudah memberitakan apa saja".&lt;/em&gt; Dia menimpali dengan bersemangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dalam hatiku, aku mulai menangkap arah pembicaraannya. Dia mencoba untuk mengkritisi kebebasan pers akibat banyak rumor di tengah-tengah masyarakat akibat banyaknya pemberitaan yang ada).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencoba menimpali.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Yah, aku faham maksudmu, kawan. Cuma kita tidak bisa menyalahkan si pembuat berita begitu saja, apapun itu walau banyak kepentingan dalam sebuah industri media, tugas mereka adalah menyampaikan berita. Memang sedikit kontradiktif dengan ucapanku sebelumnya bahwa semua orang harus belajar menyampaikan segala informasi dengan benar, namun untuk soal ini, kita tidak punya kekuatan untuk melawan derasnya informasi yang penuh kepentingan itu. Semua tergantung kita, tergantung pada kemampuan kita menganalisa dan mengambil benang merah dari segala informasi tersebut. Di sini dibutuhkan ketajaman daya pikir dan logika. Hampir semua kebenaran yang ada di atas bumi ini, bisa dirunutkan alur logisnya, kecuali hal-hal ghaib milik Yang Maha Kuasa yang mau ga mau harus kita percayai". &lt;/em&gt;(aku merasa semakin tua dengan jawabanku tadi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang kawan manggut-manggut seperti burung balam milik Alm. Kakekku dulu. Mulutnya sedikit manyun ke depan dan keningnya sedikit berkerut. Lalu dia melanjutkan pertanyaannya.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Lalu apa pendapatmu mengenai fenomena banyaknya orang-orang yang ingin menjadi terkenal akhir-akhir ini? Sepertinya semua orang ingin jadi selebritis. Mulai dari anggota DPR, Penegak Hukum, sampai anak-anak muda di kampungpun ingin jadi artis dan muncul di media."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Wah, kalau soal ini aku tak bisa menjawab, kawan. Mungkin lebih tepatnya, ente sendiri yang bertanya yang bersangkutan. Saya tidak punya kewenangan untuk berspekulasi dan menyebar fitnah baru dalam hal ini. haha...".&lt;/em&gt; Jawabku sambil sedikit tertawa manis padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diapun ikut tertawa terbahak.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Iya... Iya... Benar juga kau, bro. Lalu, untukmu sendiri seberapa penting untuk menjadi terkenal itu?". &lt;/em&gt;sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Tidak penting bagiku".&lt;/em&gt; jawabku enteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Maksudnya?".&lt;/em&gt; dia sedikit penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Iya. Tidak penting menjadi dikenal atau tidak. Tidak penting orang tahu siapa dirimu dan apa yang kau perbuat. Yang terpenting, apa yang telah kau lakukan adalah langkah nyata dan bermanfaat langsung bagi banyak orang. Sekecil apapun peran itu. Dan aku memilih untuk tidak dikenal".&lt;/em&gt; ujarku santai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Hahaha.. Ok, bro. I see...".&lt;/em&gt; ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika rekaman adzan magribpun berkumandang, dan kami berduapun bersegera mengambil wudhu untuk kemudian menunaikan shalat magrib berjamaah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbincangan santai sore itu, terbawa sampai malam dalam pikiranku. Seketika teringat akan seorang sosok yang sangat kukagumi selama ini. Dia adalah Tan Malaka. Sosok kecil yang revolusioner itu. Aku mengenalnya lewat beberapa tulisannya, antara lain: &lt;em&gt;"Naar de Republiek Indonesia" (Menuju Republik Indonesia), "Madilog", "Massa Aksi",&lt;/em&gt; dan Trilogi &lt;em&gt;"Dari Penjara ke Penjara".&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tan Malaka adalah seorang putra terbaik bangsa ini yang sangat sedikit di kenal, karena buku-buku sejarah di jaman Orde Lama dan Orde Baru seolah ingin menghapus nama dan segala perannya dalam perjalanan bangsa ini. Tan Malaka adalah sosok manusia yang ikhlas dan penuh dedikasi atas segala perjuangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tan Malaka meninggal pada usia 52 tahun. Setengah dari usia itu dilewatkannya di luar negeri: enam tahun belajar di Negeri Belanda dan 20 tahun mengembara dalam pelarian politik mengelilingi hampir separuh dunia. Pelarian politiknya dimulai di Amsterdam dan Rotterdam pada 1922, diteruskan ke Berlin, berlanjut ke Moskow, Kanton, Hong Kong, Manila, Shanghai, Amoy, dan beberapa desa di pedalaman Tiongkok, sebelum dia menyelundup ke Rangoon, Singapura, Penang, dan kembali ke Indonesia. Seluruhnya berlangsung antara 1922 dan 1942 dengan masa pelarian yang paling lama di Tiongkok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama masa itu, dia menggunakan 13 alamat rahasia dan sekurangnya tujuh nama samaran. Di Manila dia dikenal sebagai Elias Fuentes dan Estahislau Rivera, sedangkan di Filipina Selatan dia menjadi Hasan Gozali. Di Shanghai dan Amoy dia adalah Ossario, wartawan Filipina. Ketika menyelundup ke Burma, dia mengubah namanya menjadi Oong Soong Lee, orang Cina kelahiran Hawaii. Di Singapura, ketika menjadi guru bahasa Inggris di sekolah menengah atas, dia bernama Tan Ho Seng. Setelah masuk kembali ke Indonesia, dia bekerja di pertambangan Bayah, Banten, dan menjadi Ilyas Hussein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait nama Ilyas Hussein tersebut, dalam sebuah film dokumenter "Gus Dur", Gus Dur bercerita bahwa pernah di masa kecilnya, saat itu ayah Gus Dur (KH. Wahid Hasyim) menjadi Menteri Agama di zaman Presiden Soekarno, ada seorang tua bertubuh kecil dan mengaku bernama Kyai Ilyas Hussein dari Banten sering bertamu ke rumah mereka di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Dan setiap tamu itu datang, Ibu Gus Dur selalu sibuk mempersiapkan makanan dan begitupun Sang Ayah akan menyambutnya dengan riang gembira. Gus Dur kecil sering sekali memperhatikan pemandangan seperti itu setiap orang itu datang. Hingga pada suatu hari, ketika Kyai Ilyas Hussein itu tidak pernah datang lagi, Gus Dur-pun bertanya tentang jati diri orang tersebut. Dan dijawablah oleh sang ayah, bahwa orang tersebut adalah Tan Malaka. Orang besar yang tak pernah dikenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh menarik dan menginspirasi betapa tulusnya perjuangan seorang Tan. Ia tak pernah berharap dikenal, apalagi dipuji. Dialah pahlawan yang sebenarnya. Pikirannya jauh melampaui zamannya, ini terbukti dari buku &lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Naar de Republiek Indonesia"&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; yang ditulisnya pada tahun 1925, jauh hari sebelum Bung Karno, Bung Hatta, Bung Sjahrir dan para Bapak Bangsa lainnya memikirkan nama negara kita adalah Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Satu kesimpulan kecil, belajar banyaklah dari Tan! Berbuatlah, tanpa berharap akan terkenal. Karena pejuang sejati pasti akan selalu dikenang sampai akhir zaman.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Jenggot,&lt;br /&gt;Batavia Darusysyaitan, 11 Januari 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-1812019263329902077?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/1812019263329902077/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/01/publisitas-dan-sebuah-pelajaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/1812019263329902077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/1812019263329902077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/01/publisitas-dan-sebuah-pelajaran.html' title='Publisitas dan Sebuah Pelajaran Berharga dari Tan'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/S0rJnX70_lI/AAAAAAAAASM/9WPZkaAFNNA/s72-c/TAN%2520MALAKA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-8785544107572020246</id><published>2010-01-04T10:31:00.006+07:00</published><updated>2010-01-04T11:24:11.253+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>Pertemuan Kita</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/S0Fj232Q3hI/AAAAAAAAARs/IWcWldAucVM/s1600-h/350px-Amur_Tiger_Panthera_tigris_altaica_Eye_2112px.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/S0Fj232Q3hI/AAAAAAAAARs/IWcWldAucVM/s320/350px-Amur_Tiger_Panthera_tigris_altaica_Eye_2112px.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422725220686421522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;: Untuk Ibnu Haidar (Sang Macan Padang Pasir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pertemuan kita adalah takdir&lt;br /&gt;yang tertulis rapi dalam sebuah naskah abadi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam hujaman terik mentari sungai lumpur&lt;br /&gt;senyummu menyeruakkan kesejukan telaga dewi&lt;br /&gt;aku terpukau dalam malu hati&lt;br /&gt;tertawan marwah yang terlalu jumawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pertemuan kita bukan sebuah rencana&lt;br /&gt;ia hadir begitu saja, semudah angin malam menghambur ke samudera lepas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam terpaan badai negeri bencana&lt;br /&gt;bergumul makian dan diskusi tak bertepi&lt;br /&gt;kau ajari aku akan arti perjuangan&lt;br /&gt;namun hidup tetaplah begitu mudah dan sederhana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pertemuan kita memahat bekas abadi di hati&lt;br /&gt;ia telah terpatri tak mungkin terkikis luntur dimakan zaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari bincang pada sebuah perjalanan gelap menyisir kali&lt;br /&gt;hingga sekedar makan yang biasa saja&lt;br /&gt;kau ajari aku tetap berjalan di bumi&lt;br /&gt;bahwa ada kehidupan nyata di luar angan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pertemuan kita adalah garis nasib&lt;br /&gt;sebuah tragedi tak cukup mampu untuk menistakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:ia tak kan pernah berakhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat melanjutkan hidup, kawan!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Jenggot,&lt;br /&gt;Batavia Darusysyaitan, 04 Januari 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-8785544107572020246?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/8785544107572020246/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/01/pertemuan-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/8785544107572020246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/8785544107572020246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/01/pertemuan-kita.html' title='Pertemuan Kita'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/S0Fj232Q3hI/AAAAAAAAARs/IWcWldAucVM/s72-c/350px-Amur_Tiger_Panthera_tigris_altaica_Eye_2112px.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-1816599147891914643</id><published>2010-01-01T18:03:00.002+07:00</published><updated>2010-01-04T08:38:17.037+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tulisan hari ini'/><title type='text'>Datanglah Saat Itu..</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/S0FGcHGeaoI/AAAAAAAAARk/SN7MzSGZHiU/s1600-h/embun.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 223px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/S0FGcHGeaoI/AAAAAAAAARk/SN7MzSGZHiU/s320/embun.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422692875087276674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, Bumi sungguh sama saja seperti kemarin, kemarin lusa, minggu lalu, bahkan tahun lalu. Bahkan setelah badai mengamuk senja, petir-petir menelanjangi angkasa, selepas vulkano-vulkano itu bersenggama, dia masih saja sama. Esok, katanya pula, mentari ku akan masih tetap disana, terbangun di ujung timur ranjangnya, merah karena terbakar hangatnya, tapi masih merajuk malu pada gemintang dan tuan rembulan ku. Esok, lanjutnya pula, bahkan tanpa kau tau, kami damaikan isi perut kami sendiri, dan kau tak perlu tau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ku datang menemuinya malam itu, dia sedang tidak dalam gaum malam terbaiknya, dia malu, ucapnya. Pelan ku geser daun pintu, hingga hanya raut wajah yang telah terhias yang dapat ku tatap. Aku menawan bukan, jujur sorot mata mu menyampaikannya, bahwa kau tertawan oleh ku, lanjutnya. Tapi tidak, tidak malam ini, sahutnya lagi dengan seukir senyum yang tak akan mampu ku kalahkan. Dan aku kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datang lah besok pagi, serunya, selepas malam ini, malam dimana aku harus menyatukan kembali satu per satu mimpi ku, malam dimana akan ku bangun lagi jaring-jaring untaian berlian ku, malam dimana akan ku pandang lagi kedamaian kelam, malam yang akan kembali menyusun isi hati ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datang lah besok pagi, setelah bulir embun membasuh debu jalanan, setelah bulir embun membasuh lagi rupa kembang yang layu karena gersang, setelah bulir embun itu melepaskan warna pelangi diantara terik mentari, setelah bulir-bulir embun itu kembali jatuh di atas bulu halus rumput-rumput ilalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datang lah saat itu, saat embun itu masih mampu mendamaikan tanah-tanah meranggas, saat embun itu masih bertahan di antara daun-daun yang bertiup, saat embun itu masih akan menyejukan tangan mu yang hangat oleh lelap. Karena aku diantara mereka, di antara kesejukkan pagi yang ringkih, namun kau damba. Jangan terlambat, bangun lah lebih awal untukku, dan temui aku. Temui aku disana, diantara tetesan embun pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(APP)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-1816599147891914643?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/1816599147891914643/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/01/datanglah-saat-itu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/1816599147891914643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/1816599147891914643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2010/01/datanglah-saat-itu.html' title='Datanglah Saat Itu..'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/S0FGcHGeaoI/AAAAAAAAARk/SN7MzSGZHiU/s72-c/embun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-1963585441553244628</id><published>2009-12-31T15:07:00.000+07:00</published><updated>2009-12-31T15:08:57.585+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>Desember Lalu</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/Szxb5y9g5KI/AAAAAAAAARc/VVma6BgYngQ/s1600-h/hujan2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/Szxb5y9g5KI/AAAAAAAAARc/VVma6BgYngQ/s320/hujan2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421309099937686690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Desember selalu begitu&lt;br /&gt;datang dan pergi tanpa ragu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desember bulan yang syahdu&lt;br /&gt;berhari haru berminggu pilu&lt;br /&gt;dalam dingin angin musim hujanmu&lt;br /&gt;membekap diri dalam selimut beku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desember penuh cerita baru&lt;br /&gt;dari skenario yang tak pernah ada di dalam buku&lt;br /&gt;tentang hidup penuh luka liku&lt;br /&gt;tentang hidup tak berbatas waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desember selalu menunggu&lt;br /&gt;ia berdiri pintu rindu&lt;br /&gt;ia selalu di situ&lt;br /&gt;penghantar setia tahun yang baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desember selalu begitu dari dulu-dulu&lt;br /&gt;datang dan pergi tanpa ragu&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Jenggot,&lt;br /&gt;Batavia Darusysyaitan, 31 Desember 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-1963585441553244628?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/1963585441553244628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/12/desember-lalu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/1963585441553244628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/1963585441553244628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/12/desember-lalu.html' title='Desember Lalu'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/Szxb5y9g5KI/AAAAAAAAARc/VVma6BgYngQ/s72-c/hujan2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-1192246260199739036</id><published>2009-12-30T14:35:00.011+07:00</published><updated>2010-01-19T11:09:29.630+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tulisan hari ini'/><title type='text'>Memori Kavling 76</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SzsZYqdhwBI/AAAAAAAAARM/B7oo5JtLzaE/s1600-h/sepatu.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 260px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SzsZYqdhwBI/AAAAAAAAARM/B7oo5JtLzaE/s320/sepatu.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420954487976214546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Aku masih merindukan sepatu kulit berujung besi itu..."&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malam gerimis itu aku terdiam di sebuah gedung parkir di kawasan pusat Batavia. air wudhu bekas isya masih tersisa di kepala. dari lantai 4 parkiran motor itu, mataku nanar menatap ke arah jalanan S. Parman yang mulai sepi oleh lalu lalang penambang rezeki Ibukota. dua batang Class Mild tersisa di kantong. (sebenarnya aku benci tembakau ini, selalu merayu dan menggodaku untuk terus menghisap sisa pembakarannya ke ruang paru yang tak pernah kuketahui kondisinya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari ini begitu melelahkan. lebih 1 minggu selalu begini. namun semakin berat karena hantaman masalah yang memukul telak di wajah. hampir 30 menit aku termangu, tanpa sadar satu batang Class Mild pun mendarat mulus di bibir, dan dentingan "tokai" menyulutkan sebentuk cahaya tipis diujung benda sepanjang 9 centimeter itu. dalam kutarik zat karbon itu hingga terasa penuh ruang paru, lalu perlahan kuhembuskan asap putih itu. nikmat terasa sekejap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku letih, otakku penuh. sekejap salam isya tadi menenangkan hati, namun seketika meninggalkan sajadah, gundah kembali datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekelebat terlintas memori di masa lalu, tentang indahnya masa kecil, riangnya masa remaja yang penuh pergolakan, tentang pupusnya sebuah cita-cita, dan datang-perginya orang-orang tersayang dalam hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teringat akan rumah kontrakan kecil dan vespa butut bapak yang menemani masa kecilku di kota kecil pinggir barat Sumatera, omelan ibu yang pernah letih menyayangiku, onggokan buku di lemari kamar yang tak pernah rapi, para sahabat di tempat yang jauh, meja gambar yang tak tahu lagi dimana rimbanya, cerita cinta yang pernah selesai, serta helm proyek dan sepatu berujung besi yang telah kukembalikan pada Tuan China Pribumi Sang Manager di rimba Melayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semua telah jauh tertinggal di belakang. aku rindu semuanya. Batavia cukup melemahkan hati dan iman. aku terpuruk di dasar lumpurnya, diantara segala kebohongan, kekosongan jiwa, dan hancurnya hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tiba-tiba aku tersentak, lamunanku buyar oleh sapaan seorang petugas parkir yang hendak pulang karena waktu shift-nya hampir habis. kuanggukkan kepala sembari menyeka muka, aku melangkah ke arah motor lamaku yang tinggal sendiri di ruang parkir itu. kunyalakan motor, dan kutancap gas sekencang mungkin ke arah kamar kos yang sudah tak sabar menunggu kedatangan Tuannya. kutinggalkan semua lamunan di ruang parkir itu, kusongsong kembali jalanan Batavia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;here I stand all alone&lt;br /&gt;have my mind turned to stone&lt;br /&gt;have my heart filled up with ice&lt;br /&gt;to avoid it's breakin' twice&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;thank to you, my dear old friend&lt;br /&gt;but you can't help, this is the end&lt;br /&gt;of a tale that wasn't right&lt;br /&gt;i won't have no sleep tonight&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;in my heart, in my soul&lt;br /&gt;i really hate to pay this toll&lt;br /&gt;should be strong, young and bold&lt;br /&gt;but the only thing I feel is pain&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bang jenggot,&lt;br /&gt;batavia darusysyaitan, 30 Desember 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-1192246260199739036?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/1192246260199739036/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/12/memori-kavling-76.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/1192246260199739036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/1192246260199739036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/12/memori-kavling-76.html' title='Memori Kavling 76'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SzsZYqdhwBI/AAAAAAAAARM/B7oo5JtLzaE/s72-c/sepatu.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-8048475836403987429</id><published>2009-12-28T11:19:00.007+07:00</published><updated>2009-12-28T12:59:18.342+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tulisan hari ini'/><title type='text'>Memulai dari Awal (dari akhir ke awal)</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SzhHfHs3SYI/AAAAAAAAAQ8/Dz46juaRec0/s1600-h/400_F_13258321_3CKvGRPWS1vBit00FjCBpOyIFyKkWhnP.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SzhHfHs3SYI/AAAAAAAAAQ8/Dz46juaRec0/s320/400_F_13258321_3CKvGRPWS1vBit00FjCBpOyIFyKkWhnP.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420160751509129602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu: &lt;em&gt;"Sudahlah, Nak... Cukup!"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;adakah yang lebih menakutkan dari murka seorang Ibu?&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kuputuskan untuk menghentikan semua langkah ini. kulepas semuanya. mungkin aku salah, tapi aku yakin aku tak salah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adalah malam itu, begitu mencekam. menguras energi dan kesabaran. aku letih, tanpa daya. otakku dibenturkan pada dua tembok, tembok terus menekan dan menghimpit perasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bingung, sedih, dan amarah membaur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sempat kuucap satu putusan, namun keadaan membuatku merubahnya kembali. Bismillah, kuambil pilihan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adalah sebuah &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Rizki&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; yang patut disyukuri. InsyaAllah, &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Rizki yang diridhai Allah&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. Amin. kuberjanji akan menjaga dan bertanggung-jawab atasnya. bangkit dan hiduplah untukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;izinkan aku memulainya lagi. percayakan padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Oh.. If I'd only seen that the joke was on me&lt;br /&gt;Oh no.. that the joke was on me&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-8048475836403987429?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/8048475836403987429/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/12/memulai-dari-awal-dari-akhir-ke-awal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/8048475836403987429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/8048475836403987429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/12/memulai-dari-awal-dari-akhir-ke-awal.html' title='Memulai dari Awal (dari akhir ke awal)'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SzhHfHs3SYI/AAAAAAAAAQ8/Dz46juaRec0/s72-c/400_F_13258321_3CKvGRPWS1vBit00FjCBpOyIFyKkWhnP.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-245489329785593665</id><published>2009-12-09T19:11:00.003+07:00</published><updated>2009-12-09T19:23:31.487+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>Doa Mohon Kutukan</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/Sx-UbABvayI/AAAAAAAAAQI/-nY0WFoQ76E/s1600-h/doa.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 241px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/Sx-UbABvayI/AAAAAAAAAQI/-nY0WFoQ76E/s320/doa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413208468707306274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Emha Ainun Nadjib)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sangat kumohon kutukanMu, ya Tuhan &lt;br /&gt;Jika itu merupakan salah satu syarat agar pemimpin-pemimpinku mulai berpikir untuk mencari kemuliaan hidup, mencari derajat tinggi dihadapanMu sambil merasa cukup atas kekuasaan dan kekayaan yang telah ditumpuknya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sangat kumohon kutukanMu, ya Tuhan &lt;br /&gt;Untuk membersihkan kecurangan dari kiri kananku, untuk menghalau dengki dari bumi untuk menyuling hati manusia dari cemburu yang bodoh dan rasa iri &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sangat kumohon kutukanMu, ya Tuhan &lt;br /&gt;Demi membayar rasa malu atas kegagalan menghentikan tumbangnya pohon-pohon nilaiMu di perkebunan dunia serta atas ketidaksanggupan dan kepengecutan dalam upaya menanam pohon-pohonMu yang baru &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambillah hidupku sekarang juga, &lt;br /&gt;Jika itu memang diperlukan untuk mengongkosi tumbuhnya ketulusan hati, kejernihan jiwa dan keadilan pikiran hamba-hambaMu di dunia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hardiklah aku di muka bumi, &lt;br /&gt;Perhinakan aku di atas tanah panas ini, &lt;br /&gt;Jadikan duka deritaku ini makanan bagi kegembiraan seluruh sahabat-sahabatku dalam kehidupan, asalkan sesudah kenyang, mereka menjadi lebih dekat denganMu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika untuk mensirnakan segumpal rasa dengki di hati satu orang hambaMu diperlukan tumbal sebatang jari-jari tanganku, maka potonglah potonglah sepuluh batangku, kemudian tumbuhkan sepuluh berikutnya seratus berikutnya dan seribu berikutnya, sehingga lubuk jiwa beribu-ribu hambaMu menjadi terang benderang karena keikhasan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jika untuk menyembuhkan pikiran hambaMu dari kesombongan dibutuhkan kekalahan pada hambaMu yang lain, maka kalahkanlah aku, asalkan sesudah kemenangan itu ia menundukkan wajahnya dihadapanMu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Jika untuk mengusir muatan kedunguan dibalik kepandaian hambaMu diperlukan kehancuran pada hambaMu yang lain, maka hancurkan dan permalukan aku, asalkan kemudian Engkau tanamkan kesadaran fakir dihatinya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika syarat untuk mendapatkan kebahagiaan bagi manusia adalah kesengsaraan manusia lainnya, maka sengsarakanlah aku jika jalan mizanMu di langit dan bumi memerlu.&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-245489329785593665?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/245489329785593665/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/12/doa-mohon-kutukan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/245489329785593665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/245489329785593665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/12/doa-mohon-kutukan.html' title='Doa Mohon Kutukan'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/Sx-UbABvayI/AAAAAAAAAQI/-nY0WFoQ76E/s72-c/doa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-2525873675796698990</id><published>2009-12-01T17:15:00.005+07:00</published><updated>2009-12-01T18:47:50.826+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tentang Teladan'/><title type='text'>Surat Che Kepada Orang Tuanya (Ernesto "Che" Guevara)</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SxTuJrWWAqI/AAAAAAAAAPA/IEFAqKJp7sQ/s1600/che-4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 280px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SxTuJrWWAqI/AAAAAAAAAPA/IEFAqKJp7sQ/s320/che-4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410210902401483426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ibu dan ayahku tercinta,&lt;br /&gt;:&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Seingatku, aku tak perduli lagi tidak menjadi aparat yang baik dan menjadi insinyur yang baik. Menjadi insinyur tidak lagi menarik bagiku, setidaknya aku bukanlah aparat yang buruk.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bang jenggot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Che Guevara (1965)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat tua tercinta: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi aku merasai di bawah tumitku tulang-tulang rusuk Rocinante.(1) Sekali lagi, aku turun ke jalan dengan pedang dan perisai di tanganku. Hampir sepuluh tahun yang lalu, aku menulis surat perpisahan yang lain padamu. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Seingatku, aku tak perduli lagi tidak menjadi serdadu yang baik dan menjadi dokter yang baik. Menjadi dokter tidak lagi menarik bagiku; aku bukanlah serdadu yang buruk.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang berubah pada esensinya, terkecuali bahwa aku jauh lebih sadar. Marxisme-ku telah mengakar dan menjadi lebih murni. Aku yakin bahwa perjuangan bersenjata sebagai satu-satunya pemecahan bagi rakyat yang berjuang demi membebaskan dirinya, dan aku setia dengan keyakinanku ini. Banyak orang menyebutku sebagai seorang petualang, dan itulah aku --hanya satu hal bedanya: seseorang yang mengorbankan kulit luarnya untuk membuktikan kebenaran di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saja ini kali yang terakhir. Aku tak memintanya, namun tentulah itu berada di dalam kenyataan kemungkinan logisnya. Seandainya harus demikian, terimalah peluk kasihku yang terakhir kali. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Aku amat menyayangimu, hanya saja aku tak tahu bagaimana menyatakan cinta kasihku ini. Aku sangat kaku dalam tindakanku, dan aku berpikir bahwa kadang-kadang kau tidak akan memahamiku. Adalah tidak mudah untuk memahamiku. Meski begitu. kumohon saat ini percayalah padaku&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatnya sekarang sebuah ketekunan yang telah aku poles dengan sebuah keriangan seniman akan menopang kaki-kaki yang gemetaran dan paru-paru yang letih ini. Aku akan melaksanakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Berikan restumu sekali lagi kepada serdadu kecil abad ke dua puluh ini.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cium mesra untuk Celia, Roberto, Juan Martin dan Patotin, Beatriz, kepada semuanya. Untuk kalian, peluk erat dari anakmu yang keras kepala dan bandel ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ernesto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;1. Rocinante adalah kuda milik Don Quixote&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-2525873675796698990?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/2525873675796698990/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/12/surat-kepada-orang-tuanya-ernesto-che.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/2525873675796698990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/2525873675796698990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/12/surat-kepada-orang-tuanya-ernesto-che.html' title='Surat Che Kepada Orang Tuanya (Ernesto &quot;Che&quot; Guevara)'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SxTuJrWWAqI/AAAAAAAAAPA/IEFAqKJp7sQ/s72-c/che-4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-7956982324554943051</id><published>2009-12-01T10:40:00.005+07:00</published><updated>2009-12-01T16:30:38.849+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>Mengubah Dunia (?)</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SxSTPLjYe6I/AAAAAAAAAOw/ei1eZFknm6A/s1600/3368820594_6d48b79798.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SxSTPLjYe6I/AAAAAAAAAOw/ei1eZFknm6A/s320/3368820594_6d48b79798.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410110941387324322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tulisan ini sudah lama kuketahui, namun terasa sangat berbeda dan penuh makna saat kembali kudengar di malam renungan siraman air bunga sembari mencium sang perkasa Merah Putih sekitar 3 tahun lalu di sebuah tempat spesial di negeri ini yang tak diketahui orang kebanyakan. Semoga pergolakan diri ini bukan hanya sekedar perjuangan hidup yang sia-sia belaka. amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Mengubah Dunia&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ketika aku masih muda, aku bercita-cita untuk mengubah dunia&lt;br /&gt;Cita-cita ini sangat kuat sehingga hampir setiap detik yang aku pikirkan adalah untuk mengubah dunia ini&lt;br /&gt;Tapi seiring berjalannya waktu, ternyata mengubah dunia itu sulit &lt;br /&gt;Kemudian aku pun bercita-cita mengubah negeriku, tapi itu pun tidak mudah, &lt;br /&gt;kemudian aku beralih bercita-cita mengubah kampung halaman, tapi ternyata itu pun tidak mudah&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sampai suatu ketika, aku terbaring di rumah sakit dalam keadaan tua renta&lt;br /&gt;Aku baru menyadari bahwa aku tidak melakukan sesuatu apapun yang aku cita-citakan&lt;br /&gt;Seharusnya aku mulai dengan mengubah diriku sendiri, &lt;br /&gt;kemudian seharusnya aku mengubah keluargaku, mengubah kampung halamanku, mengubah negeriku, lalu mengubah dunia &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tapi aku baru sadar, bahwa sekarang semua itu sudah terlambat, aku tua, renta, merangkak menuju liang lahat...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;(Anonim)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-7956982324554943051?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/7956982324554943051/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/12/mengubah-dunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/7956982324554943051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/7956982324554943051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/12/mengubah-dunia.html' title='Mengubah Dunia (?)'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SxSTPLjYe6I/AAAAAAAAAOw/ei1eZFknm6A/s72-c/3368820594_6d48b79798.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-5971019700135504516</id><published>2009-11-12T22:31:00.002+07:00</published><updated>2009-11-12T22:41:55.903+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>Pada Suatu Hari Nanti</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SvwsXxH7RXI/AAAAAAAAAOY/pMPGxwQVJYA/s1600-h/tomorrow.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 221px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SvwsXxH7RXI/AAAAAAAAAOY/pMPGxwQVJYA/s320/tomorrow.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403242439772947826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="font-style: italic;"&gt;pada suatu hari nanti&lt;br /&gt;jasadku tak akan ada lagi&lt;br /&gt;tapi dalam bait-bait sajak ini&lt;br /&gt;kau tak akan kurelakan sendiri&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;"&gt;pada suatu hari nanti&lt;br /&gt;suaraku tak terdengar lagi&lt;br /&gt;tapi di antara larik-larik sajak ini&lt;br /&gt;kau akan tetap kusiasati&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;"&gt;pada suatu hari nanti&lt;br /&gt;impianku pun tak dikenal lagi&lt;br /&gt;namun di sela-sela huruf sajak ini&lt;br /&gt;kau tak akan letih-letihnya kucari&lt;/p&gt; (Sapardi Djoko Damono)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-5971019700135504516?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://macapat.wordpress.com/2007/01/30/pada-suatu-hari-nanti-sapardi-djoko-damono/' title='Pada Suatu Hari Nanti'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/5971019700135504516/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/11/pada-suatu-hari-nanti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/5971019700135504516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/5971019700135504516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/11/pada-suatu-hari-nanti.html' title='Pada Suatu Hari Nanti'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SvwsXxH7RXI/AAAAAAAAAOY/pMPGxwQVJYA/s72-c/tomorrow.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-4551863910293383913</id><published>2009-11-07T12:26:00.000+07:00</published><updated>2009-11-07T12:29:03.355+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kata Bijak Hari Ini'/><title type='text'>Mencari Kebenaran</title><content type='html'>Jika fakta berbeda dengan teori, maka ubahlah faktanya. (Albert Einstein)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-4551863910293383913?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/4551863910293383913/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/11/mencari-kebenaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/4551863910293383913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/4551863910293383913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/11/mencari-kebenaran.html' title='Mencari Kebenaran'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-3837299389074744229</id><published>2009-11-05T10:47:00.005+07:00</published><updated>2009-11-05T11:03:30.951+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tentang Teladan'/><title type='text'>Surat Kepada Hildita_Che Guevara (1966)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SvJLxFY8BLI/AAAAAAAAAOI/s9101l7WaO8/s1600-h/ernesto_che_guevara2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SvJLxFY8BLI/AAAAAAAAAOI/s9101l7WaO8/s320/ernesto_che_guevara2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400462209803093170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi sebuah sisi lain dari hidup seorang Che yang sangat menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=====================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat ini ditulis untuk Hildita, anak Che Guevara yang paling besar, pada ulang tahunnya yang ke sepuluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15 Februari 1966&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hildita tercinta,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tulis surat sekarang padamu, walaupun mungkin akan sampai di tanganmu sangat terlambat. Namun aku ingin kau mengetahui bahwa aku senantiasa memikirkanmu dan aku berharap kau amat berbahagia di hari ulang tahunmu ini. Kau sudah hampir menjadi gadis dewasa sekarang, dan aku tak bisa lagi menulis surat padamu seperti saat kau masih kecil dulu, mendongeng hal-hal yang lucu atau dongeng kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau harus tahu bahwa aku masih berada di tempat yang jauh dan meninggalkanmu untuk beberapa lama, menjalankan apa yang dapat aku perjuangkan melawan musuh-musuh kita. Bukan sesuatu hal luar biasa, namun aku sedang berbuat sesuatu, dan kupikir kau akan senantiasa bangga pada ayahmu ini, sebagaimana aku padamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah, masih ada tahun-tahun penuh perjuangan di hadapan kita, dan bahkan ketika kau sudah menjadi wanita dewasa, kau harus mengerjakan bagian tugasmu dalam perjuangan. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sementara ini, kau harus mempersiapkan dirimu, jadilah revolusioner sejati --di usiamu kini tugasmu adalah belajar, sebanyak-banyaknya, dan senantiasalah siap mendukung keadilan dan kebenaran. Juga, patuhlah pada ibumu dan janganlah kau berpikir hendak mengetahui segalanya terlalu dini. Saatnya kan datang padamu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kau harus berjuang diantara yang terbaik di sekolah. Terbaik dalam setiap pengertian, dan kau sudah mengetahui apa artinya ini: belajar dan sikap revolusioner.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dengan kata lain: tindak-tanduk yang baik, kesungguhan, cinta pada revolusi, persaudaraan, dsb. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sendiri tidak demikian di usia sepertimu saat ini, namun aku hidup di dalam masyarakat yang berbeda, dimana manusia adalah musuh manusia lain. Sekarang kau memiliki kemudahan hidup di jaman yang lain dan kau harus mensyukurinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jangan lupa main ke rumah-rumah tetangga kita untuk berteman dengan anak-anak lain dan sarankan mereka untuk belajar dan bertingkah laku baik.&lt;/span&gt; Terutama Aleidita, yang membutuhkan perhatian besar darimu sebagai kakaknya yang tertua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, tuan putri. Sekali lagi kuharap kau amat berbahagia di ulang tahunmu ini. Peluk mesra untuk ibumu dan Gina. Aku memberimu peluk erat seerat-eratnya hingga akhir perpisahan kita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahmu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-3837299389074744229?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.marxists.org/indonesia/archive/guevara/1966-SuratHildita.htm' title='Surat Kepada Hildita_Che Guevara (1966)'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/3837299389074744229/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/11/surat-kepada-hilditache-guevara-1966.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/3837299389074744229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/3837299389074744229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/11/surat-kepada-hilditache-guevara-1966.html' title='Surat Kepada Hildita_Che Guevara (1966)'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SvJLxFY8BLI/AAAAAAAAAOI/s9101l7WaO8/s72-c/ernesto_che_guevara2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-7992634132028537088</id><published>2009-11-04T14:11:00.002+07:00</published><updated>2009-11-04T14:15:33.356+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>Puisi untuk Wakil Rakyat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SvEqBVDpsPI/AAAAAAAAAOA/SCSRzKyfXB4/s1600-h/dpr-tidur.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 218px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SvEqBVDpsPI/AAAAAAAAAOA/SCSRzKyfXB4/s320/dpr-tidur.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400143630514630898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Andrinof A Chaniago&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa pemilu dahulu&lt;br /&gt;Kami lihat gerak bola matamu seperti radar angkatan perang&lt;br /&gt;Yang dapat melacak suara jangkrik di waktu siang&lt;br /&gt;Sehingga, kami sempat percaya bahwa Tuan-tuan tahu apa yang kami mau&lt;br /&gt;Kami pun sempat percaya bahwa Tuan-tuan akan menjadi pelindung kami&lt;br /&gt;dari orang-orang yang hanya ingin memperkaya diri sendiri&lt;br /&gt;yang hanya ingin menjadikan kuasa dan harta sebagai senjata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat retorikamu di saat kampanye dulu&lt;br /&gt;Kami percaya Tuan-tuan akan akan bersiaga untuk kami sepanjang waktu&lt;br /&gt;Menunggu keluh kesah rakyatmu&lt;br /&gt;Menampung dan merundingkan aneka kehendak kami&lt;br /&gt;diantara sesama para politisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi setelah masa kampanye jauh berlalu&lt;br /&gt;Kursi berputar menyambut sibukmu&lt;br /&gt;Rumah rakyat yang sejuk mememelukmu&lt;br /&gt;Birokrasi menjadi penyaring tamu-tamumu&lt;br /&gt;Kita pun berjarak seperti tak pernah saling tahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh di luar ruang kerjamu&lt;br /&gt;ada pagar kekar berteralis baja&lt;br /&gt;Di sana kami berdiri berharap akan sapaanmu&lt;br /&gt;dan bersiap dengan pertanyaan:&lt;br /&gt;Mengapa diammu bukan lagi perenungan?&lt;br /&gt;Mengapa tidurmu bukan lagi jeda pengabdian?&lt;br /&gt;Mengapa retorikamu menjadi tanpa logika?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kejauhan pun kami mendengar&lt;br /&gt;Suara tinggi mu menggelegar menggertak usulan rakyatmu sendiri yang tengah berharap tegaknya demokrasi sejati&lt;br /&gt;lewat Pemilu dan Pilkada yang bisa menghasilkan pemimpin sejati&lt;br /&gt;(Kami pun bertanya, “Mengapa tuan-tuan tidak berkenan ketika ada orang ingin menjadi pemimpin sejati negeri ini?”)&lt;br /&gt;Dengan sigap tuan-tuan berujar,&lt;br /&gt;“Calon perorangan merusak sistem!”&lt;br /&gt;“Calon perorangan harus didukung 15% suara sah!”&lt;br /&gt;Dan seterusnya.. dan seterusnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami menjadi teringat ketika berjalan menuju ruangan kantormu&lt;br /&gt;Di sana kami melintasi para penjaga berseragam bak bala tentara Kaisar Romawi&lt;br /&gt;Yang sigap menyuruh kami memarkir kendaraan jauh dari halaman parkirmu&lt;br /&gt;Sehingga kami harus berlari menghindari sengatan terik matahari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih bisakah kami percayai janjimu&lt;br /&gt;Ketika acungan telunjukmu bukan lagi tanda janji&lt;br /&gt;Tetapi pengawal ucapanmu&lt;br /&gt;bahwa wakil rakyat adalah pemilik kekuasaan legislasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun mulai sadar&lt;br /&gt;bahwa wakil rakyat di zaman kini mahi membeda-bedakan arti&lt;br /&gt;antara penyalur aspirasi dan kekuasaan legislasi &lt;br /&gt;antara kompetisi dan demokrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di media massa kami membaca&lt;br /&gt;Retorika-retorika barumu yang merobek makna&lt;br /&gt;dan jawaban-jawabanmu menabrak logika&lt;br /&gt;mencampuradukkan energi sekumpulan partai dengan energi seorang manusia&lt;br /&gt;yang tidak ada contohnya di mancanegara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini kami merasa seperti orang-orang yang ditinggal pergi&lt;br /&gt;oleh Tuan-tuan yang dulu mengaku ingin menjadi wakil-wakil kami&lt;br /&gt;dan dulu pernah memberi janji&lt;br /&gt;bahwa engkau akan menampung suara hati kami&lt;br /&gt;Tetapi ternyata waktu itu kami hanya bermimpi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Retorika dan olah mimikmu tentu saja membuat banyak orang terpesona&lt;br /&gt;melumpuhkan niat orang-orang muda yang akan berdemonstrasi&lt;br /&gt;Bahkan membuat para lansia mengangguk-angkuk sambil tertawa&lt;br /&gt;Yang memberi pertanda bahwa akal sehat tidak lagi berdaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena logika menjadi tidak berguna&lt;br /&gt;Sementara politik dilanda krisis etika&lt;br /&gt;dan kebijakan-kebijakan tercerabut dari kedaulatan rakyat&lt;br /&gt;maka hari ini kami menyapamu dengan puisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, 21 Agustus 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-7992634132028537088?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/7992634132028537088/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/11/puisi-untuk-wakil-rakyat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/7992634132028537088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/7992634132028537088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/11/puisi-untuk-wakil-rakyat.html' title='Puisi untuk Wakil Rakyat'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SvEqBVDpsPI/AAAAAAAAAOA/SCSRzKyfXB4/s72-c/dpr-tidur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-6411182567654470604</id><published>2009-11-04T12:55:00.005+07:00</published><updated>2010-06-14T11:02:55.842+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tulisan hari ini'/><title type='text'>Belajar Merantau</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SvEecG9DtNI/AAAAAAAAAN4/Q7kQu50Nu0U/s1600-h/3127.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 259px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SvEecG9DtNI/AAAAAAAAAN4/Q7kQu50Nu0U/s320/3127.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400130896445813970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;:untuk adikku tersayang yang sedang belajar MERANTAU.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;minggu lalu, saya membeli sebuah novel berjudul Negara 5 Menara "Man Jadda Wajada" (siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil), belum selesai saya membacanya memang, namun sebuah syair Imam Syafii di halaman depan novel tersebut cukup berkesan bagi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berikut adalah kutipan syair tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman&lt;br /&gt;tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang&lt;br /&gt;merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan&lt;br /&gt;berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan&lt;br /&gt;jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa&lt;br /&gt;anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran&lt;br /&gt;jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam&lt;br /&gt;tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang&lt;br /&gt;kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagai lelaki minang, saya sendiri merasakan dan mengalami hal tersebut. hampir 9 tahun sudah saya meninggalkan ranah minang untuk sekedar mencari ilmu dan mencari nafkah. adalah sebuah tuntutan (kalau tidak mau dibilang kutukan) bagi para lelaki minang untuk pergi merantau. karena secara kultural, lelaki minang diposisikan sangat lemah. ditambah lagi, karena memang alam minangkabau tidak mengandung banyak material yang bisa digarap dan digali sebagai sumber kehidupan yang lebih baik.&lt;br /&gt;keunikan ini berakar dari kultur matrialineal yang hingga kini masih dianut oleh masyarakat Minangkabau. Salah satu keunikan itu adalah kaum lelakinya tidak memiliki hak warisan atas pusaka turunan. yang berhak menerima warisan pusaka dari orangtuanya adalah kaum perempuan. Selain dari itu, lelaki minang juga tidak menurunkan suku (marga)-nya kepada anaknya sendiri, melainkan kepada anak saudara perempuannya atau kemenakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika pun seorang lelaki berdiam di rumah orangtuanya setelah berkeluarga dan menggarap sawah ladang orang tuanya sendiri, itu bukan berarti ia dapat menurunkan warisan itu kepada anak-anaknya kalau ia meninggal nanti, sekalipun lelaki itu tidak memiliki saudara perempuan seayah-seibu, toh masih ada saudara perempuan sepupu untuk menerima warisan itu. malah, tinggal dan menggarap sawah ladang di rumah dan tanah orangtua sendiri, di tanah Minang adalah aib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebenarnya, bagi kaum lelaki yang ditakdirkan lahir sebagai lelaki dari etnis Minangkabau, bukan tidak berdampak atas perlakuan adat yang tidak kenal kompromi itu. jika diteliti secara cermat, nuansa melangkolis begitu kental ditemukan di dalam sastra tradisi masyarakatnya seperti di dalam pantun, kaba dan nyanyian, baik yang masih lisan maupun yang sudah tertulis di dalam aksara Jawi atau pun Melayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nuansa melankolis itu lebih merupakan dendam yang laten ketimbang protes. Dampak dari dendam laten itu berujud menjadi perilaku merantau yang pada dasarnya adalah pencarian harga diri. jika tidak ada yang memiliki di kampung halaman sendiri, di luar tanah Minang pasti ada, sekurang-kurangnya pergi belajar dalam arti yang luas untuk mendapatkan martabat sebagai lelaki. agaknya, itu merupakan salah satu faktor mengapa orang Minang sangat concern dengan dunia pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tentang kegelisahan anak lelaki yang mulai dewasa di Minangkabau, terlukis dalam pantun "merantau" yang sangat lazim dipakai oleh tukang kaba (tukang cerita lisan) melalui rebab, saluang, atau teater randai adalah seperti berikut:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;"karatau madang di hulu&lt;br /&gt;berbuah berbunga belum&lt;br /&gt;merantau bujang dahulu&lt;br /&gt;di rumah berguna belum"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;merantau sejak usia muda pada dasarnya adalah belajar menjadi orang.&lt;/a&gt; belajar dari manusia-manusia yang ditemui dalam perantauan itu. belajar memahami manusia dan kultur baru di tempat hidup dan bertinggal. di sinilah, pesantren hidup yang menempa kita menjadi manusia dewasa seutuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adikku sayang, kau memang bukan lelaki. tetapi pilihan hidupmu, menuntutmu untuk merantau. maka belajarlah merantau, belajarlah dari kearifan alam, dan berubahlah jika itu memang diperlukan. layaknya pepatah: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"alam takambang jadi guru"&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"sakali aie gadang, sakali tapian barubah".&lt;/span&gt; hidup harus tetap dilanjutkan, sepahit apapun jalannya. tetaplah berpegang teguh pada tali Allah, karena memang hanya Allah-lah sebaik-baik penolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Selamat Merantau dan Melanjutkan Hidup, Adikku. InsyaAllah, aku akan selalu ada untukmu.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-6411182567654470604?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://negeri5menara.com/' title='Belajar Merantau'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/6411182567654470604/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/11/merantau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/6411182567654470604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/6411182567654470604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/11/merantau.html' title='Belajar Merantau'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SvEecG9DtNI/AAAAAAAAAN4/Q7kQu50Nu0U/s72-c/3127.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-3582365770516403712</id><published>2009-10-30T18:47:00.003+07:00</published><updated>2009-10-30T18:55:43.027+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>Tuhan Aku Berguru Pada-Mu (1980)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SurUAYjTWtI/AAAAAAAAANI/AZemGkZ-EHg/s1600-h/budak-termenung.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 241px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SurUAYjTWtI/AAAAAAAAANI/AZemGkZ-EHg/s320/budak-termenung.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398360206412569298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku,&lt;br /&gt;aku berguru kepadaMu&lt;br /&gt;ajarilah bagaimana mendengarkan batu&lt;br /&gt;membaca suara&lt;br /&gt;menggenggam angin yang bisu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku,&lt;br /&gt;kedunguan memberiku pengertian&lt;br /&gt;buta mata menganugerahi penglihatan&lt;br /&gt;kelemahan menyimpan berlimpah kekuatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika aku tahu&lt;br /&gt;terasa betapa tak tahu&lt;br /&gt;waktu melihat&lt;br /&gt;betapa penuh rahasia gelap&lt;br /&gt;yang dikandung cahaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku, aku berguru kepadaMu&lt;br /&gt;tak tidur di kereta waktu&lt;br /&gt;lebur dalam ruang&lt;br /&gt;karena setiap satu mengandung seribu&lt;br /&gt;berguru kepadaMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku,&lt;br /&gt;kuragukan setiap yang kutemu&lt;br /&gt;kutimba ilmu dari yang paling dungu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku,&lt;br /&gt;aku berguru kepadaMu&lt;br /&gt;gelap dan terang saling menegaskan&lt;br /&gt;garis batasnya memusnahkan jaraknya&lt;br /&gt;pada pertentangannya memancarkan kesatuannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Emha Ainun Nadjib, dari majalah Horison edisi Desember 2007]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Minggu ini kesewenang-wenangan semakin merajalela. Kupersembahkan untuk mereka yang dalam perjalanannya mencari, tanpa harus menyakiti yang lain, tanpa harus menganggap diri yang paling benar, tanpa harus menegasikan apapun, sebab masih ada cara yang lebih baik untuk saling mengerti dan memahami.&lt;br /&gt;berdialog lah, meski dengan dirimu sendiri. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-3582365770516403712?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://faqirullah.multiply.com/journal/item/112' title='Tuhan Aku Berguru Pada-Mu (1980)'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/3582365770516403712/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/10/tuhan-aku-berguru-pada-mu-1980.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/3582365770516403712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/3582365770516403712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/10/tuhan-aku-berguru-pada-mu-1980.html' title='Tuhan Aku Berguru Pada-Mu (1980)'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SurUAYjTWtI/AAAAAAAAANI/AZemGkZ-EHg/s72-c/budak-termenung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-2624118528471001878</id><published>2009-10-28T08:54:00.001+07:00</published><updated>2009-10-28T08:58:54.083+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>Al Qohhar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SuelNK1hebI/AAAAAAAAAMQ/e5h5xQBlC-U/s1600-h/34q7fxg.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 293px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SuelNK1hebI/AAAAAAAAAMQ/e5h5xQBlC-U/s320/34q7fxg.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397464324092557746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Yang Maha Pengunjuk Kekuatan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan kepada penyihir,&lt;br /&gt;diberikan-Nya kekuatan ala kadarnya,&lt;br /&gt;namun sekarang tak seorang penyihir pun tahu&lt;br /&gt;bahwa tak pernah ia menyihir siapapun kecuali dirinya sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan kepada penguasa,&lt;br /&gt;dianugrahkan-Nya jua pedang dan ilmu untuk menebaskannya,&lt;br /&gt;namun tak seorang penguasa pun mengerti &lt;br /&gt;bahwa tak pernah ia menguasai siapapun&lt;br /&gt;kecuali ia dikuasai oleh dirinya sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan kepada penindas, penipu, penjilat serta sekalian penjahat&lt;br /&gt;ditaburkan-Nya jua segala batu tanah api dan kebusukan yang diperlukan mereka&lt;br /&gt;namun tak seorangpun dari mereka menginsyafi&lt;br /&gt;bahwa tak siapapun bisa mereka pecundangi&lt;br /&gt;kecuali mereka rajam diri mereka sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang disihir&lt;br /&gt;tidaklah tersihir&lt;br /&gt;Orang yang dikuasai &lt;br /&gt;tidaklah terkuasai&lt;br /&gt;Yang ditindas&lt;br /&gt;tidaklah tertindas&lt;br /&gt;Jangan yang ditipu, dikelabui, dipecundangi dan dilempari dengan ludah busuk dan panah-panah api:&lt;br /&gt;serbuan itu ialah piutang demi piutang&lt;br /&gt;yang membuat derajat mereka makin meninggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertaburan di atas kepala mereka kupu-kupu dari surga&lt;br /&gt;dan mereka syukuri anugrah rahasia itu&lt;br /&gt;yang berasal dari Allah mereka:&lt;br /&gt;Yang Maha Gagah Perkasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Emha Ainun Nadjib)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-2624118528471001878?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/2624118528471001878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/10/al-qohhar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/2624118528471001878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/2624118528471001878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/10/al-qohhar.html' title='Al Qohhar'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SuelNK1hebI/AAAAAAAAAMQ/e5h5xQBlC-U/s72-c/34q7fxg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-4952483627841741115</id><published>2009-10-26T15:01:00.004+07:00</published><updated>2009-10-26T15:05:11.960+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>Puisi Cinta Sang Revolusioner</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SuVX8DKeOoI/AAAAAAAAAMA/fW95timjzek/s1600-h/guevara.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 209px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SuVX8DKeOoI/AAAAAAAAAMA/fW95timjzek/s320/guevara.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396816417626405506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ernesto "Che" Guevara de la Serna el Fuser&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;duhai kasih&lt;br /&gt;aku sebenarnya berharap ada kau disisiku&lt;br /&gt;bercumbu dalam orasi-orasi tentang pembebasan&lt;br /&gt;berkasih-kasih dalam debat panjang revolusi&lt;br /&gt;berpeluk mesra dalam kejaran tirani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;duhai kasih&lt;br /&gt;aku sebenarnya berharap kau ada disisiku&lt;br /&gt;berjalan bergandengan dengan kaum tertindas&lt;br /&gt;bernyanyi mesra dalam tarian penantian&lt;br /&gt;atau hanya sekedar diam dan saling memandang&lt;br /&gt;sambil berpikir berdua adakah ruang untuk kita&lt;br /&gt;berucap mesra dalam tangisan kehilangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;duhai kasih&lt;br /&gt;sekali lagi aku berharap&lt;br /&gt;bukankah kamu tau&lt;br /&gt;revolusi butuh pejuang&lt;br /&gt;siapkan dirimu...&lt;br /&gt;agar kutanamkan benih revolusi dirahimmu&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-4952483627841741115?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.bloggaul.com/jokie/readblog/85319/puisi-cinta-sang-revolusioner' title='Puisi Cinta Sang Revolusioner'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/4952483627841741115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/10/puisi-cinta-sang-revolusioner.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/4952483627841741115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/4952483627841741115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/10/puisi-cinta-sang-revolusioner.html' title='Puisi Cinta Sang Revolusioner'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SuVX8DKeOoI/AAAAAAAAAMA/fW95timjzek/s72-c/guevara.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-2380506882759411766</id><published>2009-10-20T12:52:00.005+07:00</published><updated>2009-10-20T13:12:35.080+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tulisan hari ini'/><title type='text'>Pesan Singkat untuk Presiden RI Terpilih</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/St1UrJP_XSI/AAAAAAAAAL4/NZfXp6txFjs/s1600-h/sms-thumb.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/St1UrJP_XSI/AAAAAAAAAL4/NZfXp6txFjs/s320/sms-thumb.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394561028853816610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"selamat bertugas kami ucapkan kepada Bapak Presiden RI dan Bapak Wakil Presiden RI terpilih. semoga mampu menjadi Pemimpin yang benar, bukan sekedar menjadi pemimpin yang baik. karena menjadi benar jauh lebih sulit daripada menjadi baik. jangan hidup dari Negara, tapi hiduplah untuk Negara".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Jenggot,&lt;br /&gt;Batavia Darusysyaitan, 20 Oktober 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-2380506882759411766?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/2380506882759411766/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/10/pesan-singkat-untuk-presiden-ri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/2380506882759411766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/2380506882759411766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/10/pesan-singkat-untuk-presiden-ri.html' title='Pesan Singkat untuk Presiden RI Terpilih'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/St1UrJP_XSI/AAAAAAAAAL4/NZfXp6txFjs/s72-c/sms-thumb.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-533301596987570315</id><published>2009-09-29T13:15:00.005+07:00</published><updated>2009-09-29T13:24:17.261+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>Beban Kawan Karibku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SsGoBVUcREI/AAAAAAAAALA/Y4hYe-bt1EE/s1600-h/borgol.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SsGoBVUcREI/AAAAAAAAALA/Y4hYe-bt1EE/s320/borgol.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386771370168042562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari http://teman-kpk.blogspot.com/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bebaskan, Kawan Karibku&lt;br /&gt;Lepaskanlah beban&lt;br /&gt;Langkahmu berat, tertatih, terseret pincang&lt;br /&gt;Benakmu mengabu, seabu bayang di bawah kaki gedungmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gema perjuanganmu terkikis kisah sendu&lt;br /&gt;Akan gaun dan gincu bersambung suratan palsu&lt;br /&gt;Kemanakah pejuang gagahmu, Kawan Karibku?&lt;br /&gt;Apakah mereka hanya sanggup diam?&lt;br /&gt;Diam dalam kesunyian, membisu dalam kebiruan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan Karibku, tak perlu kau terpaku&lt;br /&gt;Lawanmu dunia, lawanmu berjuta&lt;br /&gt;Medan pertempuran baru terpapar&lt;br /&gt;Darah para Jenderal belum kering dalam padang itu&lt;br /&gt;Kemana Pejuang Gagahmu, Kawan Karibku?&lt;br /&gt;Berkaratkah mereka dalam pelukmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kini Pejuangmu tak berarti sebelah mata?&lt;br /&gt;Ternista dalam kekang sayap ragumu?&lt;br /&gt;Bersiaplah terlibas Kawan, terhempas lalu musnah.&lt;br /&gt;Karena diammu bukanlah emas&lt;br /&gt;Diammu bagai Gadis menunggu pinangan&lt;br /&gt;Tapi kau bukanlah Gadis tak tahu dunia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bebaskan, Kawan!&lt;br /&gt;Bangunkan Pejuang Gagah dari lamunan mereka&lt;br /&gt;Lepaskan mereka dari pelukan sayap patahmu!&lt;br /&gt;Lepaskan mereka menerjang maju, kembali ke medan laga melawan dunia&lt;br /&gt;Biarkan mereka mengasah cakar dan paruh tajam di lambangmu&lt;br /&gt;Cengkeram dan Koyaklah leher musuh Bangsa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan Karibku...&lt;br /&gt;Terbangmu kini impian Bunda Pertiwi&lt;br /&gt;Jangan engkau layu berselimut Merah dan Putih&lt;br /&gt;Pekikkan kembali Teriak Peperangan&lt;br /&gt;Dan kunanti sayapmu terkembang di akhir zaman.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Untuk Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia.&lt;br /&gt;Sebarkan Kawan, Bacakan dengan Lantang agar Berkumandang.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-533301596987570315?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://teman-kpk.blogspot.com/' title='Beban Kawan Karibku'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/533301596987570315/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/09/beban-kawan-karibku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/533301596987570315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/533301596987570315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/09/beban-kawan-karibku.html' title='Beban Kawan Karibku'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SsGoBVUcREI/AAAAAAAAALA/Y4hYe-bt1EE/s72-c/borgol.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-1812726589352013932</id><published>2009-09-25T10:45:00.008+07:00</published><updated>2009-09-30T12:51:27.038+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tulisan hari ini'/><title type='text'>Lamunan Subuh di Kampung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SrzIwnDlQfI/AAAAAAAAAKw/nqCGLUdshPE/s1600-h/subuh.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 222px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SrzIwnDlQfI/AAAAAAAAAKw/nqCGLUdshPE/s320/subuh.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5385399991871554034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"setanku yang cantik, kamu sedikit menggodaku.."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dingin angin subuh menyelinap ke telingaku. Membuyarkan sketsa buram mimpi semalam. Dari dalam sebuah surau kecil, suara rendah adzan subuh memaksaku bangkit dan membasahi tubuh dengan tetesan air wudhu. Berat terasa menunaikan kewajiban pagi ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seusai salam, pikiran melayang. Terbayang percakapan singkat semalam dengan seorang kawan. Dia adalah kawan lama yang kutemui dalam imaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Apa kebebasan? Apa keadilan? Apa kemanusiaan? Bagaimana perjuangan cita-cita dan perut?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku malas menjawab, karena memang topik itu sudah tak menarik lagi bagiku. Sudah kulupakan beberapa tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dia berujar lagi: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Apa negara? Apa pemimpin? Apa uang?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku semakin muak dan ingin cepat-cepat mengakhiri perbincangan tak nyaman ini. Kucoba berdiri dan melangkah pergi, namun tangan kekarnya menarik bahuku sehingga aku kembali terhenyak duduk di bangku teras itu. Hampir saja tumpah emosiku seketika itu juga. Namun dengan tenang dia berujar: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Tenang, dengarkan aku sejenak..".&lt;/span&gt; Kutarik nafas panjang dan kucoba untuk berkompromi mendengar penjelasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Kebebasan, keadilan, kemanusiaan, perjuangan cita, negara, pemimpin, dan uang telah membuat manusia merasa benar atas apa yang diyakininya. Semua ingin menjadi tokoh sentral dalam kehidupan. Semua ingin menjadi pahlawan"&lt;/span&gt;. Ujarnya penuh semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia melanjutkan, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Sejak dunia ada, sudah jutaan bahkan berratus juta manusia mati sia-sia demi ego dan nafsu diri. Mereka berpikir mampu menguras lautan, tapi apa daya samudera begitu luas, dan akhirnya dia pun mati tenggelam"&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih terdiam dan menghela nafas panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Kawan, saatnya kau berkompromi dengan dirimu. Hargai dia, senangkan dia, dan hiburlah dia. Injakkan kaki ke tanah, dan rasakan bahwa jalan di depan penuh ranjau dan bahaya. Jangan gegabah. Ada 2 pilihan: persenjatai diri dan terus melangkah hati-hati atau cari jalan lain. Tak ada salahnya mengalah pada diri sendiri bukan?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terkesima, aku takjub dengan ocehan singkatnya. Kucoba untuk mulai tersenyum dan mengapresianya dengan anggukan pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pun terbahak dan menyeringai padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Jangan terlalu sering bermain ke langit, karena bumi masih terlalu luas. Nikmati malam ini dan habiskan rokok itu. Semoga kau tenang.. Ha ha ha..",&lt;/span&gt; ujarnya sambil meludah dan berlalu dari pandanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersentak ketika bunyi piring berdenting dari arah dapur. Kuselidik, ternyata ibu tengah sibuk menyiapkan sarapan pagi. Kurapikan sajadah, dan melangkah ke teras luar sembari berujar pelan, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Memang, kadang otak dan hati menyiksa manusia dengan semena-mena".&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutarik nafas panjang dan kuludahkan segala isi mulutku. Pfiuuuuh... &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Selamat pagi, dunia!"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Jenggot,&lt;br /&gt;Parak Kerakah Darussakinah, 25 September 2009.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-1812726589352013932?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/1812726589352013932/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/09/lamunan-subuh-di-kampung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/1812726589352013932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/1812726589352013932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/09/lamunan-subuh-di-kampung.html' title='Lamunan Subuh di Kampung'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SrzIwnDlQfI/AAAAAAAAAKw/nqCGLUdshPE/s72-c/subuh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-4379244925880613771</id><published>2009-09-16T15:03:00.005+07:00</published><updated>2009-09-29T18:30:21.822+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel lain'/><title type='text'>Di Balik Tembok KPK, Mencetak Kultur Baru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SrCfBPUL5vI/AAAAAAAAAKY/7mJUNlDmpPU/s1600-h/bendera.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 229px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SrCfBPUL5vI/AAAAAAAAAKY/7mJUNlDmpPU/s320/bendera.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381976398347626226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 15 Juli 2005&lt;br /&gt;Oleh: VINCENTIA HANNI S&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Kompas, 15 Juli 2005&lt;br /&gt;http://antikorupsi.org/indo/index2.php?option=com_content&amp;do_pdf=1&amp;id=5110&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam sudah larut, waktu sudah beranjak mendekati pergantian hari. Di tengah Jakarta yang mulai terlelap, beberapa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi justru baru saja meninggalkan Gedung KPK yang renta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tas ransel punggung, para penyidik yang rata-rata masih berusia sekitar 30 tahun itu menuju sebuah mobil sambil berbincang seru dan saling menggoda rekannya. Mereka hendak pulang bersama. Seorang di antaranya berjalan kaki ke luar gedung berarsitektur Belanda itu, mencari sebuah angkutan umum untuk pulang ke rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemandangan itu adalah pemandangan umum yang setiap hari terjadi di KPK. Bila kantor pemerintah lain pada pukul 17.00 sudah mulai sepi ditinggalkan para karyawan dan pejabatnya, Gedung KPK justru nyaris tak pernah sepi. Minimal untuk saat sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pimpinan KPK pun kerap kali pulang larut malam, sama seperti anak buahnya yang baru pulang saat hari sudah mau berganti. Tak jarang pula, Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan Tumpak Hatorangan Panggabean rela tak pulang ke rumah, menunggu anak buahnya menyelesaikan tugas pemeriksaan, terlebih bila sedang terjadi penangkapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak belum pulang dan masih memeriksa, masak saya tinggal pulang, ujar Panggabean yang juga seorang jaksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tak lagi memusingkan lewatnya batas waktu kerja. Bahkan, mereka pun rela meninggalkan keluarga mereka demi pilihan bekerja di KPK. Bekerja demi sebuah perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khaidir Ramly, misalnya, rela meninggalkan keluarganya di Padang, Sumatera Barat, untuk bekerja di KPK. Jaksa yang pernah menyeret bupati aktif Padang Pariaman, Nasrul Sahrul, dan beberapa anggota DPRD Sumatera Barat ke pengadilan ini cuma berpesan kepada putra putrinya di Padang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin negara ini berubah. Sedih rasanya melihat rakyat yang selalu saja miskin, sementara para pejabat begitu kayanya, berganti mobil dengan enak, memiliki rumah banyak. Padahal, rakyat untuk makan saja sulitnya minta ampun,kata Khaidir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khaidir memang sosok sederhana. Meski sudah 18 tahun menjadi jaksa, ia tetap hidup sederhana. Hanya rumah BTN yang baru lunas dua tahun lalu dan mobil Toyota Kijang tua buatan tahun 1982. Padahal, rekan- rekan seangkatannya pun terbilang makmur dan menduduki posisi penting di kejaksaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan hidup orang lain-lain, saya masih beruntung dibandingkan dengan banyak rekan jaksa yang lain, ujar Khaidir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Khaidir, kemewahan hidup hanyalah bisa dirasakan sebatas tenggorokan, tak lebih. Ia tak pernah menyesal bertahan pada prinsipnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama menjalankan tugasnya, bukan berarti tak ada tawaran atau iming-iming yang berseliweran. Namun, toh ia memilih hidup cukup dengan gaji jaksa Rp 2,7 juta sebulan serta rumah BTN dan mobil tuanya. Khaidir merasa beruntung, anak tertuanya sudah kuliah dan anak keduanya duduk di bangku SMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat terpilih menjadi penuntut umum di KPK, Khaidir berharap ia bisa meningkatkan kesejahteraan keluarganya dari penghasilan resmi yang ia peroleh, bukan dari penghasilan plus entah dari mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bilang sama anak-anak, saya hidup jauh dari mereka supaya hidup kami lebih sejahtera. Saya berharap dengan bekerja di KPK, saya bisa menyekolahkan anak-anak saya ke perguruan tinggi dengan penghasilan resmi saya, jelas Khaidir yang jadi jaksa penuntut umum dalam kasus terdakwa Abdullah Puteh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, Khaidir berharap pemerintah segera mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Kepegawaian KPK, agar para pegawai KPK semakin pasti memperoleh penghasilan resmi dari pemerintah. Hal ini penting untuk membentengi pertahanan bagi pegawai KPK dari tawaran dalam berbagai bentuk untuk menyuap pegawai KPK. Teror pun sudah menjadi bagian dari pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah coba-coba menyuap atau menyogok penyidik dan penuntut umum KPK. Kami bekerja di KPK dengan niat ingin negara ini berubah, kata Khaidir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat Rony Samtana dan Adi Deriyan Jayamarta, dua penyidik KPK asal Polri, pun sama. Bekerja di KPK pasti tak lepas ada tawaran atau iming-iming uang atau yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kami menerima suap, kami kehilangan semuanya, kehilangan harga diri. Bukan cuma nama baik kami saja, keluarga pasti malu, dan yang lebih parah nama KPK pasti hancur di mata dunia. Kami sungguh berhati- hati membawa nama KPK, ujar Adi, mantan pengawal Amien Rais saat kampanye calon presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Menggali talenta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enjoy banget kerja di KPK, jelas Rony. Ada dua alasan, menurut Rony, pertama kebutuhan dasarnya terbilang tercukupi dan persoalan aktualisasi diri menjadi perhatian utama di KPK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di KPK kebutuhan aktualisasi diri terpenuhi, tidak ada intervensi macam-macam, tidak ada tuntutan macam-macam. Beban yang kami tanggung adalah beban kerja, tidak ada tuntutan lain di luar tugas kami sebagai penyidik, jelas Rony yang pernah lama bertugas di Timor Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi pun berpendapat sama. Hal yang menyenangkan bagi penyidik di KPK adalah mereka bisa bekerja secara otonom, tidak pernah ada intervensi dari pimpinan. â€•Saya belajar banyak dari rekan-rekan lain, seperti jaksa dan BPKP. Dalam mengungkap kasus korupsi, bendera kami satu, yaitu KPK,â€• jelas mantan Kepala Kepolisian Sektor Jonggol dan Anyer ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pegawai KPK memang berasal dari berbagai latar belakang. Jumlah pegawai seluruhnya 158 orang, terdiri dari polisi 31 orang, jaksa 19 orang, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) 27 orang, dan selebihnya staf KPK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iswan Elmy, Direktur Penyelidikan, misalnya, memiliki latar belakang BPKP. Dulu, pola pikirnya masih audit investigatif yang berangkat pada sistem dan aturan. Kini saya belajar banyak soal hukum, jelas Iswan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem satu atap antara penyelidik, penyidik, dan penuntut umum membuat semua pihak memahami perjalanan perkara sejak awal. Komunikasi antara penyelidik, penyidik, dan penuntut umum, kata Adi, tak terlalu formal. Komunikasi bisa dilakukan di mana saja, di ruangan, di dapur, bahkan di kamar mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran jika surat dakwaan jaksa penuntut umum KPK jauh lebih runut, logika mudah dipahami, dan duduk perkara jelas. Beda sekali kalau kita bandingkan surat dakwaan antara jaksa KPK dan jaksa dari kejaksaan. Surat dakwaan jaksa KPK runut dan logis, ujar seorang panitera di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Manajemen modern&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Schiller dalam bukunya Beyond the Chains of Illusion di tahun 1788 sudah mengingatkan pentingnya peran manusia sebagai kekuatan. Ia menulis, Negara hanyalah hasil dari kekuatan manusia. Manusia adalah kekuatan dan sumber itu sendiri serta pencipta pemikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentingnya peran manusia di dalam sebuah organisasi sangat disadari KPK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Ketua KPK Erry Rijana Hardjapamekas mengatakan, sumber daya manusia adalah kekuatan dan modal utama KPK meski mereka berasal dari latar belakang yang berlainan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pimpinan KPK pun menyiapkan suasana kerja, kultur kerja, dan memperjuangkan sistem imbalan, serta meningkatkan kompetensi pegawai KPK. Aturan main bersama dan kode etik yang disepakati oleh semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami, pimpinan, memberikan otonomi yang cukup memadai bagi penyelidik dan penyidik. Pimpinan tidak akan intervensi dan dilarang untuk membuat nota dinas dan e-mail yang bersifat instruktif kepada penyidik, kata Erry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneka pelatihan pun digelar, termasuk bantuan pelatihan yang diberikan oleh lembaga- lembaga donor. Salah satunya pelatihan modern investigation dengan mendatangkan polisi dari Jepang, Australia, dan FBI. Tukar-menukar pengalaman dengan lembaga antikorupsi dari negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Erich Fromm, seorang filsuf, mencatat, Satu dunia baru akan terwujud hanya bila manusia baru muncul. Manusia yang mencintai negaranya karena dia mencintai umat manusia. Manusia yang mencintai kehidupan, bukan hanya dirinya sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-4379244925880613771?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://antikorupsi.org/indo/index2.php?option=com_content&amp;do_pdf=1&amp;id=5110' title='Di Balik Tembok KPK, Mencetak Kultur Baru'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/4379244925880613771/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/09/di-balik-tembok-kpk-mencetak-kultur.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/4379244925880613771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/4379244925880613771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/09/di-balik-tembok-kpk-mencetak-kultur.html' title='Di Balik Tembok KPK, Mencetak Kultur Baru'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SrCfBPUL5vI/AAAAAAAAAKY/7mJUNlDmpPU/s72-c/bendera.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-1810373392347841557</id><published>2009-09-14T07:56:00.001+07:00</published><updated>2009-09-14T08:02:08.585+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>puisi lugu si dungu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/Sq2V-Lr9SuI/AAAAAAAAAKQ/QGJC1WUvjMs/s1600-h/malu.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 294px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/Sq2V-Lr9SuI/AAAAAAAAAKQ/QGJC1WUvjMs/s320/malu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381122025299200738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;ini puisi lagu sendu&lt;br /&gt;rintihan violin yang tak merdu&lt;br /&gt;khas watak keras anak melayu&lt;br /&gt;bertaruh marwah dengan rindu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malam berlalu dengan pilu&lt;br /&gt;selalu begitu dari dulu-dulu&lt;br /&gt;ramai sudah nasihat lalu&lt;br /&gt;bukan tak mau tetapi malu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini puisi si anak dungu&lt;br /&gt;hasrat tertahan hati yang biru&lt;br /&gt;penyambung lidah hati yang gagu&lt;br /&gt;yang tak sanggup lagi untuk berseru &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untukmu yang tersipu-sipu&lt;br /&gt;yang setia menunggu dibalik pintu&lt;br /&gt;masihkah kau ada disitu&lt;br /&gt;kuhantar untukmu sejuta kupu-kupu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ikut sini, jangan kau ragu&lt;br /&gt;simpan dulu itu buku-buku&lt;br /&gt;apa lagi yang kau tunggu&lt;br /&gt;siapa lagi kalau bukan aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ijinlah dulu pada ibumu&lt;br /&gt;jangan lupa pula kau berwudhu&lt;br /&gt;kita tinggalkan masa yang lalu&lt;br /&gt;mari mulai hidup baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah... itu dia rupanya pak penghulu!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bang jenggot,&lt;br /&gt;batavia darusysyaitan,  14 September 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-1810373392347841557?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/1810373392347841557/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/09/puisi-lugu-si-dungu.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/1810373392347841557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/1810373392347841557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/09/puisi-lugu-si-dungu.html' title='puisi lugu si dungu'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/Sq2V-Lr9SuI/AAAAAAAAAKQ/QGJC1WUvjMs/s72-c/malu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-541383142190849024</id><published>2009-09-14T07:49:00.003+07:00</published><updated>2009-09-14T08:02:31.183+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel lain'/><title type='text'>Cicak Mati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/Sq2UXHZ15aI/AAAAAAAAAKI/zT3-lSyXn7U/s1600-h/cicak_2585_l.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 213px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/Sq2UXHZ15aI/AAAAAAAAAKI/zT3-lSyXn7U/s320/cicak_2585_l.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381120254622950818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Putu Setia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamu saya sedang merenung ketika cucu saya berteriak: "Kakek, ada cicak mati!" Namun, cucu tiga tahunan itu segera balik ke kamar begitu dilihatnya ada tamu. Ia sudah paham bahwa saya tak boleh diganggu jika menerima tamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cicak akan mati, menyedihkan sekali negeri ini, tak pernah bebas dari korupsi," kata tamu saya. "Buaya betul-betul perkasa. Kan mereka sudah mengingatkan: kok cicak berani melawan buaya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kurang setuju pendapat ini. Saya katakan, pimpinan cicak baru dipanggil oleh petinggi buaya, belum tentu bersalah. Tapi tamu saya ngotot: "Bersalah atau tidak, yang jelas pimpinan cicak itu sudah dikesankan tidak bersih setelah diperiksa sembilan jam. Apalagi pemeriksaan masih dilanjutkan. Tadinya saya justru berharap pimpinan cicaklah yang memanggil petinggi buaya untuk diperiksa dalam kasus Bank Century."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah apa petinggi buaya? "Lo, semua orang tahu, dia mengeluarkan dua surat agar uang nasabah yang triliunan itu bisa dicairkan. Ia menyediakan kantornya untuk tempat rapat. Ini tergolong semangat 45, semangat bambu runcing. Memangnya ada makan siang yang gratis?" kata tamu saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tertawa. "Tak ada makan siang gratis, itu istilah Barat. Di negeri ini, banyak makan siang yang gratis. Saya berkali-kali ditraktir makan siang gratis, tentu di luar bulan Ramadan. Saya percaya, petinggi buaya itu tak menerima komisi 10 persen dari pencairan uang itu, sebagaimana diisukan," kata saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau lima persen atau dua persen atau nol koma sekian persen dari triliunan rupiah, masih percaya?" tamu saya memancing. Saya tetap yakin tidak menerima, tapi saya telanjur bilang: "Coba saja dipanggil dan diperiksa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah, itulah," tamu saya langsung menyambar. "Pimpinan cicak semestinya sudah memanggil petinggi buaya itu. Jika perlu, begitu jadwal pimpinan cicak mau diperiksa aparat buaya, saat itu pula dijadwalkan petinggi buaya diperiksa pimpinan cicak. Jadi sama-sama tidak datang. Sama-sama menunggu akan memeriksa dan akan diperiksa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terbahak. "Lo, jangan tertawa, ini kasus paling menyedihkan di negeri ini," ujar tamu saya. "Presiden tak berbuat apa-apa karena sudah tinggal dilantik lagi. Tak perlu lagi pencitraan pemberantasan korupsi yang gencar di negeri ini, bahkan mungkin tak peduli negeri ini bebas korupsi atau marak korupsi, toh lima tahun ini jabatan terakhir. Pendukung cicak juga sudah hilang, entah ke mana. Saya sedih kalau cicak benar-benar mati, karena tak ada lembaga hukum lain yang menjamin korupsi dikecilkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebentar," saya memotong, "Anda yakin sekali pimpinan cicak itu bersih dari aroma korupsi? Mereka kan manusia juga. Ada buku yang menyebutkan, selama kentut manusia tidak berbau wangi, selama itu terselip nafsu buruk, meski kadarnya kecil sekali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya yakin, setidak-tidaknya keyakinan ini saya gunakan untuk betah tinggal di negeri yang rawan gempa ini. Keyakinan itulah yang melahirkan cinta. Seperti keyakinan saya menjalankan ibadah puasa ini, antara lain, karena rasa cinta saya kepada Tuhan. Begitu kita tak punya keyakinan pada suatu harapan yang baik, maka kita pun mudah terjerumus kepada ketidakbaikan itu sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau begitu sama," kata saya. "Tapi bedanya, saya kali ini yakin, Presiden sepertinya akan mengembalikan pemberantasan korupsi itu kepada aparat penegak hukum yang semula, sebelum lembaga cicak ada. Jadi beliau akan mengangkat petinggi yang betul-betul antikorupsi, termasuk di lembaga buaya itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah, itu yang saya tidak yakin," kata tamu saya sambil menyeruput teh dan mohon pamit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;koran tempo, sabtu (12/09/09)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-541383142190849024?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/09/13/Cari_angin/index.html' title='Cicak Mati'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/541383142190849024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/09/cicak-mati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/541383142190849024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/541383142190849024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/09/cicak-mati.html' title='Cicak Mati'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/Sq2UXHZ15aI/AAAAAAAAAKI/zT3-lSyXn7U/s72-c/cicak_2585_l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-7631145639624969851</id><published>2009-09-10T17:21:00.005+07:00</published><updated>2009-09-10T19:23:47.806+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>doa seorang serdadu sebelum perang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SqjVsYu4vtI/AAAAAAAAAJ4/4KCubhZGZoM/s1600-h/doa.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 230px; height: 247px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SqjVsYu4vtI/AAAAAAAAAJ4/4KCubhZGZoM/s320/doa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379784713424125650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Tuhan ku&lt;br /&gt;wajah-Mu membayang di kota terbakar&lt;br /&gt;dan firman Mu terguris di atas ribuan kuburan yang dangkal&lt;br /&gt;anak menangis kehilangan bapak&lt;br /&gt;tanah sepi kehilangan lelakinya&lt;br /&gt;bukannya benih yang disebar di bumi subur ini&lt;br /&gt;tapi bangkai dan wajah mati yang sia-sia&lt;br /&gt;apabila malam turun nanti&lt;br /&gt;sempurnalah sudah warna dosa&lt;br /&gt;dan mesiu kembali lagi bicara waktu itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan ku&lt;br /&gt;perkenankan aku membunuh&lt;br /&gt;perkenankan aku memasukkan sangkurku&lt;br /&gt;malam dan wajahku adalah satu warna&lt;br /&gt;dosa dan nafasku adalah satu udara&lt;br /&gt;tak ada lagi pilihan&lt;br /&gt;kecuali menyadari biarpun bersama penyesalan&lt;br /&gt;apa yang bisa diucapkan oleh bibirku yang terjajah ?&lt;br /&gt;sementara kulihat kedua tangan-Mu yang capai&lt;br /&gt;mendekap bumi yang mengkhianati-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku&lt;br /&gt;erat-erat kugenggam senapanku&lt;br /&gt;perkenankan aku membunuh&lt;br /&gt;perkenankan aku menusukkan sangkurku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alm. RENDRA &lt;br /&gt;(dari kumpulan puisi "sajak-sajak sepatu tua" pustaka jaya - 1995&lt;br /&gt;================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;hari ini seekor cicak jatuh tepat di depan mukaku&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-7631145639624969851?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.geocities.com/SoHo/Museum/2737/serdadu.html' title='doa seorang serdadu sebelum perang'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/7631145639624969851/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/09/doa-seorang-serdadu-sebelum-perang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/7631145639624969851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/7631145639624969851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/09/doa-seorang-serdadu-sebelum-perang.html' title='doa seorang serdadu sebelum perang'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SqjVsYu4vtI/AAAAAAAAAJ4/4KCubhZGZoM/s72-c/doa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-7122393789453326535</id><published>2009-09-07T08:09:00.002+07:00</published><updated>2009-09-07T08:59:36.928+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>marjin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SqRe99v5NQI/AAAAAAAAAJw/dS4B_YDljAg/s1600-h/empty-house-1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 213px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SqRe99v5NQI/AAAAAAAAAJw/dS4B_YDljAg/s320/empty-house-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378528273627690242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;aku adalah satu kejadian dalam suatu peristiwa&lt;br /&gt;pendengar sopan atas segala alur cerita&lt;br /&gt;dengan dua telinga yang berbeda pendengaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku adalah satu fragmen dalam suatu cerita&lt;br /&gt;saksi ramah atas segala rekayasa&lt;br /&gt;dengan dua mata yang berbeda penglihatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku adalah satu kebohongan dalam suatu rekayasa&lt;br /&gt;suara lemah atas segala kegaduhan &lt;br /&gt;dengan mulut besar yang terbungkam nasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku adalah keniscayaan&lt;br /&gt;karena aku hanyalah satu ada dalam suatu ketiadaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bang jenggot,&lt;br /&gt;batavia darusysyaitan, 06 September 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-7122393789453326535?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/7122393789453326535/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/09/marjin.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/7122393789453326535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/7122393789453326535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/09/marjin.html' title='marjin'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SqRe99v5NQI/AAAAAAAAAJw/dS4B_YDljAg/s72-c/empty-house-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-1795860099790260589</id><published>2009-09-04T18:18:00.002+07:00</published><updated>2009-09-04T18:35:31.750+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Warta Hari Ini'/><title type='text'>Gempa Bumi dan Bank Century</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SqD7ZKVAvTI/AAAAAAAAAJo/Q5o8lwZhZRQ/s1600-h/image.php.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SqD7ZKVAvTI/AAAAAAAAAJo/Q5o8lwZhZRQ/s320/image.php.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377574364768156978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suryopratomo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/tajuk/2009/09/04/77/Gempa-Bumi-dan-Bank-Century&lt;br /&gt;Gempa Bumi dan Bank Century&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 4 September 2009 14:13 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Bambang Hendarso Danuri di depan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat berkaitan dengan Bank Century semakin mengusik rasa keadilan kita. Bayangkan, sehari sebelum langkah penyelamatan dilakukan pemerintah, laporan keuangan bank milik Robert Tantular itu diketahui mengalami kerugian sebesar Rp 9,15 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan sudah menyuntikkan modal sebesar Rp 6,7 triliun kepada Bank Century. Sementara aset yang bisa disita polisi, sejauh ini baru mencapai Rp 1,19 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepatlah apa yang dikatakan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla bahwa Bank Century sebenarnya tidak pantas untuk diselamatkan. Masalah yang terjadi pada bank tersebut bukanlah akibat dari krisis global, tetapi murni tindakan kriminal yang dilakukan oleh pemiliknya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dijelaskan oleh Kapolri, modus operandi penipuannya adalah penempatan dana di luar negeri dalam bentuk surat berharga valuta asing secara tidak sehat atau berkualitas rendah dan sebenarnya tidak bisa diperjualbelikan. Sebagian besar surat berharga tersebut berada dalam penguasaan Chinkara Capital, yang merupakan pemegang pengendali Bank Century itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan Kapolri tersebut semakin menimbulkan tanda tanya mengapa pemerintah memutuskan untuk menyelamatkan Bank Century. Padahal beberapa bulan sebelumnya, pemerintah bisa begitu tegas untuk memutuskan melikuidasi Bank Indover, yang notabene merupakan milik Bank Indonesia, dan wilayah operasinya pun berskala internasional karena terletak di Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita kini menunggu betul hasil audit investigasi yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan. Untuk kepentingan siapa penyelamatan tersebut? Benarkah penyelamatan tersebut dilakukan untuk menyelamatkan kepentingan pihak-pihak tertentu ataukah memang sebuah kebijakan yang memang diperlukan untuk menyelamatkan sistem perbankan secara keseluruhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini kita bisa berdebat mengenai perlu atau tidaknya penyelamatan itu. Apalagi Bank Century hanyalah bank kecil dengan jumlah nasabah sekitar 65.000. Korespondensi dengan bank-bank lain pun sangat terbatas. Persoalan justru lebih terletak pada urusan di luar perbankan seperti penjualan reksadana, yang sebenarnya bukan urusan perbankan dan tidak harus dijamin oleh LPS. Namun perdebatan tanpa dasar yang jelas bisa menjadi pokrol bambu dan untuk tidak membuat persoalan melebar ke mana-mana lebih baik kita tunggu hasil audit investigasi BPK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan yang lebih besar dihadapi pemerintah sekarang, sejauh mana pemerintah juga peduli kepada ribuan masyarakat yang menjadi korban gempa bumi. Apabila untuk menyelamatkan Bank Century milik segelintir orang, pemerintah mau mengeluarkan dana sebesar Rp 6,7 triliun, berapa besar dana yang bisa disisihkan untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikitkan ada 59 orang yang tewas dalam gempa bumi hari Rabu lalu. Masih banyak orang yang belum diketahui keberadaannya karena gempa bumi diikuti dengan longsor di beberapa tempat. Ratusan orang mengalami luka-luka dan trauma. Sementara rumah yang rusak dan hancur lebih dari 30.000 unit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara simbolis Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah menyerahkan bantuan sebesar Rp 5 miliar, yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Belum tahu lagi, ada berapa besar dana yang dimiliki Menteri Keuangan yang bisa dipakai untuk mereka yang menderita karena bencana alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sungguh merupakan tantangan berat bagi pemerintah. Sejauh mana komitmen pemerintah untuk membantu masyarakat kecil. Kalau untuk seorang Robert Tantular pemerintah mau mengeluarkan dana Rp 6,7 triliun, seharusnya pemerintah berani untuk menyisihkan dana bagian ribuan rakyat yang sedang menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh rakyat memang menyaksikan betul langkah kebijakan pemerintah ini. Sampai di mana keberpihakan pemerintah kepada rakyatnya. Apakah pemerintah hanya memperhatikan kelompok elite ataukah lebih berpihak kepada rakyat kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ribuan orang kini menantikan uluran tangan pemerintah. Dari pernyataan yang disampaikan para korban, mereka sangat membutuhkan bantuan pemerintah. Mereka membutuhkan dana untuk membangun kembali rumah mereka yang hancur karena gempa bumi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua harta benda yang mereka miliki ibaratnya sudah habis. Mereka tidak lagi memiliki modal untuk bisa membangun kembali rumah mereka yang sudah rusak. Kalau pun ada yang mampu membiayainya sendiri, jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki kemampuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peninjauan langsung Presiden ke lokasi bencana bisa menggambarkan seperti apa kehidupan rakyat di wilayah pesisir selatan Pulau Jawa, khususnya Jawa Barat yang paling parah terkena bencana.  Untuk menuju ke daerah bencana dari Cianjur saja, Presiden harus menempuh waktu empat jam. Dari Cianjur selatan itu pun, Presiden tidak bisa menyusuri daerah selatan Jawa Barat yang lain karena tidak ada infrastruktur yang menghubungkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan akses yang ibaratnya terputus-putus itu, kita bisa bayangkan kehidupan masyarakat yang tinggal di sana. Bagi yang belum mengenal daerah Cianjur misalnya, hanya sampai daerah Cibeber atau sekitar 20 km dari pusat kota Cianjur saja yang infrastrukturnya lumayan. Lebih jauh dari itu sudah buruk. Jaringan listrik pun tidak bisa menembus hingga ke pelosok-pelosok desa. Hanya sampai jalan besar saja listrik itu masuk. Selebihnya masyarakat hidup tanpa listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan dengan kemampuan ekonomi yang sangat terbatas, kini mereka harus membangun kembali rumah mereka yang hancur. Kalau pemerintah dan masyarakat yang lebih berpunya tidak membantunya, maka mereka tidak berdaya untuk bisa bangkit dari kesulitan. Di sinilah rasa keadilan kita benar-benar diusik. Apakah kita masih mempunyai rasa kemanusiaan kepada ribuan orang yang tidak berdaya, sementara di panggung lain kita melihat ada orang seperti Robert Tantular yang begitu mudah dibantu pemerintah dengan suntikan modal Rp 6,7 triliun, padahal jelas-jelas seperti dikatakan Wapres dan Kapolri, ia melakukan tindakan kriminal penipuan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-1795860099790260589?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/tajuk/2009/09/04/77/Gempa-Bumi-dan-Bank-Century' title='Gempa Bumi dan Bank Century'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/1795860099790260589/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/09/gempa-bumi-dan-bank-century.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/1795860099790260589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/1795860099790260589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/09/gempa-bumi-dan-bank-century.html' title='Gempa Bumi dan Bank Century'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SqD7ZKVAvTI/AAAAAAAAAJo/Q5o8lwZhZRQ/s72-c/image.php.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-4616976384904596683</id><published>2009-08-31T11:46:00.002+07:00</published><updated>2009-08-31T14:34:14.489+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>Mencari Sebuah Masjid</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/Spt8lYLXvbI/AAAAAAAAAJA/mJ_tMWpkdeA/s1600-h/OTHERS_76753_12.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 312px; height: 235px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/Spt8lYLXvbI/AAAAAAAAAJA/mJ_tMWpkdeA/s320/OTHERS_76753_12.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376027561783967154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taufiq Ismail&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Aku diberitahu tentang sebuah masjid&lt;br /&gt;yang tiang-tiangnya dari pepohon di hutan&lt;br /&gt;fondasinya batu karang dan pualam pilihan&lt;br /&gt;atapnya menjulang tempat bersangkutnya awan&lt;br /&gt;dan kubahnya tembus pandang, berkilauan digosok topan kutub utara dan selatan.&lt;br /&gt;Aku rindu dan mengembara mencarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku diberitahu tentang sepenuh dindingnya yang transparan&lt;br /&gt;dihiasi dengan ukiran kaligrafi Qur'an dengan warna platina dan keemasan&lt;br /&gt;bentuk daun-daunan sangat teratur serta sarang lebah demikian geometriknya&lt;br /&gt;ranting dan tunas berjalin bergaris-garis gambar putaran angin.&lt;br /&gt;Aku rindu dan mengembara mencarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku diberitahu tentang sebuah masjid&lt;br /&gt;yang menara-menaranya menyentuh lapisan ozon dan menyeru azan tak habis-habisnya&lt;br /&gt;membuat lingkaran mengikat pinggang dunia kemudian nadanya yang lepas-lepas&lt;br /&gt;disulam malaikat jadi renda benang emas yang memperindah ratusan juta sajadah&lt;br /&gt;di setiap rumah tempatnya singgah.&lt;br /&gt;Aku rindu dan mengembara mencarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku diberitahu tentang sebuah masjid&lt;br /&gt;yang letaknya dimana bila waktu azan lohor engkau masuk kedalamnya&lt;br /&gt;engkau berjalan sampai waktu ashar, tak kan capai saf pertama&lt;br /&gt;sehingga bila engkau tak mau kehilangan waktu bershalatlah dimana saja&lt;br /&gt;di lantai masjid ini yang besar luar biasa.&lt;br /&gt;Aku rindu dan mengembara mencarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku diberitahu tentang ruangan di sisi mihrabnya&lt;br /&gt;yaitu sebuah perpustakaan tak terkata besarnya&lt;br /&gt;dan orang-orang dengan tenang membaca di dalamnya&lt;br /&gt;di bawah gantungan lampu-lampu kristal terbuat dari berlian yang menyimpan cahaya matahari&lt;br /&gt;kau lihat bermilyar huruf dan kata masuk beraturan ke susunan syaraf pusat manusia&lt;br /&gt;dan jadi ilmu berguna&lt;br /&gt;di sebuah pustaka yang bukunya berjuta-juta terletak disebelah menyebelah masjid kita.&lt;br /&gt;Aku rindu dan mengembara mencarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku diberitahu tentang sebuah masjid&lt;br /&gt;yang beranda dan ruang dalamnya tempat orang-orang bersila bersama&lt;br /&gt;dan bermusyawarah tentang dunia dengan hati terbuka&lt;br /&gt;dan pendapat bisa berlainan namun tanpa pertikaian&lt;br /&gt;dan kalaupun ada pertikaian bisalah diuraikan dalam simpul persaudaraan sejati&lt;br /&gt;dalam hangat sajadah yang itu juga terbentang di sebuah masjid yang sama.&lt;br /&gt;Tumpas aku dalam rindu. Mengembara mencarinya.&lt;br /&gt;Dimanakah dia gerangan letaknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari aku mengikuti matahari&lt;br /&gt;ketika dipuncak tergelincir sempat lewat seperempat kwadran turun ke barat&lt;br /&gt;dan terdengar merdunya azan di pegunungan&lt;br /&gt;dan akupun melayangkan pandangan mencari masjid itu kekiri dan kekanan&lt;br /&gt;ketika seorang tak kukenal membawa sebuah gulungan, dia berkata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah dia masjid yang dalam pencarian tuan,&lt;br /&gt;dia menunjuk tanah ladang itu&lt;br /&gt;dan di atas lahan pertanian dia bentangkan secarik tikar pandan&lt;br /&gt;kemudian dituntunnya aku ke sebuah pancuran&lt;br /&gt;airnya bening dan dingin mengalir teraturan&lt;br /&gt;tanpa kata dia berwudhu duluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun dibawah air itu menampungkan tangan&lt;br /&gt;ketika kuusap mukaku kali ketiga secara perlahan hangat air yang terasa, bukan dingin.&lt;br /&gt;Kiranya demikianlah air pancuran bercampur dengan air mataku yang bercucuran.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[dari Festival Istiqlal Oktober/November 1991]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-4616976384904596683?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/4616976384904596683/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/08/mencari-sebuah-masjid.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/4616976384904596683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/4616976384904596683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/08/mencari-sebuah-masjid.html' title='Mencari Sebuah Masjid'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/Spt8lYLXvbI/AAAAAAAAAJA/mJ_tMWpkdeA/s72-c/OTHERS_76753_12.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-9132766275411899822</id><published>2009-06-30T12:51:00.006+07:00</published><updated>2009-06-30T13:12:13.670+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rekomendasi Buku'/><title type='text'>The GODFATHER</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SkmqSkNteEI/AAAAAAAAAIw/sF_4C1xNxk0/s1600-h/godfather.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 210px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SkmqSkNteEI/AAAAAAAAAIw/sF_4C1xNxk0/s320/godfather.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5352996868042094658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul : &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The GodFather&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengarang : Mario Puzo&lt;br /&gt;Penerbit : Gramedia Pustaka Utama&lt;br /&gt;Cetakan : Pertama 2006&lt;br /&gt;Buku : 680 hal, 23 cm&lt;br /&gt;Mario Puzo: The Godfather, sang godfather &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;"Dibalik setiap harta melimpah terdapat kejahatan"&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; BALZAC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petikan kata-kata itu yang dipakai Mario Puzo untuk membuka buku pertama novel "The God father" ini. Dalam terjemahan ke versi bahasa Indonesianya, novel ini termasuk novel ukuran tebal (680 hal, 23 cm) dan tentu mahal, ini dikarenakan novel ini adalah bundel dari sembilan buku, buku terakhir merupakan cerita penutup yang singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini sendiri disusun oleh Mario Puzo dan terbit tahun 1969, 49 tahun usia Mario Puzo merujuk pada tanggal kelahirannya 15 0ktober 1920. The God Father akhirnya terjual sebanyak 21 juta copy diseluruh dunia. Dan di Indonesia diterbitkan pertama kali oleh Gramedia Pustaka pada tahun 2006, tapi jangan salah, Novel ini mampu melintasi waktu sehingga tetap enak untuk dibaca. Dan alur ceritanya pun sangat meyakinkan, kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mario Puzo menulis jalan cerita dengan cukup menarik, dengan gaya triller. Selain sang Don yang menjadi sumbu cerita, dia mampu menceritakan kehidupan orang-orang disekeliling sang Don itu sendiri. Dengan alur flash back, Mario Puzo juga menceritakan awal kemunculan sang Don hingga menjadi sang tuan besar, yang berkuasa hampir seperti Tuhan. Juga Mario Puzo didalam cerita bisa menerangkan peta mafia di Amerika serikat era 40-an serta pengaruhnya terhadap Amerika dan dunia (karena istimewanya data-data yang disertakan ada yang menyangka Mario Puzo pernah terlibat mafia, tapi ia menyangkal dan bilang kalo cuma melakukan library research). Juga yang cukup menarik, di novelnya dia juga mengkisahkan awal pembentukan Las Vegas sebagai koloni perjudian, yang pada mulalnya menjadi basis kekuatan keluarga keturunan Don Carleone, selain itu disertakan juga sedikit peta mafia yang bersetting di Sisilia.&lt;br /&gt;Cerita ini sendiri sebenarnya merupakan cerita mafia dari dua generasi, yaitu Don Vito Corleone dan dilanjutkan dengan masa awal karier "kemafiaan" Don Michael hingga ia mendapatkan pengakuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diceritakan bahwa Don Corleone ini merupakan penguasa terkuat mafia New York, tetapi karena umur, kekuasaannya mulai digoyang oleh Sollozzo si turki yang dibelakangnya ada keluarga mafia Tattaglia yang bersekutu dengan keluarga-keluarga mafian New York lainnya, juga dengan Barzini keluarga nomer dua terkuat di New York. Sollozo menawarkan kerjasama membuka bisnis narkotika dengan keluarga Corleone. Sang Don Vito, yang memang masih bersikap konservatif menghindari bisnis wanita dan narkotika (sang Don sangat antipati pada dosa dan kejahatan seksual, juga bahkan istri sang Don adalah pemeluk Katolik taat yang pergi ke gereja setiap hari). Dia menolak ajakan Sollozzo, tidak terima ditolak dan adanya potensi mengahalangi bisnisnya, Sollozo dengan perencanaan matang menembak Don Vito, niatnya agar Sonny sebagai pewaris, anak tertua dari tiga putra dan seorang putri Don, mau diajak bekerja sama sepeninggalan sang Don. Malang bagi Sollozo, sang Don ternyata tidak tewas dengan lima peluru menembus tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergoyanglah dunia kerajaan bisnis bawah tanah. Mata di bayar mata, Bruno Tattaglia dibunuh oleh keluarga Corleone. Kematian keluarga Tattaglia ini dan kenyataan bahwa Don belum mati menyebabkan Sollozo gentar dan berkeinginan untuk membuat perundingan dengan keluarga Corleone sekali lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Michael anak ketiga Don yang selama ini dikira sebagai anak manis keluarga Corleone diminta menjadi wakil dari keluarga Corleone. Tapi darah mafia dan pergaulan dengan bapaknya menjadikan ia tetap mewarisi sifat mafia, Sollozo dan Mccutty -seorang polisi yang bersedia disogok Sollozo dengan niat menghabisi keluarga Corleone- mati ditangan michael saat perundingan berlangsung. Michel dengan dingin menyarangkan peluru ke kepala Sollozo dan Mccauty dari jarak dekat. Pembunuhan polisi adalah kejahatan besar di Amerika Serikat, karena menjadi incaran baik dari keluarga mafia lainnya maupun oleh aparat keamanan Michael diasingkan ke Sisilia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama Michael di pengasingan dan saat Don masih dalam perawatan, Sonny menjadi pengendali keluarga corleone dibantu oleh Hagen sang consigliori, serta Tossio dan Clamenza caporegime Don Vito. Pada suatu kesempatan dan persekongkolan dengan orang dalam keluarga Corleone, Sonny berhasil dijebak dan dibunuh oleh keluarga Tattaglia dengan berondongan peluru, matanyapun ditikam dengan benda tajam. Kejadian ini diketahui oleh Don yang meskipun belum sepenuhnya sembuh turun tangan langsung untuk membentuk perjanjian perdamaian dengan seluruh keluarga mafia di Amerika serikat. Walaupun hal ini sedikit menunjukkan kelemahan Don –karena dia tidak langsung membayar darah anaknya-, tetapi sifat negarawannya dan kehebatannya dalam negosiasi berhasil mempertahankan wibawanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Michael dalam pengasingannya di Sisilia menikahi seorang gadis asli Sisilia akibat "sambaran petir", cinta mati pada pandangan pertama terhadap gadis belia yang super elok. Istrinya yang sedemikian dicintainya itu mati pula di bom oleh tangan musuh-musuhnya yang sampai ke Sisilia. Maka, di dalam ketenangan sifat dan perilakunya, Michael menyimpan dua dendam, untuk sang kakak juga untuk sang istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu sabarnya mereka menunggu bertahun-tahun guna melakukan balas dendam. Masa perjanjian damai itu adalah masa yang dilewati dengan penuh perhitungan dan pertimbangan demi langkah-langkah selanjutnya. "Balas dendam itu adalah hidangan yang paling enak disantap saat dingin", dan begitulah dendam itu tak pernah hilang, dalam hukum mafia segala darah yang tumpah mesti dicuci bersih dengan darah pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sudah sering kita dengar kata-kata "mafia peradilan" atau "mafia politik" atau "mafia pendidikan" bahkan "mafia penerbitan" dan "mafia senayan", tapi terkadang kita hanya mangucapkan saja tanpa mengetahui lebih jauh apa itu mafia. Tampaknya buku ini sedikit banyak bisa untuk menjadi bahan rujukan untuk mengetahui mafia dan menjadi bahan perbandingan untuk perilaku mirip mafia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita telusuri bagaimana sistem kerja mafia ini, yang dapat dipetik dari buku ini. Tentu saja secara garis besar, karena mafia pun banyak macamnya, ada mafia konservatif dan mafia modern dll.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;-Hukum Tutup Mulut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jelas dalam organisasi hitam kebocoran data merupakan suatu hal yang menakutkan dan berakibat fatal. Maka "hukum tutup mulut" sangat dijaga ketat oleh para mafia. Ini dinamakan dengan omerta. –Hukum tutup mulut-, omerta ini juga merupakan judul buku Mario Puzo selanjutnya. Bahkan terhadap orang dekat sekalipun, kepada istri atau anak ada garis batas yang tak boleh dilanggar, ada hal-hal yang tidak dapat dibagi atau informasi yang tak bisa disampaikan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;-Hukum Bayar Adil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keadilan dan Persahabatan, itulah kata-kata yang dijunjung tinggi mafia. Kadang mereka membayar persahabatan di muka dan kadang bayaran yang dibayarkan akan lebih tinggi dari jasa anak buahnya/sahabat/mitranya pada sang mafioso. Yang dimaksudkan disini adalah bayaran berupa bantuan dan ikatan persahabatan yang diberikan, dimana seorang sahabat akan dibantu sekuat tenaga saat sang Don memiliki kekuasaan, tetapi mesti bisa mengorbankan suatu apapun bila suatu saat sang Don mafioso membutuhkan ‘bantuan" dari sang sahabat.&lt;br /&gt;Hukum bayar ini juga merupakan hukum balas dendam, mata dibalas mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;-Ancaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bila segala bujuk rayu telah selesai diupayakan, upaya negosiasi terakhir adalah:"Mari bicara baik-baik…." dan jadilah itu adalah pembicaraan atau tawaran terakhir, setelah itu nasib si musuh/teman berunding akan ditentukan dengan "berapa baik" negosiasi berjalan.&lt;br /&gt;Ancaman ini juga ditunjukkan dengan cara-cara "tradisional" mafia dalam menghabisi musuhnya yang terkenal kejam, ini dapat menimbulkan efek jera dan peringatan bagi musuh agar tidak membalas dendam.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;-Kesabaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seorang mafia harus cerdas dalam menahan emosi, sabar adalah hal yang sangat penting. Sonny anak tertua sang Godfather dalam cerita itu, mati karena tidak mampu menahan kesabarannya. Pukulan telak yang pernah dilakukan oleh musuh-musuh Don pada keluarga Corleone merupakan hasil kesabaran, menunggu saat tepat tiba untuk menyerang balik. Michael dibantu Don tua menyusun strategi jangka panjang semasa damai untuk mempertahankan dan membangun kekuatan, dan menekuk musuh-musuhnya di saat waktunya tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;-Memegang Teguh Prinsip&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ini adalah dasar segalanya. Saya adalah hukum. Mafioso juga menjunjung tinggi kehormatan dan keadilan, dia memiliki hukum sendiri dan menepatinya. Dia memiliki batasan yang tak seorang pun bisa melanggarnya, jika ada yang berani melanggar maka itu akan mencoreng harga diri sang Don, dan bisa berefek pada kekuatannya di hadapan orang lain. Jadi sang Don selalu menjaga harga dirinya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;-Kroniisme&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang luar menyebutnya gangster atau mafia, mereka menyebutnya sebagai persahabatan. Mereka selalu melindungi satu sama lain, bekerja sama demi kepentingan keluarga adalah nomer satu. Mereka tidak akan segan-segan untuk membunuh pembelot, meskipun telah mengabdi bertahuan-tahun dan sebagaimanapun kedekatan antar mereka di masa lampau. Loyalitas dibutuhkan untuk menjadikan keluarga mafia yang tangguh dan utuh.&lt;br /&gt;Perlindungan diberikan pada anggota-anggota yang loyal tetapi sebaliknya, pengkhianatan adalah dosa yang paling besar dan tak dapat dimaafkan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;-Struktur Mafia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mafia dipimpin oleh seorang Don, tuan besar, dengan tangan kanannya. Tangan kanannya ini selain memberikan nasihat juga akan memberikan pelayanan fisik bagi tuannya yaitu sang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;consigliori&lt;/span&gt;, dibawah consigliori ini terdapat caporegime dan masing-masing memiliki anggota rekrutan yang disebut regime. Tingkatan ini merupakan sekat-sekat untuk melindungi sang Don dari hukum, perintah dan tugas diatur sedemikian rupa sehingga apabila diusut tidak akan sampai menyentuh lapisan paling atas, sang Godfather.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih jauh mengenal mafia, mungkin pembaca juga mesti turut pula membaca "mafia manager" terbitan Gramedia, prinsip manajemen mafia ala &lt;span style="font-style:italic;"&gt;machiavelli&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda berkeinginan menjadi mafia? Siap jadi mafia? Don Vito, sang Godfather punya kata-kata kesayangan: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Setiap manusia punya satu takdir…".&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-9132766275411899822?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/9132766275411899822/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/06/judul-godfather-pengarang-mario-puzo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/9132766275411899822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/9132766275411899822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/06/judul-godfather-pengarang-mario-puzo.html' title='The GODFATHER'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SkmqSkNteEI/AAAAAAAAAIw/sF_4C1xNxk0/s72-c/godfather.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-1285627741656453220</id><published>2009-06-29T14:40:00.001+07:00</published><updated>2009-06-29T14:46:09.357+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Warta Hari Ini'/><title type='text'>Anak Revolusi di Kali Code</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SkhxIIXlZ4I/AAAAAAAAAIo/FRUUsnKRlWE/s1600-h/2599249974_d3380ed86b.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 212px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SkhxIIXlZ4I/AAAAAAAAAIo/FRUUsnKRlWE/s320/2599249974_d3380ed86b.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5352652541629130626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;dari: http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/06/29/LU/mbm.20090629.LU130707.id.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mega lahir dan tumbuh dalam tekanan. Pendiam tapi mulai membuka diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatannya berusaha menerawang ke zaman 60 tahun silam, ketika masih berusia dua tahun dan tinggal di Kali Code, Yogyakarta. Tapi ingatannya terbatas. Megawati Soekarnoputri tak cukup punya cerita tentang masa lalu itu. Ketika itu Soekarno, ayah Megawati, dibuang Belanda ke Bangka pada Februari 1949. Bersama ibunya, Fatmawati, Mega tinggal di rumah sempit dengan pintu dan jendela rusak. ”Saya cari rumah itu sampai sekarang enggak ketemu,” kata Megawati kepada Tempo, Jumat dua pekan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri memang lahir dalam kondisi prihatin. Bung Karno dalam Penyambung Lidah Rakyat menceritakan kelahiran anak keduanya dengan dramatis. Ketika beduk tanda magrib ditabuh, 23 Januari, 62 tahun lalu, halilintar di Yogyakarta seperti hendak membelah angkasa. Lampu padam. Atap kamar runtuh. Awan gelap jatuh menjadi hujan deras. Megawati lahir hanya dengan cahaya lilin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum sampai setahun, Juli 1947, Mega kecil diboyong ke sanakemari karena agresi militer Belanda I. Si jabang bayi menjalani masa persembunyian di perkebunan kopi di daerah pegunungan Madiun, Jawa Timur. Bung Karno tak membawa pembantu karena pertimbangan keamanan. Semakin besar rombongan yang dibawa, semakin besar kemungkinan jejak Bung Karno tercium. Si kecil Mega hanya dijaga Fatmawati dan Guntur, ketika itu tiga tahun, sang kakak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman pahit bersama keluarganya terus berlanjut ketika Belanda kembali melancarkan agresinya pada akhir 1948. Bung Karno dibuang ke Bangka. Di sinilah Mega singgah di Kali Code. Dalam Catatan Kecil Bersama Bung Karno, Fatmawati mengatakan keluarganya tinggal di Jalan Batanawarsa (sekarang Jalan I Dewa Nyoman Oka) selama Bung Karno tak ada. Belanda mengusir Fatmawati dan keluarga dari Gedung Kepresidenan. Fatmawati sekeluarga pindah ke rumah yang dicarikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX. ”Sekarang saya tanya ke Sultan tentang rumah itu juga tak tahu,” kata Mega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mega kecil hidup selama enam bulan di pinggir Kali Code. Ia pernah sakit panas sampai kejang. Desing peluru menjadi santapan setiap malam. Tentara Belanda juga selalu mengawasi rumah itu karena sering dikunjungi pengawal proklamator yang menjadi gerilyawan. ”Rumah kami sering menjadi sasaran peluru,” tulis Fatmawati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal kelahiran serta pengalaman di pelarian itu membuat Mega sering disebut sebagai ”anak revolusi”. Megawati mengatakan pengalaman sejak bayi telah menggemblengnya menjadi pemimpin yang tegar. Ia satusatunya anak Bung KarnoFatmawati yang lahir di Yogyakarta. Kakaknya, Guntur, serta adikadiknya, Rachmawati, Sukmawati, dan Guruh, lahir di Jakarta. ”Ibu pernah bilang saya mempunyai lambaran nyawa,” kata Mega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang usai. Bung Karno kembali dari Bangka. Soekarno dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia Sementara pada 17 Desember 1949. Sebelumnya, keluarga Bung Karno sudah kembali ke Jakarta begitu peringatan 17 Agustus di alunalun Yogyakarta. Mega tumbuh dan memulai babak baru di Istana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mega menyebut tempat tinggalnya sebagai kampung Istana. Ia berbaur dengan pekerja Istana mulai dari pelayan hingga pejabat negara. Dalam soal makan, menu keluarga presiden dengan pembantunya biasanya sama. ”Bedanya, kalau yang lain makan satu tahu atau satu tempe, kita bisa lebih,” kata Mega. Pengasuh anakanak Bung Karno, Eyang Citro, mengatakan Mega tak rewel dalam soal makanan. Cukup telur rebus, sayur, tahu, tempe, dan sambal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampung Istana menyediakan segala keperluan Megawati. Guru pun didatangkan ke rumah besar itu. Mega bersama saudaranya Guntur, Rachmawati, dan Sukmawati menjalani pendidikan taman kanakkanak dalam Istana Merdeka. Dalam buku Tujuh Ibu Bangsa, Mega dikutip belajar bersama anak tukang rumput, sopir, nelayan hingga anak direktur kabinet. Di dalam istana, ia sering dipanggil Adis atau Ega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mega dan temantemannya belajar di gazebo yang berada di taman antara Istana Negara dan Merdeka. Ketika Mega menjadi presiden pada 20012004, saung itu menjadi ruang untuk menyimpan gamelan dan tempat pegawai Istana berlatih alat musik tradisional itu. Kini gazebo itu sering dipakai kegiatan informal Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru pertama Mega adalah Sri Pangastuti biasa dipanggil Tuti. Mega cukup luas bergaul dalam lingkungan Istana. Tuti juga tak pernah membedakan status sosial muridnya. Namun hidup dalam tembok Istana sebagai putri presiden membuat ruang geraknya terbatas. Tuti pernah mengatakan keinginannya mengajar Mega dan Guntur bersosialisasi, namun ide itu diprotes abdi dalem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas usul Tuti juga akhirnya Mega sekolah di luar Istana. Fatmawati sempat melarang anaknya belajar di sekolah umum. Tuti beralasan sekolah di luar Istana bisa mengasah interaksi dan sosialisasi. Mega bersekolah di Perguruan Cikini mulai SD hingga SMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu perayaan di SD, Mega menjadi panitia sekaligus penjaga stan. Di sinilah terjadi peristiwa Cikini: iringiringan mobil presiden digranat. Rencana pembunuhan terus mengintai Bung Karno. Paling tidak ada 23 upaya pembunuhan Bung Karno. Megawati mengatakan, rentetan peristiwa yang menimpa ayahnya itu membuatnya menjadi lebih waspada dan tabah menerima tekanan. ”Kami tergodok secara alami,” kata Mega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama di Istana, Mega sebenarnya cukup lincah. Dalam biografi Gerak dan Langkah, Mega bermain bola bersama kakaknya Guntur. Juga ikut memanjat pohon dan mengambil buah. Mega juga sering main petak umpet bersama Meutia Hatta, putri Mohammad Hatta yang usianya terpaut dua bulan. ”Kami suka ngumpet di kolong tempat tidur Bung Karno,” kata Meutia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tergolong aktif, Mega termasuk pendiam, sedikit bicara, dan banyak senyum. Pada 1993 Tempo pernah menulis pengakuan Eyang Citro. ”Dari kecil dulu sampai sekarang ia memang begitu. Lembut dan keibuan,” kata Eyang Citro. Adis suka menanam bunga dan padi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecenderungan Mega yang pendiam itu diakui adiknya, Rachmawati. Mega sering menghabiskan waktu di taman istana sambil menyiram bunga. Rachmawati mengatakan sifat kakaknya itu sudah muncul sejak kecil. ”Saya mulai menari sejak empat tahun,” kata Rachmawati, ”tapi Mega baru tujuh tahun.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bung Karno memang melihat Megawati dan Rachmawati memiliki bakat menari. ”Tariannya menggairahkan,” ujar Bung Karno. Mega kerap terpilih menjadi duta kesenian Indonesia dan dikirim ke berbagai negara. Ia pernah menjadi anggota delegasi Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi NonBlok di Beograd, Yugoslavia, pada 1961.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mega juga pernah mendapat tugas sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka. Ia mengibarkan bendera yang Merah Putih yang dijahit Fatmawati di depan Istana Merdeka pada 17 Agustus 1964. Ia berkebaya dengan sanggul. Sebetulnya, ”Saya risi berlamalama dengan busana seperti itu,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Bung Karno dalam Kenangan, Mega pernah bercerita. Suatu hari, ia mengikuti pertemuan di kalangan perempuan dengan Presiden. Bung Karno menyalami ibuibu satu per satu. Ketika menjabat tangan seorang perempuan, muka Bung Karno berubah. Tangan kanannya hinggap di atas kepala ibu yang bersasak tinggi. Bung Karno menekan sasak itu hingga kempis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah, Bung Karno memanggil Mega. Ia menjelaskan alasan marah kepada ibu bersasak tinggi itu. Bung Karno mengatakan dandanan ibu itu tak menunjukkan kepribadian nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas SMA pada 1965, Mega diterima di dua kampus sekaligus: Institut Pertanian Bogor dan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Mega sebenarnya tertarik menekuni ilmu psikologi. Namun Bung Karno memintanya kuliah pertanian karena rakyat Indonesia membutuhkan tenaga ahli bidang itu. ”Saya masuk tanpa KKN, lho,” ujar Mega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Bandung, Mega menjadi anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, organisasi onderbouw Partai Nasionalis Indonesia. Dua tahun di kampus, Mega dipaksa keluar karena tak mau menandatangani kontrak politik dari rektor Sanusi Harjawinata. Isinya berupa pernyataan bahwa Mega masuk gerakan mahasiswa yang berkiblat pada Partai Nasionalis kelompok Osa MalikiUsep Ranuwidjaja, atau lebih dikenal kelompok sayap kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mega memutuskan berhenti kuliah. Situasi di Jakarta juga genting. Bung Karno dikucilkan di Bogor. Mega meninggalkan Istana pada 1967 dan tinggal bersama Fatmawati di Jalan Sriwijaya, Jakarta. ”Kami kembali seperti rakyat biasa,” kata Mega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi yang serba sulit, Mega mendapat jodoh. Ia menikah dengan Surindro Suprijarso dan memutuskan tinggal di Madiun. Surindro adalah pilot terbaik lulusan Akademi Angkatan Udara Republik Indonesia. Dari suami pertama ini lahir Mohammad Rizki Pratama dan Mohammad Prananda. Surindro dikabarkan hilang ketika pesawatnya jatuh di perairan Biak pada awal 1970.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mega sempat menikah dengan Hassan Gamal pada Juli 1972, namun hanya bertahan tiga bulan karena keluarga tak merestui. Status Mega juga belum pasti karena Surindro belum resmi dinyatakan meninggal. Setelah bercerai dengan Hassan, Mega menikah dengan Taufiq Kiemas pada 1973 sampai sekarang. Mereka dikaruniai putri Puan Maharani. ”Mega kelihatannya ingin menjadi ibu rumah tangga,” kata Rachmawati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeninggal Bung Karno, Guntur bersaudara ingin menjauhi ingarbingar politik. Pada 1978, mereka membuat kesepakatan tak memasuki politik praktis selama Orde Baru masih berkuasa. Pada masa menjelang Pemilu 1982, kesepakatan itu diperbarui. Namun garis tangan berkata lain: menjelang Pemilu 1987, Mega bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mega terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat setelah pemilu. Posisinya sebagai anak Bung Karno menjadi ”nilai jual” Megawati sehingga memimpin Partai Demokrasi Indonesia pada 1993. Ia semakin meroket ketika partai berlambang banteng ini pecah pada 1998. Mega mendirikan PDI Perjuangan, yang mengantarnya menjadi wakil presiden pada 1999. Dua tahun kemudian dia menjadi orang nomor satu ketika menggantikan Presiden Abdurrahman Wahid, yang mandatnya dicabut Majelis Permusyawaratan Rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itulah Megawati kembali ke Istana Merdeka, tempat tinggalnya semasa kecil. Sebagai presiden, ia mengembalikan sebagian interior serba putih agar suasana Istana kembali pada 1960an. Furniture milik mendiang Soekarno dikeluarkan dari gudang, diperbaiki, dipoles dan dipajang kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Erros Djarot, yang mendampingi Mega selama Orde Baru, mengatakan politik diam Mega sengaja dimunculkan. ”Ibarat keris, semakin tak bisa dijamah, semakin misterius,” katanya. Erros, yang semula menjadi simpatisan PDIP, belakangan mendirikan Partai Nasional Banteng Kemerdekaan, dan kini bergabung dalam koalisi Partai Demokrat pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-1285627741656453220?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/1285627741656453220/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/06/anak-revolusi-di-kali-code.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/1285627741656453220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/1285627741656453220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/06/anak-revolusi-di-kali-code.html' title='Anak Revolusi di Kali Code'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SkhxIIXlZ4I/AAAAAAAAAIo/FRUUsnKRlWE/s72-c/2599249974_d3380ed86b.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-708920976587974103</id><published>2009-06-24T10:27:00.002+07:00</published><updated>2009-06-24T10:31:45.652+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Warta Hari Ini'/><title type='text'>Tajuk Rencana KOMPAS: KPK yang Kian Kesepian</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SkGeD3EJAuI/AAAAAAAAAIg/PEDff0LwdJI/s1600-h/kpk-harus-matii1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 232px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SkGeD3EJAuI/AAAAAAAAAIg/PEDff0LwdJI/s320/kpk-harus-matii1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5350731621450973922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/06/24/03212251/tajuk.rencana &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah yang melilit pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi tak kunjung henti. Lembaga yang dibentuktahun 2002 itu berada di ujung tanduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyusul penahanan Ketua KPK Antasari Azhar atas tuduhan terlibat pembunuhan terhadap Nasrudin Zulkarnaen, Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah dan Direktur Teknologi Informasi KPK ikut diperiksa penyidik Polda Metro Jaya. Salah satu isu yang dikaitkan adalah masalah penyadapan yang dilakukan pimpinan KPK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengamati diskursus di media massa, posisi KPK dan sekondannya, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, berada di ujung tanduk. Jika sampai 19 Desember 2009 tidak ada undang-undang yang mengatur soal eksistensi Pengadilan Tindak Pidana Korupsi—apakah itu dengan undang-undang atau peraturan pemerintah pengganti undang-undang—maka tamatlah era pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kelahirannya, KPK terus saja digugat. Uji materi terhadap UU KPK dan UU Tipikor beberapa kali diajukan sampai akhirnya MK memutuskan Pengadilan Tipikor kehilangan konstitusionalitas sampai dengan 19 Desember 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tingkat gagasan, ketika KPK mulai menyentuh pusat kekuasaan, muncul keraguan soal pemberantasan korupsi model KPK. Mulai disuarakan isu bahwa pemberantasan korupsi menghambat penyerapan anggaran negara atau ungkapan banyak orang mulai takut menjadi pemimpin proyek karena takut ditangkap KPK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan yang menerpa KPK mencapai puncaknya dengan penahanan Antasari. Upaya delegitimasi dan dekonstruksi terus dilakukan oleh berbagai kelompok dari luar maupun dari dalam KPK sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mengharapkan penegakan hukum dalam kasus yang melibatkan Antasari dilakukan secara lugas dan proporsional dengan tetap mempertimbangkan eksistensi KPK yang masih dibutuhkan bangsa ini. Kita tak ingin rivalitas kelembagaan ikut mewarnai semangat untuk melemahkan KPK sebagai institusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KPK sedang kesepian. Ia membutuhkan dukungan publik yang kuat. Di tengah suasana kampanye, komitmen politisi memperkuat KPK justru terasa melemah. Gagasan yang muncul malah bagaimana mengembalikan pemberantasan korupsi dalam pola penegakan hukum normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, kepercayaan publik kepada penegak hukum belum sepenuhnya pulih. Pencurian uang negara dengan cara korupsi adalah pelanggaran hak ekonomi, sosial, dan budaya yang harus ditangani secara luar biasa pula. Kita khawatir berbagai skandal korupsi yang terus terjadi, disertai hilangnya komitmen elite memberantas korupsi, membuat rakyat kian frustrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempertimbangkan itu semua, kita memandang KPK masih dibutuhkan. Meskipun demikian, kita pun harus belajar bahwa pemberian kewenangan luar biasa tetap membutuhkan mekanisme kontrol yang ketat karena pada intinya kekuasaan tetap berpotensi untuk korup.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-708920976587974103?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/708920976587974103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/06/tajuk-rencana-kompas-kpk-yang-kian.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/708920976587974103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/708920976587974103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/06/tajuk-rencana-kompas-kpk-yang-kian.html' title='Tajuk Rencana KOMPAS: KPK yang Kian Kesepian'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SkGeD3EJAuI/AAAAAAAAAIg/PEDff0LwdJI/s72-c/kpk-harus-matii1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-3290284698773231117</id><published>2009-04-07T07:48:00.004+07:00</published><updated>2009-09-08T16:57:43.817+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>Selamat Jalan, Perwira Muda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SdqjR8DTtdI/AAAAAAAAAIE/KCeYbk0xPPg/s1600-h/baretpas.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 299px; height: 157px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SdqjR8DTtdI/AAAAAAAAAIE/KCeYbk0xPPg/s320/baretpas.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321745438264767954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Selamat Jalan, Perwira Muda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;(dedicated to Alm. Lettu (Psk) Dhani Ariadi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;tak tertahankan lagi&lt;br /&gt;air mata bergenang di sini&lt;br /&gt;hari ini, seorang kawan tlah pergi&lt;br /&gt;seorang perwira muda yang gagah berani&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;wahai kawan yang kubanggakan&lt;br /&gt;terlalu cepat kau pergi&lt;br /&gt;bahkan tak sempat aku tunaikan sebuah hutang&lt;br /&gt;hutang akan sebuah janji diri&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;mengenangmu, begitu memilukan&lt;br /&gt;engkau kawanku, engkau kakakku&lt;br /&gt;nyalimu mengajarkanku arti keberanian&lt;br /&gt;kesederhanaanmu meneladaniku arti syukur&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;tak sekali izrail menghampirimu&lt;br /&gt;namun nyalimu tetap tak bergeming&lt;br /&gt;bersama rajawali kau menari di udara&lt;br /&gt;begitu gagahnya... begitu perkasa...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;berlatih... berlatih... dan berlatih...&lt;br /&gt;kau lakukan semua dengan ikhlas&lt;br /&gt;demi kehormatan Ibu Pertiwi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;kini kau terbaring tak berdaya&lt;br /&gt;seisi negeri menangisi kepergianmu&lt;br /&gt;besi tua itu telah merampas hidupmu&lt;br /&gt;besi rongsokan buah keserakahan penguasa durjana&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;kawan, kudoakan kau gugur sebagai syuhada'&lt;br /&gt;bersama malaikat kau terbang ke nirwana&lt;br /&gt;sambari tersenyum menghadap Sang Maha Pencipta&lt;br /&gt;berteman bidadari yang tak sempat kau sentuh di bumi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;kau telah pergi dalam tugas mulia&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;sapaan sore itu menjadi sapaan terakhirmu&lt;br /&gt;baret oranye dan jabat erat itu akan selalu kukenang&lt;br /&gt;sampai maut juga menjemputku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat jalan, kawan&lt;br /&gt;selamat jalan, perwira muda &lt;br /&gt;selamat jalan, pahlawan bangsa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Batavia, 6 April 2009&lt;br /&gt;Bang Jenggot&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-3290284698773231117?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/3290284698773231117/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/04/selamat-jalan-perwira-muda.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/3290284698773231117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/3290284698773231117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/04/selamat-jalan-perwira-muda.html' title='Selamat Jalan, Perwira Muda'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SdqjR8DTtdI/AAAAAAAAAIE/KCeYbk0xPPg/s72-c/baretpas.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-8683294791970746303</id><published>2009-02-15T17:31:00.005+07:00</published><updated>2009-04-28T13:07:27.733+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>mencari mati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SZfvVwQUL1I/AAAAAAAAAHA/MwRrMKV2s-w/s1600-h/searching-man.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 256px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SZfvVwQUL1I/AAAAAAAAAHA/MwRrMKV2s-w/s320/searching-man.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302970243261673298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        &lt;span style="font-style:italic;"&gt;:didedikasikan untuk semua pencari kebenaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hitam kelam&lt;br /&gt;sunyi senyap&lt;br /&gt;bisik-bisik...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kutanya sang kawan,&lt;br /&gt;ada apa gerangan?&lt;br /&gt;sang kawan diam seribu bahasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dorr..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kucari arah suara&lt;br /&gt;kudapati sang kawan mati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hitam kelam&lt;br /&gt;sunyi senyap&lt;br /&gt;bisik-bisik...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di siang yang terang&lt;br /&gt;kebohongan bertahta&lt;br /&gt;dibalik senyum, belati menghunus&lt;br /&gt;bersiap menikam kawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hitam kelam&lt;br /&gt;sunyi senyap&lt;br /&gt;bisik-bisik...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mencari-cari...&lt;br /&gt;terus mencari...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berhenti mencari&lt;br /&gt;atau mati...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;: mencari mati!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bang Jenggot&lt;br /&gt;Batavia Darusysyaitan, 14 Februari 2009&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-8683294791970746303?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/8683294791970746303/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/02/mencari-mati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/8683294791970746303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/8683294791970746303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2009/02/mencari-mati.html' title='mencari mati'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SZfvVwQUL1I/AAAAAAAAAHA/MwRrMKV2s-w/s72-c/searching-man.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-2818581496247496917</id><published>2008-12-12T08:52:00.009+07:00</published><updated>2009-10-13T10:59:08.063+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>Sajak Buat Para Pendekar Anti Korupsi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SZft5Ubx4NI/AAAAAAAAAG4/3m_z9yuIZSU/s1600-h/heri-di-jkt-0620082.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SZft5Ubx4NI/AAAAAAAAAG4/3m_z9yuIZSU/s320/heri-di-jkt-0620082.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302968655245598930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tadi malam (11/12/2008), sebuah pesan singkat masuk melalui telepon selularku, ternyata itu dari seorang kawan di negeri seberang. adalah dia penyair yang cukup terkenal itu, Heri Latief, yang sehari sebelumnya kita bertegur sapa melalui Yahoo Messenger. Bang Heri menepati janjinya untuk membuatkan puisi untuk saya dan kawan-kawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terima kasih banyak, Bos Heri. Sukses selalu di seberang sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam anti korupsi!&lt;br /&gt;~bang jenggot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heri Latief wrote:&lt;br /&gt;----------------------------------------------&lt;br /&gt;bung jenggot yg baik,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sajak ini buat kau dan kawan2, semoga sesuai dengan tema perjuangan anti korupsi di indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam, heri latief&lt;br /&gt;amsterdam, 11/12/2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sajak Buat Para Pendekar Anti Korupsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;mulanya sebuah pertanyaan kawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;dimana yang namanya keadilan?&lt;br /&gt;bosnya korupsi gampang dilupakan&lt;br /&gt;maling ayam dipanggang di jalanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jaman edan orang kebingungan&lt;br /&gt;perampok berdasi sok berlagak suci&lt;br /&gt;mencuri nasi dari perut si anak miskin &lt;br /&gt;negeri pencuri rajanya biang bohong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penyakit nyolong alias kleptomania&lt;br /&gt;obatnya beli dimana bung?&lt;br /&gt;komunis tiongkok punya resepnya&lt;br /&gt;kita berpancasila bisanya apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersatu dalam gerakan anti korupsi&lt;br /&gt;siapa yang ngaku bangsa indonesia&lt;br /&gt;mestinya tau penyebab kemiskinan&lt;br /&gt;akibat tikus rakus rakyat pun binasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebaris syair yang berlawan&lt;br /&gt;ingat petani, buruh dan pengangguran&lt;br /&gt;balada sepotong roti kering dan nasi kucing&lt;br /&gt;hari ini lapar besok makan siapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak ada tersisa arti kemerdekaan&lt;br /&gt;bisnis kuli dan budak dihalalkan&lt;br /&gt;penguasa istana cuma sibuk bergincu&lt;br /&gt;politisi busuk sembunyi dibalik bunga hutang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jaman bingung jangan beli hayalan&lt;br /&gt;basmilah korupsi sampai ke akarnya&lt;br /&gt;jangan terseret arus pikiran jahat&lt;br /&gt;jangan lukai hati rakyat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;padamu negeri indonesia kita&lt;br /&gt;rapatkan barisan anti korupsi&lt;br /&gt;bangkitlah dari keterpurukan&lt;br /&gt;jadilah bangsa berilmu kejujuran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heri Latief&lt;br /&gt;Amsterdam, 11/12/2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://progind.net/&lt;br /&gt;kolektif info coup d'etat 65: kebenaran untuk keadilan&lt;br /&gt;http://herilatief.wordpress.com/&lt;br /&gt;http://akarrumputliar.wordpress.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-2818581496247496917?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/2818581496247496917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/12/sajak-buat-para-pendekar-anti-korupsi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/2818581496247496917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/2818581496247496917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/12/sajak-buat-para-pendekar-anti-korupsi.html' title='Sajak Buat Para Pendekar Anti Korupsi'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SZft5Ubx4NI/AAAAAAAAAG4/3m_z9yuIZSU/s72-c/heri-di-jkt-0620082.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-5959904303203398975</id><published>2008-12-04T08:44:00.004+07:00</published><updated>2009-09-08T16:56:32.237+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>PENYAIR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/STc8AipZ_-I/AAAAAAAAAGw/RrwaUXAXrLw/s1600-h/writing-multiplesources.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 256px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/STc8AipZ_-I/AAAAAAAAAGw/RrwaUXAXrLw/s320/writing-multiplesources.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275751468485967842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(Wiji Thukul)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;jika tak ada mesin ketik &lt;br /&gt;aku akan menulis dengan tangan &lt;br /&gt;jika tak ada tinta hitam &lt;br /&gt;aku akan menulis dengan arang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika tak ada kertas &lt;br /&gt;aku akan menulis pada dinding &lt;br /&gt;jika aku menulis dilarang &lt;br /&gt;aku akan menulis dengan &lt;br /&gt;tetes darah! &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;sarang jagat teater &lt;br /&gt;19 januari 1988&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-5959904303203398975?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/5959904303203398975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/12/penyair.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/5959904303203398975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/5959904303203398975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/12/penyair.html' title='PENYAIR'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/STc8AipZ_-I/AAAAAAAAAGw/RrwaUXAXrLw/s72-c/writing-multiplesources.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-4426239413175479208</id><published>2008-12-03T19:02:00.005+07:00</published><updated>2008-12-03T19:15:11.815+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tentang Teladan'/><title type='text'>Tanggung Jawab Kelas Buruh Dalam Revolusi Kita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/STZ12ZvxveI/AAAAAAAAAGo/w89bUYH-nyo/s1600-h/che3vf6.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 276px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/STZ12ZvxveI/AAAAAAAAAGo/w89bUYH-nyo/s320/che3vf6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275533590995779042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Che Guevara&lt;/span&gt; (18 Juni 1960)&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Penerjemah: Edi Cahyono &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari situs indo-marxist.net &lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pidato ini diberikan sebagai bagian dari seri acara televisi programa "Kemajuan-kemajuan Kuba," di depan buruh-buruh dari Kementerian Komunikasi. Tak lama setelah pidato ini, pemerintahan revolusioner menjalankan nasionalisasi, antara bulan Juli dan Oktober 1960, yang menghapuskan pemilikan peribadi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat dan kapitalis-kapitalis Kuba. Pidato ini dipublikasikan pada tanggal 19 Juni 1960, terbitan dari Revolucion.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah revolusi seperti yang kita alami, sebuah revolusi oleh rakyat dan untuk rakyat, tak dapat maju terkecuali pada setiap penaklukan dan setiap langkahnya dilakukan oleh seluruh massa publik, oleh seluruh massa rakyat. Dan dalam mengambil langkah-langkah tersebut, secara antusias, kita musti memahami proses revolusionernya, kita harus mengetahui mengapa perlu mengambil langkah demikian dan kita melakukannya dengan senang hati. Dan yang juga penting adalah bahwa dalam setiap momen pengorbanan, kita tahu mengapa kita harus malakukan pengorbanan itu, karena jalan menuju industrialisasi-yang pasti adalah jalan untuk kesejahteraan kolektif dalam era kerajaan ekonomi ini-bukanlah jalan yang gampang. Sebaliknya, adalah  jalan yang sungguh sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin sampaikan sesuatu yang lain kepada kalian. Begitu kontradiksi dan gerakan rakyat di semua kawasan terbelakang di dunia ini berhasil mengusir eksponen imperialisme ekonomi yang paling agresif, yakni Amerika Serikat, segera agresinya akan berbalik bahkan dengan lebih kuat melawan kawasan yang paling dekat dan paling ketat dikontrolnya, yaitu kawasan Amerika-dan seluruh kawasan Amerika, mengganggu "kuda betina" kawasan itu, kawasan Karibia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, kebangkitan luar biasa ini, kebangkitan besar rakyat di Korea, di Turki, di Jepang -untuk menyebut hanya sebagian dari contoh-contoh paling eksplosif di kawasan lain di luar benua kita-juga mengandung sebuah bahaya bagi Kuba.[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama bulan April dan Mei 1960, mahasiswa Turki yang menuntut hak-hak demokratik dijawab oleh peluru, dan pemerintahan Perdana  Menteri Menderes mengumumkan undang-undang darurat. Di bawah kondisi tak stabil ini, sebuah kudeta militer telah menggulingkan pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Juni 1960 puluhan ribu demonstran Jepang memprotes rencana kujungan Presiden Eisenhower ke negeri itu, yang berakhir dengan dibatalkannya perjalanan tersebut. Saat ini kita harus menganggap,  tanpa  kesopanan semu, bahwa sampai derajat tertentu kita ikut bertanggung jawab atas kenyataan terjadinya semua peristiwa tersebut. Jelas telah terjadi sebuah kebangkitan rakyat negeri-negeri terbelakang, dan sampai tingkat tertentu contoh Kuba telah memberikan sumbangannya, terutama di bumi Amerika Latin. Jelas bahwa pengaruh tersebut lebih banyak terasa di Amerika Latin daripada di negeri-negeri seperti Jepang, dengan jumlah penduduk 90 juta jiwa atau kurang sedikit, dengan tingkat industri yang luar biasa. Namun apapun kenyataannya, telah nyata terbukti bahwa kekuatan kolonial tak ada artinya ketika berhadapan dengan rakyat yang telah bertekad untuk melenyapkan kolonialisme itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah aspek positif dari jalan yang kita pilih, jalan yang akan memberi inspirasi solidaritas internasional bilamana ada agresi. Dan bila saya berbicara tentang agresi, saya berbicara tentang agresi yang sesungguhnya. Saya tidak berbicara tentang agresi kecil-kecilan. Saya tidak berbicara tentang agresi ekonomi seperti yang baru akan dilancarkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat terhadap gula Kuba.[2] Dengan kata lain, jalan kita adalah jalan yang sangat sulit, dan kekuatan kita terletak pada persatuan antara kaum buruh, petani, dan seluruh kelas-kelas miskin negeri ini, yang perlu melangkah maju ke masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, pembahasan ini ditujukan secara langsung kepada kelas buruh; bukan kepada petani tetapi kepada buruh, karena dua alasan. Pertama, karena kaum tani telah menyelesaikan seluruh tahap pertama dari tugas sejarahnya. Mereka telah berjuang secara gagah berani untuk memenangkan hak mereka atas tanah, dan  mereka telah mulai menerima buah dari penaklukan itu; mereka sepenuhnya mendukung revolusi. Kelas pekerja masih harus berupaya meraih buah dari industrialisasi, buah dari kekuatan gerakan revolusioner. Dan itu belum diterima karena tugas pertama yang harus dikerjakan terlebih dahulu adalah meletakkan landasan pokok bagi industrialisasi, dan hal itu telah dikerjakan secara sempurna dengan perubahan pemilikan tanah. Dengan kata lain, landasan itu diletakkan melalui reforma agraria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita telah menyusuri bagian tersebut dari jalan ini, dan sekarang kita sedang melangkah dengan semangat dan aspirasi yang luar biasa di atas jalan menuju industrialisasi. Pada titik ini, peran kelas pekerja menjadi faktor yang menentukan. Apakah kelas pekerja akan memahami secara sempurna seluruh tugas-tugasnya  dan pentingnya momen  ini, dan kita akan meraih keberhasilan; atau mereka tidak paham, dan industrialisasi hanya akan menjadi upaya setengah hati lainnya seperti yang terjadi di kawasan Amerika Latin untuk menghapuskan penindasan kolonial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin mengatakan secara langsung kepada kalian dan menganalisa fakta-faktanya secara tepat, karena diantara kaum revolusioner adalah lebih baik mengetahui semua kesalahan-kesalahan yang mungkin akan dilakukan oleh masing-masing kita dan berusaha memperbaikinya. Bukan rahasia lagi bahwa kekuatan gerakan revolusioner terutama terletak di tangan kaum tani, dan kedua di tangan kelas pekerja. Ada alasan untuk itu. Alasan pertama, bahwa gerakan pemberontakan kita yang paling kuat berbasis pada daerah-daerah petani, dan di antara pemimpin yang paling gigih, Fidel Castro, ada di daerah petani. Namun ada pula alasan ekonomi dan sosial terpenting untuk hal ini: Kuba, seperti semua negeri terbelakang, tidak memiliki proletariat yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kebanyakan negeri industri, khususnya adalah negeri industri baru yang tercipta karena hubungan dengan rantai modal monopoli, buruh kadang-kadang menjadi individu yang diistimewakan. Sementara buruh gula harus berkeringat sejak matahari terbit hingga matahari tenggelam selama tiga bulan dalam satu tahun dan kemudian mereka kelaparan untuk sembilan bulan berikutnya, beberapa jenis buruh lainnya bisa bekerja sepanjang tahun dan memperoleh upah sebanyak lima atau enam kali lipat dari yang diterima buruh gula. Hal ini membuat perbedaan besar dan karena itu menimbulkan gagasan perpecahan diantara mereka. Inilah yang secara konstan selalu diciptakan dan dipertahankan oleh kekuatan kolonial: gagasan pemecahbelahan diantara kaum buruh, sehingga buruh yang diistimewakan akan berusaha mempertahankan hak istimewanya itu, dan sementara mereka yang berada di bawah akan berusaha untuk merangkak ke atas, bukan melalui usaha kolektif tetapi dengan cara sendiri-sendiri, sehingga menghancurkan solidaritas di antara kelas buruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya mengapa, setelah kemenangan revolusi, kita kadang-kadang bahkan menghadapi kesulitan dalam pertarungan menentang wakil-wakil dari Mujalisme, wakil dari seluruh boneka-boneka yang didudukkan dalam CTC.[3] Dan hal ini juga telah menghambat perkembangan gerakan buruh. Saat ini kita tidak dapat mengatakan bahwa pemimpin-pemimpin serikat buruh lama dari masa terdahulu tersebut sudah dieliminasi secara total, namun mereka sedang berada dalam perjalanan menjadi sebuah kenangan masa lalu. Mereka yang telah berbuat kekeliruan sedang dalam proses  memperbaikinya, dan mereka yang telah secara sadar bertindak menentang rakyat sedang disingkirkan satu per satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam barisan kelas buruh, bagaimanapun juga, masih terdapat semangat yang membuat buruh memandang hanya satu pembedaan saja: buruh di satu sisi dan majikan di sisi lain, sebuah sikap simplistik yang mereduksi semua analisa menjadi satu pembedaan besar tersebut: buruh melawan majikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini, di tengah-tengah proses industrialisasi di mana negara memainkan peran sangat penting ini, buruh seringkali memandang negara hanya sebagai majikan yang lain, dan memperlakukannya juga sebagai majikan. Namun karena negara (Kuba, ed.) ini justru kebalikan dari negara-majikan, maka kita harus  menetapkan sebuah dialog-yang seringkali panjang dan melelahkan-dengan kaum buruh yang pada akhirnya bisa diyakinkan, namun selama masa tersebut telah menghambat langkah maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bisa saja menunjukkan beberapa contoh hangat, namun tidak ada gunanya menunjuk pada kasus-kasus individual atau pada orang-orang tertentu. Saya yakin bahwa kebanyakan dari contoh-contoh ini sebenarnya adalah akibat dari mentalitas yang justru harus kita bongkar, bukan akibat dari sebuah keyakinan buruk atau sebuah niat yang disengaja untuk menghambat revolusi. Yang harus jelas dipahami oleh setiap orang adalah apa yang pernah dikatakan Fidel tempo hari. Pemimpin buruh yang paling baik bukanlah orang yang berusaha memperoleh roti hari ini untuk kawan-kawannya; pemimpin buruh yang baik adalah orang yang mengusahakan agar setiap orang memperoleh roti dari hari ke hari, orang yang memahami secara sempurna proses revolusioner dan, dengan  menganalisa dan memahaminya secara menyeluruh, akan mendukung pemerintah dan meyakinkan kawan-kawannya, atau menjelaskan pada mereka alasan-alasan untuk tindakan-tindakan revolusiner yang diambil. [4] Ini tidak berarti bahwa pemimpin buruh harus menjadi seperti burung beo, sekedar mengulang apa yang dikatakan pemerintah kepadanya melalui  menteri perburuhan atau melalui departemen-departemen lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas bahwa kesalahan mungkin juga terjadi pada pihak pemerintah, dan pemimpin buruh yang akan menunjukkan kesalahan itu dan terus mengingatkan pemerintah kembali jika kesalahan tersebut terulang kembali atau belum diperbaiki. Hal itu tidak lebih dari sekedar masalah prosedur, karena saat ini ada banyak wakil rakyat di pemerintahan, yang bertekad untuk melayani rakyat dan bersemangat untuk memperbaiki semua kesalahan yang telah kita lakukan, karena  tak seorangpun yang kebal di sini. Sekelompok orang  muda tanpa pengalaman sebelumnya, yang harus menempatkan diri (dalam sejarah revolusi Kuba, ed.) pada kemudi akselerasi proses pembangunan bangsa, menentang kekuatan ekonomi dan militer yang paling kuat di seantero benua dan di seantero yang disebut Dunia Barat, secara alamiah tentu akan membuat kesalahan. Di sini letak tugas para pemimpin buruh, untuk menunjukkan kesalahan dan, bila perlu, meyakinkan para pemimpin pemerintahan untuk memperbaiki kesalahan, dan terus mendesak sampai ke pemimpin tertinggi dari pemerintahan revolusioner, hingga kesalahan itu diperbaiki. Adalah juga tugasnya untuk menunjukkan kepada kawan-kawannya apa kesalahan tersebut dan menunjukkan bagaimana memeranginya, bagaimana memperbaikinya, namun harus selalu melalui diskusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh tak dapat dimaklumi dan akan menjadi awal dari kejatuhan kita bila kaum buruh terpaksa melakukan pemogokan, misalnya, karena negara-majikan (dan di sini saya membicarakan proses industrialisasi, yakni, partisipasi yang besar dari negara dalam keseluruhan proses ini) mengambil posisi yang sangat  keras kepala dan sangat absurd sehingga memaksa buruh melakukan mogok. Hal itu akan menjadi awal dari akhir pemerintahan rakyat, karena hal itu akan menjadi pengingkaran dari segala sesuatu yang telah kita perjuangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, kadang-kadang pemerintah akan meminta kepada kaum buruh di sektor-sektor tertentu untuk berkorban. Karena diminta, buruh-buruh gula telah dua kali membuat langkah ke depan seperti ini. Mereka telah membuktikan diri menjadi-dan saya katakan ini dengan sejujurnya-kelompok pejuang paling gigih, dengan kesadaran kelas paling tinggi, kesadaran mendalam terhadap tugas-tugas revolusioner mereka. Namun pada titik tertentu, demi kepentingan seluruh komunitas, kita semua harus memikul tanggung jawab tersebut dan untuk sementara melupakan beberapa hak-hak istimewa kita. Di situ letak tugas pemimpin buruh: menganalisa momen tersebut, menganalisanya dan memastikan bahwa  pengorbanan buruh, seandainya perlu, adalah seminimal mungkin. Meskipun demikian, pada saat yang sama ia mesti meyakinkan  kawan-kawannya sesama buruh bahwa pengorbanan itu perlu dan menjelaskan mengapa perlu, sehingga setiap orang menjadi yakin. Karena dalam sebuah pemerintahan revolusioner, pengorbanan tidak bisa dipaksakan dari atas; pengorbanan itu harus merupakan hasil dari keinginan dan keyakinan semua yang melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Industrialisasi merupakan kerja pengorbanan. Memasuki proses percepatan industrialisasi bukanlah sebuah plesiran, dan kita akan menyaksikannya di masa depan. Kekuatan kaum monopoli telah menghantam kita, atau paling tidak mereka telah memperlihatkan kuku-kuku tajam mereka, karena sampai saat ini mereka masih belum melancarkan pukulan dalam kasus minyak.[5] Masalah minyak adalah sesuatu yang hampir saja meruntuhkan pemerintahan revolusioner, atau penyerahan secara total, belum lama ini. Untungnya, saat ini ada negara-negara yang memiliki minyak dan memiliki kemandirian penuh untuk menjualnya, dan memiliki kekuatan untuk mengangkutnya ke negara yang telah membelinya, tak peduli betapa kuatnya permusuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, hubungan kekuatan di dunia dewasa ini telah memungkinkan Kuba untuk menyingkirkan rintangan yang memisahkan negeri terjajah dari negeri tak terjajah: kontrol terhadap sumber daya alam dan industri dasarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada gunanya kita memiliki lapisan bawah tanah, sebab kita belum tahu apakah tanah kita mengandung minyak atau tidak, dan minyak harus dicari, dan biayanya sangat mahal. Sementara industri kita harus tetap jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian semua tahu bahwa sebuah negeri dewasa ini 90% atau bahkan lebih tergantung pada listrik untuk tetap bisa beroperasi, dan  bahwa listrik di sebuah negeri seperti Kuba 90% atau lebih tergantung pada minyak. Dengan kata lain, minyak adalah titik strategis di atas mana sebagian besar pertentangan kepentingan berlangsung. Kita sadari bahwa cepat atau lambat pertentangan itu pasti akan berlangsung, namun kita sudah melakukan cara-cara legal dalam berhadapan dengan perusahaan-perusahaan asing. Kenyataan selanjutnya, ternyata mereka menampilkan arogansi monopolistiknya, berusaha saat itu juga menciptakan masalah, sebagaimana akan mereka lakukan pada kesempatan lain, mencoba menciptakan masalah yang serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana saya katakan sebelumnya, ada satu bangsa yang memiliki minyak, yang memiliki kapal untuk membawanya kemari, mau membawanya ke sini, dan punya kekuatan untuk melakukan itu. (Tepuk tangan) Kalau saja saat itu kita belum mampu memperhitungkan pasokan minyak itu, dilema kita pada saat  ini tentu akan berbeda. Bisa jadi kita akan dihadapkan pada pilihan menyerah untuk selamanya, atau kembali ke masa-masa nenek moyang Siboney kita, [6] dengan hanya satu kemajuan-karena kita telah  memiliki kuda dan burror, yang tidak mereka miliki pada masa itu-namun membuat semua industri kita lumpuh. Tentu saja situasi tersebut amat sulit. Saya bahkan tidak ingin memikirkannya. Beruntung sekali situasi kita tidak seperti itu, dan kita harus bergerak maju terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hal itu bukan berarti bahwa bahaya telah berlalu sepenuhnya, bahwa kemenangan akhir telah diraih, dan bahwa apa yang perlu kita lakukan sekarang adalah melakukan analisa masalah-masalah industrialisasi. Ada alasan mengapa kebanyakan dari kita di sini memakai seragam milisia, dan kewaspadaan serta latihan kalian masih merupakan faktor yang perlu, mungkin sekarang malah lebih daripada sebelumnya. Barangkali kebanyakan dari kita akan mengorbankan hidupnya untuk mempertahankan revolusi ini. Namun  yang penting adalah-dan inilah yang menjadikan seorang revolusioner yang baik-bahwa kita harus melaksanakan pekerjaan kita sambil menyadari bahwa saat itu akan datang, dan menyiapkan diri untuk itu; pada saat yang sama, kita juga musti mengembangkan pekerjaan kita seolah-olah momen itu tak akan pernah datang, sambil terus memikirkan tentang pembangunan negeri ini secara damai, karena kita memiliki hak untuk berpikir seperti itu, dan karena itu adalah solusi yang ideal. Kalau mereka menyerang kita, kita harus mempertahankan diri; kalau bom-bom musuh merusakkan apa yang menjadi milik kita, sayang sekali! Tapi setelah kemenangan kita, kita akan membangunnya kembali. Namun hari ini yang harus kita pikirkan tiada lain kecuali membangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini selanjutnya mengarahkan kita pada  analisis, pada neraca keseimbangan, mengenai apa yang kita miliki pada saat ini, secara politik dan ekonomi. Kita dapat mengatakan bahwa kita memiliki pemerintahan revolusioner-saya pikir tidak banyak keraguan tentang kenyataan ini, bahwa pemerintahan kita adalah pemerintahan revolusioner, sebuah pemerintahan rakyat yang bekerja secara fundamental untuk memperbaiki standard hidup rakyatnya dan menciptakan kondisi bagi kesejahteraannya. Dan kita memiliki sesuatu yang lain yang sangat penting, sesuatu yang belum pernah ditekankan: kita telah menghancurkan rejim tentara lama hingga hancur berantakan. (Tepuk tangan) Dengan kata lain, apa yang pertama sekali dan paling pokok harus terjadi adalah  penempatan para wakil rakyat di dalam pemerintahan; dengan itu kita memiliki sebuah pemerintahan rakyat. Namun sebuah pemerintahan harus mempertahankan dirinya dengan sesuatu dan sesuatu itu adalah, sayang sekali, tentara. Kalian harus memiliki tentara. Tentara sesungguhnya adalah sebuah badan parasit-hanya tentara kita saja yang hingga tahap tertentu bisa menghindarkan sifat parasit ini-namun sesungguhnya merupakan badan yang harus kalian punyai. Seandainya badan itu adalah tetap tentara lama, paling banter kita sudah ada di La Cabana. [7] (Suara tertawa). Itulah yang bisa terjadi. Itulah sebabnya mengapa sangat penting bagi rakyat dan tentara untuk menjadi satu dan sama. Pemerintahan revolusioner selanjutnya dapat bergerak maju dengan didukung oleh Tentara Pemberontak (Rebel Army, nama untuk kekuatan militer penentang rejim Batista, ed.) oleh angkatan bersenjata pemberontak, semuanya bersatu sebagai suatu kesatuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagipula, kita memiliki lokasi geografik dan tanah subur yang memungkinkan tingkat pembangunan yang luar biasa. Kita masih memiliki sumber daya mineral yang belum dieksplorasi. Kita, misalnya, adalah penghasil nikel terbesar kedua di seluruh dunia, paling tidak di dunia Barat, dan nikel adalah komponen utama dari semua peluru dan roket di dunia Barat dan juga persenjataan tank-setidaknya hingga saat ini-dan nikel juga ditemukan dalam logam campuran yang paling sensitif yang digunakan untuk merakit pesawat tempur. Dengan kata lain, nikel merupakan mineral strategis, mineral masa depan. Mungkin kita memiliki minyak, namun yang sudah pasti kita memiliki besi. Agak sulit memang untuk mengolahnya, tapi kita memilikinya, dan kita memiliki banyak jenis mineral lainnya. Kita tidak punya beberapa jenis mineral lain seperti batubara, namun kita akan mencari jalan untuk mendapatkannya. Kita juga memiliki kekayaan luar biasa sumberdaya tebu, sebuah potensi untuk mengkonversikan tebu menjadi industri gula kimiawi, yang akan menjadi sumber kekayaan yang tak habis-habisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah gambaran hal-hal bagus yang kita miliki. Namun kita juga memiliki beberapa hal buruk. Pertama, kita memiliki kelemahan seperti yang dimiliki semua negeri terbelakang. Kita adalah negeri dengan satu jenis hasil produksi yaitu gula. Kita adalah negeri yang seluruh kehidupannya bertumpu di sekitar produk tersebut, negeri dimana yang berkembang hanya pabrik pengolahan gula dan importir barang-barang manufaktur, yang dibeli dengan uang yang dihasilkan dari pabrik gula. Namun karena  kita memiliki pemerintahan (di bawah rejim Batista, ed.) yang tidak secara gigih menjual gula kita itu selain dari pada menjadi antek sistem ekonomi yang didominasi oleh kekuatan kolonialis-dalam kasus kita adalah Amerika Serikat-kita tidak pernah ke luar dan mencari pasar baru untuk gula kita. Tidak jadi masalah bila bagian besar dari dunia memang mengkonsumsi lebih sedikit gula dari yang semestinya bisa mereka nikmati. Dan tidak jadi masalah bila daya beli sebagian besar dari dunia terus tumbuh dan bersedia membeli gula. Tapi, kita buta terhadap kenyataan itu. Kita memiliki sistem kuota; sistem kuota yang memungkinkan tuan-tuan tanah besar memiliki tanah lebih daripada yang mereka butuhkan. Itu berarti metode pertanian tidak mengalami kemajuan sedikitpun, karena tuan-tuan tanah besar itu tidak melakukan apa-apa kecuali membiarkan tebu tumbuh, memelihara sekedarnya, memanen setahun sekali, dan menanam kembali kira-kira sekali setiap tujuh tahun. Untuk alasan-alasan tersebut, sebuah negeri dengan kekayaan seperti Kuba, negeri dengan kesuburan seperti Kuba dan yang mengkhususkan dalam pertanian tebu, sungguh jauh ketinggalan dalam hal hasil pertaninan. Teknik pertanian kita berada pada tingkat yang sangat rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga memiliki-dan setiap orang mengetahuinya-sebuah pangkalan udara militer, menggunakan istilah sangat halus, hanya sembilan puluh mil dari teritori kita, dan itu adalah sebuah pangkalan dengan segala macam penjahat perang,  pangkalan potensial bagi operasi segala jenis agresi. Tak peduli apapun jenisnya, apakah diplomat-diplomat mereka di negeri kita atau pembunuh-pembunuh bayaran di negeri lain. Situasi agresi terhadap Kuba sedang mencapai tingkat yang amat tinggi. Kita adalah jantung strategis dari kawasan Karibia. Kita memiliki pangkalan militer yang bisa kita klasifikasikan sebagai sebuah pangkalan musuh di daerah teritori kita yang terus menerus melakukan  provokasi, yang mengancam menjadi Maine di zaman ini. [8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di atas segalanya, kita memiliki kehormatan sebagai bahaya "contoh buruk" bagi kawasan Amerika Latin. Kalian tahu, Eisenhower pernah berkunjung dan harus menangis karena gas air mata (gas air mata itu sesungguhnya ditujukan kepada para pemrotes kunjungan Eisenhower, ed.). Pokoknya, situasi presiden sungguh kritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bila presiden kita yang melakukan kunjungan, seringkali ia mendapatkan penerimaan resmi yang dingin dari beberapa penguasa yang takut; namun penerimaan yang ia peroleh dari rakyat negeri itu sungguh luar biasa. Itulah kebanggaan kita dan kekuatan kita, namun di lain pihak hal itu juga berbahaya bagi kita. Kekuatan tersebut membangun sebuah "contoh buruk." Dan kekuasaan kolonial berusaha mengisolir kita-dari sesama pemerintahan setidaknya; namun, mengisolir kita dari rakyat adalah jelas tidak mungkin. Kekuasaan kolonial berusaha secara bertahap  mengisolir kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira Fidel telah menyampaikan perihal tindakan yang sedang dipersiapkan Amerika Serikat, (ed.) yaitu menyapu Republik Dominika lebih dahulu untuk kemudian Kuba. Pertama mereka akan bertindak terhadap Republik Dominika, secara bertahap memutuskan hubugan diplomatik dengan diktator di sana. Selanjutnya mereka akan berkata, "masih ada diktator lain di Amerika Latin," dan mereka  akan mulai menutup Kuba, dan ketika buah telah masak, mereka akan memetiknya. Itulah bahaya dari luar yang saya maksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini kita harus terus maju apapun bahaya politik yang kita hadapi. Kita hanya perlu mengukur kekuatan ekonomi kita dan kelemahan-kelemahannya. Begitu kita telah memperhitungkannya, begitu kita mengetahui secara tepat kemungkinan-kemungkinan apa yang ada, kita musti segera mengambil langkah pasti dan tegas untuk secara bertahap mencapai industrialisasi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, yang pertama harus kita lakukan adalah merumuskan sejumlah tujuan kita, sejumlah batasan bagi ambisi kita, jika bisa dikatakan demikian. Apa tujuan pokok kita, tujuan besar kita, garis-garis pokok yang ingin kita rintis? Dari sudut pandang politik, yang pertama kita inginkan adalah untuk bisa menentukan nasib kita sendiri, menjadi sebuah negeri yang mandiri, sebuah negeri yang bebas dari campur tangan asing, yang  mencari sistem pembangunannya sendiri tanpa adanya campur tangan asing, dan yang dapat melakukan perdagangan secara bebas dengan seluruh dunia. Dan setelah itu, atau mungkin sebelum itu, kita ingin memperbaiki standar hidup rakyat kita, memperbaiki sebesar dan seambisius mungkin yang bisa dicapai, sementara pada saat yang sama mengevaluasi secara akurat apa masalah yang kita hadapi. Di sinilah kita harus teliti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mestinya tidak terlalu khawatir tentang masalah politik. Kita memiliki cukup tekad, cukup dukungan dari rakyat yang membuat kita tidak akan pernah bertekuk lutut karena masalah politik. Namun kita harus pastikan bahwa pembangunan ini tidak akan mengorbankan rakyat melampaui batas pengorbanan yang  diperlukan.&lt;br /&gt;Contohnya, saya akan katakan sesuatu untuk menghentikan desas-desus, karena saya tahu orang sedang membicarakan banyak hal. Ada barang-barang impor yang tidak kita miliki, yang banyak digunakan orang setiap hari. Misalnya, beberapa saat lalu seseorang memberikan permen karet pada saya. Ada banyak barang konsumsi yang, bila kita pikirkan, sebenarnya telah dicekokan kepada kita oleh kaum penjajah untuk kita gunakan, seperti halnya buku-buku komik, misalnya, yang datang pada kita dalam keadaan siap pakai dari Amerika Serikat. Banyak barang yang diajarkan kaum penjajah untuk kita pakai. Dan sekarang ketika produk-produk itu tak ada di sekitar kita, rakyat kemudian mengeluh. Dan mereka mulai bertanya-tanya sungguhkah pemerintah sedang memperbaiki standar hidup rakyat, ataukah akan menghilangkan barang-barang impor penting seperti permen karet dan barang-barang semacamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, kita bisa berbuat salah di semua hal ini, karena kadang-kadang memang sulit memukul paku secara tepat di tengah. Meskipun demikian, kita musti selalu ingat, bahwa kita bisa tetap hidup tanpa barang-barang tersebut dan ternyata tidak terjadi apa-apa. Namun kita masih memiliki 300.000 penganggur, laki-laki dan perempuan di Kuba dewasa ini. Dan tidak bekerja pada umumnya berarti tidak makan atau makan sangat sedikit, yang berarti menjadi lemah, gampang sakit, atau pendeknya hidup dalam kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak dapat, dan harus saya katakan di sini secara sangat terus terang, mengunyah semua permen karet yang kita inginkan, makan semua buah persik yang kita inginkan, meminum semua sari buah peer yang kita inginkan, yang diimpor dalam kaleng-kaleng kecil yang manis-dan pada saat yang sama menciptakan lapangan kerja bagi 300.000 orang yang menganggur dan 300.000 lainnya yang setengah menganggur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu semua merupakan upaya yang berat. Coba pikirkan itu. Dewasa ini, jumlah tenaga kerja di Kuba mencapai 2,3 juta orang. Dengan kata lain, jumlah tenaga kerja adalah sepertiga dari jumlah penduduk negeri. Tiga ratus ribu diantaranya tidak bekerja, yaitu 13 persen-tidak begitu banyak sebenarnya, tapi masih ada 300.000 lainnya yang setengah pengangguran. Contoh paling tragis adalah buruh gula. Mereka bekerja, namun mereka adalah hampir mayoritas dari 300.000 orang setengah pengangguran itu, karena  mereka hanya bekerja beberapa bulan saja dari satu tahun untuk memperoleh upah yang rendah, terutama buruh gula pertanian, dan selanjutnya selama beberapa bulan mereka tidak bekerja sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini tugas dari pemerintahan revolusioner pada level ekonomi adalah, sebelum hal lainnya, pertama kali memecahkan problem pengangguran, dan setelah itu problem setengah pengangguran. Itulah sebabnya mengapa kita harus berjuang secara gigih menentang kenaikan upah, karena setiap upah naik itu berarti satu orang (tenaga kerja) upahan akan tersingkir. Modal negeri ini adalah satu kesatuan. Kita tidak dapat begitu saja mencetak uang, itu adalah sebuah kebohongan. Makin banyak kita mencetak uang makin berkurang nilainya. Karena modal kita adalah satu kesatuan, dan karena dengan modal itulah kita musti membangun negeri ini, kita harus berpikir keras tentang industri mana yang hendak kita kembangkan, bidang mana yang akan kita kerjakan, sehingga kita dapat memilih industri yang memberikan paling banyak pekerjaan. Saya ulangi: itulah tugas pokok kita, sebelum tugas yang lainnya, guna memastikan bahwa setiap orang di Kuba bisa makan. Setelah memastikan bahwa setiap orang di Kuba bisa makan setiap hari, selanjutnya, memastikan bahwa setiap orang berpakaian dan memiliki tempat tinggal yang layak di Kuba. Dan terakhir bahwa setiap orang memiliki hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan secara cuma-cuma dan pendidikan secara cuma-cuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun soal pertama adalah pengangguran, itulah yang harus dipikirkan oleh kita semua. Kita musti ingat bahwa pertukaran mata uang asing bukanlah sebuah permainan, namun sebuah keharusan vital. Setiap sen dollar yang kita tabung adalah satu sen yang dapat diinvestasikan dalam sebuah perusahaan yang akan memberikan pekerjaan. Sekarang saya ingin mengajak bergerak lebih jauh, karena  salah satu pertanyaan dasar lainnya yang perlu diajukan, yang secara alamiah sesungguhnya telah kita kerjakan lantaran kita harus mengikuti sebuah garis besar, adalah bagaimana dan dengan cara apakah pembangunan ini dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya ada dua cara, masing-masing dengan variasinya, namun tetap ada dua cara. Salah satunya disebut perdagangan bebas. Istilah ini pernah digunakan untuk mengacu pada sebuah istilah dalam bahasa Prancis (laissez-faire) yang berarti "biarkan berlangsung." Biarkan semua kekuatan ekonomi bekerja secara bebas, secara setara, sehingga dalam kompetisi masing-masing kekuatan ini akan menghasilkan pembangunan negeri. Dengan kata lain, fasilitasi saja perdagangan bebas. Itulah yang sudah ada di Kuba. Dan apa yang terjadi? Saya seringkali menekankan contoh, karena apa yang terjadi memang dahsyat, dan menunjukkan betapa sebuah negeri dapat diperbudak secara ekonomi tanpa rakyat memiliki gagasan tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, ada juga sebuah kediktatoran, namun hal ini akan tetap berlangsung bahkan tanpa ada kediktatoran. Ada contoh yang amat drastis: ada sebuah perusahaan, sekarang sudah di tangan pemerintah, bernama Cubanitro. Perusahaan ini bernilai sedikitnya 20 juta peso dan akan terus dikembangkan dan yang akan memakan biaya lebih banyak lagi; ini adalah sebuah perusahaan yang akan bermanfaat bagi negeri kita. Perusahaan bernilai 20 juta peso itu dimiliki oleh sebuah kelompok pemilik saham yang katakanlah menanamkan saham 400.000 peso di dalamnya. Itu berarti 400.000 peso bisa memperoleh. Puncaknya, 400.000 peso itu dipinjam dari sebuah bank. Begitulah, seseorang yang hanya memiliki sebuah gagasan dan inisiatif bisa menjadi pemilik sebuah pabrik senilai 20 juta peso. Ia bisa menjadi seorang milyuner terbesar di Kuba hanya dalam waktu satu malam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, pada umumnya pabrik tersebut dibangun dengan baik. Ada pabrik-pabrik lain di mana urusannya bukan pabrik itu sendiri, dengan kata lain, mereka bukanlah usaha industri yang dibangun untuk menghasilkan suatu barang. Bagaimanapun juga, jika kita berikan uang 20 juta peso kepada seseorang, ia tinggal mempekerjakan sejumlah buruh dan mengembangkan sebuah industri untuk negeri ini, itu bukan sesuatu yang buruk; hal itu memang sangat buruk, namun sebenarnya tidaklah terlalu buruk. Nah, ada kasus-kasus  lain di mana kita memberikan 20 juta peso namun ternyata uang itu tidak dikembangkan di bidang industri; uang  itu digunakan  untuk membeli masin-mesin. Kira-kira 8 hingga 10 juta peso diinvestasikan dalam barang-barang rongsokan lainnya dan sisanya langsung masuk ke dalam kantong. Mereka tidak peduli dengan pabrik; pabrik tersebut memang dibiarkan hancur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintahan revolusioner, misalnya, terpaksa harus mengoperasikan sebuah pabrik kertas Tecnica Cubana. Ini merupakan contoh klasik dari gejala tersebut. Pabrik itu dibangun hanya dengan tujuan mencuri uang melalui pinjaman. Ini merupakan contoh-contoh di tingkat negara, karena uang negara dipinjamkan untuk perdagangan bebas. Walaupun mungkin tidak semua perusahaan seperti itu, begitu mereka memperoleh kekuatan mereka mulai membangun persengkokolan dengan penguasa-penguasa militer saat itu, dengan para politisi saat itu, dalam rangka memperoleh lebih banyak lagi keuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain dari perusahaan bebas adalah sebuah surat yang pernah dibacakan oleh Fidel dari wakil Radio Cremata, yang menawarkan pelayanan stasiun radio tersebut bagi perusahaan listrik sebagai sebuah perwakilan dari rakyat Kuba. Inilah contoh lain dari perdagangan bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tambahan untuk semua itu, tambahan untuk bukti kelicikan dan keinginan untuk mencuri, ada contoh lain dari perdagangan bebas, yaitu banyak pabrik yang macet. Mengapa? Ada dua alasan: Pertama, pabrik-pabrik itu milik usahawan kecil, kapitalis skala kecil Kuba, dan mereka harus bersaing dengan perusahaan-perusahaan monopoli raksasa, yang bisa secara gampang menurunkan harga produknya pada saat mereka bertindak sebagai pesaing. Karena perusahaan-perusahaan itu beroperasi pada skala dunia, sehingga ongkos produksinya lebih murah. Namun sebuah perusahaan kecil akan bangkrut dalam waktu enam bulan. Dan alasan kedua untuk pabrik-pabrik yang tak jalan adalah adanya anarkhi yang berlangsung di sini. Sebagaimana di setiap sistem perdagangan bebas, ketika seseorang membangun sebuah pabrik sekrup dan menghasilkan uang, tetangga sebelahnya juga berpikir tentang pabrik sekrup sebagai usaha yang baik dan membangun pabrik yang sama. Namun pada saat yang sama, dua orang lain lagi memiliki ide dan melakukan hal yang sama. Hasilnya adalah bahwa pada saat yang sama empat pabrik sekrup mulai beroperasi untuk sebuah pasar yang hanya membutuhkan satu pabrik, dan selanjutnya kita tinggal menyaksikan penutupan pabrik-pabrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada akibat lain dari perdagangan bebas. Dengan sistem pengangguran demikian dan sistem yang membiarkan kekuatan-kekuatan ekonomi bertarung satu sama lain, seorang buruh harus menjual dirinya sebagai barang yang bekerja, bersaing dengan tetangganya sesama buruh yang juga lapar dan yang juga harus menjual dirinya. Dan para kapitalis memandangnya hanya sebagai membeli komoditi yang paling murah. Selalu ada seseorang yang lebih lapar daripada yang lain, atau lebih lemah daripada kebanyakan, atau yang mengkhianati kepentingan kelasnya dan runtuh-pasrah. Itulah orang-orang yang memperoleh pekerjaan, orang yang memperoleh keistemewaan, dan orang yang menetapkan standar hidup sangat rendah bagi sesama buruh lainnya yang mengikuti dan yang akan menerima kondisi tersebut. Itulah akibat lain dari perdagangan bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang situasi sebaliknya terjadi. Sebuah perusahaan kapitalis, sebuah perusahaan monopoli asing, menujukkan kepada negara, atau kepada perusahaan-perusahaan kapitalis negeri itu, betapa efisien dan beruntung dirinya. Ia membayar upah buruhnya lebih tinggi daripada kebanyakan perusahaan lain dan menjadikan para buruhnya sebagai orang-orang yang lebih istimewa. Buruh itu adalah buruh yang memperoleh sebuah pekerjaan di sebuah perusahaan asing, yang memperoleh upah lebih tingi, yang semata-mata harus loyal kepada perusahaan yang "baik" tersebut, yang menggaruk, seperti perusahaan minyak, misalnya, kira-kira 30 juta peso hasil keuntungan per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, saya hanya mengeluh tentang seorang Kuba yang telah mengantongi 20 juta peso, namun di lain pihak ia disingkirkan oleh perusahaan minyak yang mengeduk 34 juta peso per tahun, bukan hanya 20 juta lewat selama hidup mereka. Inilah yang terjadi pada perusahaan listrik, perusahaan telepon, semua gurita-gurita raksasa internasional itu. Mereka memiliki sebuah sistem: membayar upah sedikit lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah alat untuk memecah-belah kelas pekerja. Lebih-lebih lagi, segera mereka mulai menekankan bahwa pegawai mereka adalah orang-orang istimewa, memberi mereka klub tersendiri, klub ekslusif. Selain itu, kulit hitam tidak boleh bekerja di tempat itu karena tempat itu khusus untuk kaum kulit putih saja-suatu alat lainnya untuk memecah-belah buruh. Inilah akibat lain dari adanya perdagangan bebas. Tentu saja kita melihat hal ini, karena itu adalah contoh kongkret yang kita kenal, contoh sebuah sistem yang berkuasa di Kuba dan yang sekarang sedang mereka jual kepada kita sebagai satu-satunya jalan yang paling mungkin dan demokratis bagi sebuah negeri untuk berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada sebuah sistem lain. Sebuah sistem yang kita yakini, di mana kita dapat mengucapkan: "Kita adalah kaum  revolusioner, kita adalah pemerintahan revolusioner yang mewakili rakyat." Karena itu, untuk siapakah kita membangun industri, dan siapa yang harus diuntungkan kalau bukan rakyat? Dan kalau rakyat yang harus mengambil keuntungan, dan kalau kita adalah wakil rakyat, kitalah, pemerintah, yang harus mengontrol proses industrialisasi dan menanggung beban industrialisasi, sedemikian rupa sehingga anarkhi tidak muncul. Di mana sebuah pabrik sekrup dibutuhkan akan didirikan sebuah pabrik sekrup. Di mana sebuah pabrik baju dibutuhkan maka akan didirikan sebuah pabrik baju, bukan tiga. Mula-mula kita akan menghemat modal negeri. Lagi pula, bila sebuah industri dasar besar dibutuhkan, bahkan sekalipun tidak menghasilkan uang, bahkan seandainya itu bukanlah langkah terbaik dari sudut pandang usaha, industri dasar itu akan dibangun, karena industri itu yang akan memberikan dasar bagi keseluruhan jalan menuju industrialisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar itu semua, kita tidak akan pernah harus mematahkan pemogokan, atau mematahkan sebuah pemogokan buruh dengan tipu daya, dengan beberapa manuver di bawah tangan, atau dengan beberapa taktik yang memecah belah. Kita tidak boleh memberi upah kepada seorang buruh atau profesional lebih tinggi daripada standar yang umum diterima di dalam industri tersebut, daripada upah yang wajar, untuk memperoleh keuntungan sosial atau dengan tujuan untuk menghancurkan seseorang, karena prosedur semacam itu bukan cara revolusioner. Kita akan selalu mencoba memastikan upah buruh setinggi yang dimungkinkan oleh industri, selalu ingat bahwa prioritas utama kita adalah menjamin adanya pekerjaan bagi setiap orang, dan setelah menciptakan pekerjaan bagi pengangguran total, selanjutnya adalah menciptakan pekerjaan bagi para  setengah pengangguran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari itu, terdapat perbedaan besar antara  kedua jenis pembangunan itu, antara pembangunan perdagangan bebas dan pembangunan revolusioner. Dalam pembangunan perdagangan bebas, kekayaan terpusat di tangan sedikit orang, di tangan teman dekat birokrat pemerintahan, pada mereka yang pandai dan lihai berusaha. Sementara dalam pembangunan revolusioner, kekayaan adalah milik rakyat. Negeri dapat membangun lebih banyak dan pada saat yang sama memastikan masuk ke dalam keseluruhan gambaran industri, dan menempatkan setiap perusahaannya untuk melayani pembangunan seluruh bangsa. Juga tidak akan ada lagi penyerahan sumber daya negeri kita ke tangan monopoli asing. Sebaliknya, kita akan mulai perlahan-lahan mengambil kembali kekayaan yang telah direnggut dari kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah perbedaan mendasar di antara kedua jalan tersebut: jalan perusahaan perdagangan bebas dan jalan revolusioner. Kita, bersama seluruh rakyat Kuba, telah memilih jalan revolusioner. Perusahaan-perusahaan kita adalah perusahaan-perusahaan yang pernah disebut Fidel sebagai Perusahaan Rakyat. (Tepuk tangan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya kau menganalisis pekerjaan kita hingga saat ini, kau akan melihat kita telah konsisten memilih jalan pembangunan ini. Kita mulai pertama dengan jalan yang semestinya kita mulai, dengan hukum-hukum yang, meski secara hati-hati, menguntungkan rakyat. Tarif dan sewa listrik diturunkan, pelayanan publik dibersihkan. Lalu datang undang-undang yang membuat perbedaan besar di jalan kita. Karena sampai saat itu kita telah menurunkan tarif listrik, tarif telepon, sewa, dan membersihkan pelayanan publik; kita sedang melakukan apa yang diminta oleh para pendukung laissez-faire, perdagangan bebas, untuk kita lakukan. Mereka senang. Memang, mereka yang memiliki bangunan apartemen tidak senang. Perusahaan listrik tidak senang, dan demikian pula perusahaan telepon. Namun bahkan perusahan monopoli asing besar merasa senang. Itulah yang mereka cari: sebuah pemerintahan yang jujur, sebuah pemerintahan dengan otoritas populer, pemerintahan yang akan sedikit memperbaiki kondisi hidup rakyatnya dan membuat segala sesuatunya nampak bersih dan jujur. Pemerintahan seperti ini akan menjadi pemerintahan yang sempurna. Ia akan sangat mewakili kebesaran "Demokrasi Barat" daripada pemerintahan Figueres, misalnya, karena Figueres adalah tuan tanah besar, antara lain, namun itulah yang ideal. [9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu datang reformasi agraria, dan segalanya mulai menjadi rumit. Mula-mula ada perusahaan United Fruit Company, yang seperti kalian ketahui terkait secara langsung dengan Departemen Negara Amerika Serikat, atau setidaknya pernah terkait. Selain itu, orang bisa menyaksikan tekad pemerintah untuk sungguh-sungguh memecahkan masalah rakyat dan bukan hanya bicara, bukan hanya menghasut rakyat saja. Pada saat yang sama, kekayaan rakyat, harta milik rakyat, tumbuh dan sejalan dengannya juga ruang gerak bagi manuver pemerintah. Pemerintah memiliki tanah dan mendistribusikannya diantara petani dan buruh-buruh pertanian, dan juga baru-baru ini kepada koperasi gula tebu. Dan atas dasar reformasi agraria kita mulai mengembangkan sistem pabrik kita dan menciptakan pada level lainnya. Dan pada saat yang sama, hal ini menciptakan kondisi yang perlu bagi rakyat Kuba untuk masuk, sekali dan selamanya, dalam proses revolusioner dan maju dengan mantap menuju masa depan. Beberapa hal kecil lainnya, seperti penyitaan terhadap harta milik penjahat perang, penyitaan terhadap kekayaan yang telah dicuri dari harta negara, juga memberikan tambahan kekuatan kepada rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu datanglah agresi, agresi dengan pesawat terbang, mengebom Havana, [10] kita  menjawab agresi itu dengan undang-undang revolusioner baru. Undang-undang minyak, undang-undang penambangan. Kita terus maju sepanjang jalan revolusioner. Mereka mengancam untuk memotong kuota gula; kita menandatangani sebuah persetujuan dengan Uni Soviet. Mereka memotong semua kredit bank kita; kita menandatangani persetujuan dengan beberapa negara komunis, dan dengan lainnya seperti Jepang, yang merupakan sebuah perjanjian yang amat menguntungkan. Dengan kata lain, kita telah menganekaragamkan perdagangan luar negeri kita, mempersiapkan diri untuk menghadapi pukulan. Karena siapapun yang tahu bagaimana orang-orang ini bertindak, mestinya tahu bahwa pukulan itu akan datang cepat atau lambat. Pukulan itu ditakdirkan untuk datang, karena  kaum  monopoli terkenal tidak adil. Ketika mereka mulai melihat bahwa kemungkinan mengeduk kekayaan dari sebuah negeri mulai berakhir, mereka lalu menyerangnya, kadang-kadang secara langsung seperti dalam masa tongkat besar, atau kadang-kadang secara ekonomi. Dan itulah sebabnya mengapa kita meramalkan apa yang akan terjadi dengan kuota gula. Namun Kuba masih dihadapkan dengan dilema yang sama: apakah kita akan melakukan apa yang memang harus kita lakukan dan menghadapi agresi, atau kita begitu saja menjadi Figueres yang paling baik di benua ini. Selama ini kita selalu menghindari menjadi seperti  Figueres, karena itu berarti akan mengingkari aspirasi rakyat. Itu merupakan tipu muslihat yang paling licik yang pernah ada, mencoba berlagak seperti seorang demokrat. Bahkan lebih baik menjadi seorang Somoza, seorang yang dikenal orang apa adanya. Namun jangan berpura-pura menjadi seorang patriot, seorang revolusioner, seorang kiri, "namun moderat," sebagaimana mereka menyebut diri, dan mengkhianati kepentingan rakyat.&lt;br /&gt;Itulah yang tidak bisa kita lakukan. Kita tidak bisa berbicara kepada rakyat tentang revolusi sementara juga berbicara dengan kaum monopoli di balik pintu tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita telah memilih jalan yang sulit. Kita menganggap inilah yang paling adil, dan seluruh rakyat bergabung dengan kita di jalan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sekarang setelah kita langsung berada di dalam pertempuran, di dalam pertempuran ganda-pertempuran yang kita hadapi secara fisik untuk mempertahankan pantai-pantai kita dan pertempuran untuk membangun industri negeri ini-dan setelah menganalisis semua masalah yang dihadapi negeri kita, kita lalu bertanya: apa tugas-tugas fundamental dari kelas pekerja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, ada banyak tugas. Namun dalam bidang ekonomi ada tiga tugas besar yang harus dipenuhi, tiga kewajiban yang kadang-kadang bahkan bisa bertabrakan dengan kepentingan umum yang telah ditempa oleh kelas pekerja melalui aspirasinya dan pertempurannya menentang kelas majikan. Karena salah satu dari kewajiban besar kelas pekerja adalah memproduksi. Sekarang, ketika kita katakan "memproduksi," buruh mungkin berkata, "itu yang selalu dikatakan oleh para majikan kami, dan semakin banyak kita banyak memproduksi semakin banyak uang yang kita berikan kepada mereka, dan makin banyak buruh yang tidak diperlukan, dan itu mengarah pada pengangguran dan penumpukan kekayaan yang semakin besar." Itu benar, dan itu sebabnya mengapa tampak ada kontradiksi. Namun kenyataannya adalah bahwa produksi pada saat ini justru harus diarahkan pada produksi kekayaan sehingga negara bisa menginvestasikan lebih banyak lagi untuk menciptakan sumber-sumber pekerjaan baru, dan itu harus merupakan jenis produksi yang tidak menyebabkan satu orang pun tercampak dari kerja. Kita harus terus menerus melakukan investasi, mengembangkan daya kreatif rakyat, sehingga sumber daya yang maksimum dapat diinvestasikan dalam penciptaan sumber pekerjaan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian tentu tahu bahwa ada garis pedoman, kurang lebih, untuk mengkalkulasi investasi. Ada investasi, misalnya, bagi konsentrasi modal yang tinggi, lebih dari 10.000 peso untuk  setiap buruh yang dipekerjakan; pada umumnya investasi itu juga akan menghasilkan laba lebih besar. Dan ada investasi dengan konsentrasi modal kecil, yang dapat berkisar antara 1.000 atau 2.000 peso untuk setiap buruh. Ini memang menghasilkan sedikit keuntungan, namun merupakan jenis investasi yang paling cocok untuk kita saat ini, yaitu mengembangkan industri yang membutuhkan jumlah uang paling sedikit dan mempekerjakan jumlah buruh yang paling banyak. Kita butuh hal ini lebih dulu, saya tekankan sekali lagi, karena investasi seperti itu merupakan basis bagi segala sesuatunya, dalam rangka menghapuskan pengangguran; dan kemudian juga dalam rangka menciptakan basis teknis yang dibutuhkan untuk mengambil langkah kedua, yakni industrialisasi total.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin mengamankan ini; (ia menunjukkan sebuah  dokumen) kawan-kawan dari (stasiun televisi) CMQ memberikannya kepada saya. Ini adalah contoh jelas dari apa yang harus dilakukan kelas pekerja. Ini hanya sebuah usulan agar kita menyelamatkan semua pita mesin ketik di negeri ini-bukan pitanya, tapi kumparannya, sehingga kita tidak harus mengimpornya. Sejalan dengan produksi, inilah salah satu tanggung jawab besar lainnya dari kelas pekerja: menyelamatkan, dan selalu mengembangkan daya temu sehingga kita tidak pernah membuang satu sen pun. Uang yang  kita buang tidak akan menguntungkan siapa pun, dan kalau pun menguntungkan seseorang, ia pastilah bukan buruh; ia pasti menguntungkan seorang pemilik modal, tapi tidak akan pernah buruh. Dan setiap kali kita menghemat satu sen, kita menempatkannya ke dalam cadangan pertukaran asing kita, atau ke dalam bendahara nasional, dengan kata lain, menciptakan kemungkinan mengembangkan sumber kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produksi dan tabungan adalah tonggak pembangunan ekonomi. Maksudnya produksi dan tabungan, ijinkan aku mengulanginya, untuk keuntungan buruh. Kalian tidak bisa meminta pada siapapun juga untuk berkorban, memberikan perhatian lebih besar, memanfaatkan waktu seefisien mungkin, jika semua itu pada akhirnya hanya menghasilkan kekayaan bagi orang lain. Akan sangat tidak adil bila kita menuntut hal itu. Kita meminta ini dilakukan semua di semua pabrik yang manajemennya dipegang langsung oleh pemerintah. Akan lebih banyak lagi pabrik-pabrik yang dibangun, tentu saja-yang  akan menjadi milik negara. Dengan berjalannya waktu, partisipasi negara akan menjadi lebih besar, dan tanggung jawab kelas pekerja juga menjadi lebih besar. Namun kita juga harus menghindarkan pemborosan dalam industri yang masih bertahan di tangan-tangan pribadi, dan kita harus memelihara mesin, karena hingga saat ini kita belum berhati-hati dengan mesin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam banyak kasus kita masih baru mulai belajar, namun kita telah belajar dengan kurang bertanggung jawab, di semua tingkatan. Kalian tahu dengan baik, misalnya, bahwa pengemudi dari La Cabana sangat sembrono. Mereka hanya belajar bagaimana mengemudi mobil yang kita sita dari semua pejabat-pejabat tinggi dari rejim lama, namun mereka belajar dengan cara yang tidak bertanggung jawab. Hasilnya adalah seperti yang bisa kalian lihat: baru satu atau dua tahun mobil-mobil Cadillac itu sudah seperti rongsokan, penyot-penyot, dan lecet-lecet. Sama halnya dengan yang dialami dengan traktor-traktor itu, dan ini lebih serius lagi, sebab bila sebuah Cadillac rusak, apakah itu penting? Kita tidak akan membeli Cadillac baru, kita tidak akan menghambur-hamburkan uang lagi. Bagaimanapun juga itu kurang penting. Tapi menelantarkan traktor adalah sesuatu yang serius, karena traktor penting bagi produksi. Dan ketika sebuah mesin rusak karena ketidakperdulian buruh, mesin itu harus direparasi, karena jika mesin itu tidak direparasi kita tidak bisa berproduksi. Sehingga dalam hal ini setiap orang harus memberikan perhatian dan belajar sebanyak mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban penting ketiga bagi kaum buruh, di samping produksi dan menghemat, adalah berorganisasi. Bukan dalam pengertian lama kelas menentang kelas, namun berorganisasi untuk menyumbangkan lebih banyak lagi bagi revolusi, yang berarti menyumbangkan lebih banyak lagi bagi rakyat, yang berarti menyumbangkan lebih banyak lagi bagi kelas pekerja. Karena dengan berjalannya waktu, perbedaan antara buruh dan petani, misalnya, akan berkurang hingga hampir tak ada. Saat ini sudah ada sebuah kelompok buruh pertanian, 300.000 orang, yang sedang mengolah tanah dengan menggunakan metoda yang semakin mekanik. Mereka secara bertahap sedang berubah menjadi buruh-buruh yang secara teknik semakin maju, dan dengan cara ini setiap orang akan secara bertahap ditransformasikan menjadi seorang buruh, setiap orang yang terkait secara langsung dengan produksi. Kita harus terus mengembangkan hal ini dan memikirkan bangsa secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni, kita harus melakukan hal yang sebaliknya dari yang biasa kita lakukan. Mereka telah membiasakan kita untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan kecil kita-perhimpunan seandainya ada perhimpunan, selanjutnya dengan tetangga kita, selanjutnya dengan keluarga kita, selanjutnya dengan individu-diri kita-yang paling penting: ...Kadang-kadang seseorang berpikir seorang anaklah yang paling penting, namun pada umumnya, orang berpikir bahwa dirinya lah yang paling penting. Kita harus berusaha bertindak sebaliknya, berpikir tentang diri kita sebagai yang kurang penting, yang paling tidak penting di dalam roda gerak kerja, walaupun dengan tugas membuat bagian dari mesin tersebut-individu-berfungsi baik. Yang paling penting adalah bangsa, keseluruhan rakyat Kuba, dan kita selalu harus siap mengorbankan beberapa keuntungan pribadi untuk keuntungan komunitas secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setiap kelompok manusia berikutnya adalah jauh lebih penting daripada individu. Sebuah sektor buruh yang terorganisasi adalah lebih penting daripada serikat buruh pada satu pusat kerja, dan seluruh buruh lebih penting daripada satu orang buruh. Inilah yang musti kita pahami. Kita musti mengorganisasi diri kita dengan cara yang baru samasekali untuk mengubah mentalitas lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus mengubah mentalitas pempimpin serikat buruh, yang fungsinya bukan menjadi seorang yang berteriak paling keras terhadap pimpinan, seseorang yang kadang-kadang memaksakan aturan-aturan kerja absurd dalam produksi yang memungkinkan seorang buruh memperoleh uang padahal tidak mengerjakan apapun. Buruh yang saat ini menerima upah tanpa mengupayakannya, tanpa  melakukankan apapun, pada dasarnya adalah bersekongkol menentang bangsa dan menentang dirinya sendiri. (Tepuk tangan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian, ada tiga tugas mendasar dari kelas pekerja, dalam pandangan saya. Untuk itu, seseorang harus memiliki pemahaman terhadap masalah, pemahaman terhadap pembangunan revolusioner, dan setelah itu, pengetahuan khusus tentang pabrik tempat ia bekerja, bahkan lebih banyak pengetahuan lagi tentang mesin yang ia kerjakan, dan pengetahuan tentang keseluruhan sistem produksi. Hal itu harus menjadi tugas-dan hak-yang dituntut oleh seorang buruh, tugas untuk memahami dan belajar cara kerja mesin mereka secara sempurna dan mereparasi dan memperbaikinya bila mungkin; mempelajari mesinnya, bagiannya, dan keseluruhan proses produksi. Namun selain merupakan sebuah tugas, hal ini adalah juga merupakan haknya yang harus dituntut dari semua administratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan yang lebih erat harus dijalin antara buruh dan administraturnya di pabrik-pabrik yang dijalankan atau dimiliki oleh negara, sehingga mereka dapat bertukar pengalaman. Mengatur sebuah komplek industri yang besar dan rumit atau menjalankan sebuah industri tidaklah sama dengan bekerja di dalam industri tersebut. Masalah yang ada dipandang dari sudut yang berbeda, sebagaimana saya memandang kalian dari sini, sementara kalian memandang saya dari sudut yang lain. Seperti itulah buruh dan administratur, bahkan saat ini dalam pemerintahan yang revolusioner, memandang problem dari sudut yang berbeda. Kita harus membawa admisnistratur turun ke bangku-bangku kerja, atau membawa buruh ke meja administratur dan membuat mereka bertukar pengalaman, sehingga mereka memandang proses dengan cara yang sama, karena mereka telah melihat semua sisi-sisinya, dan kemudian membuat mereka memecahkan masalahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalian akan lihat bahwa banyak tuntutan buruh yang saat ini masih diajukan akan hilang. Ada pabrik-pabrik yang sudah menjadi milik negara di mana, misalnya, seorang buruh menemukan sebuah metode bagaimana cara menghasilkan lebih banyak pada satu mesin, atau pada satu perkakas tenun, dan kepala bagian melarangnya. Saya tidak akan mengatakan ini pengkhianatan, tapi hal ini merupakan interpretasi yang keliru terhadap fakta, interpretasi keliru terhadap momen revolusioner. Hal yang pokok yang harus kita camkan saat ini adalah bahwa semua cara berpikir lama telah tersapu oleh sejarah. Kita harus mulai berpikir dengan cara pikir yang baru, dan memahami bahwa kepala-kepala kita berada di atas bahu kita dan kita harus menggunakannya. Kita harus menganalisa setiap masalah baru dengan kepala yang jernih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemimpin buruh, dan buruh pada umumnya, sekarang akan berpartisipasi dalam proses produksi dan akan juga diberi tanggung jawab. Kita tidak mampu lebih jauh maju karena masih banyak pabrik-pabrik di mana diskusi seperti ini tidak dapat berlangsung karena serikat buruhnya bersikap memusuhi, atau  karena buruh belum memahami inti persoalannya. Jika serikat buruh berbicara dengan administrasi, buruh berpikir serikat buruh, pemimpin serikat buruh, menjual kepemimpinan. Semua ini harus dihapuskan, karena tugas kita, tugas industrialisasi negeri ini, tugas pokok yang dihadapi Kuba saat ini, tidak dapat dicapai oleh kehendak segelintir orang, tidak pula oleh sejumlah kecil kaum jenius, tidak pula oleh satu orang saja. Tugas kita adalah menemukan jalan yang paling baik dan menjelaskannya. Namun tugas rakyat adalah membantu menemukan jalan yang baik tersebut, menyumbangkan dengan seluruh usahanya sehingga kita bisa maju lebih cepat sepanjang jalan itu, dan selalu mengkoreksi kesalahan-kesalahan dengan cara yang konstruktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ini kita hanya menetapkan beberapa tujuan saja, beberapa di antaranya agak sederhana, agar kita mampu memenuhinya, karena kita masih belum pasti seberapa baik buruh secara keseluruhan mampu memahami pentingnya setiap masalah, seberapa jauh mereka akan membantu kita. Kita merumuskan tujuan, misalnya, untuk melipatgandakan pendapatan per kapita setiap warga Kuba per tahun dalam sepuluh tahun, yakni, uang yang diterima dalam satu tahun. Dewasa ini setiap warga Kuba, dengan membagi segala sesuatunya yang ada di Kuba ini berdasarkan jumlah penduduk, memperoleh kira-kira 400 peso per tahun. Kalau jumlah ini kalian bagi lagi dengan dua belas bulan, kalian akan melihat bahwa betapa kecilnya penghasilan setiap warga Kuba sepanjang tahun. Tentu saja, banyak perempuan dan anak-anak yang tidak bekerja, namun tetap saja jumlah tersebut sangat kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, dalam waktu sepuluh tahun kita ingin meningkatkan pendapatan per kapita per tahun di Kuba menjadi kira-kira lebih dari 900 peso. Jumlah ini, dua kali lipat dari yang sekarang, merupakan sebuah upaya yang sangat besar yang harus bisa kita lakukan. Meskipun pada kenyataannya kami menyampaikan pada kalian bahwa kita melakukan hal ini secara sederhana, apa yang kita lakukan ini adalah sesuatu yang belum pernah dilakukan di manapun di bumi Amerika Latin ini. Di Amerika Latin hal itu berarti pertumbuhan 7 persen per tahun pada daya beli rakyat, pada pendapatan rakyat, dan hingga kini di beberapa negeri Amerika Latin pertumbuhannya hanya kira-kira 1 atau 2 persen dan di tempat lainnya bahkan menurun. Dengan kata lain, kita akan memiliki sebuah percepatan pembangunan yang luar biasa. Proses ini akan lebih besar lagi apabila setiap orang memahami dengan jelas apa tugas mereka sesungguhnya. Saya tidak bermaksud mengeluh sama sekali. Mencapai hal ini akan berarti sebuah kemenangan luar biasa. Atau, bahwa kita akan mencapai pertumbuhan itu, dan ini akan menjadi kemenangan utama. (Tepuk tangan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu tujuan lain yang telah kita tetapkan akan, setidaknya, membutuhkan perhatian lebih besar: menghapuskan pengangguran kira-kira pada akhir 1962, yakni, dalam dua setengah tahun. (Tepuk tangan) Jangan tepuk tangan dulu; ini adalah sasaran yang telah kita rumuskan bersama, dan kita baru bisa bertepuk tangan jika kita telah mencapainya, atau dicemooh jika kita gagal. Tapi hal ini adalah tugas setiap orang, tugas pemerintah dan rakyat bersama-sama. Dan untuk kita semua yang telah punya sesuatu untuk dimakan, adalah tugas mulianya untuk menunjukkan solidaritas terhadap mereka yang tidak memiliki apa-apa atau hampir tidak memiliki apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang dari pendengar memotong: "Komandan Guevara, hanya dalam waktu empat hari setelah negara mulai mengelola hotel-hotel, jumlah tamu meningkat; terdapat lebih dari 4000 tamu hanya dalam waktu tiga hari. Itu semua karena revolusi kita, Komandan Guevara." (Tepuk tangan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, itu adalah salah satu tugas bersama lainnya yang kita hadapi. Pengelolaan setiap perusahaan oleh buruh dan pemerintah. Misalnya, hotel-hotel adalah sebuah industri di mana kualitas kelas pekerja dan para pemimpinnya sedang diuji. Para pemimpin kelas pekerja, yang dipilih secara demokratis oleh kelas pekerja, dan yang tidak menerima bayaran, bertugas memecahkan masalah industri perhotelan. Tentu saja, kemenangan awal ini bukan kemenangan akhir. Hotel merupakan masalah yang sulit, karena di Kuba hotel dibangun dan distrukturkan dengan mentalitas kolonial, untuk turis yang datang untuk membelanjakan dollarnya dalam perjudian atau dalam hiburan-hiburan immoral lainnya. Dengan kata lain, hotel-hotel itu diperuntukkan bagi para majikan yang datang ke pemilikan mereka di Karibia untuk meninggalkan sedikit saja dari yang mereka peroleh sepanjang tahun. Kita hendaknya jangan lupa hal itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita harus sepenuhnya mengubah sistem dan struktur serta mentalitas bisnis turisme. Turis akan datang. Bila mereka datang dari Amerika Serikat, mereka akan menjadi turis-turis dengan cukup pengertian dan keberanian untuk menghadapi semua ancaman, yang kurang lebih tersembunyi, terhadap mereka. Turis dari Amerika Latin adalah mereka yang ingin menyaksikan secara langsung proses revolusioner kita. Dan hotel-hotel kita juga harus diisi dengan warga-warga kita sendiri, dengan warga Kuba yang datang dari seluruh pelosok kepulauan dalam perjalanan untuk mengetahui negerinya. Dengan kata lain, kita perlu memperbarui sistem hotel kita secara total, dan itu bukan pekerjaan gampang. Dan saya yakin bahwa mereka-mereka yang akan mengerjakannya dengan baik adalah justru para pemimpin yang telah dipilih oleh para buruh, bekerjasama dengan pejabat-pejabat dari pemerintahan revolusioner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu yang lalu dalam sebuah pidato awal, saya telah menjanjikan, sebagai pimpinan dari departemen perindustrian, sebuah sistem manajemen campuran dalam pabrik-pabrik. Tentu saja, kita tidak melupakan hal itu. Sistem tersebut masih di bawah penelitian. Prosesnya memang berjalan agak lambat karena ternyata prosesnya tidak sederhana, dan banyak masalah yang harus diantisipasi. Namun semua itu masih dalam penelitian, dan dalam waktu singkat akan segera dipraktekkan di semua pabrik negara dan semua pabrik yang dijalankan oleh negara untuk alasan apapun, yang sekarang ini jumlahnya sangat banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengakhiri pidato ini, dan bila kalian ijinkan, aku ulangi: tugas dari kelas buruh sekarang adalah berproduksi, dan ingat bahwa hal ini berarti memproduksi tanpa mengarah kepada berhenti; memproduksi lebih banyak, menciptakan banyak kekayaan yang pada gilirannya akan menciptakan lebih banyak sumber kerja; berhemat sebanyak-banyaknya, bukan hanya di tingkat negara, namun di bidang apapun di mana penghematan berarti penghematan untuk seluruh bangsa; mempertajam kewaspadaan revolusioner, menemukan-dan ini barangkali yang paling penting-sumber daya baru dan metoda kerja baru yang akan menyelamatkan uang negara; bagi kelas pekerja untuk mengorganisasi diri dalam rangka menyumbangkan usahanya yang paling baik untuk tugas kolektif industrialisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk melakukan itu semua, adalah penting untuk mempelajari dan memahami proses revolusioner yang akan membimbing kita menuju persatuan dan tingkat ketegaran yang paling besar. Dan kita harus mempelajari proses produksi, pada kemampuan kita yang paling baik di setiap levelnya, dengan teliti sehingga kita dapat menemukan inovasi-inovasi yang akan memungkinkan kita untuk menghasilkan lebih banyak dan menghemat lebih banyak. Itu saja pesanku untuk hari ini. (Sambutan sorak sorai sambil berdiri).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;blockquote&gt;Catatan Editorial:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Pada bulan April 1960 protes-protes meluas yang disulut oleh demonstrasi-demonstrasi mahasiswa telah memaksa jatuhnya diktator Syngman Rhee di Korea Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Dua minggu setelah pidato ini diberikan, pada tanggal 2 Juli 1960, Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat menyetujui sebuah undang-undang pengurangan kuota gula Kuba. Undang-undang ini ditandatangani oleh Presiden Eisenhower pada hari berikutnya. Pada tanggal 6 Juli 1960, Presiden Eisenhower memerintahkan pemotongan kuota gula Kuba sebesar kira-kira 700.000 ton. Sebagai jawabannya, pemerintahan revolusioner Kuba memerintahkan nasionalisasi terhadap perusahaan-perusahaan penting Amerika Serikat di Kuba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Selama satu dekade sebelum revolusi, konfederasi buruh Kuba (CTC) berada di bawah kontrol pengurus-pengurus pro-Batista yang dipimpin oleh Eusibio Mujal. Federasi dan kebanyakan afiliasi-afiliasinya kemudian direorganisasi  setelah kemenangan revolusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Castro menyampaikan pidato ini pada tanggal 5 juni 1960, di dalam sebuah pertemuan buruh industri makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Sepuluh hari setelah pidato Guevara, pada tanggal 28 Juni 1960, pengilangan minyak AS di Kuba melaksanakan ancaman mereka untuk tidak mengilang minyak yang telah dibeli oleh Kuba dari Uni Soviet. Pemerintahan revolusioner membalasnya dengan mengambil alih manajemen pabrik pengilangan Texaco, Esso, dan Shell. Beberapa minggu kemudian perusahaan-perusahaan tersebut dinasionalisasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Siboney adalah salah satu masyarakat asli di Kuba sebelum pendudukan Spanyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7) Benteng militer La Cabana di Havana adalah salah satu tempat utama di mana penentang-penentang rejim Batista dipenjarakan dan disiksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8) Istilah ini mengacu pada sebuah pangkalan militer Amerika Serikat di Guantanamo. Pada tahun 1898 kapal Maine milik Amerika Serikat meledak di Havana secara misterius. Insiden ini digunakan oleh Washington sebagai dalih untuk menyatakan perang melawan Spanyol, di mana Amerika Serikat merebut daerah jajahan Spanyol di Kuba, Puerto Rico, Guam, dan di Filipina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9) Jose Figueres adalah presiden Costa Rica dari tahun 1953 hingga 1958, dan kembali pada tahun 1970 hingga 1974.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10) Pada tanggal 21 Oktober 1959, pesawat terbang Amerika Serikat mengebom dan menembaki kota Havana, menewaskan dua orang dan mencederai empatpuluh tujuh lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-4426239413175479208?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/4426239413175479208/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/12/tanggung-jawab-kelas-buruh-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/4426239413175479208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/4426239413175479208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/12/tanggung-jawab-kelas-buruh-dalam.html' title='Tanggung Jawab Kelas Buruh Dalam Revolusi Kita'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/STZ12ZvxveI/AAAAAAAAAGo/w89bUYH-nyo/s72-c/che3vf6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-2372612155495064408</id><published>2008-12-01T16:12:00.007+07:00</published><updated>2009-09-08T16:58:17.534+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>Yang Mati Hidup Abadi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/STO4buH-DNI/AAAAAAAAAGY/vi6p043Q32U/s1600-h/black-and-white.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 246px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/STO4buH-DNI/AAAAAAAAAGY/vi6p043Q32U/s320/black-and-white.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274762374958419154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dipa Nusantara Aidit)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Lama nian aku tak menangis &lt;br /&gt;tidak karena mata sudah mengering &lt;br /&gt;atau hati membeku dingin &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi kali ini, &lt;br /&gt;dengan tak sadar hati kepala penuh &lt;br /&gt;tak tertahan butir-butir air mata membasahi koran pagi &lt;br /&gt;Orang hitam berhati putih itu dibunuh siputih berhati hitam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bukankah pembunuh terbunuh? &lt;br /&gt;Lumumba sendiri hidup selama-lamanya &lt;br /&gt;Lumumba mati hidup abadi &lt;br /&gt;Kini dunia tidak untuk siputih yang hitam tapi untuk semua putih, kuning, sawomatang, hitam &lt;br /&gt;Kini udara penuh Lumumba &lt;br /&gt;karena Lumumba berarti merdeka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 14 Februari 1961&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-2372612155495064408?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/2372612155495064408/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/12/yang-mati-hidup-abadi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/2372612155495064408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/2372612155495064408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/12/yang-mati-hidup-abadi.html' title='Yang Mati Hidup Abadi'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/STO4buH-DNI/AAAAAAAAAGY/vi6p043Q32U/s72-c/black-and-white.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-1648119678431837118</id><published>2008-12-01T15:30:00.007+07:00</published><updated>2009-09-08T16:58:55.825+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tulisan hari ini'/><title type='text'>Diversity, Globalisasi x Diskriminasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/STOnuVqCiMI/AAAAAAAAAGA/Pq3WXCB_Ha8/s1600-h/exercise+miracle+bend+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/STOnuVqCiMI/AAAAAAAAAGA/Pq3WXCB_Ha8/s320/exercise+miracle+bend+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274744003110275266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah judul yang aneh dan terlihat tidak penting memang. Namun beberapa kejadianlah yang memaksa saya untuk menuangkan kegundahan ini ke dalam sebuah tulisan. Semoga tulisan ini hanyalah karena kesalahan tafsir dan kekurang-arifan saya saja dalam menilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari sebuah kejadian lebih dari 2 tahun yang lalu, ketika saya bekerja di sebuah perusahaan multinasional di kawasan timur Pulau Sumatera. Sebuah perusahaan yang sebagian besar karyawannya adalah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;expatriat&lt;/span&gt; yang berasal lebih dari 20 suku bangsa di dalamnya. Dengan total karyawan yang hanya 450 orang, komposisi pribumi dan non pribumi sangat berimbang. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Diversity&lt;/span&gt;, begitulah salah satu  slogan dari budaya perusahaan tersebut. Menurut kamus Bahasa, diversity dalam Bahasa Indonesia berarti keberagaman. Keberagaman yang diharapkan mampu memperkaya khasanah demi menghindari diskriminasi. Sebuah tujuan yang mulia adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang menjadi persoalan adalah pada tataran pelaksanaannya. Merupakan masalah klasik di negeri ini, ketika segala simbol dan slogan ditulis dengan begitu indah, namun itu hanya sekedar tulisan hampa makna. Keberagaman yang diharapkan menjadi budaya positif perusahaan justru menjadi garis penegas diskriminasi. Dimulai dari fasilitas yang diberikan, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;allowances&lt;/span&gt;, sampai posisi jabatan strategis perusahaan. Pribumi hanya bisa pasrah menanggung murka, sembari tersadar bahwa hidup memang tak adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian lain yang saya alami tepatnya di sebuah hotel berbintang di bilangan Jakarta Pusat. Saat itu saya dan teman-teman sedang menunggu jemputan di lobby hotel. Tanpa sengaja mata saya tertuju pada metal detector yang terdapat didepan pintu masuk hotel tersebut dan dijaga dua orang security. Memang sejak aksi-aksi teror bom yang melanda negeri ini dalam kurun waktu 8 tahun terakhir adalah sebuah standar keamanan yang wajib bagi setiap gedung yang ruang publik untuk memeriksa barang bawaan dari setiap pengunjung yang datang. Tidak sengaja, sembari menunggu mobil jemputan, mata saya tertuju untuk mengamati orang-orang yang berlaluan pada metal detector tersebut. Namun ada kejanggalan yang saya lihat di sana, ketika para tamu asing yang masuk ke dalam lobby hotel tersebut, mereka dengan enteng melangkah tanpa mengalami pemeriksaan, sementara ketika yang masuk adalah pribumi, mereka wajib diperiksa sesuai prosedur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya saya berpikir mungkin tamu asing yang masuk tadi hanya luput saja dari pemeriksaan, namun setelah kurang lebih 5 menit saya berdiri dan mengamati di situ, ternyata memang tidak ada pemeriksaan terhadap mereka. Sebegitu parahkah pribumi Indonesia sehingga harus mendapatkan “perlakuan khusus” dan dicurigai seperti itu? Bukankah SOP yang dibuat pengelola gedung berlaku sama bagi setiap pengunjung gedung? Entahlah, saya tidak berani menduga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di zaman globalisasi ini, di saat dunia sudah tak berbatas suku dan warna kulit, di negeri ini masih saja ada perbedaan perlakuan antara asing dan pribumi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iseng saya bertanya kepada seorang kawan, mengapa fenomena seperti ini masih terjadi di negeri ini? Mengapa pribumi selalu mengkondisikan diri mereka lebih rendah dari bangsa lain? Sang kawan pun menjawab, semua disebabkan karena mentalitas dari mayoritas masyarakat negeri ini yang sudah hancur akibat terlalu lama menjadi bangsa terjajah sehingga tidak mampu berdiri sama tinggi dengan bangsa lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama saya menghayati pernyataan singkat sang kawan tersebut, namun akhirnya saya paksakan untuk meng-amin-i pernyataan tersebut. Apakah hidup memang tak adil bagi para pribumi? Entahlah, saya juga tak berani menduga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-1648119678431837118?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/1648119678431837118/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/12/diversity-x-diskriminasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/1648119678431837118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/1648119678431837118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/12/diversity-x-diskriminasi.html' title='Diversity, Globalisasi x Diskriminasi'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/STOnuVqCiMI/AAAAAAAAAGA/Pq3WXCB_Ha8/s72-c/exercise+miracle+bend+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-582887786404929637</id><published>2008-12-01T08:35:00.002+07:00</published><updated>2009-04-28T13:09:38.607+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>S E S A L</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/STNidlCdPCI/AAAAAAAAAF4/8BvcH80etF0/s1600-h/sesal.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 249px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/STNidlCdPCI/AAAAAAAAAF4/8BvcH80etF0/s320/sesal.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274667848879127586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;seribu hujan tak 'kan mampu menghapus jejak&lt;br /&gt;hujaman taifun tak 'kan sanggup hilangkan bekas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;inginku bertamu pada masa lalu&lt;br /&gt;memulai cerita semula jadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salahkah aku bersedih&lt;br /&gt;ketika bunga hilang ditangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;padaMu Tuhan aku mengadu&lt;br /&gt;andai waktu masih milikku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Bang Jenggot”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Batavia Darusysyaitan, 30 November 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-582887786404929637?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/582887786404929637/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/12/s-e-s-l.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/582887786404929637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/582887786404929637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/12/s-e-s-l.html' title='S E S A L'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/STNidlCdPCI/AAAAAAAAAF4/8BvcH80etF0/s72-c/sesal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-4105094012093967794</id><published>2008-11-21T17:05:00.003+07:00</published><updated>2010-06-14T11:32:14.026+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>dunia yang menua</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SSaJfEQMJyI/AAAAAAAAAFw/FRHbo2std40/s1600-h/garbage-cans-world.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 288px; height: 287px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SSaJfEQMJyI/AAAAAAAAAFw/FRHbo2std40/s320/garbage-cans-world.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271051580694341410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;hari terbakar luluh sinar sang surya&lt;br /&gt;memuaikan tepi jiwa&lt;br /&gt;di malam hari&lt;br /&gt;diri terpecah menjadi serpihan mentari&lt;br /&gt;dan menjadi akhir api&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;debu belulang&lt;br /&gt;malam menghunus napas&lt;br /&gt;menelan seluruh lidah&lt;br /&gt;kembali berputar berbalik&lt;br /&gt;di malam hari kulihat kebenaran&lt;br /&gt;tersembunyi dalam kebohongan siang yang terang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mata terjahit tertutup&lt;br /&gt;gigi putih tersenyum&lt;br /&gt;tidur gelisah&lt;br /&gt;celoteh dan langkah menandai masa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam dunia yang semakin menua&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-4105094012093967794?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/4105094012093967794/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/11/dunia-yang-tua.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/4105094012093967794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/4105094012093967794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/11/dunia-yang-tua.html' title='dunia yang menua'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SSaJfEQMJyI/AAAAAAAAAFw/FRHbo2std40/s72-c/garbage-cans-world.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-3543296180461144957</id><published>2008-11-21T14:37:00.002+07:00</published><updated>2009-04-28T13:11:19.448+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>malunya aku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SSZp_UxgejI/AAAAAAAAAFo/EgPXe782Rb8/s1600-h/zikir-7-kerendahan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SSZp_UxgejI/AAAAAAAAAFo/EgPXe782Rb8/s320/zikir-7-kerendahan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271016950512777778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;pagi itu, seorang pengemis tua memegang tasbih di jembatan busway harmoni&lt;br /&gt;mengagungkan asma Allah di tengah deru gejolak birahi batavia&lt;br /&gt;celananya sobek dimana-mana &lt;br /&gt;tak peduli, para budak kapitalis berlaluan dengan langkah angkuh derap sepatu mengkilap &lt;br /&gt;dengan secercah harap dari lemparan koin gopek di atas sarungnya&lt;br /&gt;namun, tetap larut dalam khusyu'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hai, pejuang! (katanya sih, gitu)&lt;br /&gt;yang didepan laptop canggih dan berpakaian rapi&lt;br /&gt;masih ingatkah kau bertasbih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, malunya aku...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-3543296180461144957?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/3543296180461144957/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/11/pagi-itu-seorang-pengemis-tua-memegang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/3543296180461144957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/3543296180461144957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/11/pagi-itu-seorang-pengemis-tua-memegang.html' title='malunya aku'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SSZp_UxgejI/AAAAAAAAAFo/EgPXe782Rb8/s72-c/zikir-7-kerendahan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-7442647641784931526</id><published>2008-11-21T08:48:00.002+07:00</published><updated>2009-09-08T16:59:38.037+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tulisan hari ini'/><title type='text'>Aku, Tan, Che &amp; Obama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SSYTtvYfU2I/AAAAAAAAAFg/BBsmhDU6zoc/s1600-h/trio.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 137px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SSYTtvYfU2I/AAAAAAAAAFg/BBsmhDU6zoc/s320/trio.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270922090417967970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan malam itu (4 November 2008) membekukan diriku. angin dingin merasuk, menusuk ke dalam tulang. aku terdiam di sudut, menunggu pagi sambil memainkan remote televisi. dari beberapa channel yang kupilih, diantaranya: Metro TV, CNN, Al Jazeera, CNBC, dan beberapa stasiun TV swasta lokal, semua membahas tentang euforia demokrasi di negeri &lt;br /&gt;Paman Sam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah dua sosok yang menjadi sorotan utama malam itu, John Sidney McCain III dari Partai Republik dan Barack Hussein Obama II dari Partai Demokrat. Cuma satu hal yang menarik, dari sekian banyak stasiun televisi tersebut, semua terkesan menjagokan Obama, ketimbang lawannya McCain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lumrah memang ketika Obama menjadi buah bibir, dia adalah calon presiden berkulit hitam pertama di Amerika Serikat. Obama dilahirkan pada tanggal 4 Agustus 1961 di Honolulu dari pernikahan dua warna kulit antara ayahnya, Barack Husein Obama Senior yang kulit hitam asal KENYA, Afrika dengan ibunya, ANN DUNHAM yang kulit putih asal Kansas City. Obama Senior orang Afrika pertama yang mendapatkan beasiswa --- juga bertemu ANN DUNHAM --- di East West Center / University of Hawaii, Honolulu. Setelah bercerai Ann Dunham menikah dengan pria Indonesia, LOLO SOETORO. Obama juga sempat tinggal di Jakarta selama 3,5 tahun sejak umur 6 tahun, yaitu tahun 1967 dan sempat merasakan pendidikan di SD Fransiscus Assisi dan SDN 01 Menteng di Jln.Besuki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan karirnya, Obama memulai kariernya sebagai seorang organisasi masyarakatnya di beberapa wilayah termiskin di Chicago dan kemudian masuk Harvard Law School, tempatnya dipilih sebagai Presiden Afrika Amerika pertama untuk Harvard Law Review. Tahun 1992, dia memimpin Proyek Illinois VOTE, yang mencatat 150.000 pemilih baru. Dari tahun 1997 sampai 2004, diamenjadi senator Negara bagian selama tiga kali masa jabatan dari South Side Chicago. Selain tugas-tugas legislatifnya itu, dia menjadi dosen senior dalam hokum konstitusional di Univecity of Chicago Law School, pengacara hokum hak-hak sipil, dan duduk di dewan pengarah berbagai organisasi derma. Dan, terakhir dia menjabat sebagai Senator Junior AS dari Negara Bagian Illinois.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh FENOMENAL. Dan, malam itupun berlalu dengan berbagai kekagumanku akan sosok seorang BARACK HUSSEIN OBAMA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke-esokan harinya, 5 November 2008 (waktu Indonesia), diputuslah hasil penghitungan suara, Obama dinyatakan menang mutlak atas saingannya John McCain, dan resmi menjadi Presiden Amerika Serikat yang ke-44. Dan, entah mengapa, aku ikut senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku benci Amerika Serikat dengan segala keangkuhan ekonomi dan militernya, tapi aku kagum dengan kegigihan dan kehebatan Presiden AS terpilih ini. Semua itu karena Obama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok Obama mengingatkan akan Tan Malaka dan Ernesto "Che" Guevara. Dua sosok manusia yang mendapat tempat dihatiku dan selalu memberikan inspirasi. Kegigihan dan semangat pantang menyerah itu yang hari demi hari mamacu diriku untuk selalu berbuat "lebih". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Andai kita semua; Aku, Tan, Che, dan Obama hidup dalam waktu yang bersamaan, ingin kuundang semua berkumpul di "kamar maut", untuk sekedar menyeduh kopi hitam dan menyulut berbatang-batang tembakau racikan tangan lentik pribumi. Dan, imaji kitapun terbang tinggi bersama kepulan asap yang menyesakkan seisi ruang.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Obama, kumasukkan kau ke dalam daftarku!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-7442647641784931526?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/7442647641784931526/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/11/aku-tan-che-obama.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/7442647641784931526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/7442647641784931526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/11/aku-tan-che-obama.html' title='Aku, Tan, Che &amp; Obama'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SSYTtvYfU2I/AAAAAAAAAFg/BBsmhDU6zoc/s72-c/trio.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-1794594272201368357</id><published>2008-11-20T19:39:00.000+07:00</published><updated>2008-11-20T19:44:37.165+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>Puisi Marx untuk Jenny Von Westphalen</title><content type='html'>Sisi lain dari seorang Marx. Sungguh menarik...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SSVbdGCt_TI/AAAAAAAAAFI/Mft1tf9w8QI/s1600-h/n846699312_796561_3681.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 246px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SSVbdGCt_TI/AAAAAAAAAFI/Mft1tf9w8QI/s320/n846699312_796561_3681.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270719494303382834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenny, dapatkah tentang kata-kataku kau bertanya,&lt;br /&gt;Berikut semua makna di baliknya?&lt;br /&gt;Ah! Tiada guna mengatakanya,&lt;br /&gt;Bahkan sia-sia memulainya.&lt;br /&gt;Lihatlah sorot matamu tajam berbinar,&lt;br /&gt;Lebih dalam dari pelataran Surga,&lt;br /&gt;Lebih hangat dari mentari membakar,&lt;br /&gt;Di sana jawaban kan tersedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berani menikmati hidup dan bersikap sewajarnya,&lt;br /&gt;Tekanlah tanganmu yang putih;&lt;br /&gt;Disitu kan kau temukan jawabanya,&lt;br /&gt;Di situ kan kau saksikan tanah surgaku nan jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah! Ketika bibirmu berbisik padaku teduh,&lt;br /&gt;Hanya satu kata hangat terucap,&lt;br /&gt;Akupun terbang menuju Surga Ketujuh,&lt;br /&gt;Tanpa daya, akupun terlelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah! Jiwa dan raga ini jadi lunglai,&lt;br /&gt;Lumpuh hingga ke dasar sukma,&lt;br /&gt;Bagai Setan yang terkapar dilantai,&lt;br /&gt;Tersambar kilat kutukan dewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kenapa kata-kata ini terus mendesak ‘tuk terucap&lt;br /&gt;Dibalik selubung dalam dan pekat,&lt;br /&gt;Ada yang tak bertepian,&lt;br /&gt;Seperti pedihnya kerinduan,&lt;br /&gt;Seperti dirimu adanya,&lt;br /&gt;Seperti sang segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karl Marx, 1838&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-1794594272201368357?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/1794594272201368357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/11/puisi-marx-untuk-jenny-von-westphalen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/1794594272201368357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/1794594272201368357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/11/puisi-marx-untuk-jenny-von-westphalen.html' title='Puisi Marx untuk Jenny Von Westphalen'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_khoqzxBcLDI/SSVbdGCt_TI/AAAAAAAAAFI/Mft1tf9w8QI/s72-c/n846699312_796561_3681.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-8305387384898844445</id><published>2008-05-23T14:09:00.001+07:00</published><updated>2009-04-28T13:12:02.414+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tulisan hari ini'/><title type='text'>BBBM (Bener-Bener Bikin Mabok)</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_khoqzxBcLDI/SDaFstpiaFI/AAAAAAAAADo/W-LPevPWse4/s1600-h/Penerima%2520Kompensasi%2520BBM.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_khoqzxBcLDI/SDaFstpiaFI/AAAAAAAAADo/W-LPevPWse4/s320/Penerima%2520Kompensasi%2520BBM.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203493422687742034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"BBM naik tinggi&lt;br /&gt;susu tak terbeli&lt;br /&gt;orang pintar tarik subsidi&lt;br /&gt;bayi kami kurang gizi"&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;(Iwan Fals)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tadi malam di warteg kudengar seorang pengamen muda, dengan kaos lusuhnya melantunkan bait di atas. sebuah ungkapan tulus dari penderitaan rakyat kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beberapa hari yang lalu, pemerintah mengambil sebuah kebijakan yang sangat tidak populis dengan menaikkan harga bahan bakar minyak. antara lain sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis BBM           Harga awal              Harga baru &lt;br /&gt;Premium             Rp4.500/liter           Rp6.000/liter &lt;br /&gt;Solar               Rp4.300/liter           Rp5.500/liter &lt;br /&gt;Minyak tanah        Rp2.000/liter           Rp2.500/liter &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;praktis mulai akhir bulan ini semua harga barang pun akan menyesuaikan untuk merambat naik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seorang kawan yang mengerti ekonomi (konon sang kawan ini pernah menimba ilmu ekonomi dan meraih gelar sarjana ekonominya dari salah satu universitas terbaik di negeri ini) berkata, kenaikan harga BBM di Indonesia adalah suatu keharusan. dengan lagak sok pintar (ala ekonom) dia membeberkan dengan berpanjang-panjang lebar. mulai dari harga minyak dunia yang sudah melebihi angka USD 120/barrel sampai kondisi keuangan negara kita yang sudah tidak sanggup menyuntikkan subsidi minyak bagi rakyat, dan bla.. bla.. bla.. si ekonom karbitan baru ini-pun terus &lt;em&gt;nyerocos&lt;/em&gt;, walau tanpa ditanyai lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah beberapa saat &lt;em&gt;ngoceh&lt;/em&gt; dan menuangkan segala macam teori dari isi kepalanya yang didapat dari hasil belajarnya selama 3,5 tahun dibangku kuliah, diapun tersenyum puas menatapku. dan akupun hanya bisa terdiam dan terpana takjub mendengar kecanggihan ulasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian akupun bertanya lagi, "jadi kamu setuju dengan keputusan pemerintah menaikkan harga BBM saat ini?"&lt;br /&gt;"Ya. itu memang sudah seharusnya dilakukan pemerintah", jawabnya mantap.&lt;br /&gt;"Hmm... Gitu ya?", ujarku bimbang. &lt;br /&gt;aku memang tidak mengerti ekonomi, namun jawaban sang ekonom kerbitan ini memang benar dan sama persis dengan uraian pak wapres di media. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akupun melanjutkan pertanyaan,&lt;br /&gt;"Lalu, bagaimana dengan nasib rakyat kecil? otomatis dengan kenaikan harga BBM akan memicu kenaikan harga-harga lainnya; beras, cabe, terong, kentang, dan lain sebagainya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"pertanyaanmu, pertanyaan bodoh. sama seperti mahasiswa-mahasiswa konyol yang lagi teriak-teriak di depan istana siang tadi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akupun tersentak menerima jawaban seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"setiap kebijakan pemerintah sudah pasti ada pertimbangan dan kajian mendalam dari para ahli yang ada di setiap departemen maupun kementerian negara. mereka rata-rata doktor dan profesor. mereka itu orang pintar semua. kan sudah sama-sama kita dengar, kalau selain mengeluarkan kebijakan menaikkan harga BBM, pemerintah kembali mencanangkan adanya kebijakan memberikan BLT (Bantuan Langsung Tunai) yang akan diberikan kepada rakyat miskin. kalau ga salah, setiap keluarga miskin mendapatkan BLT sebanyak Rp 100.000,-/bulan. itu untuk membantu masyarakat. saya pikir ga ada masalah di sini". jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hmm... BLT ya? baiklah. terima kasih". akupun sengaja berusaha untuk menghentikan perbincangan yang tidak menyenangkan ini secepatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sesudah meninggalkan sang ekonom itu, akupun merenungkan kembali apa yang telah panjang lebar diuraikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kondisi keuangan negara, harga minyak dunia, BBM harus naik, mahasiswa konyol, kajian mendalam para ahli dan BLT". kata-kata tersebut terus terngiang-ngiang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya aku terbangun mendengar lantunan adzan subuh dari mushala kecil yang berjarak hanya beberapa rumah dari kamar kosku. ternyata kata-kata sakti sang ekonom tadi malam telah membuatku pusing hingga tak sadarkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kuambil air wudhu dan shalat subuh. beberapa saat kemudian terdengar suara gaduh di belakang kamar. anak tetangga menangis dibentak bapaknya yang tukang jahit rumahan itu saat meminta uang jajan untuk berangkat sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sambil menyulut sebatang class mild, terdengar kembali sayup-sayup lagu "Galang Rambu Anarki"nya Iwan Fals dari kamar tetangga kosku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"tinjulah congkaknya dunia, buah hatiku&lt;br /&gt;do'a kami di nadimu"&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BBM naik bener-bener bikin mabok...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Bang Jenggot"&lt;br /&gt;Batavia Darusysyaitan, 23 Mei 2008&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-8305387384898844445?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/8305387384898844445/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/05/bbbm-bener-bener-bikin-mabok.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/8305387384898844445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/8305387384898844445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/05/bbbm-bener-bener-bikin-mabok.html' title='BBBM (Bener-Bener Bikin Mabok)'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_khoqzxBcLDI/SDaFstpiaFI/AAAAAAAAADo/W-LPevPWse4/s72-c/Penerima%2520Kompensasi%2520BBM.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-4563390457414620888</id><published>2008-05-09T09:56:00.001+07:00</published><updated>2009-09-08T17:01:41.386+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>Selamat Ulang Tahun, Kawan Iwa</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_khoqzxBcLDI/SCO_7SIW7AI/AAAAAAAAADY/_a98J57JgmY/s1600-h/SniperPrajuritYonifLinud330-1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_khoqzxBcLDI/SCO_7SIW7AI/AAAAAAAAADY/_a98J57JgmY/s320/SniperPrajuritYonifLinud330-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5198209420115766274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KITA, PRAJURIT JAGA MALAM, KAWAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waktu jalan. &lt;br /&gt;aku tidak tahu apa nasib waktu? &lt;br /&gt;pemuda-pemuda yang lincah, otot keras dan bermata tajam &lt;br /&gt;mimpinya kemerdekaan &lt;br /&gt;bintang-bintangnya kepastian &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini &lt;br /&gt;aku suka pada mereka yang berani hidup &lt;br /&gt;aku suka pada mereka yang masuk menemu malam &lt;br /&gt;malam yang berwangi mimpi, terlucut debu...... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waktu jalan. &lt;br /&gt;aku tidak tahu apa nasib waktu! &lt;br /&gt;aku tak tau apa nasibku&lt;br /&gt;kulihat ke samping, ada kau menyulut api rokokku, kawan...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;semoga suatu saat nyamuk-nyamuk nakal itu mampu menampar sang rajawali.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;selamat hari lahir, kumendan Iwa...&lt;br /&gt;semoga Allah senantiasa melindungi dan menjagamu beserta keluarga.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(puisi di atas digubah dari puisi Prajurit Jaga Malam, karya Chairil Anwar)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-4563390457414620888?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/4563390457414620888/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/05/selamat-ulang-tahun-kawan-iwa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/4563390457414620888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/4563390457414620888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/05/selamat-ulang-tahun-kawan-iwa.html' title='Selamat Ulang Tahun, Kawan Iwa'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_khoqzxBcLDI/SCO_7SIW7AI/AAAAAAAAADY/_a98J57JgmY/s72-c/SniperPrajuritYonifLinud330-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-2805905524837082362</id><published>2008-04-28T11:25:00.000+07:00</published><updated>2008-04-28T18:40:23.833+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tulisan teman'/><title type='text'>Kopkamtib, sejarahmu kini...</title><content type='html'>POWER TENDS TO CORRUPT; ABSOLUTE POWER ; CORRUPTS ABSOLUTELY &lt;br /&gt;(Lord Acton)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu suasana begitu muram, hujan deras baru saja mengguyur Jakarta.  Beberapa Jenderal tampak tegang keluar dari ruang tamu, sambil bercakap-cakap pelan dan menyalakan rokok mereka berjajar menanti mobil yang menjemput di pelataran parkir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas terdengar dari percakapan mereka, bahwa pemimpin tertinggi negara amat gusar atas ketidakbecusan beberapa pejabat pemerintahan  mengatasi pungutan liar yang merajalela di negeri ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berapa lama kemudian mereka semua sudah sudah meninggalkan tempat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana jalan Cendana semakin sepi ketika sayup-sayup suara azan magrib mulai berkumandang.  Seluruh Jenderal dan petinggi pemerintahan Kabinet Pembangunan II yang hadir di pertemuan mungkin sudah sampai di kediaman masing-masing. Hanya tinggal seorang yang masih berada didalam, namun tidak lama keluar dan segera berlari kecil masuk ke mobil yang sudah siap menunggu.  Wajahnya mencoba tersenyum namun terlihat tegang, rupanya Laksamana TNI Sudomo baru menerima tugas berat dari Presiden Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya tanggal 7 September 1977 Instruksi Presiden tentang Operasi Tertib dikeluarkan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian upaya besar Bangsa Indonesia dalam pemberantasan Korupsi di era Orde Baru bertambah, setelah dibentuk Tim Pemberantasan Korupsi 1967 yang kemudian dianggap gagal, dan Komite Anti Korupsi (KAK) tahun 1970 yang juga tidak efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa pagi 21 September 1977 di Binagraha, Laksamana TNI Sudomo memberikan keterangan seputar pelaksanaan Operasi Tertib yang intinya tentang pemberantasan korupsi, manipulasi dan pungutan liar dengan menekankan pada pemberantasan segala bentuk pungutan liar yang tidak berdasarkan pada peraturan, memperbaiki serta meningkatkan daya guna dan hasil guna aparatur pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, melalui operasi tertib diupayakan pula menegakkan dan meningkatkan kesadaran nasional dan disiplin nasional baik aparatur pemerintahan maupun masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Subang Jawa Barat, Ahmad Supriadi (39 thn) bersama-sama dengan para supir truk pengangkut bahan pokok sedang beristirahat di sebuah warung kopi mendengar kabar itu dari RRI.  Mereka menyambut gembira kabar itu disertai harapan pungli di jembatan timbang yang marak akan hilang segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar ini tidak hanya disambut dengan antusiasme tinggi oleh masyarakat kebanyakan yang berharap adanya perubahan, tetapi juga oleh pegawai negeri sipil yang kerap gajinya disunat. Karena penertiban ini mencakup penghapusan imbal jasa liar untuk pemberian ijin, kenaikan pangkat dan penguangan SKO termasuk pungutan tidak sah oleh instansi termasuk pemotongan gaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu kemudian Panglima Komando Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib) Laksamana TNI Sudomo mengumumkan perluasan wilayah kerja Opstib hingga keseluruh propinsi di Indonesia menggunakan satuan tugas Kopkamtib.  Kabarnya 200 Milyar Rupiah (Kurs 1 US$ Rp. 1.850,-) keuangan negara dapat diselamatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihari-hari selanjutnya hampir setiap koran nasional memberitakan sepak terjang Tim Opstib menggempur (baca : sidak) jembatan timbang, kantor bea cukai, pelabuhan dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berganti waktu, perekonomian nasional kian memanas.  Bogasari tumbuh pesat namun Yayasan Dharma Putera Kostrad sebagai penerima 20% laba dicoret dari akte pendirian dialihkan saham dan peruntukannya, Bisnis kehutanan kian marak ditunjang oleh kewajiban setor dana reboisasi, perbankan kian berkembang dan beberapa persen hasil bersih laba  bank pemerintah wajib disetor ke yayasan dibawah naungan Presiden, kemudian tumbuhnya perusahaan-perusahaan baru milik putera puteri Presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita tentang pungli dan Opstib akhirnya meredup, kalah oleh berita gemerlap pertumbuhan pembangunan, HPH, industri dan perbankan.  Padahal 1.127 kasus berhasil diungkap dengan melibatkan 8.026 orang.  Tanpa alasan yang cukup jelas, Maret 1981 Opstib dibubarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun-tahun berikutnya ditandai dengan mengguritanya konglomerasi, penggusuran lahan yang semena-mena tanpa penggantian yang adil, pembangunan lapangan golf dimana-mana, naik turunnya industri perbankan dan mulai masuknya putera puteri Soeharto ke industri ini, jalan tol, industri mobil nasional, sepatu nasional, TV swasta, BPPC, labelisasi miras, dan lain lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu hampir tidak pernah ada lagi upaya pemberantasan korupsi dan pungutan liar yang gegap gempita.  Praktis setelah tahun 1981 hingga tumbangnya rezim Soeharto Mei 1998 justru Korupsi, Kolusi dan Nepotisme kian marak dan tidak terbendung sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, sejarah mencatat upaya pemberantasan korupsi diawal Orde Baru cukup baik namun kekuasaan memang menggiurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarawan Inggris akhir abad 19, Lord Acton mengatakan “Power tends to corrupt”.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32 Tahun berkuasa melalui 6 kali Pemilu adalah bentuk “Power” yang luar biasa.  Dan catatan sejarah yang berulang mestinya dianggap luar biasa juga, tapi kita tidak pernah belajar dari sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dedie A. Rachim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-2805905524837082362?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/2805905524837082362/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/04/kobkamtib-sejarahmu-kini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/2805905524837082362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/2805905524837082362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/04/kobkamtib-sejarahmu-kini.html' title='Kopkamtib, sejarahmu kini...'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-1465456739306724621</id><published>2008-03-30T15:09:00.001+07:00</published><updated>2009-09-08T17:03:00.541+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Etis'/><title type='text'>Berbagai "JANGAN"</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_khoqzxBcLDI/R-9MQ2z76XI/AAAAAAAAADI/JB63zXOd9m8/s1600-h/Stop.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_khoqzxBcLDI/R-9MQ2z76XI/AAAAAAAAADI/JB63zXOd9m8/s320/Stop.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183445548601698674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai "jangan" berikut ini diterapkan dan harus dipatuhi oleh&lt;br /&gt;public officer negera tetangga Singapura :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;A list of "Don'ts" for Government Officials&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;1. Do not accept any reward from any member of the public for doing&lt;br /&gt;anything which is your duty to do.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jangan menerima imbalan dari kalangan masyarakat [anggota masyarakat&lt;br /&gt;manapun] untuk melakukan hal yang sudah merupakan tugas anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;2. Do not accept reward from anyone for forbearing to do an act,&lt;br /&gt;which is your duty to do.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jangan menerima imbalan dari siapapun yang mengharapkan anda untuk&lt;br /&gt;menghindari melakukan hal yang merupakan tugas anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;3. Do not accept any reward to show or forbear to show favour to&lt;br /&gt;anyone in the course of your duty.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jangan menerima imbalan untuk menjadi berpihak atau menghindari&lt;br /&gt;menjadi berpihak terhadap seseorang saat melakukan tugas anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;4. Do not accept any reward to show or forbear to show disfavour to&lt;br /&gt;anyone in the course of your duty.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jangan menerima imbalan untuk berlaku tegas [menjadi tidak berpihak]&lt;br /&gt;atau menghindari berlaku tegas [menjadi tidak berpihak] kepada&lt;br /&gt;seseorang saat melakukan tugas anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;5. Do not intentionally make any erroneous or incorrect statement or&lt;br /&gt;entry in official documents.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jangan membuat pernyataan yang keliru atau tidak benar di dalam&lt;br /&gt;dokumen resmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;6. Do not accept invitation to meals or entertainment from anyone you&lt;br /&gt;have official dealings with to prevent allegation of favoritism by&lt;br /&gt;their competitors.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jangan menerima undangan makan atau hiburan dari siapapun yang&lt;br /&gt;berurusan resmi dengan anda, demi menghindari tuduhan favoritisme&lt;br /&gt;oleh pesaingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;7. Do not accept gift or present from anyone you have official&lt;br /&gt;dealings with for any reason or on any occasion or festival.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jangan menerima hadiah dari siapapun yang berurusan resmi dengan&lt;br /&gt;anda, baik dengan alasan apapun atau alasan peristiwa apapun atau alasan&lt;br /&gt;hari-hari raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;8. Do not extend invitation to anyone you have official dealings with&lt;br /&gt;to attend functions organised by you.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jangan mengundang siapapun yang berurusan resmi dengan anda untuk&lt;br /&gt;menghadiri acara atau perayaan resmi yang diadakan oleh anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;9. Do not undertake any paid part-time employment or commercial&lt;br /&gt;enterprise without the written approval of the authorities.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jangan melakukan pekerjaan sampingan paruh waktu yang dibayar, atau&lt;br /&gt;usaha komersil, tanpa seijin pihak yang berwenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;10. Do not accept any fee from anyone for professional services&lt;br /&gt;rendered to him/her in connection with your official duties.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jangan menerima upah dari siapapun untuk pelayanan profesional yang&lt;br /&gt;dilakukan untuk orang tersebut yang menyangkut tugas resmi anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;11. Do not accept remuneration or compensation from any contractor&lt;br /&gt;for working beyond your official time to supervise the project in hand.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jangan menerima imbalan atau kompensasi dari kontraktor apabila anda&lt;br /&gt;bekerja lembur untuk mengawasi pekerjaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;12. Do not invest in the business of anyone you have official&lt;br /&gt;dealings with.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jangan menanam modal di dalam usaha milik orang lain yang berurusan&lt;br /&gt;resmi dengan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;13. Do not accept any offer or share in the business or sub-contract&lt;br /&gt;from anyone you have official dealings with.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jangan menerima tawaran atau bagian di dalam usaha atau kontrak&lt;br /&gt;tambahan dari siapapun yang berurusan resmi dengan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;14. Do not accept any commission or kickback from contractors on&lt;br /&gt;account of anyone providing service or goods.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jangan menerima komisi atau keuntungan dari pemalsuan tanda terima&lt;br /&gt;dari kontraktor dalam pengadaan jasa atau barang [Jangan menerima&lt;br /&gt;komisi atau imbalan dari kontraktor dalam pengadaan jasa atau barang].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;15. Do not accept any offer of free service (such as transport,&lt;br /&gt;renovation, etc) from anyone you have official dealings with.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jangan menerima tawaran jasa gratisan (seperti transportasi,&lt;br /&gt;renovasi, dsb) dari siapapun yang berurusan resmi dengan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;16. Do not fraternise with anyone you have official dealings with or&lt;br /&gt;practice favouritism.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jangan bergaul secara bersahabat dengan siapapun yang berurusan resmi&lt;br /&gt;dengan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;17. Do not accept overseas trip from contractors under the pretext of&lt;br /&gt;training or checking on products to be supplied from overseas.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jangan menerima tawaran perjalanan jauh [baik dalam maupun luar&lt;br /&gt;negeri] dari kontraktor dengan dalih pelatihan atau pemeriksaan&lt;br /&gt;barang untuk pengadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;18. Do not conduct official meetings or negotiation with contractors&lt;br /&gt;at a public place or the office of the contractors unless there are&lt;br /&gt;reasons to do so.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jangan melakukan pertemuan resmi atau negosiasi dengan kontraktor di&lt;br /&gt;tempat umum atau di kantor kontraktor tersebut, kecuali dengan&lt;br /&gt;alasan yang&lt;br /&gt;kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;19. Do not visit the office or home of contractors who have official&lt;br /&gt;dealings with you.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jangan mengunjungi kantor atau rumah kontraktor yang berurusan resmi&lt;br /&gt;dengan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;20. Do not obtain any loan (secured or unsecured) from contractors&lt;br /&gt;who have official dealings with you.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jangan mengambil [menerima] pinjaman (dengan atau tanpa jaminan) dari&lt;br /&gt;kontraktor yang berurusan resmi dengan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;21. Do not accept any offer of employment from contractors while&lt;br /&gt;supervising their projects.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jangan menerima tawaran pekerjaan dari kontraktor ketika melakukan&lt;br /&gt;pengawasan terhadap pekerjaan/proyek mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;22. Do not allow contractors to pay your bills or installments.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jangan membolehkan kontraktor membayar tagihan atau cicilan yang anda&lt;br /&gt;harus bayar sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;23. Do not let personal interest interfere with the discharge of your&lt;br /&gt;duties.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jangan biarkan kepentingan pribadi mencampuri pelaksanaan tugas resmi&lt;br /&gt;anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;24. Do not do anything to the detriment of the Government such as&lt;br /&gt;advising contractors to exploit any loophole in a contract with or&lt;br /&gt;without reward.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jangan melakukan apapun yang merugikan Pemerintah, misalnya:&lt;br /&gt;menyarankan kontraktor untuk memanfaatkan kekurangan di dalam sebuah&lt;br /&gt;kontrak/aturan, dengan ataupun tanpa imbalan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-1465456739306724621?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/1465456739306724621/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/03/berbagai-jangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/1465456739306724621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/1465456739306724621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/03/berbagai-jangan.html' title='Berbagai &quot;JANGAN&quot;'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_khoqzxBcLDI/R-9MQ2z76XI/AAAAAAAAADI/JB63zXOd9m8/s72-c/Stop.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-8777525103212131363</id><published>2008-03-24T17:17:00.001+07:00</published><updated>2009-04-28T13:12:39.086+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>Hari Berbangkit Lagi</title><content type='html'>sejenak kita merenung&lt;br /&gt;: siapa kita? dimana kita? dan untuk apa kau ada?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waktu terus berlari ke masa depan&lt;br /&gt;menyisakan duka di puing-puing sejarah&lt;br /&gt;kemerdekaan dulu cuma fatamorgana&lt;br /&gt;membuai bangsa budak di remang senja&lt;br /&gt;yang terkantuk menunggu mimpi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boedi Oetomo, itu awalnya&lt;br /&gt;ketika pemuda pribumi berbangkit dan mulai berdiskusi&lt;br /&gt;diantara bedil dan darah yang tertumpah&lt;br /&gt;demi satu cita perjuangan&lt;br /&gt;: melawan tirani kompeni!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;satu abad berlalu&lt;br /&gt;enam puluh tiga tahun sudah penjajah pergi&lt;br /&gt;namun tirani makin menjadi-jadi&lt;br /&gt;anak bangsa dijajah bangsa sendiri&lt;br /&gt;demi kepentingan bisnis koloni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;korupsi dan kolusi tren maling saat ini&lt;br /&gt;dari balik kemeja rapi dan leher terjerat dasi&lt;br /&gt;huru-hara para penguasa merajalela&lt;br /&gt;obral janji sana-sini dengan slogan reformasi&lt;br /&gt;tanpa sadar, hancurlah bumi pertiwi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kawan,&lt;br /&gt;ini hari berbangkit lagi&lt;br /&gt;bahwa kesadaran itu harus melawan dengan sepenuh hati&lt;br /&gt;atas segala darah yang tertumpah dan pekik parau kemenangan&lt;br /&gt;merdeka atau mati harus diganti&lt;br /&gt;: korupsi berarti mati!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kawan,&lt;br /&gt;fajar peradaban baru telah menyingsing &lt;br /&gt;jangan tunggu, jangan ragu&lt;br /&gt;singsingkan lengan baju&lt;br /&gt;ambil posisi, rapatkan barisan&lt;br /&gt;proklamasikan kembali&lt;br /&gt;kemerdekaan negeri ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beriring syair bagimu negri&lt;br /&gt;kita berjanji di dalam hati&lt;br /&gt; : ini hari berbangkit lagi&lt;br /&gt;   koruptor harus mati!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Bang Jenggot”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Batavia Darusysyaitan, 20 Maret 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-8777525103212131363?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/8777525103212131363/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/03/hari-berbangkit-lagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/8777525103212131363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/8777525103212131363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/03/hari-berbangkit-lagi.html' title='Hari Berbangkit Lagi'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-1992597552725659074</id><published>2008-03-19T08:02:00.001+07:00</published><updated>2009-09-08T17:03:27.844+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tulisan teman'/><title type='text'>KOMISI PENCEGAHAN KORUPSI (KPK)</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_khoqzxBcLDI/R-BnVj1OnwI/AAAAAAAAADA/FIzjQDQybCQ/s1600-h/mp.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_khoqzxBcLDI/R-BnVj1OnwI/AAAAAAAAADA/FIzjQDQybCQ/s320/mp.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5179253191569481474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dedie A. Rachim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slamet Prakoso (33 tahun) berhasil melunasi kredit mobilnya setelah 5 tahun mencicil dengan cukup nyaman.  Ia dan keluarganya yang tinggal dipinggiran kota Jakarta kini berfikir untuk membuka usaha booth makanan lagi di Food Court sebuah gedung perkantoran baru di sekitar jalan Sudirman Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Pemda DKI memberlakukan Perda tentang Pemberdayaan UKM dan Fungsi Sosial di Gedung perkantoran, kaki lima yang selama ini disebut Warung Amigos (agak minggir got sedikit) sudah seluruhnya masuk kedalam gedung sehingga UKM semakin sejahtera, lingkungan menjadi bersih dan tertata dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Jakarta, yang sampai dengan 2013 mengalami kongesti akibat kemacetan parah yang berlangsung setiap hari, akhirnya berhasil menyetarakan diri dengan kota-kota besar dunia seperti Kuala Lumpur dan Shanghai dengan dibukanya jaringan MRT yang menghubungkan 300 titik di Jabodetabek melalui kereta api bawah tanah dan monorail serta pembahatasan kendaraan pribadi di beberapa lokasi dan pemberlakuan sistem lewat bayar (Road Pricing).  Meskipun sangat terlambat (Singapura telah memberlakukannya sejak tahun 1975), hal ini membuat para eksekutif yang masuk ke Jakarta dari daerah sekitarnya lebih memilih menitipkan mobilnya di Gedung Penitipan Kendaraan yang ada di batas kota dan beralih ke Kereta Api, Subway, Monorail atau Busway.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komposisi pegawai di DKI saat ini adalah 20 banding 80 yaitu 20% bidang administrasi dan pelayanan masyarakat dan 80% pegawai pelayanan lapangan seperti petugas kebersihan, petugas kesehatan, petugas ketertiban umum dan penyelia kebersihan dan ketertiban.&lt;br /&gt;Artinya ada sekitar 30.000 orang dari seluruhnya yang berjumlah 40.000 orang.  Jumlah yang cukup besar untuk PNS golongan I dan II yang rata-rata pendidikannya SLTA.  Kini hampir mustahil menjumpai sampah yang berserakan, bahkan sungai Ciliwung sudah menjadi pusat kajian ekosistem lingkungan sungai bagi negara-negara Asia Tenggara.  Beberapa Propinsi lain segera meniru langkah Jakarta untuk menambah lapangan kerja lulusan SLTP dan SLTA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah mencatat, program Island of Integrity yang dirilis KPK tahun 2005 sudah tidak relevan lagi dengan kondisi saat ini, karena Indonesia sudah menjadi sebuah “Archipelago of Integrity”.  Sulit rasanya menemukan lagi masalah di pelayanan publik semenjak Presiden RI ke-8 mencanangkan Revolusi Pelayanan Publik dengan slogan Cepat, Pasti dan Terjangkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi memang masih ada satu atau dua Kabupaten dan Kota yang belum memiliki Rumah Sakit gratis atau sekolah terpadu gratis bagi rakyat kurang sejahtera tingkat TK hingga SLTA, namun bukan berarti belum direncanakan, tapi lebih karena persoalan teknisnya saja.  Hal inilah yang membuat Badan Amil Zakat (BAZ) merasa mudah menyalurkan bantuan, sedekah dan zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahmud Setiawan (40 tahun) hampir setiap minggu menerima wisatawan asing yang datang ke sanggarnya dibilangan Kemayoran Jakarta Pusat mempertunjukkan kesenian daerah dan pencak silat.  Ia adalah bagian dari program pemerintah membuka lapangan kerja baru untuk guru tari, guru angklung dan pencak silat nasional sebanyak 4 orang yang ditempatkan di setiap Sekolah di seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun tidak secara langsung memberi dampak pada kemajuan prestasi olahraga nasional, tetapi program pencak silat yang dimulai dari SD hingga SLTA telah mengembalikan kejayaan cabang pencak silat Indonesia pada Sea Games terakhir di Vietnam, setelah bertahun-tahun terpuruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi dengan Jeje Rustandi (21 tahun) pengrajin angklung dari desa Mekarsari Sumedang Jawa Barat, semenjak diterapkannya program wajib nasional kesenian angklung dan alat musik tradisional lain, Ia kebanjiran pesanan, bahkan di bengkel kerjanya yang asri sudah tidak mampu menampung 50 orang pekerja padahal ia berencana menampah 30an tenaga kerja baru dari sekitar lingkungan rumahnya.  Akhir-akhir ini para pencari kerja sudah enggan bekerja menjadi TKI di Timur Tengah semenjak terbukanya lapangan kerja disekitar rumah dengan penghasilan yang lumayan memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun Pemerintah sudah mencanangkan program “Go Overseas” bagi para sarjana sebagai pengganti program TKI yang selama ini hanya untuk Domestic Helper alias pembantu rumah tangga, Ir. Fery Prakarsa (33 tahun) masih bingung memilih apakah akan menerima pekerjaan sebagai Drilling Manager Aramco di Riyad atau sebagai Fund Manager di Citi Corp Group Singapura.  Karena dengan gaji yang sama-sama tinggi Fery  masih berfikir-fikir masalah fasilitas yang diperolehnya kelak, karena ternyata fasilitas yang sekarang ia peroleh dari industri toys &amp; apparel Matel di Cikarang masih tetap menggiurkan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matel berani menggaji tinggi para pekerja Indonesia karena program efisiensi ditunjang dengan fasilitas Tax Holliday dan insentif pajak Pemerintah yang konon lebih “yahud” dari Vietnam.  Apalagi sudah tidak dijumpainya Pungli dan pemerasan oleh para oknum pelabuhan semenjak diberlakukannya sistem Single Window dan Electronic Complience di Tanjung Priok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disisi lain, Bripda Wisnu Wardana Retnoadi (28 tahun) petugas PJR di Polda Metro Jaya sudah tidak perlu lagi pusing mencari tambahan uang operasional untuk mengisi bensin kendaraan patrolinya dari para pengemudi kontainer yang lewat jalan Tol, Kapolri telah menerapkan sistem at cost seperti yang diperkenalkan oleh KPK sejak tahun 2003 bahkan sistem Remunerasi di Kepolisian RI sekarang banyak ditiru oleh lembaga lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, setelah keberhasilan KPK memberantas korupsi di bumi Indonesia telah banyak kemajuan yang dicapai oleh Bangsa ini.  Hasil bumi yang menjadi tulang punggung perekonomian rakyat maju pesat tidak saja untuk kebutuhan dalam negeri tetapi juga ekspor buah dan sayur Indonesia ke negara Asia Timur seperti Jepang dan Korea kini berhasil mengalahkan Thailand.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia tidak lagi disejajarkan dengan negara Afrika hitam atau negara ex Uni Sovyet, tetapi kini kita setara dengan Malaysia, Mesir, Meksiko, Brazil dan Thailand seperti yang terakhir dirilis TI beberapa waktu yang lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara kebetulan, kualitas SDM Indonesia meningkat pesat, terlihat dari banyaknya permintaan ahli bidang Teknologi Informasi, Perhotelan dan Pariwisata, Pertambangan, Pertanian dan Kehutanan serta Industri Manufaktur dari manca negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sekelumit kisah nyata yang terjadi pasca dikembalikannya tugas penyidikan dan penuntutan tindak pidana korupsi kepada kepolisian RI dan Kejaksaan dari KPK tahun 2019.  Saat itu KPK telah beralih menjadi Komisi Pencegahan Korupsi sesuai mandat UU No. 18 tahun 2018, tindak lanjut dari TAP MPR No. 1 Tahun 2017 tentang Negara Indonesia yang bebas KKN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak saya termenung, membayangkan betapa bangganya founding father kita Soekarno melihat keberhasilan Indonesia.  Teringat dengan pidato beliau tahun 1956 di KBRI Washington DC. “Sungguh Tuhan telah memberikan satu hidup kepadaku dan 100% kupersembahkan pada pembangunan Tanah Air dan Bangsa dan jikalau Tuhan memberikan dua hidup kepadaku, maka dua-duanya akan aku persembahkan pada Tanah Air dan Bangsa.  Maka aku minta kepada kita sekalian untuk kita bersama-sama mengabdi kepada Tanah Air dan Bangsa.  Inilah amanatku kepada kita sekalian”.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, hidup kita telah kita persembahkan 100% pada kebangkitan, kejayaan dan keluhuran martabat Bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah mimpi yang harus kita kejar, bukan sekedar baru bisa mimpi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-1992597552725659074?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/1992597552725659074/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/03/komisi-pencegahan-korupsi-kpk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/1992597552725659074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/1992597552725659074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/03/komisi-pencegahan-korupsi-kpk.html' title='KOMISI PENCEGAHAN KORUPSI (KPK)'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_khoqzxBcLDI/R-BnVj1OnwI/AAAAAAAAADA/FIzjQDQybCQ/s72-c/mp.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-6930118079556252104</id><published>2008-03-05T19:51:00.001+07:00</published><updated>2008-03-05T19:53:14.344+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan hari ini'/><title type='text'>Dendam Kultural Lelaki Minang dalam Sastra</title><content type='html'>Kedudukan kaum lelaki di Minangkabau memang unik, terutama di dalam masyarakat tradisionalnya. Keunikan ini berakar dari kultur matrialineal yang hingga kini masih dianut oleh masyarakat Minangkabau. Salah satu keunikan itu adalah kaum lelakinya tidak memiliki hak warisan atas pusaka turunan. Yang berhak menerima warisan pusaka dari orangtuanya adalah kaum perempuan. Selain dari itu, lelaki minang juga tidak menurunkan suku (marga)-nya kepada anaknya sendiri, melainkan kepada anak saudara perempuannya atau kemenakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pun seorang lelaki berdiam di rumah orangtuanya setelah berkeluarga dan menggarap sawah ladang orang tuanya sendiri, itu bukan berarti ia dapat menurunkan warisan itu kepada anak-anaknya kalau ia meninggal nanti, sekalipun lelaki itu tidak memiliki saudara perempuan seayah-seibu, toh masih ada saudara perempuan sepupu untuk menerima warisan itu. Malah, tinggal dan menggarap sawah ladang di rumah dan tanah orangtua sendiri, di tanah Minang adalah aib. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sudut pandang patrialineal, status kaum lelaki di Minangkabau itu menyedihkan. Tapi, bagaimanakah hal itu dapat diterima oleh orang Minangkabau sendiri tanpa protes? Buktinya, hingga saat ini belum ada perubahan yang signifikan. Kalau pun terjadi anak-anak suku Minang menerima warisan dari orangtuanya, sudah barang tentu harta warisan itu tidak berasal dari warisan turun-temurun (pusaka tinggi), melainkan harta yang berasal dari tetes keringat orangtuanya sendiri atau yang disebut dengan pusaka rendah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, bagi kaum lelaki yang ditakdirkan lahir sebagai lelaki dari etnis Minangkabau, bukan tidak berdampak atas perlakuan adat yang tidak kenal kompromi itu. Jika diteliti secara cermat, nuansa melangkolis begitu kental ditemukan di dalam sastra tradisi masyarakatnya seperti di dalam pantun, kaba dan nyanyian, baik yang masih lisan maupun yang sudah tertulis di dalam aksara Jawi atau pun Melayu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuansa melankolis itu lebih merupakan dendam yang laten ketimbang protes. Dampak dari dendam laten itu berujud menjadi perilaku merantau yang pada dasarnya adalah pencarian harga diri. Jika tidak ada yang memiliki di kampung halaman sendiri, di luar tanah Minang pasti ada, sekurang-kurangnya pergi belajar dalam arti yang luas untuk mendapatkan martabat sebagai lelaki. Agaknya, itu merupakan salah satu faktor mengapa orang Minang sangat concern dengan dunia pendidikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang kegelisahan anak lelaki yang mulai dewasa di Minangkabau, terlukis dalam pantun ''merantau'' yang sangat lazim dipakai oleh tukang kaba (tukang cerita lisan) melalui rebab, saluang, atau teater randai adalah seperti berikut: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;''karatau madang di hulu &lt;br /&gt;berbuah berbunga belum &lt;br /&gt;merantau bujang dahulu &lt;br /&gt;di rumah berguna belum'' &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merantau sejak usia muda pada dasarnya adalah belajar menjadi orang. Entah akan menjadi pemilik warung padang, meskipun pada awalnya adalah tukang cuci piring. Mungkin akan menjadi pendekar, karena pada awalnya kalah berkelahi. Atau menjadi pedagang yang sukses di pasar kota rantau, meski pada awalnya menjadi pengecer di kaki lima, atau pun mencopet di atas bus kota. Boleh jadi menjadi da'i kondang karena pada awalnya tidur di masjid/langgar. Atau juga menjadi ilmuwan karena belajar di perguruan tinggi formal. Namun, amat jarang terdengar ada orang Minang sukses merantau karena menjadi tentara, kecuali di zaman Orde Baru yang memungkinkan tentara atau polisi menjadi bupati atau gubernur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah profil lelaki Minang di dalam sastra Indonesia modern? Kalau karya sastra itu merupakan cerminan masyarakat di mana sastra itu lahir, katakanlah sastra Indonesia modern yang berlatar dan ditulis oleh pengarang Minang, profil lelaki Minang itu sudah barang tentu terefleksi di dalamnya. Ambillah contoh misalnya novel ''Salah Asuhan'' yang ditulis oleh Abd. Muis sebelum perang (menurut batasan Teeuw), dan novel ''Warisan'' karya Chairul Harun yang ditulis dan diterbitkan sesudah perang, keduanya terlukis jelas sosok lelaki Minang yang menyimpan dendam kultural itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanafi, tokoh utama novel ''Salah Asuhan'', adalah sosok lelaki Minang yang tidak berterima dengan adat Minang yang mengharuskannya menjadi suami perempuan Minang (Rafiah). Karena Hanafi yang berpendidikan Eropa itu sadar betul dengan kedudukan dan martabatnya sebagai laki-laki. Sementara menurut adat, suami tidak berhak memiliki apa pun di rumah istrinya, kecuali istrinya sendiri. Ia diperlakukan sebagai tamu abadi yang terhormat, tetapi tidak berhak mengatur di rumah itu, sekalipun mendidik anaknya sendiri. Karena pendidikan anaknya adalah tanggung jawab mamak anak itu sendiri, yakni saudara laki-laki istrinya. Protes keras Hanafi adalah meninggalkan istrinya dan nekat mengawini Corrie yang gadis Indo dan berbudaya Eropa. Namun dilema yang dihadapi Hanafi ialah tercerabut dari akar budaya sendiri dan sekaligus dibencinya itu, membuatnya hancur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, novel ''Warisan'' yang ditulis Chairul Harun pada masa sesudah perang, mengungkapkan bentuk dampak dendam kultural itu dengan menggauli tiga orang perempuan muda sekaligus, ketika ia berkesempatan pulang mengurus kematian ayahnya yang juga mewariskan dendam itu. Sebenarnya, peristiwa itu terjadi juga didukung oleh suasana tradisi, di mana kaum perempuan justru merasa bangga memiliki banyak suami, meskipun dengan jalan kawin-cerai (bukan poliandri). Karena menurut pandangan tradisi (dampak adat), seorang perempuan akan mendapat cap ''tidak laku'' kalau hanya pernah menikah sekali dalam hidupnya. Begitu juga halnya, status gadis tua jauh lebih hina ketimbang janda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah cerminan masyarakat yang terpantul dari novel-novel itu masih relevan secara substansial di ujung abad ini, dengan realitas objektif? Pertanyaan ini hanya mungkin dijawab dengan melihat sejauh mana kini orang Minang masih memegang teguh tradisinya. Suatu hal yang tak terelakkan adalah perubahan-perubahan nilai dasar kultural yang disebabkan oleh koreksian alamiah. Agaknya, koreksian yang paling kuat itu datang dari tuntutan zaman yang telah mengglobal. Sekarang, di manapun harga diri dapat ditemukan, meski di kampung sendiri, menjadi anggota legislatif, misalnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;em&gt;www.google.com&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-6930118079556252104?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/6930118079556252104/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/03/dendam-kultural-lelaki-minang-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/6930118079556252104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/6930118079556252104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/03/dendam-kultural-lelaki-minang-dalam.html' title='Dendam Kultural Lelaki Minang dalam Sastra'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-6101817057633159549</id><published>2008-02-27T18:37:00.000+07:00</published><updated>2008-02-27T18:44:13.289+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan hari ini'/><title type='text'>Daftar Bupati Beserta Permasalahan Korupsi-nya</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_khoqzxBcLDI/R8VMKSLdZeI/AAAAAAAAACo/3YaYvFGTXv8/s1600-h/jihad.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_khoqzxBcLDI/R8VMKSLdZeI/AAAAAAAAACo/3YaYvFGTXv8/s320/jihad.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5171623486667187682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Semakin tegaslah hipotesis bahwa kekuasaan dan wewenang yang dimiliki para Kepala Daerah sering kali disalahgunakan untuk kepentingan pribadi/golongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga daftar sejarah buruk ini tidak bertambah panjang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data didapat dari Indonesia Corruption Watch (ICW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Bupati Beserta Permasalahan Korupsi-nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bupati Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Syaukani Hassan Rais,&lt;br /&gt;paling fenomenal. Bupati dari kabupaten terkaya di Indonesia ini&lt;br /&gt;didakwa 4 kasus dugaan korupsi dengan nilai total kerugian negara&lt;br /&gt;mencapai Rp 120 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka yang didakwakan jaksa penuntut umum di Pengadilan Tipikor itu&lt;br /&gt;sebenarnya lebih rendah dari yang diduga selama ini. Berdasarkan&lt;br /&gt;data yang dikumpulkan Indonesian Corruption Watch (ICW) per 20&lt;br /&gt;September 2007, Syaukani diduga melakukan korupsi dengan taksiran&lt;br /&gt;angka kerugian negara mencapai Rp 2,1 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus pertama Syaukani adalah menandatangani surat keputusan&lt;br /&gt;pembagian uang perangsang atas penghasilan daerah dari migas. Kasus&lt;br /&gt;kedua adalah penunjukan langsung proyek FS Bandara Kutai Kartanegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus ketiga adalah penyelewengan dana pembangunan bandara dalam&lt;br /&gt;APBD 2004 dan kasus keempat adalah menyelewengkan dana kesejahteraan&lt;br /&gt;rakyat dalam APBD 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bupati Pandeglang, Banten, Achmad Dimyati Natakusumah. Achmad&lt;br /&gt;diduga terlibat kasus korupsi APBD Pandeglang tahun 2002 pada&lt;br /&gt;pembebasan tanah untuk lahan parkir Karangsari, Kecamatan Labuhan,&lt;br /&gt;dengan nilai Rp 3,5 miliar. Achmad diperiksa Kejati Banten sebagai&lt;br /&gt;saksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bupati Bone Bolango, Gorontalo, Ismet Mile, diizinkan SBY&lt;br /&gt;diperiksa sebagai tersangka kasus korupsi pembangunan fasilitas&lt;br /&gt;penunjang objek wisata Lombongo, yang dikerjasamakan dengan pihak&lt;br /&gt;ketiga tahun 2003. Ia juga diduga menggunakan sisa ABT (Anggaran&lt;br /&gt;Biaya Tambahan) APBD 2003 dan penggunaan DAK (Dana Alokasi Khusus)&lt;br /&gt;non-reboisasi 2004, serta pembagian dana APBD 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bupati Sarolangun, Jambi, Muhammad Madel, diduga terlibat korupsi&lt;br /&gt;pembangunan dermaga ponton Rp 3,5 miliar. Kasus ditangani Kejati&lt;br /&gt;Jambi dan 3 Mei 2007 lalu diizinkan Depdagri untuk diperiksa sebagai&lt;br /&gt;saksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bupati Garut, Jawa Barat, Agus Supriadi, diduga menyelewengkan&lt;br /&gt;APBD Garut 2004-2007 untuk kepentingan pribadi sebesar Rp 6,9&lt;br /&gt;miliar. Agus sudah ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan KPK&lt;br /&gt;sejak 26 Juli 2007 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Lili Hambali Hasan, diperiksa&lt;br /&gt;Kejaksaan Tinggi Jawa Barat sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi&lt;br /&gt;dana bencana alam Rp 2 miliar dan kasus korupsi pembangunan gedung&lt;br /&gt;Islamic Center Purwakarta sebesar Rp 1,725 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Bupati Kendal, Jawa Tengah, Hendy Boedoro, telah divonis 5 tahun&lt;br /&gt;penjara oleh Pengadilan Tipikor 18 September 2007 atas penggunaan&lt;br /&gt;uang negara untuk kepentingan pribadi sebesar Rp 16,8 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Bupati Pemalang, Jawa Tengah, M Machroes, diperiksa Kejaksaan&lt;br /&gt;Negeri Pemalang selaku saksi terkait kasus dugaan korupsi proyek&lt;br /&gt;pengadaan buku ajar 2004 dan 2005 senilai total Rp 26,587 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Bupati Semarang, Jawa Tengah, Bambang Guritno, diadili dalam&lt;br /&gt;kasus penyimpangan APBD 2004 Kabupaten Semarang terkait pengadaan&lt;br /&gt;buku ajar SD/MI kelas I dan IV yang menyebabkan kerugian negara&lt;br /&gt;Rp3,365 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Bupati Wonogiri, Jawa Tengah, Begug Purnomosidi, beberapa kali&lt;br /&gt;diperiksa KPK terkait dugaan penyimpangan APBD Wonogiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Bupati Madiun, Jawa Timur, H Djunaedi Mahendra, merupakan&lt;br /&gt;tersangka&lt;br /&gt;penyelewengan APBD 2001-2004 yang merugikan negara Rp 8,7 miliar.&lt;br /&gt;Kasus ditangani Polwil Madiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Bupati Magetan, Jawa Timur, Saleh Muljono, merupakan tersangka&lt;br /&gt;kasus dugaan korupsi pembangunan GOR Ki Mageti dan gedung DPRD&lt;br /&gt;Magetan senilai Rp 7,2 milliar. Ditetapkan tersangka sejak 29 Juni&lt;br /&gt;2007 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Bupati Malang, Jawa Timur, Sujud Pribadi, diambil keterangan&lt;br /&gt;terkait kasus dugaan penyelewengan dana keagamaan senilai Rp 1,1&lt;br /&gt;miliar dari total anggaran sekitar Rp 2,3 miliar. Kasus ini telah&lt;br /&gt;menyeret mantan Kabag Pemerintahan Sahiruddin sebagai tersangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Bupati Pamekasan, Jawa Timur, Achmad Syafii Yasin, diambil&lt;br /&gt;keterangan dalam kasus korupsi anggaran biaya tambahan sebesar Rp&lt;br /&gt;3,5 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Bupati Pasuruan, Jawa Timur, H. Jusbakir Aldjufri, diperiksa&lt;br /&gt;sebagai saksi dalam kasus korupsi penggunaan anggaran proyek usaha&lt;br /&gt;peternakan Aliansi bekerja sama dengan Unibraw, Lousiana State&lt;br /&gt;University, American Brahmanan Breeuer Association. Kerugian negara&lt;br /&gt;diperkirakan Rp 3,5 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Bupati Sidoarjo, Jawa Timur, Wien Hendrarso, akan diperiksa&lt;br /&gt;dalam kasus dugaan korupsi belasan miliar rupiah pada proyek&lt;br /&gt;pengadaan tanah untuk Pasar Induk Agrobis (PIA) di Kelurahan&lt;br /&gt;Jemundo, Kecamatan Taman, Sidoarjo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Bupati Situbondo, Jawa Timur, Ismunarso, ditetapkan tersangka&lt;br /&gt;pada 18 September 2007 dalam kasus dugaan korupsi raibnya dana kas&lt;br /&gt;daerah sebesar Rp Rp 45,750 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Bupati Ketapang, Kalimantan Barat, Morkes Effendi, diduga&lt;br /&gt;terlibat korupsi penyimpangan dana PSDH dan DR Kabupaten Ketapang&lt;br /&gt;dan korupsi proyek pengadaan air bersih Riam Berasap yang berpotensi&lt;br /&gt;merugikan negara sebesar Rp 42 miliar. Kejaksaan sudah mengajukan&lt;br /&gt;surat izin ke presiden yang dilayangkan dengan nomor R 308/3/2006,&lt;br /&gt;sejak 29 Maret 2006 untuk meminta keterangannya sebagai saksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Bupati Sintang, Kalimantan Barat, Milton Crosby, sedang menunggu&lt;br /&gt;izin pemeriksaan dirinya atas dugaan kasus korupsi penahanan Provisi&lt;br /&gt;Sumber Daya Hutan dan Dana Reboisasi (PSDH-DR).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Bupati Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Ardiansyah, diajukan oleh&lt;br /&gt;Kapolri sebagai tersangka dalam tindak pidana korupsi pemberian izin&lt;br /&gt;illegal mining pada 2 Februari 2006. Namun belum diketahui&lt;br /&gt;perkembangan kasusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Bupati Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Baharudin H Lisa, akan&lt;br /&gt;diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi dana alokasi khusus&lt;br /&gt;dana reboisasi tahun anggaran 2004 dan 2005 di Kabupaten Barito&lt;br /&gt;Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Bupati Barito Utara, Kalimantan Tengah, Achmad Yuliansyah,&lt;br /&gt;status tersangka kasus dana lelang illegal logging Rp 3 miliar sejak&lt;br /&gt;17 April 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Bupati Lamandau Bustani, Kalimantan Tengah, Hj Mahmud, pada 3&lt;br /&gt;Mei 2007 lalu diizinkan Depdagri untuk diperiksa sebagai tersangka&lt;br /&gt;kasus korupsi penyimpangan dana APBD 2004 dengan kerugian negara&lt;br /&gt;berdasarkan perhitungan BPKP sekitar Rp 12 miliar. Kejati Kalimantan&lt;br /&gt;Tengah telah mendapat izin penahanan dan pemeriksaan atas Bupati&lt;br /&gt;Lamandau dari Presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Yusran Aspar,&lt;br /&gt;dinonaktifkan 10 September 2007. Yusran merupakan tersangka&lt;br /&gt;penggelembungan dana pembebasan lahan 50 hektar di Babulu, Kecamatan&lt;br /&gt;Babulu Darat, sebesar Rp 5,8 milyar, seluas lahan yang rencananya&lt;br /&gt;akan dibangun perumahan pegawai negeri sipil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Bupati Tulang Bawang, Lampung, Abdurachman Sarbini, diperiksa&lt;br /&gt;sebagai saksi kasus korupsi pengadaan kapal cepat dengan APBD tanpa&lt;br /&gt;persetujuan DPRD dengan nilai proyek Rp 4 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Bupati Dompu, Nusa Tenggara Barat, Abu Bakar Ahmad, divonis 2&lt;br /&gt;tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor atas korupsi dana tak terduga&lt;br /&gt;Pemkab Dompu 2003-2005 Rp 4,6 miliar. Lalu Abu Bakar diberhentikan&lt;br /&gt;berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri tanggal 6 Desember&lt;br /&gt;2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Bupati Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Iskandar, diduga&lt;br /&gt;terlibat mark up tukar guling tanah Pemkab Lobar di Desa Sesela,&lt;br /&gt;Gunungsari, Lombok Barat, senilai di atas Rp 1 miliar lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Bupati Kupang, Nusa Tenggara Timur, Ibrahim Agustinus Medah,&lt;br /&gt;merupakan tersangka dana proyek pengadaan 300 unit rumpon senilai Rp&lt;br /&gt;3,9 miliar dan kasus Purnabakti DPRD Kabupaten Kupang Rp 1 miliar.&lt;br /&gt;Ketua DPD Partai Golkar NTT ini resmi tersangka sejak 21 Juli 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. Bupati Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Christian Nehemia Dillak,&lt;br /&gt;merupakan tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan dua unit&lt;br /&gt;kapal ikan tahun 2002. Ditetapkan tersangka pada 20 Juli 2007 lalu&lt;br /&gt;oleh Polda NTT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. Bupati Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, Daniel&lt;br /&gt;Banunaeak, sebagai saksi dalam perkara tindak pidana penebangan&lt;br /&gt;pohon jati tanpa izin dari pejabat yang berwenang di kawasan Hutan&lt;br /&gt;Kutuanas, Desa Lelo, Kecamatan Atu Utara, Kabupaten Timor Tengah&lt;br /&gt;Selatan. Juga terkait kasus dana purna bakti Timor Tengah Selatan&lt;br /&gt;periode 1999-2004 sebesar Rp 1,4 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. Bupati Jayawijaya, Papua, David Agustein Hubi, pada 3 Mei 2007&lt;br /&gt;lalu diizinkan Depdagri untuk diperiksa sebagai tersangka pembelian&lt;br /&gt;fiktif dua pesawat Fokker 27 seharga Rp 8,6 miliar per satu unit,&lt;br /&gt;penyimpangan dana pengadaan/pengoperasian pesawat Antonov buatan&lt;br /&gt;Rusia sebesar Rp 3,9 miliar, biaya pengangkutan rangka baja dari&lt;br /&gt;Bandara Sentani ke Wamena sebesar Rp 2 miliar, dan pengadaan dua&lt;br /&gt;unit ground power senilai Rp 1,75 miliar. Total kerugian negara Rp&lt;br /&gt;24,8 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. Bupati Nabire, Papua, Drs Anselmus Petrus Youw, tersangka&lt;br /&gt;Korupsi APBD Kabupaten Nabire Rp 2,5 miliar. Ditetapkan jadi&lt;br /&gt;tersangka 5 November 2004 lalu oleh Polda Papua. Belum diketahui&lt;br /&gt;perkembangan kasusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33. Bupati Pelalawan, Riau, Tengku Azmun Jaafar, telah ditetapkan&lt;br /&gt;KPK sebagai tersangka gratifikasi dalam penerbitan izin pemanfaatan&lt;br /&gt;kayu (IPK). Tengku Azmun diduga telah menerima dana gratifikasi Rp&lt;br /&gt;600 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34. Bupati Mamasa, Sulawesi Barat, HM Said Saggaf, diduga terlibat&lt;br /&gt;korupsi APBD senilai Rp 70 miliar. Namun Said hanya diperiksa selaku&lt;br /&gt;saksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35. Bupati Luwu, Sulawesi Selatan, Basmin Mattayang, diperiksa&lt;br /&gt;Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan sebagai tersangka kasus korupsi&lt;br /&gt;Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2004 senilai Rp 1,05 miliar pada&lt;br /&gt;18 Juli 2007 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36. Bupati Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Johanis Amping Situru,&lt;br /&gt;bersama wakilnya, A Palino Popang, mendekam di balik jeruji Rutan&lt;br /&gt;Makassar. Orang nomor satu Tana Toraja itu menjadi tersangka kasus&lt;br /&gt;dugaan korupsi APBD Toraja 2003/2004 senilai Rp 3,9 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37. Bupati Morowali, Sulawesi Tengah, Andi Muhammad AB, pada 3 Mei&lt;br /&gt;2007 lalu diizinkan Depdagri untuk diperiksa sebagai tersangka dalam&lt;br /&gt;kasus korupsi penyelewengan dana pemekaran senilai Rp 5 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;38. Bupati Muaraenim, Sumatera Selatan, Kalamudin Djinab, status&lt;br /&gt;diambil keterangan dalam kasus korupsi proyek penggantian box&lt;br /&gt;culvert dan perbaikan jalan Tanah Abang-Modong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;39. Bupati Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan, Muhtadin&lt;br /&gt;Serai, tersangka dalam korupsi pembangunan proyek pasar tradisional&lt;br /&gt;Saka Selabung Muara dua. Pemeriksaan menunggu izin presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40. Bupati Nias, Sumatera Utara, Bina B Bahaiak, tersangka kasus&lt;br /&gt;dugaan korupsi penggunaan dana PSDH senilai Rp 2,3 miliar. Dana ini&lt;br /&gt;digunakan untuk proyek pembangunan jalan di Nias. Kasus ditangani&lt;br /&gt;Kejari Gunung Sitoli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;41. Bupati Sleman, Yogyakarta, Ibnu Subiyanto, tersangka atas dugaan&lt;br /&gt;korupsi pengadaan buku paket pelajaran SD-SMA yang merugikan negara&lt;br /&gt;hingga Rp 12 miliar. Kasus ditangani Polda DIY.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-6101817057633159549?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/6101817057633159549/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/02/daftar-bupati-beserta-permasalahan.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/6101817057633159549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/6101817057633159549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/02/daftar-bupati-beserta-permasalahan.html' title='Daftar Bupati Beserta Permasalahan Korupsi-nya'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_khoqzxBcLDI/R8VMKSLdZeI/AAAAAAAAACo/3YaYvFGTXv8/s72-c/jihad.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-2096935125513709145</id><published>2008-02-26T18:04:00.001+07:00</published><updated>2009-09-08T17:16:35.428+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tentang Teladan'/><title type='text'>Surat Che Kepada Anak-anaknya</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_khoqzxBcLDI/R8Py-iLdZdI/AAAAAAAAACg/lcQbklvDbi4/s1600-h/202.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_khoqzxBcLDI/R8Py-iLdZdI/AAAAAAAAACg/lcQbklvDbi4/s320/202.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5171243953292142034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Inilah Surat Che, seorang pejuang revolusioner yang sebagian besar hidupnya dihabiskan untuk perjuangan rakyat Cuba. Sungguh sebuah pesan yang mengharukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Surat Kepada Anak-anaknya &lt;br /&gt;Che Guevara (1965)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk anak-anakku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hildita, Aleidita, Camilo, Celia,dan Ernesto terkasih:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacalah baik-baik surat ini, karena aku tidak lagi bersamamu. Praktis kau tidak akan mengingatku lagi, dan kau yang paling kecil tidak akan ingat padaku sama sekali.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahmu ini seorang manusia yang bertindak atas keyakinan yang dipegangnya dan setia pada pendiriannya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuhlah kalian sebagai revolusioner yang baik. Belajarlah yang tekun hingga kalian dapat menguasai teknologi, yang akan memungkinkan kalian menguasai alam. Camkan bahwa revolusilah hal yang pokok, dan masing-masing dari kita, seorang diri, tak akan ada artinya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas segalanya, kembangkan selalu perasaan yang dalam pada siapapun yang mengalami ketidakadilan, dimanapun didunia ini. Inilah kualitas yang paling indah dari seorang revolusioner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kapanpun juga, anak-anakku. Aku masih berharap melihatmu. Cium mesra dan peluk erat dari Ayah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-2096935125513709145?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/2096935125513709145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/02/surat-che-kepada-anak-anaknya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/2096935125513709145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/2096935125513709145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/02/surat-che-kepada-anak-anaknya.html' title='Surat Che Kepada Anak-anaknya'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_khoqzxBcLDI/R8Py-iLdZdI/AAAAAAAAACg/lcQbklvDbi4/s72-c/202.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-3211465961767756173</id><published>2008-02-22T19:12:00.002+07:00</published><updated>2009-04-28T13:26:27.152+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arsip artikel lama'/><title type='text'>Gus Jarot (Sebuah Kisah Nyata)</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_khoqzxBcLDI/R7694SLdZcI/AAAAAAAAACY/vx-4ZuIy5vg/s1600-h/gempa+jogja.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_khoqzxBcLDI/R7694SLdZcI/AAAAAAAAACY/vx-4ZuIy5vg/s320/gempa+jogja.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5169778196918134210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Minggu / 4 Juni 2006, sungguh hari yang sangat melelahkan namun menyisakan sebuah pelajaran dan kenangan yang tak terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasanya, paska gempa bumi Yogyakarta (27/5/06) yang lalu, aku dan sahabat "mantap"ku Pak de Osama, punya kesibukan baru yaitu sebagai relawan lepas setiap harinya. (mumpung lagi nganggur lagi). Minggu pagi, setelah cuma bisa tidur 2 jam, kamipun langsung menuju TKP di dukuh Manggung, Kecamatan Sewon, Bantul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini beda dengan hari-hari sebelumnya dimana biasanya cuma datang ke beberapa lokasi hanya sekedar mengantar logistik, namun mulai hari itu Pak De dan LM Psikologi-nya memutuskan untuk menetap di beberapa titik saja dan melakukan pembinaan mental terhadap masyarakat yang kebanyakan menderita penyakit &lt;em&gt;Post Disaster Syndrome&lt;/em&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan di Bantul berjalan lancar, masyarakat sudah mulai pulih dan bergotong royong membersihkan puing-puing, banyak relawan mulai dari tukang batu sampai tukang bangunan berdatangan dari Magelang ikut terjun langsung bersama masyarakat setempat. Sebuah pemandangan yang luar biasa dan membuatku bisa tersenyum lagi. Mereka sudah mulai bangkit untuk kembali melanjutkan hidup. Sementara itu, di sisi lain aku dan beberapa orang mahasiswa psikologi memberikan pembinaan kepada puluhan anak2 yang masih selamat di dukuh tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang siang, kami mendapat tamu dari kumpulan mahasiswa Univ. Hang Tuah Surabaya yang kebetulan juga mendirikan posko di Daerah Wedi, Klaten. Setelah berbincang-bincang dan mengamati kondisi di sekitar Dukuh Manggung yang sangat kontras dengan kondisi di Wedi, mereka memohon bantuan kami untuk ikut membantu mereka untuk pemulihan mental dan psikologi masyarakat di sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini disambut baik oleh Pak de, sehingga kamipun (Aku, pak de dan Tila) meluncur ke Klaten. Sungguh ironis, memang benar apa yang disampaikan anak2 Hang Tuah tersebut, kondisi di Klaten sangat memprihatinkan. Masyarakat disana terkesan begitu terlena dengan semakin banyaknya bantuan yang mengalir. Mereka bahkan tidak sempat membersihkan puing2 bekas reruntuhan rumahnya sendiri, bahkan padi yang sudah menguning di sawah hanya dibiarkan saja. Mereka (mulai dari orang tua sampai anak2) cuma berjejeran di pinggir jalan dan meminta-minta sumbangan dari para relawan yang mondar-mandir di jalan kecamatan. Padahal, logistik yang disumbangkan para donatur dan Pemerintah menumpuk di Posko. Mereka terlena dengan dengan banyaknya bantuan yang datang, sehingga "lupa" untuk segera hidup secara normal kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil yang kukendaraipun akhirnya sampai di Pos Kopassus di Desa tsb. Posko yang dilengkapi dengan RS darurat tersebut terlihat begitu rapinya. Di ujung utara terlihat tumpukan logistik yang menggunung. Sungguh luar biasa perhatian masyarakat terhadap bencana ini. Kamipun turun dan berkenalan dengan sesama relawan. Diantara mereka yang membuatku terkesan adalah saat berkenalan dengan 2 orang manusia hebat; Kapten Sardono dan Mas Jarot (yang akhirnya kupanggil Gus Jarot).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertemuan dengan Gus Jarot&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di barak / tenda militer itu aku bertemu dengan beberapa orang relawan yang sudah terlihat letih namun dari mata-mata mereka aku menangkap sebuah semangat yang diiringi ketulusan untuk terus dapat memberikan segenap tenaga dan waktunya membantu para korban yang masih sangat membutuhkan pertolongan. Tanpa membuang-buang waktu kamipun langsung terlibat dalam diskusi hangat tentang strategi penanganan permasalahan pengungsi di daerah tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sekitar 8 sampai 10 orang di sana (aku lupa jumlah pastinya). Selama perbincangan tersebut mataku terpaku pada sesosok tubuh manusia yang seolah-olah pernah kukenal sebelumnya, aku lupa dimana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak muda bertubuh besar dan tegap dengan bekas “codet” di wajahnya. Jarot, yah… Cak Jarot pada awalnya aku memanggilnya. Arek Jowo Timuran yang ketika ia bicara membuatku terdiam memikirkan setiap kata yang keluar dari mulutnya. Kata-kata jalanan yang kasar khas jawa timuran dan cenderung “saru” namun tersimpan banyak makna didalamnya. Pada saat itu, batinku pun langsung berkata, dia bukan orang sembarangan. Setelah rapat dadakan itupun selesai, Pak De dan Tila pun langsung bergegas melakukan peninjauan ke daerah sekitar. Observasi, yah… Kalau tidak salah itu istilah yang mereka pakai. Dengan menggunakan sebuah motor pinjaman salah seorang relawan, mereka berduapun berlalu meninggalkanku di barak tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil beristirahat, karena kecapekan mengemudikan mobil hampir 3 jam, tiba-tiba Cak Jarot pun datang menghampiriku. Tanpa basa-basi, sambil menyuguhkan sebatang rokok lintingan, diapun langsung  memulai diskusi mengenai makna hidup dan kehidupan. Aku tak tahu mengapa ia memilihku sebagai lawan bicaranya. Biasanya aku selalu menghindari diskusi-diskusi seperti ini. Bukan apa-apa, aku hanya takut berbicara mengenai sesuatu yang diluar kuasaku. Bicara tentang hidup bagiku sangat erat relevansinya dengan berbicara tentang Tuhan dan Agama. Dan aku belum punya cukup ilmu tentang hal itu. Namun dengan gaya khasnya yang slengean dan ceplas-ceplos, Cak Jarot pun mengurai semua persepsinya tentang hidup dan kehidupan. Hampir satu jam kami berdua, namun aku hanya bisa diam dan menjadi seorang pendengar yang baik. Diam-diam aku mulai hanyut dengan semua paparannya. Paparan-paparan yang tak lazim dan belum pernah ku dengar sebelumnya. (sependek pengalaman hidupku, aku tlah bertemu dan berdiskusi dengan banyak manusia-manusia hebat dan populer). Tapi, kali ini memang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celotehan-celotehan yang diselingi dengan kepulan asap rokok lintingan itu seolah-olah menusuk jantungku dan membuat diriku semakin kecil di depannya. Ibarat seorang sufi atau bahkan seorang filosof , Cak Jarot terus meng”guru”iku… Mengikuti logika nya, aku diperlakukan seperti penumpang bus kota yang disupiri supir Batak, yang biasa menggasak saja di tikungan tajam dan tanjakan-tanjakan terjal di Sibolga sana. Aku merasa terbanting-banting, tersentak-sentak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keseluruhan diskusi itu (mungkin lebih tepat kusebut kuliah, karena aku hanya dalam posisi pendengar), aku terus menbatin, kalau seandainya ia kiai NU, ia pasti tergolong &lt;em&gt;khorikul&lt;/em&gt;, adalah kiai yang menatap hidup lewat dimensi yang tak dilihat kiai lain. Orang akan menyapanya dengan sebutan "mbah". Mbah Jarot. Atau lebih kerennya, "gus". Gus Jarot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa kusadari, air mataku pun mengalir. Teringat akan semua kelemahan dan kekhilafanku selama hidup. Bagi Jarot, dalam hidup usaha itu penting tapi juga tidak penting. Ia penting karena dalam hidup kita tak boleh cuma berpangku tangan. Tapi ia tak penting, usaha bukan di atas segala-galanya. Di atas itu ada takaran hidup lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin itu pemahaman Jarot tentang usaha manusia, sebab dia bahkan sering menggambarkan usaha manusia sebagai sebuah kesia-siaan. Sia-sia seperti - kata Bos BASIS, Sindhunata, yang terkenal itu - Ikhtiar anak bujang menguras samudra raya dengan tempurung bocor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, Jarot kembali menegaskan. Hidup itu kepenak (enak) dan rileks sahaja. Hidup tak usah muluk-muluk. Tak usah "&lt;em&gt;nggethu&lt;/em&gt;", sok serius. Tak usah "&lt;em&gt;ndakik-ndakik&lt;/em&gt;", sok pemikir, sok filosofis. Pokoknya biasa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarlah hidup menjadi hidup itu sendiri. Ia tidak minta ditafsirkan, tak menuntut dipahami. Ia cuma minta dilakoni, minta ditempuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin hidup harus menerima apa adanya. Diterima "ma" begitu saja, seperti paket dari pos. Lalu kiriman itu kita syukuri. Syukur biasa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau hidup mau di olah lebih lanjutpun boleh. Tapi jangan ngotot. Pendek kata, kalau dalam hidup kita mau "&lt;em&gt;ngono&lt;/em&gt;" silahkan. Tapi "&lt;em&gt;ojo ngoyo&lt;/em&gt;". Sebab, seperti diperlihatkan Jarot, satu-satunya kepastian hidup adalah ketidakpastian. Dan ini bukan perkara main-main.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbincanganpun terhenti sejenak karena kedatangan rombongan Pak De dan Tila yang sudah menyelesaikan tugas mereka berkeliling desa. Namun, perkenalan dengan Gus Jarot yang hanya beberapa jam tersebut, telah mengubah persepsiku tentang HIDUP selama ini. Terasa sia-sia 1/3 jatah waktu (merujuk pada usia Rasulullah) yang tlah kujalani ini. Tapi, aku bersyukur, lagi-lagi dalam kebimbangan aku menemukan banyak pelajaran berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih Gus! Hormatku untukmu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Bang Jenggot&lt;/em&gt;"&lt;br /&gt;Jogjakarta&lt;br /&gt;8 Juni 2006&lt;br /&gt;(beberapa hari setelah Gempa besar meluluh-lantakkan DIY dan Jateng dan membunuh ribuan manusia di dalamnya)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-3211465961767756173?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/3211465961767756173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/02/gus-jarot-sebuah-kisah-nyata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/3211465961767756173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/3211465961767756173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/02/gus-jarot-sebuah-kisah-nyata.html' title='Gus Jarot (Sebuah Kisah Nyata)'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_khoqzxBcLDI/R7694SLdZcI/AAAAAAAAACY/vx-4ZuIy5vg/s72-c/gempa+jogja.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-8408828412410629772</id><published>2008-02-22T18:49:00.003+07:00</published><updated>2009-07-07T11:07:31.926+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arsip artikel lama'/><title type='text'>Azwar Anas, Niniak Mamak dan Prajurit yang Senantiasa Berjuang</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_khoqzxBcLDI/R763qCLdZbI/AAAAAAAAACQ/jJ9vXtG7jPA/s1600-h/news_icon.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_khoqzxBcLDI/R763qCLdZbI/AAAAAAAAACQ/jJ9vXtG7jPA/s320/news_icon.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5169771355035231666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(dalam rangka pembuatan Buku "&lt;em&gt;GET UR DREAM&lt;/em&gt;")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dapat dipungkiri bahwa Ir. H. Azwar Anas Dt. Rajo Sulaiman,&lt;br /&gt;Letjen (Purn), adalah salah satu putra terbaik ranah minang yang&lt;br /&gt;telah banyak berjasa bagi pembagunan di Sumatera Barat dan cukup&lt;br /&gt;dikenal seantero negri ini. Di usianya yang sudah mencapai 73 tahun,&lt;br /&gt;Pak Azwar masih tampak segar, kuat dan bersemangat. Dengan&lt;br /&gt;pembawaannya yang selalu tenang, simpatik dan berwibawa membuat&lt;br /&gt;siapapun yang memandangnya menaruhkan rasa hormat dan kagum. Hal ini&lt;br /&gt;penulis rasakan ketika melakukan wawancara eksklusif di kediaman&lt;br /&gt;beliau di salah satu kawasan elite ibukota pada hari Senin, 27&lt;br /&gt;September 2004. Dalam wawancara yang berlangsung cukup santai, Pak&lt;br /&gt;Azwar tampil cukup sederhana dengan baju koko dan kopiah itu membuka&lt;br /&gt;pembicaraan dengan menceritakan kisah hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Azwar Anas dilahirkan di kota Padang, pada tanggal 2 Agustus 1931,&lt;br /&gt;dari ayah seorang ahli teknik dan ibu yang hanya tamatan SD. Beliau&lt;br /&gt;tumbuh di tengah-tengah keluarga yang agamis dengan didikan ayah yang&lt;br /&gt;berwatak keras dan disiplin, dan ibu yang senantiasa mengayomi dan&lt;br /&gt;memberikan nasehat akan pentingnya agama dan tanggung jawab. Sejak&lt;br /&gt;kecil, ibunda beliau selalu bercerita tentang orang-orang besar,&lt;br /&gt;kisah perjuangan Rasulullah SAW dan menanamkan pentingnya Al Qur'an&lt;br /&gt;dan Sunnah Rasul sebagai pedoman hidup bagi anak-anaknya.&lt;br /&gt;"Memasuki usia sekolah, selain bersekolah, Bapak dan saudara-saudara&lt;br /&gt;yang lain sudah mendapat tugas dari kedua orang tua. Bapak bertugas&lt;br /&gt;menyapu dan membersihkan halaman. Selain itu, bersama adik beliau&lt;br /&gt;membeli ikan di Gaung (Padang) dan menjualnya ke langganan-langganan.&lt;br /&gt;Semua itu sebagai latihan kemandirian," kenang beliau, seraya&lt;br /&gt;berpesan kepada generasi muda "jangan pernah malu untuk berbuat&lt;br /&gt;sesuatu selama hal itu halal dan diridhoi Allah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain balajar di sekolah formal, Azwar kecil juga menimba ilmu agama&lt;br /&gt;di sebuah sekolah agama di daerah tempat tinggalnya, yang saat itu&lt;br /&gt;bernama Sekolah Islam Mata Air (SIMA). Sama halnya seperti kebanyakan&lt;br /&gt;anak-anak lainnya, sewaktu kecil Pak Azwar juga senang bermain, dan&lt;br /&gt;permainan yang paling disukainya adalah sepak bola dan bermain perang-&lt;br /&gt;perangan. Beliau juga berkata; "Sewaktu kecil, dikala malam saya&lt;br /&gt;sering memandang ke arah bukit indarung yang berkilauan dengan warna-&lt;br /&gt;warni lampunya (pabrik Semen Padang) dari rumah saya di daerah Mata&lt;br /&gt;Air, dan saya ingin sekali berada disana…". Selain itu, berkat cerita-&lt;br /&gt;cerita yang selalu diceritakan ibu, beliau juga bercita-cita menjadi&lt;br /&gt;seorang seorang pemimpin di masa datang. Dalam hidup ini, beliau&lt;br /&gt;mempunyai motto: "Jangan pernah ragu dalam melangkah, tetapkan tujuan&lt;br /&gt;hidup, berdoalah kepada Allah SWT dan berusaha keraslah untuk&lt;br /&gt;mencapainya. Jika terbentur pada suatu masalah, jangan lari! Tapi,&lt;br /&gt;selesaikanlah masalah itu dengan sabar dan tuntas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bekal ilmu dunia dan ilmu agama yang dimilikinya, Azwar Anas&lt;br /&gt;tumbuh dan mampu menyelesaikan pendidikan SMA nya di SMA Permindo&lt;br /&gt;(saat ini bernama SMA 1 Padang). Walaupun sempat berpindah ke daerah&lt;br /&gt;Kayu Tanam dan Bukittinggi, belajar di SMP 3 Atas Ngarai, melanjutkan&lt;br /&gt;ke SMA di Birugo, Bukittinggi, sampai kelas 1 SMA, sebelum akhirnya&lt;br /&gt;berpindah lagi ke Padang dan menyelesaikannya di SMA Permindo.&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan karir Pak Azwar dimulai dengan menjadi Pegawai di Balai&lt;br /&gt;Penyelidikan Kimia Bogor pada tahun 1951. Pada usia 26 tahun,&lt;br /&gt;tepatnya pada tanggal 12 Juli 1957 di Padang, beliau resmi&lt;br /&gt;mempersunting seorang gadis minang bernama Jusmeini. Dari&lt;br /&gt;pernikahannya ini, beliau dianugerahi 3 orang putra dan 2 orang&lt;br /&gt;putri. Sejak saat itu, karir Pak Azwar terus menanjak, pada tahun&lt;br /&gt;1958 beliau diangkat menjadi Asisten Luar Biasa di Institut Teknologi&lt;br /&gt;Bandung, setahun kemudian diangkat menjadi Dosen Luar Biasa. Akibat&lt;br /&gt;adanya kebijakan politik Presiden Soekarno pada waktu itu, beliau&lt;br /&gt;bersama-sama sahabatnya Ir. Mathias Aruf (sekarang Prof. Dr. Ir.&lt;br /&gt;Mathias Aruf, dan mengajar di ITB Bandung), utusan dari ITB untuk&lt;br /&gt;mengikuti wajib militer dalam rangka pembebasan Irian Barat. Beliau&lt;br /&gt;lulus dengan pangkat Letnan Satu (Lettu) Cadangan Militer (WAMIL)&lt;br /&gt;pada tahun 1960.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat rahmat dan karunia Allah SWT, Pak Azwar semakin berkibar dan&lt;br /&gt;menjabat berbagai instansi dan organisasi, lebih dari 30 jabatan yang&lt;br /&gt;pernah beliau duduki. Dan, yang paling berkesan bagi beliaub adalah&lt;br /&gt;ketika beliau menjabat sebagai Direktur Utama PT. Semen Padang,&lt;br /&gt;disamping itu sekaligus menjadi Presiden Direktur di PT. Semen&lt;br /&gt;Baturaja di Sumatera Selatan pada tahun 1970-1977, Dewan Komisaris&lt;br /&gt;PT. Semen Padang pada tahun 1978-1989, Anggota MPR Utusan Daerah&lt;br /&gt;selama 15 tahun (1972-1987), Kepala Daerah Tingkat I Provinsi&lt;br /&gt;Sumatera Barat pada tahun 1977-1987 (2 periode), Menteri Perhubungan&lt;br /&gt;Kabinet Pembangunan V pada tahun 1988-1993, mengakhiri karir&lt;br /&gt;militernya pada tahun 1993 dengan pangkat Letnan Jendral TNI (Purn),&lt;br /&gt;Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Kabinet Pembangunan&lt;br /&gt;VI pada tahun 1993-1998 dan Ketua Fraksi Bidang Ekonomi di DPA,&lt;br /&gt;disamping itu beliau juga menjabat selaku Ketua Umum Persatuan&lt;br /&gt;Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) pada tahun 1992-2000. Karena&lt;br /&gt;itulah cita-cita yang didambakan beliau semenjak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ayah dari Ria Prima Pusparini (almarhumah), Ir. Irsyad&lt;br /&gt;Riady, MSc, Ir. Irza Faraby, MSc, Ir. Rony Pahlawan, dan Dra. Maya&lt;br /&gt;Devita ini sudah dianugerahi 18 buah bintang tanda jasa (dari dalam&lt;br /&gt;dan luar negri), 39 buah piagam penghargaan, dan sudah mengunjungi&lt;br /&gt;berbagai negara di Benua Asia, Eropa, Amerika dan Australia sepanjang&lt;br /&gt;karirnya. Sebuah prestasi yang sangat mengagumkan.&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, mengisi masa pensiunnya, Pak Azwar masih tetap aktif di&lt;br /&gt;berbagai kegiatan; mulai dari pengajian-pengajian (saat ini beliau&lt;br /&gt;menjadi Ketua Umum DPP Persatuan Tarbiyah Islamiyah), menghadiri&lt;br /&gt;undangan-undangan, dan sebagai sesepuh masyarakat minang, beliau&lt;br /&gt;selalu menjadi tempat bertanya bagi urang awak di perantauan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara soal prinsip hidup, beliaupun berkata; "Yang terpenting&lt;br /&gt;dalam hidup ini adalah berbuatlah yang terbaik bagi diri, keluarga,&lt;br /&gt;masyarakat, bangsa dan agama secara ikhlas, berani memperbaiki&lt;br /&gt;kesalahan diri dan ikhlas menerima kritik. Sesuai dengan firman Allah&lt;br /&gt;SWT dalam Surat Al Baqarah ayat 261, bagi mereka-mereka yang selalu&lt;br /&gt;ikhlas bekerja diibaratkan sebagai berikut; "Orang-orang yang&lt;br /&gt;menafkahkan hartanya, tenaganya, pikirannya, dan lain-lain di jalan&lt;br /&gt;Allah, ibarat menanam sebuah biji yang kemudian tumbuh menjadi tujuh&lt;br /&gt;tangkai, dan pada tiap-tiap tangkai ada seratus biji, bahkan Allah&lt;br /&gt;melipatgandakan lagi bagi siapa yang dikehendakiNya, dan Allah luas&lt;br /&gt;(karuniaNya), lagi Maha Mengetahui."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat fenomena remaja saat ini, beliau berpesan kepada generasi&lt;br /&gt;muda, selain mempunyai IQ yang bagus (profesional), kita juga harus&lt;br /&gt;mempunyai akhlak, budi pekerti, budaya yang baik dan mengusai ilmu&lt;br /&gt;pengetahuan dan teknologi serta selalu bertawakal kepada Allah&lt;br /&gt;SWT. "Zikir dan shalat itu penting, karena dengan zikir dan shalat&lt;br /&gt;yang baik itu, InsyaAllah kita selalu terpelihara dari segala macam&lt;br /&gt;godaan nafsu dunia yang tidak baik"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal kepemimpinan, beliau mempunyai beberapa tahapan-tahapan&lt;br /&gt;langkah untuk dapat menjadi pemimpin yang baik di bidang apapun kita&lt;br /&gt;ditugaskan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kuasai legalitas (peraturan perundang-undangan), karena&lt;br /&gt;seorang pemimpin harus menguasai peraturan-peraturan yang berlaku&lt;br /&gt;untuk tugas-tugas tersebut, yang merupakan rambu dalam melangkah dan&lt;br /&gt;mengambil keputusan yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pelajari secara empiris keberhasilan, hambatan, peluang dan&lt;br /&gt;kesempatan (SWOT / &lt;em&gt;Strength, Weakness, Opurtunity, and Threat&lt;/em&gt;), karena&lt;br /&gt;seorang pemimpin harus mengenali kemampuan dirinya, dan pengalaman-&lt;br /&gt;pengalaman terdahulu hal keberhasilan serta membudayakan dan&lt;br /&gt;menumbuhkembangkan sistem punish and reward kepada bawahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Letakkan sistem manajemen yang tepat, terbuka dan profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jiwa kebersamaan (Social behavior), karena sukses dan&lt;br /&gt;keberhasilan akan tercapai apabila semua elemen yang terkait dalam&lt;br /&gt;suatu sistem mampu bekerjasama dan saling mendukung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakhir perbincangan, lagi-lagi Pak Azwar mengingatkan, "Apa saja&lt;br /&gt;yang akan kita lakukan,berpeganglah selalu pada Al Qur'an dan Sunnah&lt;br /&gt;Rasul serta teruslah membaca dan belajar, karena hanya itulah pedoman&lt;br /&gt;hidup yang hakiki di dunia ini".&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bang Jenggot"&lt;br /&gt;Jogjakarta&lt;br /&gt;Medio 2004&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-8408828412410629772?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/8408828412410629772/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/02/azwar-anas-niniak-mamak-dan-prajurit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/8408828412410629772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/8408828412410629772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/02/azwar-anas-niniak-mamak-dan-prajurit.html' title='Azwar Anas, Niniak Mamak dan Prajurit yang Senantiasa Berjuang'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_khoqzxBcLDI/R763qCLdZbI/AAAAAAAAACQ/jJ9vXtG7jPA/s72-c/news_icon.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-7045793861568100115</id><published>2008-02-20T17:57:00.000+07:00</published><updated>2008-02-20T18:02:48.640+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan hari ini'/><title type='text'>Apa Benar Sekarang Rezim Kebebasan Pers dan Menulis?</title><content type='html'>Akankah negeri ini kembali ke masa-masa &lt;em&gt;jahiliyah&lt;/em&gt; (kebodohan)?&lt;br /&gt;Ketika kebebasan pers dan menulis menjadi sasaran hukum oleh Pemerintah yang anti-kritik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh memilukan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian-kejadian pahit yang pernah di alami Pram, Rosihan Anwar, Goenawan Mohammad, Wiji Thukul dan Bersihar sepertinya akan terus terulang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeriku, Ngeri... (*mengutip Iwan Fals)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Sajak Suara&lt;br /&gt;(Alm. Wiji Thukul)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sesungguhnya suara itu tak bisa diredam&lt;br /&gt;mulut bisa dibungkam&lt;br /&gt;namun siapa mampu menghentikan nyanyian bimbang&lt;br /&gt;dan pertanyaan-pertanyaan dari lidah jiwaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suara-suara itu tak bisa dipenjarakan&lt;br /&gt;di sana bersemayam kemerdekaan&lt;br /&gt;apabila engkau memaksa diam&lt;br /&gt;aku siapkan untukmu: pemberontakan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sesungguhnya suara itu bukan perampok&lt;br /&gt;yang ingin merayah hartamu&lt;br /&gt;ia ingin bicara&lt;br /&gt;mengapa kau kokang senjata&lt;br /&gt;dan gemetar ketika suara-suara itu&lt;br /&gt;menuntut keadilan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sesungguhnya suara itu akan menjadi kata&lt;br /&gt;ialah yang mengajari aku bertanya&lt;br /&gt;dan pada akhirnya tidak bisa tidak&lt;br /&gt;engkau harus menjawabnya&lt;br /&gt;apabila engkau tetap bertahan&lt;br /&gt;aku akan memburumu seperti kutukan&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-7045793861568100115?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/7045793861568100115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/02/apa-benar-sekarang-rezim-kebebasan-pers.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/7045793861568100115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/7045793861568100115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/02/apa-benar-sekarang-rezim-kebebasan-pers.html' title='Apa Benar Sekarang Rezim Kebebasan Pers dan Menulis?'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-5606926183410797393</id><published>2008-02-20T13:14:00.001+07:00</published><updated>2009-09-08T17:25:50.260+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel lain'/><title type='text'>Apa itu KORUPSI?</title><content type='html'>PENGERTIAN KORUPSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi semantik korupsi berasal dari bahasa Inggris yaitu corrupt, yang berasal dari perpaduan dua kata dalam bahasa latin yaitu com yang berarti bersama-sama dan rumpere yang berarti pecah atau jebol. Istilah korupsi juga bisa dinyatakan sebagai suatu perbuatan tidak jujur atau penyelewengan yang dilakukan karena adanya suatu pemberian. Dalam prakteknya, korupsi lebih dikenal sebagai menerima uang yang ada hubungannya dengan jabatan tanpa ada catatan administrasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara hukum pengertian Korupsi adalah tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang tindak pidana korupsi. Masih banyak lagi pengertian-pengertian lain tentang Korupsi baik menurut pakar atau lembaga yang kompeten. Untuk pembahasan dalam buku ini pengertian korupsi lebih ditekankan pada perbuatan yang merugikan kepentingan publik atau masyarakat luas untuk keuntungan pribadi atau golongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;DASAR HUKUM&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. UU RI NOMOR 30 TAHUN 2002 TENTANG KOMISI PEMBERANTASAN TINDAK&lt;br /&gt;PIDANA KORUPSI.&lt;br /&gt;2. UU RI NOMOR 20 TAHUN 2001 TENTANG PERUBAHAN ATAS UU NOMOR 31&lt;br /&gt;TAHUN 1999 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI.&lt;br /&gt;3. UU RI NOMOR 31 TAHUN 1999 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA&lt;br /&gt;KORUPSI.&lt;br /&gt;4. UU RI NOMOR 28 TAHUN 1999 TENTANG PENYELENGGARAAN NEGARA YANG&lt;br /&gt;BERSIH DAN BEBAS DARI KORUPSI, KOLUSI DAN NEPOTISME.&lt;br /&gt;5. PP RI NOOR 19 TAHUN 2000 TENTANG TIM GABUNGAN PEMBERNTASAN TINDAK&lt;br /&gt;PIDANA KORUPSI.&lt;br /&gt;6. PP RI NOMOR 71 TAHUN 2000 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PERAN&lt;br /&gt;SERTA MASYARAKAT DAN PEMBERIAN PENGHARGAAN DALAM PENCEGAHAN&lt;br /&gt;DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI.&lt;br /&gt;7. PP RI NOMOR 65 TAHUN 1999 TENTANG TATA CARA PEMERIKSAAN KEKAYAAN&lt;br /&gt;PENYELENGGARA NEGARA.&lt;br /&gt;8. PP RI NOMOR 67 TAHUN 1999 TENTANG TATA CARA PEMANTAUAN DAN&lt;br /&gt;EVALUASI PELAKSANAAN TUGAS DAN WEWENANG KOMISI PEMERIKSA.&lt;br /&gt;9. PP RI NOMOR 68 TAHUN 1999 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PERAN&lt;br /&gt;SERTA MASYARAKAT DALAM PENYELENGGARAAN NEGARA.&lt;br /&gt;10. INPRES NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERCEPATAN PEMEBERANTASAN&lt;br /&gt;KORUPSI.&lt;br /&gt;11. KEPPRES RI NOMOR 73 TAHUN 2003 TENTANG PEMBENTUKAN PANITIA SELEKSI&lt;br /&gt;CALON PIMPINAN KOMISI PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI.&lt;br /&gt;12. KEPPRES NOMOR 127 TAHUN 1999 TENTANG PEMBENTUKAN KOMISI PEMERIKSA&lt;br /&gt;KEKAYAAN PENYELENGGARA NEGARA DAN SEKRETARIS JENDERAL KOMISI&lt;br /&gt;PEMERIKSA KEKAYAAN PENYELENGGARA NEGARA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sebab-sebab Korupsi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindak korupsi bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri. Perilaku korupsi menyangkut berbagai hal yang sifatnya kompleks. Faktor-faktor penyebabnya bisa dari internal pelaku-pelaku korupsi, tetapi bisa juga bisa berasal dari situasi lingkungan yang kondusif bagi seseorang untuk melakukan korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah aspek-aspek penyebab seseorang berbuat Korupsi.&lt;br /&gt;Menurut Dr. Sarlito W. Sarwono, tidak ada jawaban yang persis, tetapi ada dua hal yang jelas, yakni :&lt;br /&gt;a. Dorongan dari dalam diri sendiri (keinginan, hasrat, kehendak dan sebagainya),&lt;br /&gt;b. Rangsangan dari luar (dorongan teman-teman, adanya kesempatan, kurang kontrol dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Andi Hamzah dalam disertasinya menginventarisasikan beberapa penyebab korupsi, yakni :&lt;br /&gt;a. Kurangnya gaji pegawai negeri dibandingkan dengan kebutuhan yang makin meningkat&lt;br /&gt;b. Latar belakang kebudayaan atau kultur Indonesia yang merupakan sumber atau sebab&lt;br /&gt;meluasnya korupsi&lt;br /&gt;c. Manajemen yang kurang baik dan kontrol yang kurang efektif dan efisien, yang memberikan&lt;br /&gt;peluang orang untuk korupsi&lt;br /&gt;d. Modernisasi pengembangbiakan korupsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisa yang lebih detil lagi tentang penyebab korupsi diutarakan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam bukunya berjudul "Strategi Pemberantasan Korupsi," antara lain :&lt;br /&gt;1. Aspek Individu Pelaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Sifat tamak manusia&lt;br /&gt;Kemungkinan orang melakukan korupsi bukan karena orangnya miskin atau penghasilan tak cukup. Kemungkinan orang tersebut sudah cukup kaya, tetapi masih punya hasrat besar untuk memperkaya diri. Unsur penyebab korupsi pada pelaku semacam itu datang dari dalam diri sendiri, yaitu sifat tamak dan rakus.&lt;br /&gt;b. Moral yang kurang kuat&lt;br /&gt;Seorang yang moralnya tidak kuat cenderung mudah tergoda untuk melakukan korupsi. Godaan itu bisa&lt;br /&gt;berasal dari atasan, teman setingkat, bawahanya, atau pihak yang lain yang memberi kesempatan untuk&lt;br /&gt;itu.&lt;br /&gt;c. Penghasilan yang kurang mencukupi&lt;br /&gt;Penghasilan seorang pegawai dari suatu pekerjaan selayaknya memenuhi kebutuhan hidup yang wajar. Bila hal itu tidak terjadi maka seseorang akan berusaha memenuhinya dengan berbagai cara. Tetapi bila segala upaya dilakukan ternyata sulit didapatkan, keadaan semacam ini yang akan memberi peluang besar untuk melakukan tindak korupsi, baik itu korupsi waktu, tenaga, pikiran dalam arti semua curahan peluang itu untuk keperluan di luar pekerjaan yang seharusnya.&lt;br /&gt;d. Kebutuhan hidup yang mendesak&lt;br /&gt;Dalam rentang kehidupan ada kemungkinan seseorang mengalami situasi terdesak dalam hal ekonomi. Keterdesakan itu membuka ruang bagi seseorang untuk mengambil jalan pintas diantaranya dengan melakukan korupsi.&lt;br /&gt;e. Gaya hidup yang konsumtif&lt;br /&gt;Kehidupan di kota-kota besar acapkali mendorong gaya hidup seseong konsumtif. Perilaku konsumtif semacam ini bila tidak diimbangi dengan pendapatan yang memadai akan membuka peluang seseorang untuk melakukan berbagai tindakan untuk memenuhi hajatnya. Salah satu kemungkinan tindakan itu&lt;br /&gt;adalah dengan korupsi.&lt;br /&gt;f. Malas atau tidak mau kerja&lt;br /&gt;Sebagian orang ingin mendapatkan hasil dari sebuah pekerjaan tanpa keluar keringat alias malas bekerja. Sifat semacam ini akan potensial melakukan tindakan apapun dengan cara-cara mudah dan cepat, diantaranya melakukan korupsi.&lt;br /&gt;g. Ajaran agama yang kurang diterapkan&lt;br /&gt;Indonesia dikenal sebagai bangsa religius yang tentu akan melarang tindak korupsi dalam bentuk apapun. Kenyataan di lapangan menunjukkan bila korupsi masih berjalan subur di tengah masyarakat.&lt;br /&gt;Situasi paradok ini menandakan bahwa ajaran agama kurang diterapkan dalam kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Aspek Organisasi&lt;br /&gt;a. Kurang adanya sikap keteladanan pimpinan&lt;br /&gt;Posisi pemimpin dalam suatu lembaga formal maupun informal mempunyai pengaruh penting bagi bawahannya. Bila pemimpin tidak bisa memberi keteladanan yang baik di hadapan bawahannya, misalnya berbuat korupsi, maka kemungkinan besar bawahnya akan mengambil kesempatan yang sama dengan atasannya.&lt;br /&gt;b. Tidak adanya kultur organisasi yang benar&lt;br /&gt;Kultur organisasi biasanya punya pengaruh kuat terhadap anggotanya. Apabila kultur organisasi tidak dikelola dengan baik, akan menimbulkan berbagai situasi tidak kondusif mewarnai kehidupan organisasi. Pada posisi demikian perbuatan negatif, seperti korupsi memiliki peluang untuk terjadi.&lt;br /&gt;c. Sistim akuntabilitas yang benar di instansi pemerintah yang kurang memadai&lt;br /&gt;Pada institusi pemerintahan umumnya belum merumuskan dengan jelas visi dan misi yang diembannya dan juga belum merumuskan dengan tujuan dan sasaran yang harus dicapai dalam periode tertentu guna mencapai misi tersebut. Akibatnya, terhadap instansi pemerintah sulit dilakukan penilaian apakah instansi tersebut berhasil mencapai sasaranya atau tidak. Akibat lebih lanjut adalah kurangnya perhatian pada efisiensi penggunaan sumber daya yang dimiliki. Keadaan ini memunculkan situasi organisasi yang kondusif untuk praktik korupsi.&lt;br /&gt;d. Kelemahan sistim pengendalian manajemen&lt;br /&gt;Pengendalian manajemen merupakan salah satu syarat bagi tindak pelanggaran korupsi dalam sebuah organisasi. Semakin longgar/lemah pengendalian manajemen sebuah organisasi akan semakin terbuka perbuatan tindak korupsi anggota atau pegawai di dalamnya.&lt;br /&gt;e. Manajemen cenderung menutupi korupsi di dalam organisasi&lt;br /&gt;Pada umumnya jajaran manajemen selalu menutupi tindak korupsi yang dilakukan oleh segelintir oknum dalam organisasi. Akibat sifat tertutup ini pelanggaran korupsi justru terus berjalan dengan berbagai bentuk.&lt;br /&gt;3. Aspek Tempat Individu dan Organisasi Berada&lt;br /&gt;a. Nilai-nilai di masyarakat kondusif untuk terjadinya korupsi Korupsi bisa ditimbulkan oleh budaya masyarakat. Misalnya, masyarakat menghargai seseorang karena kekayaan yang dimilikinya. Sikap ini seringkali membuat masyarakat tidak kritis pada kondisi, misalnya dari mana kekayaan itu didapatkan.&lt;br /&gt;b. Masyarakat kurang menyadari sebagai korban utama korupsi Masyarakat masih kurang menyadari bila yang paling dirugikan dalam korupsi itu masyarakat. Anggapan masyarakat umum yang rugi oleh korupsi itu adalah negara. Padahal bila negara rugi, yang rugi adalah masyarakat juga karena proses anggaran pembangunan bisa berkurang karena dikorupsi.&lt;br /&gt;c. Masyarakat kurang menyadari bila dirinya terlibat korupsi Setiap korupsi pasti melibatkan anggota masyarakat. Hal ini kurang disadari oleh masyarakat sendiri. Bahkan seringkali masyarakat sudah terbiasa terlibat pada kegiatan korupsi sehari-hari dengan cara-cara terbuka namun tidak disadari.&lt;br /&gt;d. Masyarakat kurang menyadari bahwa korupsi akan bisa dicegah dan diberantas bila masyarakat ikut aktif Pada umumnya masyarakat berpandangan masalah korupsi itu tanggung jawab pemerintah.&lt;br /&gt;Masyarakat kurang menyadari bahwa korupsi itu bisa diberantas hanya bila masyarakat ikut melakukannya.&lt;br /&gt;e. Aspek peraturan perundang-undangan Korupsi mudah timbul karena adanya kelemahan di dalam peraturan perundang-undangan yang dapat mencakup adanya peraturan yang monopolistik yang hanya menguntungkan kroni penguasa, kualitas peraturan yang kurang memadai, peraturan yang kurang disosialisasikan, sangsi yang terlalu ringan, penerapan sangsi yang tidak konsisten dan pandang bulu, serta lemahnya bidang evaluasi dan revisi peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ciri-ciri Korupsi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Korupsi di manapun dan kapanpun akan selalu memiliki ciri khas. Ciri tersebut bisa bermacam-macam, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Melibatkan lebih dari satu orang&lt;br /&gt;2. Korupsi tidak hanya berlaku di kalangan pegawai negeri atau anggota birokrasi negara, korupsi juga terjadi di organisasi usaha swasta&lt;br /&gt;3. Korupsi dapat mengambil bentuk menerima sogok, uang kopi, salam temple, uang semir, uang pelancar, baik dalam bentuk uang tunai atau benda atau wanita.&lt;br /&gt;4. Umumnya serba rahasia, kecuali sudah membudaya&lt;br /&gt;5. Melibatkan elemen kewajiban dan keuntungan timbal balik yang tidak selalu berupa uang.&lt;br /&gt;6. Setiap tindakan korupsi mengandung penipuan, biasanya pada badan publik atau masyarakat umum&lt;br /&gt;7. Setiap perbuatan korupsi melanggar norma-norma tugas dan pertanggungjawaban dalam tatanan masyarakat.&lt;br /&gt;8. Di bidang swasta korupsi dapat berbentuk menerima pembayaran uang, dan sebagainya, untuk membuka rahasia perusahaan tempat seseorang bekerja, mengambil komisi yang seharusnya hak perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Akibat Korupsi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Korupsi selalu membawa konsekuensi. Konsekuensi negatif dari korupsi sistimik terhadap proses demokratisasi dan pembangunan yang berkelanjutan adalah:&lt;br /&gt;1. Korupsi mendelegetimasi proses demokrasi dengan mengurangi kepercayaan publik terhadap proses politik melalui politik uang.&lt;br /&gt;2. Korupsi mendistorsi pengambilan keputusan pada kebijakan publik, membuat tiadanya&lt;br /&gt;akuntabilitas publik, dan menafikan the rule of law. Hukum dan birokrasi hanya melayani kepada kekuasaaan dan pemilik modal.&lt;br /&gt;3. Korupsi meniadakan sistim promosi dan hukuman yang berdasarkan kinerja karena hubungan patron-client dan nepotisme.&lt;br /&gt;4. Korupsi mengakibatkan proyek-proyek pembangunan dan fasilitas umum bermutu rendah dan tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat sehingga mengganggu pembangunan yang&lt;br /&gt;berkelanjutan.&lt;br /&gt;5. Korupsi mengakibatkan kolapsnya sistim ekonomi karena produk yang tidak kompetitif dan penumpukan beban hutang luar negeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korupsi yang sistimatik menyebabkan:&lt;br /&gt;1. Biaya ekonomi tinggi oleh penyimpangan insentif;&lt;br /&gt;2. Biaya politik oleh penjarahan atau penggangsiran terhadap suatu lembaga publik; dan&lt;br /&gt;3. Biaya sosial oleh pembagian kesejahteraan dan pembagian kekuasaan yang tidak semestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Modus Korupsi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Modus korupsi adalah cara-cara bagaimana korupsi itu dilakukan. Banyak modus-modus dalam korupsi. Di bawah ini hanyalah sekedar contoh bagaimana modus korupsi itu dilakukan :&lt;br /&gt;1. Pemerasan Pajak , Ekspor dan Impor Fiktif&lt;br /&gt;Pemeriksa pajak yang memeriksa wajib pajak menemukan kesalahan perhitungan pajak yang&lt;br /&gt;mengakibatkan kekurangan pembayaran pajak. Kesalahan-kesalahan tersebut bisa karena&lt;br /&gt;kesengajaan wajib pajak dan bisa juga bukan karena kesengajaan. Kekurangan tersebut&lt;br /&gt;dianggap tidak ada dan imbalannya wajib pajak harus membayarkan sebagian kekurangan&lt;br /&gt;tersebut masuk ke kantong pemeriksa pajak.&lt;br /&gt;2. Manipulasi Hak/Izin dan Kepemilikan Tanah serta dokumen pertanahan&lt;br /&gt;Berbagai cara dilakukan untuk memanipulasi status kepemilikan tanah termasuk, memanipulasi tanah negara menjadi milik perorangan/badan, merendahkan pembebasan tanah dan meninggikan pertanggungjawaban, membebaskan terlebih dahulu tanah yang akan kena proyek dengan harga murah.&lt;br /&gt;3. Jalur Cepat Pembuatan KTP dan dokumen kependudukan&lt;br /&gt;Dalam Pembuatan KTP dikenal 'jalur biasa' dan 'jalur cepat'. Jalur biasa adalah jalur prosedural biasa, yang mungkin waktunya lebih lama tapi biayanya lebih murah. Sedangkan 'jalur cepat' adalah proses pembuatanya lebih capat dan harganya lebih mahal.&lt;br /&gt;4. SIM Jalur Cepat&lt;br /&gt;Dalam proses pembuatan SIM secara resmi, diberlakukan ujian/tes tertulis dan praktek yang dianggap oleh sebagian warga, terutama sopir akan mempersulit pembuatan SIM Untuk mempercepat proses itu mereka membayar lebih besar, asalkan tidak harus mengikuti ujian.&lt;br /&gt;Biaya tidak resmi pengurusan SIM biasanya langsung ditetapkan oleh petugas. Biasanya yang terlibat dalam praktek ini adalah warga yang mengurus SIM dan oknum petugas yang&lt;br /&gt;menangani kepengurusan SIM.&lt;br /&gt;5. Markup Budget/Anggaran&lt;br /&gt;Biasanya terjadi dalam proyek dengan cara menggelembungkan besarnya dana proyek dengan cara memasukkan pos-pos pembelian yang sifatnya fiktif. Misalnya dalam anggaran dimasukkan pembelian komputer tetapi pada prakteknya tidak ada komputer yang dibeli atau kalau komputer dibeli harganya lebih murah.&lt;br /&gt;6. Proses Tender (Pengadaan barang dan jasa)&lt;br /&gt;Dalam proses tender pengerjaan tender seperti perbaikan jalan atau pembangunan jembatan seringkali terjadi penyelewengan. Pihak yanag sebenarnya memenuhi persyaratan tender, terkadang tidak memenangkan tender karena telah dimenangkan oleh pihak yang mampu 'main belakang' dengan membayar lebih mahal, walaupun tidak memenuhi syarat. Dalam hal ini telah terjadi penyogokan kepada pemberi tender oleh peserta tender yang sebenarnya tidak qualified&lt;br /&gt;7. Penyelewengan dalam Penyelesaian Perkara&lt;br /&gt;Korupsi terjadi tidak selalu dalam bentuk uang, tetapi mengubah (menafsirkan secara sepihak) pasal-pasal yang ada untuk meringankan hukuman kepada pihak yang memberi uang kepada penegak hukum. Praktek ini melibatkan terdakwa/tersangka, penegak hukum (hakim/jaksa) dan pengacara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah-istilah Umum dalam Kegiatan Korupsi&lt;br /&gt;1. Uang Tip: Sama dengan 'budaya amplop' yakni memberikan uang ekstra kepada seseorang karena jasanya/pelayanannya. Istilah ini muncul karena pengaruh budaya Barat yakni pemberian uang ekstra kepada pelayan di restoran atau hotel.&lt;br /&gt;2. Angpao: Pada awalnya muncul untuk menggambarkan kebiasaan yang dilakukan oleh etnis Cina yang memberikan uang dalam amplop kepada penyelenggara pesta. Dalam perkembangan selanjutnya, hingga saat ini istilah ini digunakan untuk menggambarkan pemberian uang kepada petugas ketika mengurus sesuatu di mana pemberian ini sifatnya tidak resmi atau tidak ada dalam peraturan&lt;br /&gt;3. Uang Administrasi: Pemberian uang tidak resmi kepada aparat dalam proses pengurusan surat-surat penting atau penyelesaian perkara/kasus agar penyelesaiannya cepat selesai.&lt;br /&gt;4. Uang Diam: Pemberian dana kepada pihak pemeriksa agar kekurangan pihak yang diperiksa tidak ditindaklanjuti. Uang diam biasanya diberikan kepada anggota DPRD ketika memeriksa pertanggung jawaban walikota/gubernur agar pertanggung jawabanya lolos.&lt;br /&gt;5. Uang Bensin: Uang yang diberikan sebagai balas jasa atas bantuan yang diberikan oleh seseorang. Istilah ini menggambarkan ketika seseorang yang akrab satu sama lain, seperti antara temen satu dengan yang lain. Misalnya A minta bantuan B untuk membeli sesuatu, si B biasanya melontarkan pernyataan, uang bensinya mana ?&lt;br /&gt;6. Uang Pelicin: Menunjuk pada pemberian sejumlah dana (uang) untuk memperlancar&lt;br /&gt;(mempermudah) pengurusan perkara atau surat penting.&lt;br /&gt;7. Uang Ketok: Uang yang digunakan untuk mempengaruhi keputusan agar berpihak kepada&lt;br /&gt;pemberi uang. Istilah ini biasanya ditujukan kepada hakim dan anggota legislatif yang&lt;br /&gt;memutuskan perkara atau menyetujui/mengesahkan anggaran usulan eksekutif, dilakukan&lt;br /&gt;secara tidak transparan.&lt;br /&gt;8. Uang Kopi: Uang tidak resmi yang diminta oleh aparat pemerintah atau kalangan swasta. Permintaan ini sifatnya individual dan berlaku di masyarakat umum.&lt;br /&gt;9. Uang Pangkal: Uang yang diminta sebelum melaksanakan suatu pekerjaan/kegiatan agar&lt;br /&gt;pekerjaan tersebut lancar&lt;br /&gt;10.Uang Rokok: Pemberian uang yang tidak resmi kepada aparat dalam proses pengurusan surat-surat penting atau penyelesaian perkara/kasus penyelesaianya cepat.&lt;br /&gt;11.Uang Damai: Digunakan ketika menghindari sanksi formal dan lebih memberikan sesuatu biasanya berupa uang/materi_ sebagai ganti rugi sanksi formal.&lt;br /&gt;12.Uang di Bawah Meja: Pemberian uang tidak resmi kepada petugas ketika mengurus/membuat surat penting agar prosesnya cepat&lt;br /&gt;13.Tahu Sama Tahu: Digunakan di kalangan bisnis atau birokrat ketika meminta bagian/sejumlah uang. Maksud antara yang meminta dan yang memberi uang sama-sama mengerti dan hal tersebut tidak perlu diucapkan.&lt;br /&gt;14.Uang Lelah: Menunjuk pada pemberian uang secara tidak resmi ketika melakukan suatu&lt;br /&gt;kegiatan. Uang lelah ini bisanya diminta oleh orang yang diminta bantuanya untuk membantu orang lain. Istilah ini kemudian sering digunakan oleh birokrat ketika melayani masyarakat untuk mendapatkan uang lebih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Diramu dan disadur dari Berbagai sumber, sebagai referensi tambahan)*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-5606926183410797393?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/5606926183410797393/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/02/apa-itu-korupsi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/5606926183410797393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/5606926183410797393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/02/apa-itu-korupsi.html' title='Apa itu KORUPSI?'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-3896619600083050891</id><published>2008-02-20T11:53:00.000+07:00</published><updated>2008-02-20T12:02:01.363+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan hari ini'/><title type='text'>Kisah Interogator yang Dungu</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_khoqzxBcLDI/R7u0KiLdZVI/AAAAAAAAABk/x200QPYqHRc/s1600-h/sensor1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_khoqzxBcLDI/R7u0KiLdZVI/AAAAAAAAABk/x200QPYqHRc/s320/sensor1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168923090404336978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dia yang menjadi sebab Bersihar Lubis harus berhadapan dengan Pengadilan Depok.&lt;br /&gt;Semakin DUNGU-lah Bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga saja ada jawaban hari ini (hari ini vonis Bersihar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Interogator yang Dungu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Bersihar Lubis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Harian Koran Tempo edisi 17 Maret 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahdan, Joesoef Ishak diinterogasi selama sebulan oleh Kejaksaan Agung menyusul terbitnya roman Anak Semua Bangsa karya Pramoedya Ananta Toer. Joesoef adalah pemilik Hasta Mitra (1980), yang menerbitkan karya Pram yang kemudian dilarang itu. Ia disekap di penjara pada 1965 dan 1966 dan meringkuk lagi di penjara Salemba sejak 1967 selama 10 tahun. Atas keberaniannya menerbitkan karya Pram, ia menerima hadiah “Jeri Laber Pour la Liberte de l’edition” dari Perhimpunan Para Penerbit Amerika, Partner Pen American Center, pada April 2004 di New York.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat tampil berbicara pada “Hari Sastra Indonesia” di Paris pada Oktober 2004 lalu, Joesoef pun bertutur tentang jalannya interogasi tersebut. Mulanya, ia mengusulkan supaya Kejaksaan Agung menggelar sebuah simposium ahli untuk membicarakan secara obyektif karya Pram. Tapi ternyata ditolak. Alasannya, interogator lebih paham dari siapa pun bahwa Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa adalah karya sastra Marxis. Anehnya, ketika Joesoef diinterogasi, aparat kejaksaan meminta Joesoef menunjukkan baris-baris mana yang menunjukkan adanya teori Marxis dalam buku Pram. Sikap sok tahu yang menyedihkan itu pun terungkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Joesoef diminta meneken berita acara pemeriksaan, para interogator tersenyum. “Buku-buku Pram luar biasa. Apakah Bapak mempunyai eksemplar tersisa? Istri saya belum membacanya. Bisakah Bapak mengirimkan satu eksemplar ke rumah saya?” kata si interogator. “Pak Joesoef hendaknya maklum bahwa apa yang saya lakukan hanyalah melaksanakan perintah atasan,” kata si interogator. “Saya telah disiksa oleh kedunguan interogator, dan interogator telah disiksa oleh atasan mereka yang lebih tinggi tingkat kedunguannya,” kata Joesoef.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah lama ini diceritakan di sini berkaitan dengan langkah Kejaksaan Agung menerbitkan surat keputusan pada 5 Maret 2007. Isinya, melarang peredaran buku teks pelajaran SMP dan SMU serta setingkat karena tidak mencantumkan kebenaran sejarah tentang pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Madiun pada 1948 dan peristiwa pemberontakan PKI pada 1965. Gerakan 30 September (G-30-S) 1965 memang tercantum, tapi tanpa menyebut keterlibatan PKI. “Itu pemutarbalikan fakta sejarah,” kata Jaksa Agung Muda Intelijen Muchtar Arifin, 9 Maret lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelarangan itu pun menimbulkan pertanyaan. Apakah didasarkan pada telaah ilmiah dari para sejarawan? Seandainya ada bahasan ilmiah yang melibatkan sejarawan seperti Anhar Gonggong, Asvi Warman Adam, dan lainnya, mungkin pelarangan itu sedikitnya telah bertolak dari pandangan ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika buku sejarah yang dilarang oleh Jaksa Agung tersebut tidak mencantumkan PKI sebagai pemberontak pada 1965, tidak mengherankan. Banyak sekali buku publikasi domestik dan luar negeri yang meragukan keterlibatan PKI, meskipun versi pemerintah menyebut PKI tetap terlibat. Akibatnya, di tengah masyarakat muncul beragam versi yang berbeda, sehingga menurut Jaksa Agung Muda Muchtar dapat menimbulkan keresahan dan pada akhirnya akan mengganggu ketertiban umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, Muchtar khawatir terhadap munculnya sensor horizontal dari pihak di luar kekuasaan, seperti istilah John H. McGlynn dalam makalahnya “Shapes of Censoring during The New Order” (2004) pada “Hari Sastra Indonesia” di Paris. Misalnya, “sweeping buku-buku kiri” pada awal 2000. Namun, bagaimana bisa disebut berbahaya jika karya buku dan seni hanyalah karya pribadi yang tidak mempunyai pasukan tentara atau polisi, juga tidak punya pasukan penumpas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, pemerintah lupa bahwa pada zaman teknologi informasi global ini, arus buku, karya seni, film, dan budaya massa dunia bisa diakses dan merasuk ke Indonesia tanpa bisa disetop. Aneh bahwa pemerintah sekarang berambisi bertindak sebagai ilmuwan, pendeta, ulama, sejarawan, kritikus sastra, dan penjaga peradaban, padahal masalah korupsi, kemiskinan, dan pengangguran masih membukit di pelupuk mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Benedetto Croce, filsuf sejarah kelahiran Italia (1866-1952), “Every true story is contemporary history (setiap sejarah yang benar adalah sejarah masa kini).” Artinya, kebenaran buku sejarah itu relatif. Dianggap benar pada masa Orde Baru bisa sebaliknya pada masa reformasi. Buku sejarah adalah gambaran mengenai masa lampau, walau tidak sama persis dengan masa lampau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran yang obyektif sukar dicapai, maksimal hanya bisa mendekatinya. Lagi pula, setiap tulisan sejarah selalu mencerminkan ide si penulis bertolak dari visi dan tafsirnya sendiri. Akibatnya, topik yang sama bisa berbeda di antara beberapa penulis. Pendapat penulis pun bisa dipengaruhi oleh suasana zamannya. Misalnya, soal keterlibatan PKI dalam G-30-S, mungkin versi itu ditulis atas keinginan penguasa. Sementara itu, sejarawan lain menganggapnya tidak relevan karena keterlibatan PKI dalam G-30-S tak didukung bukti dan fakta sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi sosio-budaya selalu mengalir, sehingga ide, penilaian, dan tafsir sejarah bisa berubah dan muncul berbagai versi berbeda. Ada versi pemerintah, ada versi sejarawan yang independen. Buku sejarah yang ditulis tak berhak memonopoli kebenaran, apalagi hendak memperbaiki buku sejarah yang ada, termasuk versi pemerintah. Yang beruntung adalah generasi kemudian yang mewarisi kekayaan sejarah, dan terpulang pada mereka untuk memahaminya secara arif dan rasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memonopoli kebenaran sejarah itu absurd. Apalagi sejarah selalu ditulis tidak pada saat terjadi, tapi jauh setelah peristiwa itu terjadi. Merekayasa sejarah yang telah terjadi akan cenderung mereduksi sejarah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-3896619600083050891?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/3896619600083050891/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/02/kisah-interogator-yang-dungu.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/3896619600083050891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/3896619600083050891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/02/kisah-interogator-yang-dungu.html' title='Kisah Interogator yang Dungu'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_khoqzxBcLDI/R7u0KiLdZVI/AAAAAAAAABk/x200QPYqHRc/s72-c/sensor1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-6388833305959388551</id><published>2008-02-18T07:55:00.001+07:00</published><updated>2009-04-28T13:24:39.384+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>Kisah di Tanah Melayu</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_khoqzxBcLDI/R7jX8yLdZUI/AAAAAAAAABc/nNMLBz7TB0g/s1600-h/DSC02651.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_khoqzxBcLDI/R7jX8yLdZUI/AAAAAAAAABc/nNMLBz7TB0g/s320/DSC02651.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168118011669603650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekelebat terlintas sebuah memori&lt;br /&gt;tentang kisah hidup di rimba Melayu&lt;br /&gt;diantara pepohonan sawit dan cerobong silo&lt;br /&gt;diantara buruh-buruh berkeringat dan Tuan Mister berdasi&lt;br /&gt;diselingi dentingan pukulan godam dan teriakan mandor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanah riau nan permai&lt;br /&gt;alammu elok dan kaya raya&lt;br /&gt;hutan dan perut bumimu anugerah tiada tara&lt;br /&gt;mengundang semua bangsa untuk berkunjung&lt;br /&gt;sekedar berlomba mengejar sejumlah rupiah dan dollar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakanbaru pelarian akhir pekan&lt;br /&gt;melepas penat sembari memanjakan diri&lt;br /&gt;menghambur rupiah hasil kerja sebulan&lt;br /&gt;dengan gaya dan dandanan yang mewah&lt;br /&gt;sebuah bentuk pengakuan diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;senin datang kembali tegang&lt;br /&gt;mesin-mesin tak mau berhenti&lt;br /&gt;membangunkan buruh tak berkamar-mandi&lt;br /&gt;tanpa jendela tanpa cahaya matahari&lt;br /&gt;dari pagi ke pagi lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;asap silo terus saja mengepul&lt;br /&gt;melepaskan sisa-sisa amonia ke udara&lt;br /&gt;ribuan kubik akasia dan kayu alam disulap&lt;br /&gt;seketika jadilah sejumlah rupiah&lt;br /&gt;menghidupi ribuan keluarga buruh harian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelalawan terus berbenah&lt;br /&gt;denyut nadi perekonomian di lintas timur Sumatera&lt;br /&gt;harapan terpampang di depan mata&lt;br /&gt;hutan Tesso masih begitu luas&lt;br /&gt;untuk terus disulap menjadi rupiah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampar mengalir dengan tenang&lt;br /&gt;airnya jernih menyejukkan&lt;br /&gt;tempat memancing atau sekedar berkelah&lt;br /&gt;diantara budak-budak yang mandi telanjang&lt;br /&gt;dan ibu-ibu yang mencuci sambil berdendang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hampir dua tahun berlalu&lt;br /&gt;sejak aksi demonstrasi itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mesin-mesin terus menggilas&lt;br /&gt;silo-silo masih mengepulkan amonia&lt;br /&gt;hutan Tesso porak-poranda&lt;br /&gt;Kampar semakin sering memuntahkan air bah &lt;br /&gt;buruh-buruh tak berkamar mandi cuma bisa pasrah&lt;br /&gt;terus dijajah kulit putih yang serakah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Bang Jenggot&lt;br /&gt;Batavia Darusysyaitan&lt;br /&gt;17 Februari 2008&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-6388833305959388551?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/6388833305959388551/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/02/kisah-di-tanah-melayu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/6388833305959388551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/6388833305959388551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/02/kisah-di-tanah-melayu.html' title='Kisah di Tanah Melayu'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_khoqzxBcLDI/R7jX8yLdZUI/AAAAAAAAABc/nNMLBz7TB0g/s72-c/DSC02651.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-5685210052918343941</id><published>2008-02-18T07:53:00.001+07:00</published><updated>2009-04-28T13:15:48.340+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>Ayah</title><content type='html'>senyum ramah&lt;br /&gt;penuh semangat&lt;br /&gt;tak pernah mengeluh&lt;br /&gt;sayang keluarga&lt;br /&gt;teguh pendirian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teladan kami&lt;br /&gt;pemimpin kami&lt;br /&gt;guru kami&lt;br /&gt;ayah kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Bang Jenggot&lt;br /&gt;Batavia Darusysyaitan&lt;br /&gt;17 Februari 2008&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-5685210052918343941?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/5685210052918343941/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/02/ayah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/5685210052918343941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/5685210052918343941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/02/ayah.html' title='Ayah'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-355465970861026431</id><published>2008-02-08T17:20:00.002+07:00</published><updated>2008-02-08T17:21:12.075+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>SAJAK ANAK MUDA</title><content type='html'>Oleh: W.S. Rendra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita adalah angkatan gagap&lt;br /&gt;yang diperanakkan oleh angkatan takabur.&lt;br /&gt;Kita kurang pendidikan resmi&lt;br /&gt;di dalam hal keadilan,&lt;br /&gt;karena tidak diajarkan berpolitik,&lt;br /&gt;dan tidak diajar dasar ilmu hukum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita melihat kabur pribadi orang,&lt;br /&gt;karena tidak diajarkan kebatinan atau ilmu jiwa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak mengerti uraian pikiran lurus,&lt;br /&gt;karena tidak diajar filsafat atau logika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita tidak dimaksud&lt;br /&gt;untuk mengerti itu semua?&lt;br /&gt;Apakah kita hanya dipersiapkan&lt;br /&gt;untuk menjadi alat saja? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;inilah gambaran rata-rata&lt;br /&gt;pemuda tamatan SLA,&lt;br /&gt;pemuda menjelang dewasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar pendidikan kita adalah kepatuhan.&lt;br /&gt;Bukan pertukaran pikiran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu sekolah adalah ilmu hafalan,&lt;br /&gt;dan bukan ilmu latihan menguraikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar keadilan di dalam pergaulan,&lt;br /&gt;serta pengetahuan akan kelakuan manusia,&lt;br /&gt;sebagai kelompok atau sebagai pribadi,&lt;br /&gt;tidak dianggap sebagai ilmu yang perlu dikaji dan diuji. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan di dunia menjadi remang-remang.&lt;br /&gt;Gejala-gejala yang muncul lalu lalang,&lt;br /&gt;tidak bisa kita hubung-hubungkan.&lt;br /&gt;Kita marah pada diri sendiri&lt;br /&gt;Kita sebal terhadap masa depan.&lt;br /&gt;Lalu akhirnya,&lt;br /&gt;menikmati masa bodoh dan santai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kegagapan,&lt;br /&gt;kita hanya bisa membeli dan memakai&lt;br /&gt;tanpa bisa mencipta.&lt;br /&gt;Kita tidak bisa memimpin,&lt;br /&gt;tetapi hanya bisa berkuasa,&lt;br /&gt;persis seperti bapak-bapak kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan negeri ini berkiblat ke Barat.&lt;br /&gt;Di sana anak-anak memang disiapkan&lt;br /&gt;Untuk menjadi alat dari industri.&lt;br /&gt;Dan industri mereka berjalan tanpa berhenti.&lt;br /&gt;Tetapi kita dipersiapkan menjadi alat apa?&lt;br /&gt;Kita hanya menjadi alat birokrasi!&lt;br /&gt;Dan birokrasi menjadi berlebihan&lt;br /&gt;tanpa kegunaan -&lt;br /&gt;menjadi benalu di dahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelap. Pandanganku gelap.&lt;br /&gt;Pendidikan tidak memberi pencerahan.&lt;br /&gt;Latihan-latihan tidak memberi pekerjaan&lt;br /&gt;Gelap. Keluh kesahku gelap.&lt;br /&gt;Orang yang hidup di dalam pengangguran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang terjadi di sekitarku ini?&lt;br /&gt;Karena tidak bisa kita tafsirkan,&lt;br /&gt;lebih enak kita lari ke dalam puisi ganja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah artinya tanda-tanda yang rumit ini?&lt;br /&gt;Apakah ini? Apakah ini?&lt;br /&gt;Ah, di dalam kemabukan,&lt;br /&gt;wajah berdarah&lt;br /&gt;akan terlihat sebagai bulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa harus kita terima hidup begini?&lt;br /&gt;Seseorang berhak diberi ijazah dokter,&lt;br /&gt;dianggap sebagai orang terpelajar,&lt;br /&gt;tanpa diuji pengetahuannya akan keadilan.&lt;br /&gt;Dan bila ada ada tirani merajalela,&lt;br /&gt;ia diam tidak bicara,&lt;br /&gt;kerjanya cuma menyuntik saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana ? Apakah kita akan terus diam saja.&lt;br /&gt;Mahasiswa-mahasiswa ilmu hukum&lt;br /&gt;dianggap sebagi bendera-bendera upacara,&lt;br /&gt;sementara hukum dikhianati berulang kali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa-mahasiswa ilmu ekonomi&lt;br /&gt;dianggap bunga plastik,&lt;br /&gt;sementara ada kebangkrutan dan banyak korupsi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berada di dalam pusaran tatawarna&lt;br /&gt;yang ajaib dan tidak terbaca.&lt;br /&gt;Kita berada di dalam penjara kabut yang memabukkan.&lt;br /&gt;Tangan kita menggapai untuk mencari pegangan.&lt;br /&gt;Dan bila luput,&lt;br /&gt;kita memukul dan mencakar&lt;br /&gt;ke arah udara &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita adalah angkatan gagap.&lt;br /&gt;Yang diperanakan oleh angkatan kurangajar.&lt;br /&gt;Daya hidup telah diganti oleh nafsu.&lt;br /&gt;Pencerahan telah diganti oleh pembatasan.&lt;br /&gt;Kita adalah angkatan yang berbahaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Potret Pembangunan dalam Puisi, Pejambon, Jakarta, 23 Juni 1977)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-355465970861026431?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/355465970861026431/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/02/sajak-anak-muda_08.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/355465970861026431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/355465970861026431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/02/sajak-anak-muda_08.html' title='SAJAK ANAK MUDA'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-5147009918192329831</id><published>2008-01-24T07:57:00.002+07:00</published><updated>2010-06-14T11:22:19.170+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>Puisi dari Adinda April</title><content type='html'>(puisi ini spesial dibuatkan oleh adinda Aprilia Astuti di saat acara pelepasan wisudaku di Panti Asuhan Nurul Yasmin pada akhir Februari 2006, Yogyakarta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Terima kasih, adinda...-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;manusia berjalan menatap ke depan&lt;br /&gt;bukan ke belakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pijakkan satu langkah&lt;br /&gt;dan melompat saat perlu&lt;br /&gt;hanya saat perlu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pandang&lt;br /&gt;tataplah lekat&lt;br /&gt;tak ada takut terpancar&lt;br /&gt;tak ada cemas terhampar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada...&lt;br /&gt;tegar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat terhenyak dalam gelap&lt;br /&gt;sahabat datang mendekap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hingga terang...&lt;br /&gt;menyelamatkan&lt;br /&gt;hingga tenang...&lt;br /&gt;mendamaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pun, sejenak tak lama&lt;br /&gt;saatnya kembali berjalan&lt;br /&gt;dan semuanya berpesan&lt;br /&gt;berjalanlah menatap ke depan&lt;br /&gt;bukan ke belakang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak ke belakang...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-5147009918192329831?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/5147009918192329831/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/01/puisi-dari-adinda-april.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/5147009918192329831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/5147009918192329831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2008/01/puisi-dari-adinda-april.html' title='Puisi dari Adinda April'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-2321290879593984230</id><published>2007-12-16T08:38:00.003+07:00</published><updated>2010-06-14T11:07:01.187+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>Igauan Tengah Malam</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;kubuka &lt;em&gt;notebook &lt;/em&gt;di tengah malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di sela-sela cadasnya musik metal dan syahdunya lagu rohani&lt;br /&gt;dunia sepi di sekitar sini&lt;br /&gt;di ruang sempit yang tak terurus&lt;br /&gt;tempat sampah sekaligus tempat hidupku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperempat manusia terlelap dalam mimpi&lt;br /&gt;seperempat lainnya berkeliaran &lt;br /&gt;entah cari makan, entah cari mangsa&lt;br /&gt;seperempat yang lain khusyuk berdzikir mengharap ridha Illahi&lt;br /&gt;dan sisanya, tinggallah bersama manusia-manusia gelisah lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malam di Batavia begitu indah&lt;br /&gt;lampu kerlap-kerlip di mana-mana&lt;br /&gt;siang melelahkan berganti malam meresahkan&lt;br /&gt;keluh-kesah berganti desahan&lt;br /&gt;lupakan sejenak beban hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beberapa hari ini bikin lelah&lt;br /&gt;politikus di senayan lagi-lagi bikin ulah&lt;br /&gt;berita koran bikin gelisah&lt;br /&gt;keputusan SDM bikin marah&lt;br /&gt;anak bawang cuma bisa pasrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga saja tidak jadi mimpi basah&lt;br /&gt;ups, astaghfirullah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hmm...&lt;br /&gt;tarik nafas dulu&lt;br /&gt;hisap dulu sisa puntung tadi&lt;br /&gt;huh... nikmat sekali&lt;br /&gt;kepulan racun nikotinpun meluncur mulus mengisi ruang paru dan menyusup ke darah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga saja tak mati muda...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malam makin larut, rokok tinggal bungkus&lt;br /&gt;aku sakau&lt;br /&gt;sementara hati masih galau&lt;br /&gt;teringat bangsa yang makin hari makin kacau&lt;br /&gt;tak punya masa depan&lt;br /&gt;tak ada kebanggaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;politikus asyik masyuk berselingkuh dengan kekuasaan&lt;br /&gt;ada proyek besar di 2009&lt;br /&gt;mereka lupa daulat rakyat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anak bangsa tak berbaju dan tak sekolah ngamen di jalanan&lt;br /&gt;nyanyikan tembang lagu munajat cinta&lt;br /&gt;di sisi &lt;em&gt;camry &lt;/em&gt;Yang Mulia Tuan Koruptor yang sungguh menawan&lt;br /&gt;apa ini yang namanya kemerdekaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bukalah kembali konstitusi dan buku-buku sejarah&lt;br /&gt;sejarah bangsamu bernanah&lt;br /&gt;jutaan rakyat mandi darah&lt;br /&gt;adil makmur tinggal mimpi indah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;entahlah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berdikari, swasembada dan tinggal landas?&lt;br /&gt;lupakan saja!&lt;br /&gt;sekarang belajarlah menjilat dan mengemis&lt;br /&gt;paman sam selalu siap membantu&lt;br /&gt;dan tanpa terasa hilanglah jati diri bangsa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lupakan kehebatan tan, kusno (baca: bung karno), bung hatta dan bung sjahrir&lt;br /&gt;ambil kaca itu&lt;br /&gt;tatap dan kenali wajah palsu itu&lt;br /&gt;tanyakan padanya &lt;br /&gt;: “kamu siapa, dimana dan bisa apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hii... aku takut!&lt;br /&gt;ada jerawat besar bersinar di jidat&lt;br /&gt;sudahlah, aku tidur saja&lt;br /&gt;semoga saja dari dasar lantai ini&lt;br /&gt;bisa kudengar kembali suara-suara heroik bung karno dari alam sana...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;: “Anak Bangsa, Bangkitlah!”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abang Jenggot&lt;br /&gt;Batavia Darusysyaitan, 14 Desember 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-2321290879593984230?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/2321290879593984230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2007/12/igauan-tengah-malam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/2321290879593984230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/2321290879593984230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2007/12/igauan-tengah-malam.html' title='Igauan Tengah Malam'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-2438689116030097688</id><published>2007-11-21T07:36:00.001+07:00</published><updated>2009-09-08T17:27:12.186+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tentang Teladan'/><title type='text'>Surat Selamat Tinggal Kepada Fidel Castro (1965)</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_khoqzxBcLDI/R0N-XJykoYI/AAAAAAAAAAo/VcGegZ8p7Xk/s1600-h/NSAPFS6_LARGE.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_khoqzxBcLDI/R0N-XJykoYI/AAAAAAAAAAo/VcGegZ8p7Xk/s320/NSAPFS6_LARGE.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5135086936362623362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(&lt;em&gt;Terima kasih telah mengajariku banyak hal tentang revolusi, Che&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Surat ini dibacakan oleh Fidel Castro pada tanggal 3 oktober 1965, pada rapat terbuka yang mengumumkan Komite Sentral Partai Komunis Kuba yang baru terbentuk dengan dihadiri oleh istri Guevara dan anak-anaknya, Castro menyatakan:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya hendak bacakan sebuah surat, yang ditulis tangan dan kemudian diketik, dari kawan Ernesto Guevara, yakni penjelasan diri ....Tertulis demikian: 'havana' --tanpa tanggal, surat yang musti dibacakan pada kesempatan yang amat baik, namun sesungguhnya dibuat pada tanggal 1 April tahun ini." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembacaan, surat ini merupakan penjelasan terbuka pertama kali sejak guevara tidak pernah nampak lagi di Kuba. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Havana, &lt;br /&gt;Tahun Pertanian&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fidel:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ini aku teringat banyak hal --ketika aku pertama kali bertemu denganmu di rumah Maria Antonia, ketika kau mengusulkan aku untuk ikut serta, seluruh ketegangan terlibat dalam persiapan itu.(peperangan/gerilya melawan Batista, pent)  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika ketegangan-ketegangan itu akan menghampiri kita lagi dan menagih nyawa kita, dan kemungkinan nyata dari fakta itu memukul kita semua. Di kemudian hari tahulah kita bahwa itu benar, bahwa dalam revolusi salah satu pihak akan menang atau mati (bila itu benar revolusi). Banyak kawan yang berjatuhan sepanjang jalan menuju kemenangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini segala sesuatunya tidak lagi terlalu dramatis, karena kita lebih matang. Namun kejadian-kejadian kembali terulang. Aku merasa bahwa aku telah memnuhi kewajibanku yang mengikatkan aku pada revolusi Kuba,secara teritorial, dan kuucapkan selamat berpisah padamu, pada rakyatmu, yang sekarang rakyatku juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara resmi aku mengundurkan diri dari kedudukan dalam kepemimpinan nasional partai, kedudukan, sebagai menteri, pangkat komandanku, dan kewarganegaraan Kuba-ku. Tak ada yang legal yang mengikatku dengan Kuba. Satu-satunya ikatan adalah hal lain --ikatan yang tak bisa diputuskan seperti pemberhentian seseorang dari sebuah jabatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merenungkan kehidupan masa laluku, aku yakin aku telah bekerja dengan cukup jujur dan pengabdian untuk mengkonsolidasikan kejayaan revolusioner. Satu-satunya kesalahanku yang serius adalah tidak punya kepercayaan yang besar padamu saat pertama di Sierra Maestra dulu, dan tidak segera yakin akan kualitasmu sebagai seorang pemimpin dan seorang revolusioner.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari kehidupanku kulewati dengan indah di sini, dan di sisimu aku merasa bangga memiliki rakyat yang demikian tangguh menghadapi saat-saat penuh penderitaan dalam krisis Karibia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarang sekali ada negarawan yang lebih ulung darimu menghadapi saat-saat seperti itu. Akupun bangga mengikutimu tanpa keraguan, mengidentifikasikan dengan jalan pikiran,pandangan,perhitungan menghadapi bahaya, dan prinsip-prinsipmu. Kali ini bangsa-bangsa lain mengharapkan sumbangsihku. Dan aku bisa melakukannya tanpa mengikutsertakanmu karena tanggung jawabmu yang besar sebagai pimpinan kuba, dan tibalah saatnya bagi kita untuk berpisah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, bahwa aku melakukan tugas ini dengan campuran perasaan bahagia dan sedih. Kutinggalkan di sini harapan-harapanku yang paling murni sebagai seorang pembangun dan seluruh ketulusanku yang paling dalam.Kutinggalkan orang-orang yang telah menganggapku anak. Itu semua sesungguhnya menimbulkan luka yang dalam bagiku.Akan kubawa ke medan juang baru segala hal yang kau ajarkan padaku, semangat revolusioner rakyat kita, perasaan untuk memenuhi kewajiban yang amat suci: berjuang menentang imperialisme dimanapun ia adanya. Ini yang akan mengobati dan  mengeringkan luka di jiwaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunyatakan sekali lagi bahwa aku melepaskan Kuba dari tanggung jawab apapun juga, kecuali teladan-teladan yang diberikannya. Kalau saja saat-saat akhir hayatku aku berada di bawah langit lain, pikiranku yang terakhir adalah tentang rakyat Kuba dan terutama tentang dirimu. Aku amat berterima kasih atas ajaran-ajaranmu, teladan-teladanmu, dan aku akan memegangnya hingga konsekuensiku yang paling akhir dari tindakanku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu mengidentifikasikan diri dengan kebijaksanaan luar negeri dari revolusi kita, dan akan meneruskannya. Dimanapun aku berada, aku akan merasa bertanggung jawab terhadap revolusi Kuba, dan aku kan menjaganya. Aku tak merasa malu bahwa aku tak meninggalkan kekayaan materi untuk anak-anak dan istriku; aku bahagia dengan cara seperti itu. Aku tak memintakan apapun untuk mereka, karena negara akan mencukupi kebutuhan hidup dan pendidikan untuk mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin mengatakan banyak hal padamu dan pada rakyat kita, namun aku merasa hal itu tak perlu. kata-kata tak akan mampu mengekspresikan apa yang ingin kuungkapkan itu, dan kupikir tak ada manfaatnya untuk membuat coretan lebih banyak lagi di sini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasta la victoria siempre! (Maju terus menuju kemenangan) &lt;br /&gt;Patria o muerte! (Tanah air atau mati) &lt;br /&gt;Kupeluk kau dengan sepenuh semangat revolusionerku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Che&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-2438689116030097688?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/2438689116030097688/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2007/11/surat-selamat-tinggal-kepada-fidel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/2438689116030097688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/2438689116030097688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2007/11/surat-selamat-tinggal-kepada-fidel.html' title='Surat Selamat Tinggal Kepada Fidel Castro (1965)'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_khoqzxBcLDI/R0N-XJykoYI/AAAAAAAAAAo/VcGegZ8p7Xk/s72-c/NSAPFS6_LARGE.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-5105597223982762809</id><published>2007-11-20T09:36:00.001+07:00</published><updated>2009-09-08T17:37:31.171+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>Sajak hari demi hari</title><content type='html'>hari demi hari tanggal, gelisahku&lt;br /&gt;kisah demi kisah tunggal, gelisahku&lt;br /&gt;dosa demi dosa mengental, Tuhanku&lt;br /&gt;tak cukup aku hanya dengan rasa malu&lt;br /&gt;(di dalam kamar sekap diri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi beri aku keberanian&lt;br /&gt;merenggut topeng busana kemunafikan&lt;br /&gt;*telanjang menari berborok sekujur badan&lt;br /&gt;di hamparan padang kuasa-MU&lt;br /&gt;di hadapan cahaya kasih-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) berserah diri, pasrah penuh kehambaan, suci bersih sebagaimana fitrah manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;digubah dari puisi Wiji Thukul.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-5105597223982762809?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/5105597223982762809/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2007/11/sajak-hari-demi-hari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/5105597223982762809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/5105597223982762809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2007/11/sajak-hari-demi-hari.html' title='Sajak hari demi hari'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-2087352349531415801</id><published>2007-11-19T07:43:00.003+07:00</published><updated>2010-06-14T11:17:53.438+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>Libur Kecil Kaum Urban</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;november bulan yang syahdu&lt;br /&gt;mentari nyengir malu-malu&lt;br /&gt;sesekali petir nyambar tanpa ragu&lt;br /&gt;pohon dan baliho tumbang satu-satu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itulah djakarta di akhir tahun&lt;br /&gt;masih seperti yang dulu-dulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi minggu pagi ini beda, dik&lt;br /&gt;cuaca di luar cerah sekali&lt;br /&gt;burung bersautan dengan riang&lt;br /&gt;mulailah berkemas, kita berkelah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;: jangan lupa, dandan yang cantik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi sebelum kau mandi &lt;br /&gt;buatkan dulu abang kopi&lt;br /&gt;keraskan juga volume radio itu&lt;br /&gt;sembari menunggu habis puntung ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ingin kudengar warta pagi ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;: “ada topan di selatan asia&lt;br /&gt;ada yang berontak di malaya&lt;br /&gt;ada yang maling di bank central&lt;br /&gt;ada yang tidur di istana&lt;br /&gt;ada yang mabok di senayan&lt;br /&gt;ada-ada saja...”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itulah dunia di akhir zaman&lt;br /&gt;masih seperti yang dulu-dulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oh, kau sudah cantik, dik&lt;br /&gt;sungguh cantik...&lt;br /&gt;memang aku tak salah pilih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jangan lupa kunci pintu dan jendela itu&lt;br /&gt;maling di negeri ini tak tahu malu&lt;br /&gt;radio butut dan baju bekaspun bisa diambil&lt;br /&gt;lumayan, buat makan setengah hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi tunggu dulu, dik&lt;br /&gt;abang lihat dompet dulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alhamdulillah...&lt;br /&gt;masih ada enam puluh tiga ribu rupiah&lt;br /&gt;: ongkos metromini, sebungkus kwaci, 2 botol minuman mineral dan biaya tak terduga lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga saja cukup, dik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengapa kau tersenyum, dik?&lt;br /&gt;kau selalu begitu dari dulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;: “malang nian dirimu, dik&lt;br /&gt;kau yang cantik&lt;br /&gt;lulusan terbaik universitas terkenal&lt;br /&gt;almarhum ayahmu guru besar dan kaya raya&lt;br /&gt;kini, hidup susah bersama diriku...”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mari sini, pegang tangan abang&lt;br /&gt;gang di sini masih saja sempit dan becek &lt;br /&gt;nanti kau jatuh dan baju kurungmu kotor&lt;br /&gt;di ujung sana markas besar preman &lt;br /&gt;nanti kau diganggu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;satu setengah kilo sudah kita berjalan&lt;br /&gt;di depan sana sudah jalan besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi aku lupa, dik&lt;br /&gt;kita mau kemana? &lt;br /&gt;: “ke monas saja, bang”, jawabmu enteng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hmm...&lt;br /&gt;itulah dirimu, dik&lt;br /&gt;masih seperti yang dulu-dulu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Jenggot&lt;br /&gt;Batavia Darusysyaitan, 18 November 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-2087352349531415801?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/2087352349531415801/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2007/11/libur-kecil-kaum-urban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/2087352349531415801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/2087352349531415801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2007/11/libur-kecil-kaum-urban.html' title='Libur Kecil Kaum Urban'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-159811922305574345</id><published>2007-11-15T13:14:00.004+07:00</published><updated>2010-06-14T11:30:12.724+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>Jangan salahkan aku nanti, Tuan!</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;izinkan aku bertamu, tuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akan kuketuk dahulu pintu rumah tuan dan takkan lupa kuucapkan salam. salam keselamatan untuk tuan, puan dan seisi keluarga tuan. aku datang tak membawa parang atau gurkrit. aku hanya membawa khabar dari gubuk tua samping rumah tuan. aku dengar ada kegaduhan di sana semalam. bu siti -jandanya pak amat itu- dan ketiga bocah anaknya dilarikan ke Puskesmas, katanya kerna demam. tetapi, usut punya usut, ternyata kerna mereka lama tak makan. mereka butuh nasi, tuan. mengisi perut biar bertenaga kembali untuk hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;izinkan aku masuk, tuan. akan kusisir rambutku, kucuci kakiku dan kuganti bajuku terlebih dahulu agar tak kukotori pandangan dan lantai rumah tuan yang berkilauan. kali ini aku datang membawa si joko. bocah bengal yang tak mau sekolah itu. bapaknya sekarat, tuan. asap rokok dan pabrik telah merusak isi dadanya. dia butuh kerja, tuan. seonggok uang untuk kesembuhan bapaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;izinkan aku duduk, tuan. tak perlu di sofa itu, dibawah sini saja, tuan. aku hanya ingin bertanya tentang hal yang diributkan orang kampung. benarkah tuan mengusir puluhan keluarga yang tinggal di tanah kosong pinggir kali milik tuan itu? kasihan mereka, tuan. sekarang musim hujan. mereka kedinginan. gelandangan di samping masjid, tuan. mereka butuh atap, pelindung dari teriknya siang dan dinginnya malam, tuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;izinkan aku bersujud di hadapanmu, tuan. akan kuciumi kakimu yang bersih itu agar mau kaubagi sedikit air ledeng milikmu untuk kami, tuan. sudah 3 hari ini air sungai dan sumur kami tercemar, limbah pabrik tahu mu itu telah meresap ke tanah, anak-anak gatal-gatal dan tak sedikit yang keracunan. malang nian mereka, tuan. mereka butuh sembuh, agar bisa kembali ke sekolah dan ke sawah, tuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tuan...&lt;br /&gt;tuan...&lt;br /&gt;disanakah tuan?&lt;br /&gt;terdengarkah suaraku oleh tuan?&lt;br /&gt;sampai kapan aku berdiri di luar sini, tuan?&lt;br /&gt;dinding tembok rumah tuan begitu tinggi dan kokoh&lt;br /&gt;gonggongan doberman itu membuatku takut, tuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suaraku habis, tuan. matahari telah membakar kulit kepala dan telapak kakiku. aku capek, tuan. aku muak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku mau pulang saja, tuan. ibu dan bapakku mungkin sudah khawatir.aku lupa meminta izin pada mereka tadi pagi, dari subuh mereka sudah ke ladang, katanya kebun cabe kami dirusak angin jahat tadi malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin besok saja aku kembali, tuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga saja kita bisa bertemu&lt;br /&gt;takkan kuucapkan salam &lt;br /&gt;takkan kusisir rambutku &lt;br /&gt;takkan kucuci kakiku &lt;br /&gt;dan takkan kuganti bajuku terlebih dahulu&lt;br /&gt;akan kubawakan parang, gurka, bu siti beserta anak-anaknya, si joko, serta orang-orang kampung yang tergusur, gatal-gatal dan keracunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku sudah mengingatkanmu&lt;br /&gt;: jangan salahkan aku nanti, tuan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakabar tuan?&lt;br /&gt;apakabar istri tuan?&lt;br /&gt;apakabar anak-anak tuan?&lt;br /&gt;apakabar anjing-anjing tuan?&lt;br /&gt;apakabar harta benda tuan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku sudah mengingatkanmu&lt;br /&gt;: jangan salahkan aku nanti, tuan!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Jenggot&lt;br /&gt;Batavia Darusysyaitan, 13 November 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;(kamar_maut)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541673048424821609-159811922305574345?l=kalicode.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalicode.blogspot.com/feeds/159811922305574345/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2007/11/jangan-salahkan-aku-nanti-tuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/159811922305574345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541673048424821609/posts/default/159811922305574345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalicode.blogspot.com/2007/11/jangan-salahkan-aku-nanti-tuan.html' title='Jangan salahkan aku nanti, Tuan!'/><author><name>Abang Jenggot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17484126633739744760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541673048424821609.post-8897704158766507060</id><published>2007-11-08T11:35:00.001+07:00</published><updated>2009-09-08T17:40:59.032+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi hari ini'/><title type='text'>Jangan-jangan saya sendiri juga MALLING!</title><content type='html'>Oleh: Taufiq Ismail&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hampir paripurna menjadi bangsa porak-poranda,&lt;br /&gt;terbungkuk dibebani hutang dan merayap melata sengsara di dunia.&lt;br /&gt;Penganggur 40 juta orang, anak-anak tak bisa bersekolah 11 juta murid,&lt;br /&gt;pecandu narkoba 6 juta anak muda, pengungsi perang saudara 1,5 juta orang,&lt;br /&gt;VCD koitus beredar 25 juta keping,&lt;br /&gt;kriminalitas merebak di setiap tikungan jalan&lt;br /&gt;dan
